Chapter 9 Part 4

Di tengah tanah yang dulunya disebut Tokyo, berdirilah kerajaan Hexaldoria yang semarak. Ibukotanya berbentuk bulat, dan diatur sedemikian rupa sehingga istana Kerajaan berada tepat berada di tengahnya.

Kota Benteng, yang terdiri dari 30% populasi Ibukota Kerajaan, dan di dalamnya terdapat Istana Kerajaan yang dipisahkan dari sisa ibukota dengan tembok besar. Kota Benteng yang lebih besar dari Salumeria, yang disebut sebagai Kota Benteng, dan populasinya terdiri dari para pelayan Raja Hexaldoria.

Ada serangkaian lengkungan yang masing-masing tersebar di ujung timur, utara, selatan, dan barat tembok, yang menghubungkan Kota benteng dengan seluruh ibu kota Kerajaan. Para Pengawal yang ada di sana tidak hanya memiliki tugas untuk memastikan bahwa tidak ada Monster yang akan memasuki Kota benteng, tapi juga untuk mengkonfirmasi identitas siapa pun yang ingin memasuki Kota benteng, sehingga setiap orang, entah mereka bangsawan atau Penjahat, mereka harus melewati mereka untuk memasuki Kota benteng.

Tak perlu dipertanyakan lagi bahwa, karena populasi Kota benteng terdiri dari para Bangsawan Kerajaan, pengawasan untuk orang-orang yang ingin memasuki Kota benteng sangatlah ketat, karena para penjaga harus merasa yakin bahwa orang-orang yang mereka biarkan masuk itu tidak akan memberikan bahaya bagi penghuninya.

「Aku tidak mengira bahwa mereka sangat ketat」

「Sebenarnya itu terlihat cukup normal. Rasanya tidak berbeda dari waktu ketika aku datang ke Kota benteng beberapa waktu yang lalu 」

Takako dan Menou yang mengejar Kagami tidak memiliki masalah besar melintasi lengkungan dan memasuki Kota benteng.

Meskipun mereka sudah berhasil masuk, keduanya memutuskan untuk menutupi tubuh mereka dengan jubah agar tidak terekspos saat berjalan di antara kerumunan yang sedang berjalan melalui kota benteng.

Untungnya, ada beberapa jalan rahasia yang mengelilingi kota benteng yang biasanya tidak dikunjungi oleh orang biasa atau para Petualang, sehingga mereka bisa bergerak tanpa menarik perhatian.

「Wa ~ a … Wa ~ aaa! Luar biasa! Salumeria luar biasa … Tapi Ibukota jauh lebih banyak! 」

Alice berteriak riang ketika dia melihat kota dari salah satu jalan belakang. Alice telah menjadi kagum dengan Kota benteng Ibukota Kerajaan, yang “luar biasa” dengan cara yang sama sekali berbeda dari yang dia lihat di Balman dan Salumeria.

「Luar Biasa … Untuk berpikir bahwa aku akan benar-benar menginjakkan kaki di sini. Aku tidak pernah mengira bahwa aku akan hidup untuk melakukan hal semacam ini … Serius, begitu banyak hal telah terjadi belakangan ini sehingga aku bahkan tidak dapat merasa terkejut dengan hal ini 」

「Raja Iblis-sama … Aku setuju denganmu」

Gumam Raja Iblis yang terlihat heran, yang meskipun ini adalah pertama kalinya ia memasuki Kota Manusia, dia berhasil tetap setenang Takako dan Menou. Menou juga terkejut dengan ukuran besar Ibukota Kerajaan, namun, setelah menjadi sedikit terbiasa dengan pengalamannya baru-baru ini, dia berhasil tetap waspada dengan lingkungannya.

「Sepertinya Kagami-chan belum melakukan apa-apa. Kita harus menemukannya sesegera mungkin. Sekarang … kemana perginya dia? 」

「Apakah mungkin … dia sudah menyelinap ke dalam Istana Kerajaan?」

Tina meletakkan tangannya di dagunya dan bergumam, “Dia pasti akan bisa melakukan itu”.

「Tentunya dia pasti akan menemukan cara untuk melakukannya … Tidak, itu tidak mungkin. Untuk mencapai ini, dia tidak hanya harus menyeberangi tembok setinggi lebih dari 10 meter yang memisahkan kota benteng dari kota ini, tapi juga menghindari terdeteksi oleh salah satu dari banyaknya penjaga yang tersebar di sekitar tempat itu. Dia bisa melakukannya jika dia bisa mengubah penampilannya atau menghilangkan suara yang dia hasilkan … Tapi Kagami-chan tidak bisa menggunakan Sihir 」

「Apa yang dilakukan si idiot itu? Aku tidak berpikir bahwa dia tersesat, atau bukan? 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Tidak, Kagami-dono tidak memiliki kecenderungan untuk tersesat」

Takako, Tina dan Menou mencoba menebak di mana Kagami berada saat ini dengan didasarkan pada kepribadiannya, namun, mereka belum bisa memikirkan apa pun. Kagami selalu bertindak secara tidak terduga, jadi mereka tidak bisa memikirkan apa pun.

「… Untuk saat ini, kita harus pergi ke depan istana dan menunggu. Penduduk desa itu cepat atau lambat akan melakukan sesuatu, jadi kita pasti akan dapat menemukannya jika kita menunggu di sana 」

Raja Iblis telah berpikir bahwa tampaknya mustahil untuk menemukannya, dia mengusulkan untuk pergi ke tempat dengan kemungkinan tertinggi untuk kemunculannya.

「… Itu benar. Setidaknya itu tampaknya merupakan pilihan yang lebih nyata. Ayo pergi. Kita tidak dapat terus membuang-buang waktu untuk hal ini. Saat ini, Krull-sama pasti- …! 」

Mereka semua memandang serius setelah mendengar itu. Mereka tidak bisa terus membuang waktu untuk melakukan sesuatu yang tampaknya tidak berguna.

Mempertimbangkan bahwa mereka telah dicap sebagai penjahat, sangat mungkin bahwa Krull dan Rex telah diserahkan kepada Raja oleh Palna dan para prajurit kerajaan.

「Dalam kasus terburuk, kita sendiri harus menerobos masuk ke dalam」

Takako bergumam dengan serius ketika dia memikirkan kesulitan yang harus mereka hadapi, sementara pada saat yang sama dia menyadari pentingnya Kagami.

◆ ◇ ◆ ◇ ◆

Atas saran Raja Iblis, mereka semua pergi ke pintu selatan tembok yang memisahkan istana dari kota benteng. Semua orang bersembunyi di bayang-bayang rumah terdekat ketika mereka menyaksikan 2 penjaga yang menjaga pintu Istana Kerajaan.

Melihat para penjaga menguap dengan penuh kebosanan membuat kelompok itu mengerti bahwa belum ada yang terjadi di dalam.

「Dia masih belum sampai. Aku penasaran apa yang dia lakukan … Seharusnya dia datang sebelum kita 」

「Apa yang akan kita lakukan? Haruskah kita maju dan mencoba menyelamatkan si Krull itu? 」

「… Aku tidak percaya aku mendengar Raja Iblis mengatakan itu. Untuk berpikir bahwa ia akan menyarankan melakukan sesuatu yang sangat berbahaya seperti membantu seorang Manusia 」

「Aku juga telah dibantu oleh manusia. Juga, siapa yang kami coba selamatkan adalah seseorang yang mendapat masalah karena mencoba membantu kami, bukankah normal ingin menyelamatkan mereka? 」

「Itu… benar」

「Tapi, tidak akan mudah menyelamatkannya tanpa si penduduk desa itu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi selanjutnya … Setidaknya, aku yakin kalian semua akan memiliki kehidupan yang sulit mulai dari sekarang … dan aku akan terkurung lagi 」

Tampaknya Raja Iblis mengatakan itu dalam artian yang berbeda.

Pertarungan telah berhenti sejenak. Tapi Krull akan segera dicuci otaknya, dan para Iblis akan kembali ke kehidupan sehari-hari mereka. Di sisi lain, mereka, yang telah dicap sebagai penjahat, harus hidup dalam baying-bayang untuk bertahan hidup … Pada akhirnya, tidak ada yang akan berubah.

Itu adalah akhir yang harus mereka hindari.

Dengan pemikiran semacam itu, Takako memutuskan bahwa apa yang terbaik adalah tidak menyerah pada Krull. Namun, tidak mungkin mereka bisa mengubah sesuatu tanpa Kagami di sisinya.

Meski begitu, Kagami tetap tidak muncul. Takako mulai merasa cemas tentang fakta bahwa Kagami masih belum muncul.

「Di-di sana!」

Namun, kecemasan itu segera sirna.

Itu karena kata-kata yang Alice teriakan sambil menunjuk ke arah Kagami yang berjalan dengan acuh tak acuh menuju pintu gerbang.

「Ka- … Kagami-sama? Kemana saja dia? 」

「Aku tidak tahu. Mungkin dia sedang merencanakan sesuatu. Meskipun ia tampaknya tidak membawa apa pun bersamanya 」

Kagami yang telah menyerahkan semua barang miliknya kepada David, tidak membawa apa pun bersamanya. Kemudian, dengan cara seperti itu, dia terus berjalan dengan acuh tak acuh sampai dia mencapai pintu gerbang.

Para Pengawal yang memperhatikan Kagami mulai mendekatinya setelah menganggapnya sebagai individu yang mencurigakan.

「Kau piker kau akan pergi kemana bocah nakal? Apa kau tahu arah yang kau tuju? Ke Istana Kerajaan, pusat Kerajaan dan tempat tinggal Raja Hexaldoria 」

「Bukankah kau terlihat seperti seorang penduduk desa? … Oh, kau benar-benar seorang penduduk desa. Aku tidak tahu untuk apa kau dating ke sini, tapi kau harus pergi! Ini bukan tempat di mana seseorang dengan kelas rendah sepertimu bisa masuk! 」

Para penjaga berteriak ketika mereka membidik Kagami dengan tombak mereka.

「… Ada yang harus aku lakukan di sini」

Kagami mengatakan itu ketika dia memegang kedua tombak dan mendorongnya mundur, mendorong mereka keluar dari jalannya saat dia melanjutkan perjalanan ke pintu gerbang.

「… Hah?」

Kedua penjaga itu terkejut. Mereka tidak pernah mengira bahwa Kagami akan melakukan sesuatu yang begitu sembrono di tempat itu. Tapi yang paling mengejutkan mereka adalah, meskipun mereka yang berada di Level 50 dan memiliki kekuatan yang besar, mereka dapat dengan mudah ditahan oleh seorang pria yang pada pandangan pertama tampak sangat lemah.

「Orang ini … Apa dia benar-benar seorang penduduk desa? He-Hei, seseorang cepat datang ke sini! …! 」

Salah satu Pengawal meneriakkan hal itu segera setelah menyusun kembali pikirannya, ketika dia berlari ke jendela yang berfungsi sebagai titik kontak dengan para tentara untuk mencari bantuan. Namun, pada saat itu–

「Rex! … Krull! … Aku datang untuk mengeluarkan kalian dari sini!」

Kagami mengatakan itu, yang saat ini tampak seperti deklarasi perang, dengan suara yang sangat keras sehingga akan membuat siapa pun di dekatnya menutup telinga mereka, sambil menghancurkan pintu setebal lebih dari 30 sentimeter dengan pukulan.

Tinggalkan Pesan