Chapter 9 Part 5

Pecahan-pecahan pintu yang telah dihancurkan oleh pukulan kuat Kagami terbang ke segala arah.

「Si bodoh itu! Tentu saja dia tidak merencanakan apa pun! 」

Tina berteriak dengan ekspresi terkejut di wajahnya setelah melihat tindakan Kagami.

Tentu saja, tindakan Kagami benar-benar tidak rasional. Pendekatan langsung. Kagami memutuskan untuk menantang mereka secara langsung, tanpa melarikan diri atau bersembunyi. Dari sudut pandangnya, dia tidak akan pernah bisa mencapai apa pun jika dia tidak memiliki tekad dan kemauan untuk bertindak.

「Apa yang terjadi… !? 」

「Hiiiiiih, hei, kau! … Cepat, lakukan sesuatu!」

「Santai aja! Lihat! Hanya satu orang! Kita bisa melawannya …! 」

「Apa yang terjadi? … Penduduk desa? I-Itu tidak mungkin! Hei, kumpulkan para tentara! Panggil juga tentara yang menjaga di dalam istana! Ada penyusup! 」

「Tidak mungkin … Aku belum pernah melihat orang yang mencoba menyerang Istana Kerajaan! Sial, aku benar-benar sial 」

Ketika pintu dihancurkan, semua Bangsawan dan Tentara yang berada di tempat itu memandang siapa pun yang menghancurkannya dengan tatapan bingung

Namun, kebingungan itu hanya berlangsung beberapa saat. Para prajurit yang bertekad untuk menghilangkan para penyusup dengan cepat mendekati Kagami siap untuk menangkapnya.

「…Sial? Aku tidak berpikir bahwa kalian benar-benar memilikinya 」

Namun, para prajurit yang mendekatinya tidak bisa melakukan apapun selain menjadi lumpuh karena teror yang mereka rasakan ketika mereka melihat mata Kagami. Pada awalnya, mereka percaya bahwa orang yang menghancurkan dinding dan berjalan dengan santainya ke arah istana benar-benar terlihat biasa-biasa saja, namun, tatapan dinginnya membuat mereka diam membeku dan menjadi tidak mampu menghalangi jalannya.

「Jika kalian pikir kalian memiliki nasib buruk semacam itu … maka tetaplah menyingkir dalam keheningan」

Dia tidak bercanda. Itulah yang dirasakan para prajurit. Namun, kebanggaan dan keinginan untuk memenuhi misi mereka sebagai seorang prajurit telah membuat mereka memperkuat cengkeraman tombak mereka alih-alih pergi menjauh.

「Jangan bercanda! Hei, bahkan jangan berpikir untuk menangkapnya! Bunuh dia! Jangan biarkan pria itu menginjakkan kaki di istana kerajaan! 」

Kemudian para prajurit sekali lagi mulai bergerak menuju Kagami. Namun, pada saat itu, “raksasa” jatuh di hadapan Kagami dari langit.

「Siapa- … Siapa kau!?」

「A-apa kau rekannya !? Jawab! 」

Segera setelah penampilannya, dengan cepat, Raksasa  itu bergerak di belakang prajurit yang mendekat untuk menjatuhkan mereka.

「Ooh, kau terlambat, Takako-chan」

「Sungguh, jangan memulainya sendirian! Kau terlalu kuat, Kagami-chan, kau bisa saja membunuh mereka secara tidak sengaja, tahu? 」

Kata Takako sambil berjalan menuju Kagami setelah menghantam para prajurit.

「Kagami-san!」

Alice berteriak, sama seperti Takako, dia telah pergi melewati pintu yang dihancurkan oleh Kagami bersama dengan Menou.

「Kau bodoh? Tentu saja kau bodoh! Kau tahu betapa pentingnya hal ini! Sekarang kita tidak punya jalan mundur! 」

「Yah, lagipula sepertinya aku tidak bermaksud untuk mundur,」

「Meski begitu, pasti ada cara yang lebih tepat untuk melakukan ini! Bukankah kita punya David, orang yang bekerja untuk Keluarga Kerajaan? 」

Faktanya, bukan seolah-olah tidak ada cara yang lebih bijaksana untuk menyusup ke Istana Kerajaan. Namun, itu akan memakan waktu terlalu lama, dan mereka bisa datang terlambat jika mereka melakukannya dengan cara itu.

Yang paling penting saat ini bukanlah bertemu sang Raja, tapi untuk menjamin keselamatan Krull sesegera mungkin. Itu sebabnya Kagami memutuskan untuk bertindak dengan cara seperti ini.

「Meski begitu, aku penasaran mengapa Kagami-dono tidak bergerak lebih cepat. Mungkinkah dia sedang menunggu kedatangan kami …? 」

「Bukan itu, hanya saja aku tidak cukup bodoh untuk berpikir tentang menyerang istana tanpa rencana. Setelah sampai, aku mulai membuat persiapan, itu saja 」

Kagami tidak bisa menahan diri untuk menjawab dengan nada malu terhadap pertanyaan Manou.

Pada saat itu, tepat sebelum yang lain menyadari rasa malunya, Kagami mengubah ekspresinya menjadi ekspresi yang lebih serius, pada saat yang sama dia menghilang dan hanya menyisakan suara ledakan yang mengejutkan.

「Ada Penyusup! Jangan biarkan mereka terus bergerak! Semunya, saatnya menunjukkan hasil pelatihan kalian! … -! 」

Segera setelah itu, para tentara tiba di tempat kejadian, dan mencoba menyerang Takako, tapi mereka langsung jatuh pingsan di tanah bersamaan dengan ledakan yang terdengar.

「Tongkat … Pengejut?」

David bergumam ketika dia melihat Kagami yang berada di belakang para tentara yang tidak sadarkan diri.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Apa yang Kagami pegang adalah Senjata Sihir yang disebut Stun Baton, yang memberikan kejutan listrik. Itu bukanlah senjata yang mematikan, tapi siapa pun yang menggunakannya akan mampu membuat lawannya pingsan.

(Flapy : Stun Baton = tongkat pengejut)

Pada pandangan pertama itu bisa terlihat seperti senjata yang bagus untuk pertarungan jarak dekat, namun, agar bisa bekerja dengan baik, itu perlu diarahkan pada titik vital lawan, jadi itu tidak benar-benar berguna kecuali orang yang menggunakannya memiliki kemampuan yang jauh lebih unggul dari lawannya.

Dengan kata lain, itu adalah Senjata Khusus yang tidak benar-benar berguna.

「Tidak mungkin … Kagami-sama pergi ke Ibukota untuk membeli itu?」

「Itu, benar. Menemukan benda ini sangatlah mengerikan. Aku akhirnya menemukannya ketika sedang mencari-cari di Pasar gelap yang berada di lingkungan miskin. Tanpa ini … aku tidak akan bisa menahan diri. Ini akan berubah menjadi pembantaian total jika aku tidak memilikinya 」

Kagami mengatakan hal itu dengan nada yang sangat alami setelah David menyebutkannya.

Sampai sekarang, Kagami telah mencoba bertarung tanpa membunuh siapa pun. Namun, itu tidak bisa dihindari bahwa dia dapat membunuh seseorang secara tidak sengaja setelah dia terjun begitu saja ke dalam pertempuran. Itu tampak aneh bagi David.

Namun, ia segera memahami tujuan pria itu sambil tetap diam membisu dan mulai berkeringat.

「Apa kau ingin menunjukkan belas kasih? Bukankah kau berencana untuk menghancurkan Sistem dunia ini? 」

Raja Iblis bertanya setelah menyaksikan tindakan Kagami.

Pada saat itu, Kagami menoleh padanya, dan dengan tatapan yang seolah mengatakan, 「Apa kau bodoh?」, dan berkata …

「Membunuh orang-orang yang menentangku dan memaksa mereka untuk patuh secara paksa dan memanipulasi rasa takut itu tidak masuk akal. Sistem dunia ini tidak akan pernah berubah jika orang-orang tidak menerima perubahan atas kehendaknya sendiri. Itulah sebabnya … kita akan mengatasi ini dan mencapai Keluarga Kerajaan dengan menggunakan jumlah kekuatan minimum kita untuk mencapainya. Jika kita tidak melakukannya, maka kita akan berhenti berjuang untuk alasan itu, bukan? 」

Itulah yang dia putuskan.

Tinggalkan Pesan