Chapter 9 Part 7

Dia melemparkan mereka ke arah Istana Kerajaan.

「Heee !? Apa yang kau lakukan Kagami-san !? Ayaaaaahhh! 」

「Sekarang kau Alice, majuuuuu!」

「Eh? Tunggu! Aaaaaaaaaaaah-… ..! 」

Setelah itu, Kagami dengan hati-hati mengangkat Alice dan melemparkannya ke Istana Kerajaan dengan cara yang sama seperti yang dia lakukan kepada Raja Iblis.

Keduanya, yang menciptakan lengkungan indah saat terbang di udara, berhasil mencapai Istana Kerajaan dalam sekejap mata tanpa harus menghadapi Para prajurit.

「Tunguuuu! Kau bisa melempar Raja Iblis dengan cara seperti itu, tapi kau tidak boleh melakukan hal yang sama kepada Alice-chan! Apa yang akan kau lakukan jika dia terluka !? 」

「Apa kau ingin menjadi yang berikutnya?」

「Hah? Eh? 」

「Ini adalah Rencana B」

「Eh? Apa? Apa maksudmu dengan Rencana B-, ya-, Aaah …! 」

Kemudian, Kagami memegang ransel besar yang Tina bawa di punggungnya dan mengangkatnya bersama Tina, pada saat yang sama dia tersenyum ramah ketika dia melihat Kastil Kerajaan.

「Tidak-, Kau tidak boleh-, AAAAAAAAAAAAH!」

Tina berteriak keras saat dia menciptakan lengkungan yang sama dengan yang lainnya saat dia terbang menuju Istana Kerajaan.

Tina yang terlempar dengan sangat cepat langsung menuju ke salah satu dinding Istana Kerajaan, namun, tepat sebelum dia bertabrakan dengan dinding, Tina terbungkus oleh pusaran angina berwarna kehijauan, yang berfungsi sebagai peredam kejutan yang memungkinkan dia mendarat tanpa menabrak dinding.

「Tina-san! A-Apa kau baik-baik saja? 」

「Ku-kupikir aku akan mati. Si bodoh itu … dia pasti akan membayar ini 」

Kagami telah melemparkan Raja Iblis untuk yang pertama kali sejak dia menilai bahwa dia bisa menggunakan sihirnya untuk memastikan pendaratan yang aman untuk orang lain. Dan memang benar, itu adalah pilihan yang tepat, karena Raja Iblis yang telah tiba lebih dulu dapat menggunakan Sihir Anginnya untuk menangkap Alice dengan hati-hati seperti yang dia lakukan kepada Tina beberapa saat yang lalu.

「Ha ~ a … Untuk berpikir bahwa dia akan menerbangkan kita」

Tak lama setelah itu, David dan Menou diterbangkan dengan cara yang sama seperti Alice dan Tina, dan sama seperti sebelumnya, Raja Iblis memastikan untuk melindungi pendaratan mereka dengan Sihirnya.

Takako akhirnya dikirim terbang mengikuti mereka, namun untuk beberapa alasan, Takako dikirim terbang langsung ke arah dinding Istana Kerajaan dengan kekuatan yang jauh lebih besar daripada yang lainnya yang mencegah Raja Iblis untuk dapat bereaksi di waktu yang tepat, itu menyebabkannya menabrak dinding dan menghasilkan suara gemuruh ketika menabraknya.

「Kagami-san … mungkin melakukannya dengan sengaja」

「Sepertinya dia masih merasa kesal pada Takako-san karena cara dia melemparkannya selama Pertempuran di Balman … Sungguh … Apa benar-benar perlu baginya untuk membalasnya sekarang, Kagami-dono?」

Tina dan Menou bergumam satu sama lain.

Sebenarnya, pada saat Kagami melempar Takako, dia memasang ekspresi jahat di wajahnya dan berkata, “Selamat tinggal Takako-chan”.

Terlepas dari kenyataan bahwa Raja Iblis tidak berhasil menggunakan Sihir Anginnya pada waktu yang tepat untuk meredam pendaratan Takako, Takako, yang telah menabrak dinding Kastil Kerajaan dengan cepat bergabung dengan Raja Iblis dan yang lainnya sambil bertindak seolah-olah tidak tidak ada yang terjadi padanya.

「Ha ~ a … Maafkan aku. Tanganku tergelincir 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Ha ~ a … Maafkan aku. Tanganku tergelincir 」

Kagami yang telah selesai melempar semua orang, menggunakan kemampuan fisiknya yang luar biasa untuk membuat lompatan besar terhadap para prajurit, dan mengatakan itu dengan ekspresi terkejut setelah bergabung dengan yang lain.

「Nufufu … Begitukah? Yah, kurasa aku tidak bisa menyalahkanmu jika tanganmu tergelincir, bukan?

Kata Takako sambil tersenyum. Setiap orang yang melihat adegan itu secara naluriah merasa bahwa konflik buruk ini akan berlanjut di masa depan.

◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Mereka semua memasuki Istana Kerajaan setelah itu. Di dalam Istana Kerajaan, ada banyak tentara telah berkumpul, mereka menduga bahwa itu mungkin bagi seseorang untuk menyusup setelah mendengar skandal yang terjadi di luar, mereka telah memutuskan untuk bersiap-siap demi untuk menghadang kelompok itu.

Kagami takut bahwa mereka akan menghabiskan terlalu banyak waktu berkeliaran di dalam istana besar, namun David yang telah bekerja lama di istana kerajaan membimbing mereka langsung ke tempat-tempat di mana Krull dan Rex bisa di temukan.

Kelompok itu pergi ke penjara dan ke kamar Krull, tempat-tempat yang lebih memungkinkan untuk ditempati Krull dan Rex, ketika mereka pergi ke tempat-tempat itu mereka tidak menemukan siapa pun. Tapi masih ada kemungkinan, dan itu adalah bahwa mereka berdua berada di lantai atas istana, di Ruang Singgasana, di sebelah Raja, sehingga kelompok itu benar-benar tidak memiliki kemungkinan untuk mundur, mereka memutuskan untuk pergi langsung ke tempat sang Raja berada.

「Haha … Raja Hexaldoria pasti benar-benar bodoh … Siapa yang mau membangun ruang Singgasana di ujung tangga selama ini? … Itu bodoh. Hanya orang bodoh yang bisa memunculkan ide seperti ini. Mereka seharusnya membangun hal-hal ini di lantai pertama untuk memfasilitasi para pengunjung 」

Ruang Singgasana berada di lantai atas Istana Kerajaan, dan untuk mencapainya perlu menaiki tangga spiral yang panjang, yang tidak terhubung ke tempat lain dan yang hanya dapat diakses dari lantai pertama.

Di tengah tangga spiral ada lubang besar, melaluinya terdapat lift yang bergerak dari lantai satu ke lantai atas. Tina yang tidak percaya pada kekuatan fisiknya, menunjukkan senyuman putus asa ketika dia melihat tangga yang terlihat seolah tak berujung.

「Biasanya, aku bisa menggunakan Kekuatan Sihirku untuk membawa lift itu ke sini, tapi … Sepertinya sekarang lift itu sudah berhenti bekerja. Kita tidak punya pilihan selain naik tangga dengan sabar 」

「Ku ~ h … Aku ingin menghantam si bodoh yang menghentikan lift itu …!」

Tina sudah mencapai batas kesabarannya. Dia mengerti bahwa mereka harus bertahan dalam situasi ini dan melanjutkannya, tapi dapat dipastikan bahwa Para tentara yang menjaga Raja akan memiliki kemampuan yang jauh lebih unggul daripada Para tentara yang telah mereka temui sejauh ini.

Para tentara yang Kagami dan yang lainnya hadapi sejauh ini memiliki tugas normal dan hanya berada di sekitar Level 80.

「Hue ~ e … Berapa banyak waktu yang kita butuhkan untuk sampai ke Ruang Singgasana?」

Kagami bergumam dengan ekspresi kelelahan di wajahnya.

Bahkan Kagami, yang memiliki kemampuan fisik yang tinggi, merasa tidak nyaman dengan gagasan bahwa mereka harus menaiki tangga spiral panjang itu. Selain itu, karena para tentara pasti akan mengepung tangga sambil mengejar mereka, akan sangat sulit baginya untuk menggunakan tongkat pelumpuh demi untuk menjatuhkan mereka.

「Kagami-dono! Para tentara datang di depan kita! 」

「Kagami-sama! Beberapa tentara juga datang dari belakang! Apa yang harus kita lakukan!? 」

Juga, karena musuh menekan mereka dari depan dan belakang pada saat yang bersaman, terus berjuang terasa menjadi lebih sulit.

「Ini serangan dua arah! Kagami-san, apa yang kita lakukan sekarang !? 」

Alice yang bersembunyi di belakang Takako untuk tetap aman, mulai merasa cemas karena situasi sulit yang mereka hadapi.

Seperti yang diharapkan, situasinya mencapai titik di mana mereka tidak bisa bergerak maju tanpa membunuh seseorang. Kagami yang telah memperhatikan itu, menunjukkan ekspresi kesulitan ketika dia menutup matanya untuk berhenti dan memikirkan sesuatu.

「… Takako-chan, Menou, David, Raja Iblis!, Apa kalian piker kalian bisa bergerak melalui lubang di tangga spiral !?」

Kagami meneriakkan sebuah ide yang muncul padanya.

Alice dan Tina tidak bisa mengerti apa yang dimaksud Kagami dengan itu, namun Menou, David dan Raja Iblis yang segera berhasil memahami niatnya mulai menatapnya dengan serius ketika mereka mengangguk.

「Bagus … Lalu kita akan terus maju dengan menggunakan Bazooka Takako untuk melempar mereka! Tidak, tunggu, ini aku yang akan melakukannya jadi seharusnya itu dinamakan Bazooka Kagami」

Gagasan yang terpikir olehnya adalah mengulangi Rencana B.

「Tunggu sebentar. Siapa yang akan kau lempar? 」

「Untuk Alice-tan dan Tina-tan」

「Aku menolak. Lagi pula bagaimana caramu melemparkan kami melalui tangga spiral itu? 」

「Kami akan berdiri di tengahnya dan melemparkan kalian secara vertikal ke atas. Kami semua dapat berlari dengan cara seperti ini berkat kemampuan kami, semuanya kecuali kalian 」

Alice dan Tina berpikir, 「Apa yang dipikirkan orang bodoh ini?」 Sementara mereka menunjukkan ekspresi bingung di wajah mereka.

Tinggalkan Pesan