Chapter 8 Part 7

Kata Naga Hitam dengan nada penuh kekaguman pada kata-katanya saat dia menutup matanya, kemudian, pada detik berikutnya, hujan sinar panas diluncurkan dari bola cahaya pucat yang lagi-lagi jatuh kepadanya.

『Jika itu yang kau inginkan, mari coba lagi … Jika kata-katamu benar, jika kau memiliki kekuatan untuk membuka pintu ke masa depan …! Ayo dan tunjukkan padaku bahwa kau bisa mengatasi cobaan ini! 』

「Apa dia serius !? Dia ingin mengulangi serangan itu lagi … Mustahil dia bisa mengatasinya! Kagami-dono mungkin akan setuju, tapi ini masih terlalu berlebihan! Apa yang akan terjadi jika dia mati ?! 」

『Ini adalah momen kebenaran. Jika dia tidak bisa mengatasi ini, maka dia juga akan mati ketika dia berpindah ke tahap yang berikutnya 』

「…! Kagami-dono! Kagami-dono …!? Tolong katakan sesuatu …! 」

Ketika sinar panas itu terjatuh kepada Kagami lagi, mereka menyebabkan ledakan yang sangat hebat. Awan debu yang disebabkan oleh banyak ledakan dari sinar panas itu mulai menyebar ketika sinar panas jatuh pada Kagami.

Menou tidak mengira Kagami akan mampu bertahan dari itu. Tidak seperti waktu ketika Pertempuran di Salumeria, kali ini tidak akan ada yang membantu Kagami untuk pulih. Terlebih lagi, bagaimana dia bisa mengharapkan Kagami untuk mampu menahan serangan yang amat luar biasa itu, bahkan ketika tubuhnya belum sepenuhnya pulih dari serangan sebelumnya, bahkan setelah menggunakan kekuatan dari Skillnya?

Menou telah mengenali Naga Hitam sebagai musuh yang tak tertandingi setelah melihat serangan sebelumnya, tetapi serangan ini jauh lebih kuat dari itu. Bahkan, dia yakin bahwa Kagami tidak bisa bertahan dari itu.

「Kagami-dono… Ka-Kagami-donoooooo!」

「Kau memanggilku?]

「Kagami- …!? … Eh? 」

Menou tidak bisa menahan diri untuk menyuarakan keheranannya setelah mendengar respon yang tidak terduga itu.

Saat itu, Menou menoleh ke sumber suara itu, ia bisa melihat Kagami yang sedang melihat ke tempat di mana sinar itu menyerangnya, dari suatu tempat yang sedikit lebih jauh darinya, dengan kedua lengannya disilangkan dan dengan pandangannya yang terlihat riang.

「Apa…. apa? 」

Di sisi lain, Naga hitam, yang baru saja menyadari bahwa Kagami telah bergerak tanpa dia sadari, menunjukkan tatapan terkejut saat dia menghentikan serangannya.

『Bagaimana kau bisa keluar dari sana? Kau seharusnya diserang dari segala arah … Mustahil kau bisa melarikan diri. Tidak, bahkan jika kau mencoba untuk melarikan diri, ledakan itu seharusnya membuat mustahil bagimu untuk bergerak dengan sesuka hatimu … Apa yang kau lakukan? 』

「Sihir itu memiliki banyak masalah yang amat parah. Bukankah kau berpikir begitu? 」

Sang naga hitam terdiam setelah mendengar kata-kata Kagami.

「Apa maksudmu, Kagami-dono? Masalah apa yang terjadi dari serangan kejam macam itu? 」

「Naga hitam terus menyerang ke tempat yang sama meskipun aku tidak lagi berada di sana, kan? Dengan kata lain …  Itu adalah hal yang penting baginya untuk melihat lawannya untuk memastikan bahwa sihirnya dapat mencapai targetnya. Jika aku bergerak tanpa membuat dia bisa memperhatikanku ketika aku bersembunyi di balik awan debu … Lalu dia tidak akan bisa mengenaiku  dengan itu. Bukan begitu? 」

『Sebaliknya … aku bisa langsung menargetkan lawan ku dengan bimbingan dari kekuatan sihir yang mereka pancarkan. Namun, ketika kekuatan sihir lawanmu sangat rendah, ini menjadi terasa agak rumit. Meski begitu, berkat itu, aku seharusnya bisa menyimpulkan posisimu, bahkan jika kau berada di bawah awan debu itu 』

「Sungguh malangnya. Sayangnya, itu tidak seperti aku memiliki kekuatan sihir yang sangat rendah, tapi sebenarnya aku sama sekali tidak memiliki kekuatan sihir 」

『… Apa kau seorang Warrior? Mustahil, kecepatanmu itu jauh lebih tinggi daripada seorang warrior biasa 』

「Nah, bukankah aku baru saja membuktikannya? Aku bisa keluar dari sana tanpa bisa kau sadari, bukan begitu? 」

『Itu benar』

Naga Hitam berkata sambil tersenyum.

『Namun … aku masih tidak mengerti sesuatu. Serangan itu … Bagaimana kau bisa bertahan dari serangan itu? Bahkan jika kau berhasil melindungi diri dari sinar panas itu, kau seharusnya masih akan menerima kerusakan akibat ledakan tersebut … Bahkan jika kau mencoba untuk melarikan diri, kau seharusnya terkena setidaknya satu ledakan di tempat kau berada 』

「Mengenaiku? Oh, ya, mereka mengenaiku 」

『Lalu bagaimana…?』

「Tidakkah kau berpikir bahwa ruang lingkup ledakan itu telah meluas dibandingkan dengan ledakan yang sebelumnya?」

Ketika dia mengatakan itu, Menou ingat bahwa besar ledakan kali ini sudah jelas lebih besar dari yang sebelumnya, itulah sebabnya dia percaya bahwa Kagami tidak akan bisa selamat dari serangan itu.

「Apa Naga Hitam memperkuat serangannya?」

『Tidak … Aku melakukan hal yang sama seperti serangan yang sebelumnya. Apa yang kau lakukan? 』

「Saat aku terkena sinar itu, aku memperhatikan bahwa ada sesuatu yang aneh yang telah terjadi. Setelah meledakkan sinar itu dengan tangan kiriku, tepat sebelum aku mengulurkan tangan kananku untuk membuat serangan yang berikutnya meledak—… 」

Sambil mengatakan itu, Kagami mengangkat tangan kirinya agar naga hitam bisa melihatnya tanpa ada masalah. Segera setelah itu, tangan kiri Kagami mulai bersinar dengan cahaya kebiruan yang terlihat redup, berbeda dari cahaya yang menyelimutinya saat menggunakan pukulan kerasnya.

「… – Tanganku jadi seperti ini」

『Apa itu? 』

「Sebuah keuntungan bagiku, yah, kau bisa memahaminya saat kau melancarkan sinar panas itu kepadaku」

Setelah mendengar kata-kata itu, naga hitam menembakkan sinar panas dari salah satu bola cahaya pucat yang mengambang di depan Kagami. Sinar panas yang dia bidik langsung menuju kearah Kagami dengan kecepatan yang luar biasa-

『…!? 』

Namun, segera setelah itu, dia merasakan suatu ledakan tepat di sebelah kepalanya.

『Apa? Apa yang kau lakukan!? 』

「Aku membuatnya terpental. Juga, untuk sinar panas itu … Aku menambahkan gaya dorongan padanya saat aku memukulnya」

Butuh beberapa saat untuk memahami apa yang baru saja dikatakan Kagami kepadanya. Itu bukan seperti dia tidak mengerti apa bahwa sebenarnya dia telah membuatnya terpental. Dia tidak mengalami kesulitan dalam memperhatikan momen ketika dia membalikkan serangannya.

Masalahnya adalah bahwa sampai saat ini, Kagami jelas belum bisa menggunakan kekuatan semacam itu. Jika dia mampu untuk melakukan itu, maka dia pasti telah menggunakannya sebelumnya. Dengan kata lain, itu berarti bahwa Kagami telah memperoleh kekuatan itu saat berada di tengah pertempuran. Selain itu, itu bukan semacam teknik atau sihir, tapi skill.

『Apa selama pertempuran kita ini kau masih bisa tumbuh lebih kuat dan naik level? Tidak hanya itu, tapi kau melakukannya pada saat-saat terakhir? Tidak, bahkan lebih dari itu … Apakah itu cukup untuk mencapai level keseratus? … Ini sebuah keajaiban. Oh, kau adalah seorang pemilik keberuntungan yang luar biasa 』

(TL : Tiap naik 100 level biasanya dapet skill baru)

「Jangan salah, levelku sama sekali belum naik」

『Apanya yang belum naik? Itu tidak masuk akal, jika tidak seperti itu, maka kau tidak akan mampu memperoleh kekuatan semacam itu secara tiba-tiba … Kekuatan yang tidak teratur itu jelas merupakan perwujudan dari potensi sejati umat manusia. Itu pasti merupakan sebuah skill! 』

「Tidak diragukan lagi bahwa itu adalah sebuah skill, tapi … Levelku masih belum naik. Itu sudah tidak bisa naik lagi 」

Kagami berkata sambil menunjukkan jendela statusnya ke naga hitam. Pada saat itu, Naga Hitam yang mendekati Kagami dengan kecepatan yang luar biasa untuk  dapat melihat apa yang ditunjukkan di jendela statusnya, melihat dengan takjub pada apa yang tertulis di atasnya.

『Le- … Level 999? Tidak, itu mustahil… SE-SEORANG O-ORANG DESAAA *!? 』

(*TN : Villager)

Satu pemikiran pada “Chapter 8 Part 7”

Tinggalkan Pesan