Chapter 9 Part 11

「Kau pikir aku akan memberimu waktu untuk pulih?」

Saat Kagami mulai merasa marah dengan Raja sambil meremas giginya, Raja dengan cepat melangkah di belakang Tina, yang masih merawat luka Kagami.

「Maaf, Cleric. Tapi sampai sejauh ini saja peranmu dalam pertempuran ini 」

「… Hah !?」

Kagami yang tidak dapat bereaksi pada waktu yang tepat, hanya bisa menyaksikan sang Raja yang memukul dada Tina sampai dia kehilangan kesadaran ketika dia mengatakan itu.

「Jangan khawatir. Aku tidak membunuhnya … Aku sudah mengatakannya sebelumnya, aku punya rencana untuk kalian berdua 」

Pada saat itu, Kagami memutuskan bahwa ide terbaik adalah menjauhkan diri dari Raja alih-alih memulihkan tubuh Tina yang tidak sadarkan diri. Jika dia tidak melakukannya, dia akan berakhir dalam kondisi yang sama dengannya. Itulah yang dia prediksi.

「Menou! Lindungi aku! 」

「… Aku ingin melakukan itu, tapi aku tidak bisa melakukannya. Tubuhku terasa berat … Kekuatan ini terasa tidak normal! 」

Kagami segera mengalihkan pandangannya ke arah Alice setelah melihat ekspresi Menou yang terlihat kesakitan. Alice sepertinya sedang menderita sama seperti Menou.

「Begitulah kemampuanku bekerja … Aku minta maaf」

Militaria mengatakan itu sementara Menou menunjukkan ekspresi kesulitan setelah menyadari bahwa dia tidak bisa bergerak seperti yang dia inginkan.

Kagami dan Menou mulai berkeringat setelah menyadari bahwa perbedaan kekuatan mereka begitu besar sehingga mereka hampir tidak bisa bertahan.

Raja Iblis yang praktis merupakan jaminannya untuk menang telah menghilang, dan Tina yang bertugas untuk menyembuhkan luka mereka, telah tersingkir. Kagami sudah mengalami situasi yang tidak menguntungkan seperti ini sebelumnya. Namun, dia belum pernah mengalami situasi di mana dia tidak dapat melarikan diri.

Kemenangan atau kekalahan, mengatasi situasi ini atau kehilangan segalanya, itulah satu-satunya pilihan yang mereka miliki saat ini. Dalam situasi seperti itu, di mana mereka berada pada posisi yang sangat tidak menguntungkan, Kagami mulai berkeringat dingin.

「Ayo … Tunjukkan padaku seberapa jauh kau bisa bertahan!」

Raja mengatakan itu dengan senyum di wajahnya setelah melihat tatapan Kagami yang terlihat cemas saat dia mengangkat pedang besarnya.

◆ ◆ ◆ ◆ ◆

Tiga puluh menit kemudian.

Meskipun dalam situasi yang tidak menguntungkan, Kagami dan Menou terus berjuang sambil melindungi Alice. Keduanya berhasil bertahan dengan kemampuan fisik mereka yang telah diperlemah oleh Militaria sambil mempertahankan diri dari serangan pedang Rex dan Raja serta sihir yang Palna lepaskan dari waktu ke waktu.

Namun, mereka sudah mencapai batasnya.

Bertarung sambil melindungi Alice benar-benar sulit. Faktanya, fakta bahwa Kagami dan Menou mampu bertahan begitu lama sementara mereka melindunginya adalah sesuatu yang layak untuk dipuji, tapi itu telah membuat mereka jauh lebih cepat mencapai batas mereka.

「Kenapa kau tidak menyerah saja? Jika kau meninggalkan putri iblis itu … maka kau mungkin bisa terus bertarung 」

「Aku tidak akan menyerah」

「Aku mengerti … Dalam hal ini, mari kita selesaikan ini!」

Setelah mengatakan itu, Raja langsung bergerak di depan Alice. Kemudian, dia mengayunkan pedang besarnya ke arahnya dengan kekuatan yang sangat besar sehingga mustahil untuk menghentikannya.

Segera setelah itu, Kagami bergerak di depan Alice dengan maksud untuk melindunginya dari serangan Raja. Namun pada saat itu, pedang besar Raja yang terayun ke bawah hanya beberapa saat yang lalu, tiba-tiba berubah arah, langsung menuju kea rah Kagami. Jika dia berada dalam kondisi normal, Kagami tidak akan kesulitan menghindari serangan pedang besar Raja. Namun sekarang, tidak hanya kemampuan fisiknya telah dikurangi, tapi dia juga harus menambahkan fakta bahwa dia telah memposisikan dirinya untuk melindungi Alice, yang mana itu menghambat pergerakannya.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Begitu Kagami menyadari bahwa ia tidak akan dapat menghindari serangan Raja, ia memutuskan untuk merangkul Alice untuk melindunginya alih-alih melindungi dirinya sendiri sambil membalikkan punggungnya ke arah sang Raja.

Lalu terjadilah.

「Ka- … Kagami-san!」

Darah mulai mengalir dari punggung Kagami. Pedang besar sang Raja telah meninggalkan luka yang sangat dalam dan fatal di punggung Kagami.

Kagami yang telah memeluk Alice untuk melindunginya langsung pingsan dihadapan Alice, yang memiliki ekspresi putus asa di wajahnya ketika darah mengalir dari punggungnya. Alice yang dengan cepat bangkit, mulai mengguncang-guncangkan tubuh Kagami sambil mencoba memeriksa kesehatannya.

「… Kagami-san! Bangun! Tolong sadarlah! 」

Jeritan putus asa Alice bergema di seluruh Ruang Singgasana.

Kagami yang pingsan di lantai kehilangan pandangannya.

「Benar-benar bodoh… mengorbankan dirinya untuk menyelamatkan Iblis. Tidak … Ini juga adalah tanggung jawabku karena tidak menghentikan seranganku di waktu yang tepat… 」

Kata Raja sambil melihat tangannya di bawah.

「Apa yang kau katakan? … Kau membunuhnya!」

「Aku tidak bermaksud membunuhnya. Aku … aku hanya menginginkan seseorang yang kuat seperti dia. Aku tidak mengira bahwa dia akan mengorbankan dirinya untuk melindungi bocah Iblis ini 」

Setelah mengatakan itu, Raja melepaskan pedang besarnya, yang segera menghilang dengan distorsi ruang yang tiba-tiba terbuka.

「… Apa yang kau lakukan? 」

「Aku hanya menunjukkan rasa hormatku terhadap keputusan si penduduk desa itu, kau juga bisa menganggapnya sebagai ampunan … Meskipun tentu saja ini hanya terjadi karenaku」

「Bukankah kau bilang kau akan membiarkannya pergi? 」

「Itu pertanyaan bodoh. Lagipula … di sini, di tempat ini, terdapat mereka yang menyimpan dendam mendalam terhadap Iblis 」

Kata sang Raja sambil menatap Palna. Di sisi lain, Palna melihat kea rah Kagami dan Alice dengan ekspresi sedih.

「Apa ada sesuatu terjadi padamu, Palna?」

「Tidak- … Tidak. Bukan apa-apa」

Militaria memutuskan untuk bertanya kepada Palna tentang kondisinya setelah memperhatikan keadaannya. Di sisi lain, Palna hanya menggelengkan kepalanya dari sisi ke sisi dan menyangkal pengamatannya ketika dia mendekati Alice.

「Menyingkir dari sana. Jika kau tidak menyingkir, aku akhirnya akan melukai tubuhnya 」

Palna mengatakan itu saat dia berdiri di hadapan Alice ketika dia mulai mengumpulkan Kekuatan Sihir di tangannya.

「Pa-Palna … Sialan! Menurutmu apa yang sedang kau lakukan !? 」

「… Membunuhnya. Aku akan membunuh Alice yang sangat kau sayangi. Tentu saja … Aku akan membunuhmu nanti 」

「Jangan mengatakan hal-hal bodoh! Apa kau pikir aku akan membiarkanmu melakukannya – ..!? Apa-apa yang kau lakukan !? 」

Pada saat itu, ketika Menou mencoba mengambil langkah maju untuk menghentikan Palna, Rex melangkah maju untuk menghalanginya dan menghentikannya.

「Aku akan memenuhi permintaanmu sekarang. Kau dapat melakukan apa pun yang kau inginkan. Aku tidak akan membiarkan siapa pun menghalangimu」

Raja mengatakan itu tanpa emosi ketika dia memunggungi Palna.

「Si-siaaaallaaan!」

Tinggalkan Pesan