Chapter 9 Part 10

Pada saat yang sama, Kagami mulai merasakan amarah yang dalam pada saat yang sama ketika dia mengerti apa yang baru saja dikatakan sang Raja.

Dengan kata lain, dia tahu tentang Sistem dunia ini dan bahwa dia dan umat manusia lainnya telah menari di telapak tangannya.

「Diskusi berakhir…」

Raja mengatakan itu pada saat yang sama, entah dari mana, Pedang Besar muncul di telapak tangannya. Menanggapi itu, Palna, Militaria dan Rex juga mengeluarkan senjata mereka.

「Ada apa Palna? Apa kau terkejut mengetahui kebenaran dunia ini? 」

Militaria bertanya dengan khawatir ketika dia menyadari bahwa Palna memegang senjatanya dengan penuh rasa kebingungan.

「Kau sudah tahu itu?」

「Itu benar, aku tahu itu. Tapi itu tidak mengubah fakta bahwa aku melayani Raja. Aku tidak peduli jika semua orang, termasuk Iblis dan Raja Iblis harus diatur ulang di beberapa titik. Itu tidak mengubah fakta bahwa Iblis dan Raja Iblis … adalah musuh “kita” 」

Pada saat Militaria menjawab itu, keraguan di mata Palna menghilang pada saat yang sama ketika dia bergumam, “Ya … Itu benar”, sambil mengarahkan senjatanya pada Kagami.

「Pertama, aku akan mengurusmu … Raja Iblis」

「… Apa? 」

Di saat berikutnya, semua yang ada di ruangan itu, kecuali Militaria dan Rex, terkejut.

Ketika Raja mengambil pedang, dia meninggalkan tahta dan menghentak tanah dengan keras, dan segera setelah itu, dia muncul di hadapan Raja Iblis.

「Kenapa kau sangat terkejut? Aku adalah Raja … tahu? 」

Cara Raja bergerak sangat mirip dengan cara Kagami bergerak. Dengan kata lain, statistik kecepatan milik sang Raja haruslah serupa dengan yang dimiliki Kagami.

「Apa kau benar-benar terkejut dengan kekuatanku? Jika demikian, maka kukira itu masih terlalu dini untukmu. Kau harus tahu bahwa aku, sang Raja, memiliki kekuatan yang sebanding Pahlawan dan Sage

Kemudian, segera setelah Raja mengatakan itu, distorsi ruang tercipta, sesuatu yang mirip dengan yang diciptakan Estellar sebelum dia menghilang, sesuatu yang menyedot Raja Iblis.

「Ayah! 」

Saat dia melihat itu, Alice mulai berlari ke arah Raja Iblis untuk menyelamatkannya, namun pada saat itu, sang Raja sudah menghilangkan distorsi ruang itu.

「Hei! Apa yang kau lakukan pada Raja Iblis !? 」

「Diperlukan untuk menggunakan sejumlah besar energi untuk membawanya, tapi akan merepotkan jika dia mati sekarang. Bahkan Naga Hitam pun tidak bisa memaksa situasi untuk berlanjut dengan cara yang berbeda dari yang seharusnya. Dia harus mati sesuai dengan perannya. Dan itu tidak boleh terjadi di sini 」

Ekspresi Kagami berkedut saat dia mendengarnya mengatakan itu. Kemudian, hatinya mulai dipenuhi dengan amarah yang jauh lebih kuat dari sebelumnya.

Fakta bahwa Raja, yang membenci Raja Iblis lebih dari siapa pun, akan pergi untuk membunuh Raja Iblis dengan tangannya sendiri alih-alih menyerahkannya kepada orang lain, itu tidak lebih dari umpan.

「Kalian … itu benar. Dua Iblis di sana tidak diperluan. Kau, Penduduk Desa … dan Cleric di sana. Kekuatan kalian boleh juga. Biarkan aku mencuci otak kalian 」

「Pe-Persetan! Kami bukan bidak yang bisa kau perintahkan untuk bertarung! 」

Kagami berteriak dengan penuh amarah ketika dia menghentak tanah dan berlari ke arah Raja sambil berteriak, “Aku tidak begitu lemah hingga membiarkanmu mencuci otak aku! 」, Dengan maksud untuk mengalahkannya. Tapi-,

「Tentu saja, kau bukan bidakku」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「Ah …?」

「Tapi itu akan merepotkan jika seseorang tidak bertarung. Terutama individu yang luar biasa sepertimu」

Kagami berencana untuk pergi ke belakang Raja untuk memukulnya dari belakang, namun, Rajalah yang bergerak di belakangnya terlebih dahulu.

Saat berikutnya, Kagami menerima tendangan yang kuat, yang membuatnya memuntahkan semua udara di paru-parunya pada saat yang sama ketika dihempaskan ke arah penghalang yang telah dilepaskan di sampingnya.

「Gahah ~ !?」

Penghalang bereaksi segera saat Kagami bertabrakan dengannya dan memukul mundurnya. Setelah itu, kerusakan yang disebabkan oleh tendangan Raja dan kerusakan yang disebabkan oleh tolakan penghalang itu terakumulasi, menyebabkan Kagami menderita lebih banyak kerusakan daripada yang akan dideritanya saat mengenai menabrak dinding normal.

「Kau tidak bertarung melawan Monster, tahu? Kau berperang melawan sekelompok Manusia yang sama sepertimu. Apakah kau benar-benar berpikir itu akan semudah ketika kau melawan Monster? 」

Palna berkata ketika dia mulai menertawakannya.

「Apa maksudmu? 」

「Saya telah mengurangi kapasitas fisikmu melalui skillku. Palna memberi tahuku bahwa, meskipun kau memiliki kemampuan fisik yang tinggi, kau tidak memiliki karakteristik khusus lainnya 」

「Tsk …」

Setelah mendengarnya mengatakan itu, Kagami mengalihkan pandangannya ke Militaria, lalu, dia memperhatikan bahwa tangan Militaria memancarkan cahaya samar berwarna ungu, yang terhubung ke tubuh Kagami.

Pada saat yang sama, Kagami menyadari bahwa ini adalah skill yang diperingatkan David kepadanya.

Setelah menyadari itu, Kagami menyadari bahwa tubuhnya terasa seperti dibungkus oleh rantai timah, yang menyebabkannya secara tidak sadar tidak dapat menggerakkan tubuhnya seperti yang diinginkannya. Kagami yang tidak bisa lagi bergerak dengan benar, yang memahami perbedaan antara pertempuran ini dan yang sebelumnya, mulai berkeringat dingin.

「Lalu … aku hanya harus mengalahkanmu lebih dulu!」

「Percuma saja! 」

Segera setelah Tina menyembuhkan kerusakan yang diterima Kagami, dia menghentak tanah dan menerjang Militara. Namun, Kagami yang tidak bisa menggerakkan tubuhnya seperti yang dia inginkan karena berkurangnya kemampuan fisiknya telah dihalangi oleh Rex, yang menghentikannya cukup lama hingga sang Raja sekali lagi menerkamnya dengan pedang besarnya.

「Ka- … Kagami-san!」

「Benar… White Lightning Bolt Cannon

Saat berikutnya, Kagami merasakan adanya hawa dingin di punggungnya. Sejumlah besar energi sihir mulai mendekatinya. Saat menyadari hal ini, Kagami secara naluriah menerima serangan dari pedang Raja, yang menghasilkan banyak kerusakan pada saat yang sama seperti ketika dia dihempaskan.

Segera setelah itu, sejumlah besar energi listrik berwarna putih menyelimuti tempat yang tadinya ditempati Kagami beberapa saat yang lalu, menyebabkan ledakan kuat yang menghancurkan semua batu di tanah, hanya menyisakan penghalang yang utuh.

「Sial Rex … Untuk berpikir bahwa kau akan diam-diam menyimpan teknik yang sama kuatnya dengan yang kumiliki」

「Ah? … Kupikir Rex-san telah memikirkan teknik itu ketika Kagami-san pergi. Mustahil, Dia berhasil menyempurnakannya … !? 」

「Begitu … Jadi dia juga telah bekerja keras dalam pelatihannya」

Kagami bergumam sambil berbaring sementara Tina mencoba menyembuhkan luka besar yang diterima Kagami dengan terburu-buru, darahnya tidak kunjung berhenti mengalir.

Kagami, yang mengerti betapa kerasnya perjuangan Rex untuk mempelajari teknik itu, mau tak mau merasa marah dengan sang Raja yang menggunakan usahanya untuk keuntungannya sendiri.

Tinggalkan Pesan