Chapter 9 Part 12

Setelah Palna memastikan bahwa Alice tidak berniat untuk menjauh dari tubuh Kagami, dia menunjuk ke arahnya dengan tangannya sambil menunjukkan senyuman mengerikan di wajahnya.

「Ayo, menjauh darinya」

「… Aku tidak mau. Aku tidak akan menjauh dari Kagami-san, bahkan jika aku mati. Aku akan tinggal bersama Kagami-san, yang bertarung untuk kami … sampai kematianku 」

Palna terdiam setelah mendengar jawaban itu. Dia mengira bahwa Alice akan menangis dan akan mulai mengemis untuk hidupnya setelah dia mengatakan hal-hal itu padanya, tapi sebaliknya dia hanya menunjukkan bahwa dia siap untuk menerima apa pun yang akan terjadi padanya, yang membuat Palna semakin mengerutkan keningnya.

「Berani sekali … Tapi apa kau benar-benar berpikir itu akan membantumu? Aku tidak ingin merusak tubuhnya … Tapi kau tidak meninggalkanku pilihan lain 」

Kemudian, Palna menggunakan Kekuatan Sihir yang telah dia kumpulkan di tangannya untuk menembakkan sihirnya ke arah Alice. Pada saat itu, ledakan kecil dihasilkan di belakang Alice, yang menghasilkan awan debu.

「… Kenapa kau menghentikannya? Aku masih hidup」

Namun, Alice tidak tersentak dari itu, dan malah terus menatap Palna sambil melindungi tubuh Kagami dari ledakan itu.

「Aku mencoba membuatmu berubah pikiran … tapi kurasa itu tidak berguna. Kau mungkin hanyalah seorang gadis, tapi kau masihlah seorang Iblis 」

Setelah mengucapkan kata-kata itu, Palna menunjukkan tatapan serius. Itu semua karena penampilan Alice yang menghadapinya tanpa rasa takut sambil melindungi tubuh Kagami.

Penampilannya seolah berkata, “Aku tidak akan kalah”, seolah-olah dia mencoba meniru Kagami.

「… Mari kita lihat seberapa jauh kau bisa bertahan」

Setelah mengatakan itu, Palna mulai berulang kali menembakkan sihirnya pada Alice untuk melemahkannya. Serangan itu bisa membunuhnya, tapi dia masih terus menembakkan sihirnya ke arahnya berulang kali sambil meningkatkan kekuatan serangannya.

Mustahil bagi Manusia dan Iblis untuk hidup bersama. Mereka tidak peduli dengan Manusia. Dia seharusnya mulai mengemis untuk hidupnya dengan air mata di matanya dalam situasi ini. Ya, itu seharusnya yang akan dia lakukan.

「Kenapa? Kenapa kau tidak membunuhku, Palna-san? Aku masih hidup! 」

Namun, Alice tidak pernah melepaskan pandangannya dari Palna, sambil mempertahankan sikap tegasnya.

「Kenapa … Kenapa kau tidak menyingkir !?」

Palna mulai menjerit seolah-olah dialah yang terluka. Palna tidak menghilangkan rasa ragu-ragunya di hadapan Alice, yang tampaknya tidak sedikit pun merasa takut.

Untuk semua ucapannya, Palna tahu bahwa jauh di lubuk hatinya dia tidak ingin membunuhnya.

Iblis yang ingin dihancurkan oleh Palna adalah makhluk yang mengerikan dan kejam, makhluk yang tidak tertarik pada nyawa orang-orang dan yang tidak akan ragu untuk mengkhianati orang lain. Namun, gadis kecil yang berada di hadapannya ini tidak seperti makhluk mengerikan itu, tapi seseorang yang memiliki keindahan batin yang mampu membutakan semua orang yang memandangnya. Dia tidak akan mengkhianati siapa pun, dan sebaliknya, dia bersedia menemani teman-temannya bahkan dalam kematian. Itu membuat Palna merasa bingung.

「Sialan! Lakukan sesuatu! Lari, larilah! Bertingkahlah seperti Iblis! 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Palna tidak ingin membunuhnya, tapi dia masih tidak menghentikan serangannya.

Dia tidak mau mengakuinya. Dia tidak mau mengakui bahwa kematian gurunya hanyalah kemalangan sederhana yang muncul karena pertemuan yang tidak menguntungkan. Palna yang tidak bisa menahan rasa sakit yang dia rasakan, hanya bisa terus menyerang Alice dengan maksud untuk memaksanya meninggalkan tubuh Kagami dan melarikan diri.

Tapi Alice tidak pernah mau menyingkir.

「Percuma saja. Aku tidak akan pernah … meninggalkan Kagami-san 」

Palna yang merasa seolah ditusuk oleh pasak setelah mendengar kata-kata Alice mulai merasa putus asa. Kemudian-.

「Karena aku … mencintai Kagami-san」

Alice mengatakan itu sementara bahunya yang kecil bergetar.

「Diam … Diamlah iblis!」

Palna yang merasa seolah-olah setiap kali Alice berbicara, dia mengatakan hal-hal seperti, “Ini bukanlah apa yang akan dilakukan gurumu”, dia tidak dapat menahan berbagai emosi yang berputar-putar di dalam dirinya, yang membawanya untuk terus melepaskan sihirnya secara berulang-ulang.

「Kau adalah Iblis, dan sekarang! … Jangan berpikir kau bisa terus bertindak begitu berani selamanya! 」

Kemudian Palna, yang sampai sekarang terus melepaskan Sihirnya di sekitar Alice, akhirnya bertekad untuk melemparkan Sihirnya langsung padanya.

「Kau adalah seorang iblis, tapi walaupun… begitu?」

Namun, saat berikutnya, tepat sebelum dia meluncurkan serangannya, Palna mulai menurunkan tangannya yang lumpuh sambil membatalkan sihirnya. Pada saat yang sama, Palna diserang oleh rasa bersalah dan penyesalan yang luar biasa ketika tangannya mulai bergetar. Apa yang menyebabkan ini adalah perubahan yang dia perhatikan pada Alice, yang sejauh ini telah bersikap tegas dan tekun.

「Ka… Kau」

Wajah Alice mulai terlihat kacau. Alice yang pundaknya tiba-tiba gemetaran saat dia tampak hampir menangis, hanya bisa menatap Kagami dengan rasa frustrasi ketika dia terus melepaskan Sihir Pemulihan ke punggung Kagami dengan tangannya, dia berusaha mati-matian untuk berhenti gemetaran.

Description: LV999 V2 - 9

Punggung Alice sudah terluka parah oleh ledakan yang dihasilkan di belakangnya. Itu pasti menyakitkan baginya. Rasa sakitnya seharusnya begitu hebat sehingga tidak aneh jika dia sudah menangis. Namun, Alice memutuskan untuk menyerah melepaskan Sihir Pemulihan pada dirinya sendiri untuk menghilangkan rasa sakit sehingga dia bisa menggunakannya pada Kagami sambil melindunginya dari ledakan konstan tadi.

Dia melakukan itu karena pria yang berbaring di depannya jauh lebih penting baginya daripada dirinya sendiri.

Seberapa keras seharusnya? Seberapa takutkah perasaannya? Dia, dengan tubuhnya yang kecil dan rapuh, memutuskan untuk menanggung semua rasa sakit demi Kagami. Palna tidak bisa menahan pingsan tanpa energi di tempat dia berdiri setelah menyadari itu.

「… Kenapa? Kau adalah seorang Iblis namun … Kau membuatku terlihat seperti orang idiot … 」

Katanya sambil menyadari kenyataan. Dia piker itu salah.

Alice yang merasa sedikit lega setelah melihat perubahan dalam suasana hati Palna, meyakinkan dirinya sendiri bahwa saat ini semuanya akan baik-baik saja sambil mencoba untuk melonggarkan tatapannya untuk menunjukkan kepada Palna sebuah senyuman-

「Palna-san … tolong–」

Pada saat itu, Alice, yang tidak bisa lagi menahan rasa sakit luka bakarnya, dia secara tidak sengaja menghentikan penggunaan Sihir Pemulihannya.

Saat melihat itu, Palna teringat kata-kata yang Kagami katakan padanya selama insiden di Salumeria.

『Aku mohon padamu untuk tidak membunuhnya dan melindunginya … kumohon』

Palna yang melakukan kebalikan dari itu, hanya bisa menutupi wajahnya dengan tangannya yang terlihat sangat menyesal ketika dia bergumam, “Maafkan aku … aku sangat menyesal”secara berulang kali.

「Dunia di mana Manusia dan Iblis dapat berpegangan tangan … Dahulu kala, ada seorang pria yang menginginkan tujuan itu. Namun … Militaria telah mengurusnya tanpa seizinku 」

Pada saat itu, di tengah-tengah percakapan yang menyedihkan itu, Raja menggumamkan hal itu pada saat yang sama ketika dia mengingat sesuatu yang telah terjadi beberapa waktu yang lalu.

「Itu membuatku merasa sedikit nostalgia. Maaf, aku melakukan itu tanpa seizinmu, kupikir dia akan menjadi penghalang untuk tujuan Rajaku, jadi aku bertindak tanpa berpikir panjang」

「Namun demikian … Militaria. Anakmu punya potensi. Kematiannya benar-benar sia-sia 」

Kemudian, ketika dia mendengar identitas mengenai siapa orang di dalam cerita itu, Putra Militaria … yang merupakan Guru Palna, Palna membuka matanya lebar-lebar dan menatap sang Raja dan Militaria.

Tinggalkan Pesan