Chapter 9 Part 19

「Ooh, aku tidak mengira bahwa kau akan datang untuk mengucapkan selamat tinggal padaku」

Ada seorang iblis yang tidak menunjukkan dirinya sama sekali selama enam bulan terakhir.

「Alice bilang padaku bahwa kau akan pergi hari ini … Apa Alice dan Menou baik-baik saja?」

Meskipun sekarang tidak ada masalah jika mereka berdua berinteraksi, Raja Iblis yang tidak pandai dalam mengungkapkan perasaannya, mulai melihat sekeliling dengan ekspresi tanpa emosi saat dia mencari-cari dua orang itu.

「Mereka tidak disini? 」

「Seharusnya sudah waktunya istirahat, jadi mereka akan segera datang … Oh, ngomong-ngomong soal mereka」

Pada saat Kagami mengucapkan kata-kata itu, Alice dan Menou masuk ke Ruang Istirahat. Kemudian, keduanya terkejut saat melihat Raja Iblis di dalam, namun mereka dengan cepat mulai tersenyum ketika mereka berlari ke arahnya.

Setelah dia menandatangani perjanjian gencatan senjata, Raja Iblis harus kembali ke istananya untuk menghubungi para iblis yang karena konflik tersebut, telah dipaksa untuk tetap tersembunyi sampai sekarang selain harus menyelesaikan berbagai masalah yang mulai timbul selama enam bulan terakhir ini.

Fakta bahwa manusia dan iblis dapat berhubungan satu sama lain sebagian berkat Raja Iblis yang telah bekerja keras beberapa bulan terakhir ini.

Di sisi lain, Menou, yang berharap untuk bisa bekerja dengan Raja Iblis lagi, harus menyerah setelah Kagami berkata, 「Ah, Menou, aku membutuhkanmu sebagai pembagi kartu」, dipaksa untuk terus bekerja di Kasino sebagai seorang pembagi kartu.

Di sisi lain, Alice tidak bisa menemani Raja Iblis saat melakukan pekerjaan yang harus dia lakukan, jadi dia akhirnya tinggal bersama Kagami, Takako, Menou dan David.

Karena itu, ini adalah pertama kalinya dalam setengah tahun terakhir bahwa keduanya bertemu dengan Raja Iblis.

「Oh? Kunjungan yang aneh 」

Gumam Palna yang memasuki Ruang Istirahat setelah Alice dan Menou sambil mengenakan kostum Gadis Kelinci.

「Dari sudut pandangku, kau terlihat … jauh lebih aneh」

「Jangan bilang begitu. Penduduk desa di sana berpikir bahwa itu akan menjadi ide yang bagus untuk membuatku berkeliling di sekitar tempat itu ketika aku mengenakan ini … mungkinkah, apa kau akhirnya berubah pikiran? 」

Setelah insiden di Ibukota Kerajaan, Palna mulai mencoba mendekati para iblis. Karena kebencian yang mendalam yang terus dia miliki terhadap mereka sampai saat ini, sekarang dia mencoba untuk memperbaiki hal-hal dengan sebanyak mungkin berhubungan dengan mereka.

Demi membuka dirinya ke dunia yang diimpikan oleh gurunya, dia, setelah mengakui kesalahannya, mulai bekerja keras di Kasino Kagami karena di dalamnya dia akan memiliki kemungkinan untuk berinteraksi dengan para Iblis.

『… Aku punya permintaan. Aku yakin … pasti ada sesuatu yang bisa aku lakukan. Aku harus mengembalikan semua waktu yang telah kusia-siakan sejauh ini. Jadi … tolong, izinkan aku bekerja denganmu. Aku yakin mereka tidak akan memaafkanku dengan mudah … Tapi tidak ada yang akan berubah jika aku tidak melakukan sesuatu tentang itu. Selain itu … Aku juga harus menebus perbuatanku pada Alice. kumohon! 』

『Oke, Gadis Kelinci』

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Permintaan putus asa Palna akhirnya digunakan untuk melawannya. Pada akhirnya, Palna akhirnya menjadi “Kelinci Gadis” di Kasino, dan harus bekerja menawarkan semacam layanan, seperti bekerja sebagai pemandu Kasino untuk para klien.

Pelanggan tidak hanya manusia, tapi juga para iblis. Berkat itu, Palna berhasil membiasakan diri secara signifikan berurusan dengan para iblis setelah bekerja selama setengah tahun terakhir.

Bahkan ketika ada beberapa pengaturan di antara para klien karena adanya diskriminasi, Palna mampu turut campur tangan dengan tenang untuk menenangkan situasi, bahkan ketika klien yang harus diyakinkannya adalah iblis. Selain itu, berkat pertukaran persahabatan secara terus-menerus yang dia lakukan dengan yang lainnya, adalah mungkin untuk menimbulkan beberapa situasi yang menarik di Kasino itu.

「Palna-san sudah terbiasa dengan kehidupan di Kasino. Aku merasa seperti dia ditakdirkan untuk menjadi seorang Kelinci Gadis 」

Tina mengatakan itu sambil menatap dada Palna.

「Sangat menyenangkan. Setiap harinya aku dapat berinteraksi dengan banyak pelanggan」

Kemudian, ketika dia menjawab itu sambil membusungkan dadanya, Tina mengerutkan tatapannya saat dia mulai menggerutu, 「Gununu …」.

Palna si Gadis Kelinci telah menjadi sangat populer di kalangan pengunjung. Banyak pelanggan pria mulai menghambur-hamburkan uang mereka hanya untuk bisa tinggal lebih lama di Kasino sambil mengagumi sosok Palna

Namun, ini juga menyebabkan bentrokan antara mereka dan kelompok penggemar Alice, yang terdiri dari sejumlah banyak pelanggan pria dan wanita yang telah terpikat oleh kelembutannya.

「Ha !, aku tahu kau akan ada di sini! Hah? Apa hari ini kau pulang lebih awal, Kagami-chan? 」

「Itu benar. Dia tampaknya telah kembali lebih awal dari biasanya … Kupikir itu berarti dia telah menyelesaikan semuanya 」

Segera setelah itu, David dan Takako, yang tertarik dengan kegaduhan itu ikut memasuki Ruang Istirahat.

「Ah, adalah Raja Iblis-chan. Sudah lama sekali sejak terakhir kali kita melihat satu sama lain 」

「Raja Iblis… -chan」

Raja Iblis hanya bisa merasa sedikit bingung ketika Takako mengatakan hali itu kepadanya sementara bertindak seolah-olah dia tidak pernah menjadi musuh terkuat yang pernah dia ingin kalahkan saat mulai menyiapkan secangkir teh dengan peralatan di Ruang Istirahat.

Pada saat yang sama, David memberi tahu Raja Iblis, “Silakan duduk,” dengan nada halus, ketika ia dengan hati-hati mengatur salah satu kursi di belakang Ruang Istirahat agar dia bisa duduk di sana.

Hubungan antara David dan Takako sama sekali tidak berkembang selama enam bulan terakhir, namun, secara misterius, kapasitas mereka dalam bekerja sama telah meningkat pesat. Takako cukup terburu-buru dalam berurusan dengan klien, namun, David mampu mengendalikan situasi.

Setiap hari Takako memikirkan tentang bagaimana cara dia mendekati orang lain kali, namun, David yang selalu memperkirakan gerakannya telah mampu menemukan cara untuk mencegah orang-orang merasa tidak nyaman dengan itu. Keduanya menjadi dapat bekerja sama dengan cara itu karena, entah bagaimana, mereka mulai memahami sampai batas tertentu apa yang ada dalam pikiran pihak lain.

「Oh? Takako-chan, apa itu? 」

「Ini? Ini adalah beberapa surat yang aku terima dari para klien. Mereka ditujukan terutama pada Alice dan Palna 」

「Jadi mereka adalah surat dari Pengagum mereka. Tidak masalah, aku senang Alice merasa diterima 」

Rumor bahwa Alice adalah seorang Iblis telah menyebar di antara orang-orang di kota setelah insiden di kedai minuman. Namun, mereka semua menerimanya sama seperti sebelumnya.

Berkat perjanjian itu, pelanggan Kasino tidak terlalu terpengaruh meskipun mereka telah menemukan bahwa Alice benar-benar seorang iblis. Lebih jauh lagi, fakta bahwa mereka mengetahuinya sebelum perjanjian itu dibuat telah memungkinkan setiap orang untuk dapat menerimanya lebih cepat.

「Nn? Raja Iblis, bukankah kau merasa bangga sebagai seorang Ayah? Putrimu benar-benar populer 」

「Fu … Tentu saja」

「Serius, kau hanya menjadi lebih ekspresif ketika itu menyangkut soal Alice」

Kagami bergumam sambil menyaksikan Raja Iblis tersenyum puas.

Ngomong-ngomong, surat-surat pengagumnya sering berisi pesan dukungan untuk pera iblis.

「Hei! Jadi di sini kalian … Ah! Raja Iblis-san! Mu … Rex, sudah kubilang kau harus cepat-cepat 」

「Jangan bilang begitu. Kita tidak boleh membuat pelanggan menjadi terburu-buru … Jika desas-desus bahwa anggota Keluarga Kerajaan sedang terburu-buru membubarkan pelanggan, kita akhirnya bisa mendapatkan reputasi yang buruk, bukan begitu? Jika demikian, kita akan menodai nama Guruku 」

Rex dan Krull berlari ke Ruang Istirahat beberapa menit setelah Takako dan David tiba. Keduanya bergegas datang ke tempat ini segera setelah menyelesaikan pekerjaan mereka sehingga mereka memiliki pandangan yang liar.

Selain itu, tak satu pun dari mereka yang berpakaian sebagai seorang petualang, dan sebaliknya, mereka mengenakan pakaian Bartender.

Tinggalkan Pesan