Chapter 9 Part 3

「Meski begitu, di setiap harinya, Raja memaksanya untuk melakukan latihan yang ketat, bahkan ketika dia hanyalah seorang gadis kecil, hanya agar Krull memiliki kekuatan yang cukup untuk bisa mengalahkan Raja Iblis. Dia membuatnya pergi bersama dengan para pengawalnya untuk bertarung melawan Monster yang jauh lebih kuat darinya … Bahkan ketika dia belum belajar untuk bertarung 」

David jelas ingat akan apa yang terjadi di waktu itu. Dia ingat melihat Krull menjadi lumpuh karena ketakutan, ketika dia berpartisipasi sebagai pengawalnya selama beberapa pelatihan.

Adalah hal yang normal bagi seseorang untuk merasa lumpuh oleh ketakutan jika dia menghadapi musuh yang kuat, namun, Krull tidak menunjukkan niatnya untuk bertarung, bahkan ketika dihadapkan dengan para Green Slime yang diperlakukan sebagai monster terlemah dari semua monster yang ada.

「Apa kau mengerti? Apa kau mengerti betapa menakutkan dan menyakitkannya hari itu baginya …? 」

Krull terlalu baik dan polos. Dia tidak hanya takut dibunuh oleh monster, tapi juga takut menjadi orang yang mengambil nyawa mereka.

「Setiap hari aku harus melihat … Krull-sama menangis. Dia, hari demi hari, berteriak ketakutan setiap kali saatnya kami membawanya ke medan perang … Meski begitu, Raja tidak berhenti memaksa Krull-sama untuk melakukan latihannya 」

Dan dengan cara seperti itu, pada titik tertentu, Krull mulai takut padanya, orang yang akan membawanya ke medan perang … David mengingat hari-hari itu dengan penuh penyesalan.

「Suatu hari, setelah mengulangi rutinitas yang tak terhitung jumlahnya itu … Krull-sama berhenti tertawa. Dia hanya menerima bahwa takdirnya adalah untuk menghabiskan sisa hidupnya dengan bertarung. Pikirannya … telah hancur 」

Setelah mendengar kata-kata David, Takako dan Tina menunjukkan ekspresi gelisah.

「Itu aneh. Aku tidak mengira bahwa pikirannya telah hancur ketika pertama kali kami bertemu 」

「Itu benar. Meskipun itu pasti benar bahwa mereka menempatkannya di bawah banyak tekanan untuk mengalahkan Raja Iblis, itu seharusnya tidak cukup untuk menghancurkannya …! 」

Setidaknya, Krull yang mereka kenal, tampak sangat normal. Dia adalah orang yang jujur ​​yang hanya ingin bertarung melawan para iblis untuk membawa perdamaian ke dunia dan melindungi orang-orang.

Namun, ketika David mendengar hal itu, dia menggelengkan kepalanya dari sisi ke sisi untuk menunjukkan bahwa mereka salah.

「Itu … adalah kekuatan sang Raja. Sang Raja yang menyadari bahwa pikiran Krull-sama hancur, berpikir bahwa itu bisa menjadi masalah jika dia tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain meskipun dia merupakan Keluarga Kerajaan, jadi dia mengembalikan kewarasannya. Tidak … Kupikir akan lebih akurat untuk mengatakan bahwa dia memanipulasi hatinya 」

「Bagaimana apanya? Tidak, sebagai gantinya, bukankah sejak awal Krull bertekad untuk mengalahkan Raja Iblis? Jika demikian, maka seharusnya dia tidak akan kesulitan dalam mempersiapkan pertempuran. Dalam hal ini .. pikirannya seharusnya tidak rusak 」

「Krull-sama tidak pernah bermaksud untuk mengalahkan Raja Iblis. Dia telah merasa … benci bertarung untuk waktu yang lama 」

Kagami bingung dihadapan tanggapan yang kontradiktif ini. Krull mengatakan bahwa dia telah menerima pelatihan khusus untuk dapat memperkuat dirinya sendiri demi untuk mengalahkan Raja Iblis. Namun, pikirannya hancur karena dia benci bertarung, itu terasa bertentangan.

「Raja memiliki kekuatan untuk mencuci otak orang lain. Itu merupakan jenis skill … yang ia miliki 」

Tanpa emosi. Krull, yang pikirannya telah hancur, berperilaku seperti boneka yang tidak merasakan apa-apa. Namun, meskipun dia memenuhi keinginan sang Raja, dia, sang Raja, dia tidak menduga bahwa Krull akan berperilaku seperti itu.

「Itulah sebabnya dia, demi untuk memulihkan kewarasan Krull-sama … dia memutuskan untuk mencuci otaknya, menanamkan tujuan pada otaknya untuk mengalahkan Raja Iblis, yang akhirnya menjadikannya Krull-sama yang kalian kenal」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Tidak masalah jika dia sudah memutuskan untuk mengabdikan dirinya untuk mengalahkan Raja Iblis, jika dia, anggota keluarga kerajaan, tidak dapat bersosialisasi dengan orang lain, maka ini pasti akan menyebabkan beberapa kontroversi di dalam masyarakat. Karena alasan itu, Raja akhirnya mencuci otak Krull untuk memulihkan kewarasannya.

Hasilnya adalah Krull yang saat ini.

「Raja … tidak hanya mencuci otak Krull-sama. Setiap kali dia bertemu dengan seorang petualang yang terampil, yang tidak memiliki niat yang jelas untuk mengalahkan Raja Iblis, dia akan mencuci otaknya, menanamkan keinginan padanya untuk mengalahkan Raja Iblis, sehingga ini akan menjadi prioritas utamanya 」

Tanamkan keinginan yang sepenuhnya berlawanan dengan niat awal yang mereka miliki di kepala mereka, dan bahwa mereka masih bersikap seolah-olah itulah yang mereka inginkan sejak awal. Semua orang bergetar setelah mendengar bahwa sang Raja telah melakukan tindakan yang tidak berperasaan.

「Bagaimana … Bagaimana hal seperti itu bisa diizinkan !?」

Alice, yang sudah merasa tidak tahan lagi, meneriakkan hal itu dengan tatapan marah.

Ketika melihatnya dalam keadaan seperti itu, David memalingkan wajahnya dengan ekspresi pahit. David tahu bahwa itu adalah sesuatu yang tidak dapat dimaafkan, namun,  pada waktu itu dia tidak dapat menolak apa yang dipikirkan oleh akal sehatnya, dia percaya bahwa segala sesuatu akan diperbolehkan demi untuk mengalahkan Raja Iblis, dia akhirnya menutup matanya terhadap tindakan Raja. Dia percaya bahwa mengalahkan Raja Iblis untuk mendapatkan kembali perdamaian dunia adalah prioritas.

「Ketika Raja memerintahkanku untuk mengunjungi Kagami-sama, untuk memaksakan mantra Raja yang mampu mencuci otak seseorang, dan membuatnya ingin mengalahkan Raja Iblis … Aku terkejut melihat bagaimana Krull-sama tertawa lagi sama seperti sebelumnya. Pada saat yang sama aku bisa mengerti bahwa siapa pun yang berhasil membuat Krull-sama tertawa lagi tidak lain adalah kau, Kagami-sama 」

Sejak awal, David merasa ragu tentang Apakah yang dia lakukan itu salah atau tidak. Tidak peduli seberapa penting penaklukan Raja Iblis, memanipulasi hati seseorang masihlah salah.

「Pada saat itulah aku telah memutuskannya. Aku tidak peduli jika itu bertentangan dengan kehendak Raja, aku akan melindungi senyum di wajah Krull-sama! Namun … Sekali lagi, aku tidak dapat melindunginya 」

David, yang diliputi oleh emosi yang muncul dari dalam dirinya, akhirnya memutuskan untuk melawan keinginan sang Raja. Pada saat itu, dia juga mengerti bahwa gagasan tentang Iblis yang harus dimusnahkan juga salah.

「Tolong… Kagami-dono. Aku yakin bahwa jika kita tidak menyelamatkan Krull-sama … Maka dia akan menjadi makhluk yang hanya akan hidup demi melawan iblis, mengingat masing-masing dari mereka, termasuk Alice-sama sebagai musuh, tidak peduli apakah mereka teman-temannya atau tidak. Jika demikian, maka pasti … dia tidak akan lagi tersenyum. Tidak, bahkan jika dia tersenyum … itu tidak akan menjadi senyumannya yang sebenarnya…! 」

Pada saat itu, David mulai memohon pada Kagami dengan ekspresi putus asa di wajahnya yang lusuh. Dia, yang tidak bisa melindungi apa pun karena datang terlambat sangatlah menyesali tindakannya, namun, dia belum siap untuk menyerah.

「Begitu? Apa yang kau rencanakan sekarang … Kagami-san? 」

Kagami tersenyum ketika dia meletakkan tangannya di kepala Alice setelah dia mengatakan itu dengan ekspresi cemas di wajahnya.

「Tentu saja aku akan melakukannya. Jadi jangan merasa cemas 」

Kemudian, begitu dia mengatakan itu, Kagami menunjukkan tatapan penuh tekad ketika dia meletakkan tangannya di bahu David.

「Bahkan tidak perlu kau tanyakan lagi, tentu saja aku akan membantumu. Aku tidak akan membiarkan sesuatu terjadi pada mereka … Bagaimanapun juga, mereka adalah teman kami 」

Dan dia mengatakan itu dengan suara yang cukup rendah sehingga hanya dia yang bisa mendengarnya.

Pada saat itu, David merasa tak berdaya.

Itu karena tatapan di wajah Kagami saat dia meletakkan tangannya di pundaknya terasa lebih dingin dan terasa lebih marah daripada apa yang pernah dia lihat sebelumnya.

Setiap sel tubuhnya berteriak kepadanya, 「Jangan main-main dengan orang ini」, seolah-olah alarm sedang berbunyi. Itulah pertama kalinya David merasakan sesuatu yang serupa.

Tidak peduli siapapun yang akan dia hadapi, dia tidak pernah berpikir untuk mengambil langkah mundur. Sebelumnya dia tidak pernah merasa begitu terintimidasi, bahkan ketika dia bersama Raja itu sendiri.

Namun, saat ini dia merasa sangat kewalahan sehingga dia bahkan tidak bisa bergerak dari tempatnya.

『Apa yang akan aku lakukan jika aku adalah musuhnya?』 David tidak dapat menahan seluruh tubuhnya dari guncangan pada saat dia mempertimbangkan hal itu.

「… Dalam hal ini, maka kita harus memastikan bahwa kita menyetujui gencatan senjata」

「Apa maksudmu dengan itu?」

Pada saat itu, David merasa bingung dengan fakta bahwa Kagami bersikeras untuk melakukan itu bahkan setelah David menjelaskan tentang kepribadian Raja. Kemudian, Kagami melihat jauh ke dalam kehampaan, dan berkata-

「Ini buruk. Sistem dunia ini … Aku harus menghancurkannya. Aku akan melakukannya tidak peduli berapa kali aku harus menghancurkannya … Itu sebabnya- 」

Kagami bergumam dengan tatapan penuh tekad. Pada saat itu dia menyerahkan tas yang dibawanya kepada David. Segera setelah itu, ada hembusan angin kencang yang datang secara tiba-tiba di tempat itu.

「Apa!? 」

Semua orang berteriak ketika mereka akhirnya bisa membuka mata ketika embusan angin itu berhenti. Pada saat mereka membuka mata, mereka menyadari bahwa Kagami sudah tidak ada lagi di sana.

「… Kita harus mengejar dia! Si idiot itu … Lagi-lagi dia pergi sendiri! 」

「Kagami-san tidak pernah memikirkan konsekuensinya! Peluang segala sesuatunya berada di luar kendali jika kita tidak menyelamatkan Krull-san sesegera mungkin terlalu besar! 」

「… Kagami-san」

Bukankah terlalu tidak masuk akal untuk pergi sendirian? Takako, Tina dan Alice yang merasa gelisah dengan apa yang akan dilakukan Kagami, mulai berlari ke arah Kerajaan demi untuk mengejarnya.

Tinggalkan Pesan