Chapter 9 Part 14

Raja「Luar biasa. Sangat luar biasa! Bagus sekali karena kau masih hidup. Raja mungkin tidak terlihat begitu, tapi aku yakin dia juga senang dengan ini. Ayo, sekarang hidupmu telah diselamatkan … Jangan sia-siakan itu dan bergabunglah dengan kami 」

Militaria mengatakan itu sambil menatap Kagami dengan tatapan mengintimidasi. Tapi, saat berikutnya-,

「… Diam」

Pandangan Militaria menjadi kabur sesaat setelah mendengar kata-kata itu.

Militaria tidak dapat memahami apa yang baru saja terjadi. Tidak peduli bagaimana dia melihatnya, Kagami masih di tempat yang sama seperti yang sebelumnya.

「Apa- … Apa yang kau lakukan?」

「Lepaskan … batas」

「Melepaskan apa? Aah … Pasti Skill yang membuatmu menjadi lebih kuat untuk waktu yang terbatas berdasarkan apa yang Palna katakan kepada kami. Tapi itu tidak ada gunanya di depan kemampuanku. Kemampuanku mampu mengurangi statistikmu hingga 50% terhadap semua keberadaan yang dianggap musuh. 『Sosok yang dikasihi Tuhan』. Dan selain itu, itu juga mampu menonaktifkan skill yang diperoleh ketika seseorang melewati level 100, jadi kau tidak berpikir bahwa- … itu akan… cukup …? 」

Keringat Militaria mulai menjadi semakin banyak saat dia melanjutkan penjelasannya, sampai akhirnya dia menjadi tetap benar-benar diam pada saat yang sama ketika dia menyadari keadaan aneh Kagami.

Dia tidak punya masalah dalam mengaktifkan Skill-nya. Dia juga terus-menerus menggunakan Sihir untuk mengurangi kemampuan fisik musuh. Namun, Kagami melepaskan aura intimidasi yang luar biasa sehingga membuatnya ragu bahwa kekuatannya telah berkurang sedikit pun. Pernahkah dia bertemu makhluk yang bisa melakukan intimidasi semacam itu setelah dia menggunakan Skill-nya? Tidak pernah.

Seiring berlalunya waktu, amarah yang memancar darinya menjadi semakin meningkat pada saat yang sama ketika tubuhnya tampak terbungkus dalam apa yang tampaknya seperti sebuah roh tempur.

「Tidak mungkin … seharusnya aku telah menekan kekuatanmu! Apa ini berbeda dari pelepasan batas itu… yang Palna ceritakan pada kami? Apa-apaan ini !? 」

「Aku memang telah melemah. Perasaan berat yang membentang di seluruh tubuhku masih terasa dengan jelas 」

「Lalu, dari mana semua kekuatan ini berasal !? Kau seharusnya memiliki setengah, tidak, hanya sepertiga dari kekuatan yang awalnya kau miliki … Tapi mengapa kau terlihat seperti tidak terpengaruh sama sekali …? 」

Kemudian, sementara Militaria meneriakkan kata-kata itu dengan ekspresi bingung di wajahnya, Kagami, dengan ekspresi serius, menunjukkan senyuman pemberani dan-,

「Aku … telah didesak ke titik ini. Jadi, menurutmu kenapa aku tidak menggunakan kekuatan ini sebelumnya terlepas dari semua itu? 」

Dia mengatakan itu dengan nada mengintimidasi.

Pada saat itu, Militaria mundur selangkah ketika ia mulai berkeringat dingin. Dari cara Palna menggambarkan pria itu, hanya ada satu jawaban untuk itu.

「Kau … menggunakan kami untuk membuatmu menjadi lebih kuat?」

「Kupikir, aku bisa mendapatkan pengalaman tempur dalam situasi yang tidak menguntungkan … bahkan jika aku tidak bertarung melawan Monster atau Iblis, dan sepertinya itu berhasil. Itu sangat berbahaya, dalam kenyataannya aku hampir mati… Biarkan aku menunjukkan rasa terima kasihku untuk itu 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Pada saat itu, keringat mulai membanjiri seluruh tubuh Militaria. Pada saat yang sama, dia menyadari bahwa penglihatannya menjadi kabur seperti sebelumnya … Intimidasi yang diberikan Kagami padanya mulai membutakannya.

Dia bermaksud untuk mengintimidasinya, tapi dia akhirnya menjadi orang yang terintimidasi. Saat Militaria memahami fakta itu, dia juga mengerti betapa menakutkannya pria itu. Dia tidak bisa menahan perasaan takut ketika dia menyadari bahwa keberadaan menakutkan yang terbungkus pusaran kekuatan gelap ini  mulai mendekatinya selangkah demi selangkah saat dia menatap matanya.

「Apa yang kau lakukan … adalah sesuatu yang tak termaafkan」

Gumam Kagami sambil mendekati Militaria secara perlahan.

「Apa kau pikir kau memiliki hak untuk menggunakan kematian seseorang yang penting untuk memanipulasi jalan yang akan diambil seseorang? Apa kau memahami rasa sakit yang dirasakan oleh mereka yang telah kehilangan orang yang mereka cintai dan telah dipaksa untuk menyimpang dari jalan yang mereka ambil? … Apakah kau mengerti? 」

Ketika Kagami yang bertanya kepadanya tentang apakah dia memahami rasa sakit yang dia berikan pada orang lain, dia semakin mendekat, itu juga mulai memberikan tekanan yang bahkan lebih besar.

「Kematian seseorang menyebabkan penderitaan pada orang lain itu normal. Namun… Palna berbeda. Alasan penderitaannya adalah kebohonganmu. Apa kau mengerti? Kaulah yang merusak hidup Palna 」

Kebelum dia menyadarinya, Kaki Militaria mulai bergetar. Keinginannya untuk melarikan diri meningkat ketika Kagami semakin mendekat. Namun, penghalang telah mencegahnya untuk lari. Tiba-tiba, dia memandang sang Raja untuk meminta bantuan, namun, Raja hanya menunjukkan senyuman di depan situasi yang tak terduga ini.

「U-Uhhaaaaaaaaaaa!」

Pada saat itu, Militaria mulai menembakkan serangan sihirnya ke arah Kagami lagi dan lagi. Namun, Sihir Serangan seorang Cleric seperti Militaria tidak terlalu kuat, dan tidak berguna melawan Kagami yang tidak berhenti dihadapan serangan sihir Militaria.

「Dan terakhir. Kalian semua berani memanipulasi Palna untuk membenci para iblis, untuk mencuci otak Krull dan Rex, untuk menindas semua iblis … dan untuk berpegang teguh pada penakhlukan Raja Iblis, hanya karena kalian ingin mengirim orang-orang kuat ke tahap yang berikutnya 」

「Tentu saja! Aku melakukannya karena sang Raja, yang lebih memikirkan dunia ini daripada orang lain, berpikir itu adalah hal yang benar untuk dilakukan …! 」

「Jangan main-main denganku … Begitu banyak orang harus menderita hanya karena hal semacam itu? 」

Pada saat itu, Kagami mengepalkan tinjunya pada saat yang sama ketika dia membawanya dengan seluruh kekuatannya untuk mengarahkannya langsung ke Militaria, lalu-

「Jangan kira aku akan mengakui hal semacam itu」

Kagami meneriakkan hal itu dan dalam sekejap yang menghentikan tinjunya pada saat itu akan mengenai wajah Militaria.

Pada saat itu, Militaria dihempaskan secara langsung ke penghalang hanya oleh gelombang kejut yang dihasilkan ketika tinju Kagami berhenti di depannya.

Itu terjadi secara instan. Semua orang yang menyaksikan kejadian itu tidak bisa menahan diri untuk menunjukkan rasa keheranan mereka dengan jelas di mana mereka melihat bagaimana Militaria dihempaskan bukan karena pukulan Kagami, tapi oleh gelombang kejut yang dihasilkan oleh tinjunya meskipun fakta bahwa Kagami sendiri telah diperlemah.

Pada saat itu, Militaria yang tidak mampu menahan kerusakan yang disebabkan oleh dampak yang dihasilkan saat menghantam penghalang dan penolakan yang dilakukan olehnya, mengeluarkan erangan kesakitan pada saat yang sama ketika ia jatuh pingsan di lantai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *