Chapter 8 Part 11

「Ra-Raja Iblis-sama! Anda telah bangun! 」

Menou, yang pergi ke hutan untuk mengumpulkan lebih banyak kayu bakar, meneriakkan hal itu sambil melemparkan semua kayu bakar yang telah dia kumpulkan.

「Menou… Sepertinya aku telah membuatmu khawatir」

「Apa anda baik-baik saja? Apa Anda merasa tenggorokan Anda kering? lelah? Saya akan segera menyiapkan makanan untuk Anda… Kami tidak punya makanan yang tersisa! Sekarang saya akan berburu sesuatu! 」

「Cukup. Kau masih gelisah seperti biasanya, apa aku harus selalu mengatakan kepadamu untuk melakukan berbagai hal dengan lebih tenang? 」

「Saya … – saya minta maaf」

Tidak seperti Raja Iblis, yang mengatakan kata-kata itu dengan senyuman hangat di wajahnya, Menou terlihat sangat tertekan setelah mendengarnya.

Kagami tidak bisa menahan diri untuk mulai tertawa tanpa sadar pada saat memikirkan bahwa mungkin dia adalah satu-satunya orang di dunia yang memiliki kesempatan untuk melihat situasi seperti itu.

「Itu benar, Menou tidak tahu cara untuk menyembunyikan perasaannya. Bukankah dia si bodoh yang tidak sabaran? Dia bertindak dengan cara yang sama ketika kami bertemu 」

「Cukup! Siapa pun akan terkejut jika seseorang tiba-tiba muncul dari langit! Selain itu, seranganku tidak berpengaruh padamu!]

「Ooh, ledakan-ledakan sihir itu. Benda-benda itu sangat menyakitkan ketika mereka menghantamku. Bajuku bahkan terbakar karena mereka 」

「Lalu kau seharusnya bertindak seolah-olah itu menyakitkan! Kagami-dono hanya berdiri dengan acuh tak acuh bahkan setelah aku menyerangnya! 」

「… * Pff * Fuahahaha!」

Pada saat itu, Raja Iblis tertawa ketika dia menyaksikan diskusi yang mereka lakukan. Raja Iblis, berpikir betapa luar biasanya melihat bawahannya yang sebelumnya hanya melihat manusia sebagai musuh untuk dikalahkan, malah berbicara begitu akrab dengan manusia, ia tidak bisa menahan tawanya.

「Sepertinya kau sama sekali belum berubah. Penduduk desa … Kulihat kau masih memiliki banyak hal untuk dipertunjukkan. Kau … benar-benar aneh. Aku belum pernah bertemu dengan orang sepertimu」

「Itu tidak benar」

「Apa maksudmu? 」

「Tentu saja, aku belum berubah, namun aku dapat mengatakan bahwa kau sepenuhnya telah salah tentang diriku. Aku tidaklah spesial. Aku normal. Normal seperti yang lainnya 」

「Apa maksudmu … bahwa kami salah?」

「Begitulah cara dunia ini bekerja … atau sesuatu semacam itu. Bagaimanapun juga, aku ingin kau bekerja sama denganku. Ini akan menjadi seperti yang terjadi di masa lalu 」

Kagami berkata sambil mengulurkan tangannya ke arah Raja Iblis. Pada saat itu, Raja Iblis sedikit tersenyum saat dia melihat tangannya yang terulur.

「Aku tidak pernah bekerja sama denganmu. Kau adalah satu-satunya yang datang untuk menantangku tanpa bertanya. Kau menjadi sangat kuat dengan caramu sendiri… Jadi ini akan menjadi pertama kalinya bagi kita untuk bekerja sama 」

Kemudian, Raja Iblis meraih tangan Kagami sambil bergumam, “Aku tidak punya alasan untuk mengatakan tidak”.

「Begitukah? Apa yang ingin kau lakukan? 」

「Aah … Tentang itu- … Huh?」

Kagami, yang akan menjawab pertanyaannya langsung terhenti ketika dia menyadari bahwa Raja Iblis menatap bukan pada dia atau pada Menou, tapi pada sesuatu yang lain. Kemudian, Kagami mengalihkan tatapannya ke tempat yang dilihat oleh Raja Iblis …

「Ka-Kagami-san? Ay … Ayah? 」

Pada saat itu Alice muncul di depan situasi yang membingungkan dan tidak dapat dipahami, ia tidak dapat menahan air matanya pada saat yang sama ketika dia menunjukkan ekspresi bingung.

Di belakangnya adalah Tina, yang telah lumpuh dengan tatapan bingung saat melihat mereka dan Takako yang mendesah sambil bersandar pada batang pohon.

「E- … Eh? A-Apa …? Eh …? A-ayah? 」

「… Sudah lama ya. Apa kau baik-baik saja? 」

「… Ayah!」

Begitu Alice mampu mengatur pikirannya dengan benar, dia mulai berlari ke arah Raja Iblis yang tergeletak di tanah, ia memeluknya dengan erat untuk memastikan bahwa dia benar-benar ada di sana.

「… Kau tampaknya telah sedikit tumbuh」

「Mungkin…. hanya sedikit」

Raja Iblis yang juga mengkhawatirkan Alice, dengan lembut mengelus kepalanya, dengan ekspresi lega dan gembira di wajahnya, setelah Alice melompat ke arahnya. Kagami yang mengamati adegan itu terlihat puas, ia bergumam, “Benar bukan?”, Pada saat yang sama dia menegaskan pada dirinya sendiri bahwa dia tidak salah mengenai apa yang dia lakukan.

「A-apa artinya ini? Apa yang dilakukan Raja Iblis di sini bersama dengan Kagami-san? Apa kau berhasil mendapatkan 10.000 emas? Tidak tidak Tidak! Itu tidak mungkin! 」

Dan akhirnya, Tina yang melihat Raja Iblis dan Alice saling berpelukan, mulai meneriakkan hal itu dengan frustrasi saat dia mendekati Kagami dengan Takako.

「Mustahil aku telah mengumpulkannya dalam waktu yang singkat … Meskipun aku telah menghasilkan banyak uang」

「Begitu huh? Apa yang dilakukan Raja Iblis di sini? Bukankah kau membutuhkan 10.000 emas untuk mendapatkannya kembali? 」

「Sebenarnya, kita masih harus mengumpulkan uang … Tapi sebelum itu, kenapa kalian ada di sini? kenapa kalian tidak mengurus kasino? 」

Ketika Kagami menanyakan hal itu, ekspresi wajah Tina menjadi suram. Kemudian, sedikit demi sedikit, dia mulai menangis, saat melihat itu, tatapan Kagami menjadi lebih serius.

「Beberapa orang datang dari Ibukota Kerajaan dan … mereka mengatakan kepada semua orang bahwa Alice-chan adalah iblis. Mereka bahkan memperlihatkan tanduknya 」

「Apa mereka telah menyadari bahwa Alice-sama adalah seorang Iblis? Bagaimana bisa? Mu-Mustahil … David-dono memberitahu mereka tentang kami? 」

「Tidak, itu tidak seperti itu. David-san mencoba melindungi kami. Berkat David-san kami berhasil melarikan diri ketika terungkap bahwa Alice-chan adalah seorang iblis 」

Setelah mendengar kata-kata itu, Menou bergumam, “Jadi dia …”, sementara tatapannya dipenuhi dengan rasa penyesalan karena mencap David sebagai individu yang berbahaya.

「Baiklah kalau begitu? Bagaimana itu bisa terjadi? David berada di pihak kita, jadi bagaimana orang Kerajaan bisa tahu? 」

「Itu Palna … Gadis itu bekerja sama dengan mereka」

「Ooh, aku mengerti … Sekarang aku memikirkannya, dia terlihat sangat kesal dengan apa yang telah kita lakukan」

Kagami berkata sambil mendesah. Pada saat yang sama, Takako dan Tina bergumam, “Tidak ada gunanya untuk terus memikirkannya” dan “Sepertinya begitu”, masing-masing dengan suara yang tenang dan ekspresi sedih.

「… Bagaimana dengan Krull dan Rex?」

「Mereka ditangkap oleh orang-orang yang datang dari Ibukota … Pada waktu itu kami dikepung, jadi kami tidak punya pilihan selain melarikan diri. Meski begitu, dengan mempertimbangkan posisi mereka … aku ragu bahwa mereka berada dalam bahaya. Meskipun aku masih khawatir 」

「Aku mengerti … Dalam hal ini, Rex dan Krull pasti sudah dikurung di Istana kerajaan」

「Seperti yang kupikirkan, Kita tidak memiliki alternatif selain melupakan ide untuk menyelamatkan mereka. Meskipun dengan semua yang kita lalui bersama sampai sejauh ini, pergi ke ibukota kerajaan untuk menyelamatkan Krull-chan dan Rex-chan adalah … Tunggu, kemana kau akan pergi, Kagami-chan? 」

Setelah Takako mengucapkan kata-kata itu, dengan tampilan suram yang tak biasa diwajahnya, Kagami mengambil kopernya dan mulai berjalan, lalu–

「Eh? Bukankah sudah jelas? Aku akan pergi ke Ibukota Kerajaan. Kalian juga ikut denganku. Adapun alasan mengapa Raja Iblis bisa bersama kami … Yah, di jalan aku akan memberitahu」

–Dia mengatakan itu, dengan wajah tanpa ekspresi sebagai jawaban atas pertanyaan Takako.

「Tu-Tunggu, Kagami-san! Bukankah kau mendengar apa yang Takako-san katakan? Lawan kali ini bukanlah monster! Bahkan jika kita mencoba untuk pergi ke ibukota kerajaan, kita telah dicap sebagai penjahat yang berkonspirasi dengan para iblis … Eh!? Aaaaaaahhhh! 」

「Ooh, aku tidak menyadarinya. Tanda “kriminal” telah muncul di jendela statusku」

Setelah mendengar kata-kata Tina, Kagami membuka jendela statusnya, dan kemudian dia melihat bahwa di sebelah tempat di mana perannya ditunjukkan, terdapat juga tanda yang mencap dirinya sebagai penjahat.

Tina yang tidak menyadarinya, segera menampilkan jendela statusnya seperti Kagami, kemudian, ketika dia melihat tanda “kriminal” di samping perannya, dia menjerit ketakutan.

「… Apa yang akan kau lakukan, Kagami-chan?」

Takako bertanya sambil meraih bahu Kagami, ia khawatir bahwa Kagami tampaknya tidak keberatan dengan fakta bahwa dia dicap sebagai seorang penjahat.

「Aku masih tidak mengetahuinya, tapi aku memiliki hal-hal yang harus dilakukan di ibukota kerajaan」

「Tapi apa yang akan kau lakukan ketika kau berada di sana? Tina sudah menyebutkannya sebelumnya, kali ini kita tidak akan menghadapi sekelompok Monster 」

「Tidak peduli siapapun lawan kita, itu tidak mengubah apa pun」

Kagami mengatakan hal itu sambil kembali menuju ke ibukota kerajaan.

「Alasan mengapa pada saat itu aku melawan para monster adalah karena mereka menghalangi jalanku. Kali ini Kerajaanlah yang berdiri di jalanku. Aku hanya bertindak demi mencapai tujuanku saja, sama seperti biasanya 」

「Meski begitu … Kali ini musuh terlalu kuat」

「Dan apa itu penting? Takako, apa kau tidak ingin menyelamatkan Krull dan Rex? 」

Takako tetap diam di saat ketika Kagami menanyakan pertanyaan itu padanya. Itu benar-benar kebalikannya, satu-satunya hal yang ingin dia lakukan saat ini adalah pergi dan menyelamatkan mereka. Namun, Takako yang mengerti bahwa dia tidak bisa berbuat apa-apa dengan Kerajaan sebagai musuhnya, dia akhirnya memutuskan untuk melupakan gagasan untuk menyelamatkan mereka daripada mencoba untuk melakukan sesuatu yang terlalu berisiko.

Kagami menunjukkan senyum ironis ketika dia melihat ekspresi wajah Takako.

「Aku memahamimu. Beberapa waktu yang lalu… aku juga telah bertindak seperti itu. Tapi aku menyadari sesuatu. Itu tidak akan berhasil. Itu tidak akan berhasil karena, di bawah aturan dunia ini, kita tidak akan mencapai apa pun jika kita terus menunggu tanpa melakukan sesuatu tentangnya 」

Hingga saat ini, Kagami selalu percaya bahwa jika ada sesuatu yang tampaknya sia-sia untuk dicoba, atau tidak mungkin  untuk dihindari, ia lebih baik akan menyingkir. Karena dia tidak mengerti apa yang harus dia lakukan, lebih baik baginya untuk tidak melakukan apa pun daripada mencoba mencapai sesuatu yang mustahil. Namun, dia hanya melarikan diri.

Pada saat yang sama, Kagami mengingat kepercayaannya.

Jika sepertinya itu tidak 100% mustahil, maka lawanlah sampai akhir tanpa pernah melarikan diri.

Ketika peluang kemenangan tidaklah 0, melarikan diri adalah hal yang mustahil untuk dilakukan.

「Ayo pergi ke Ibukota kerajaan, ayo kita hajar semua orang yang menghalangi jalan kita … Dan ayo kita selamatkan Rex dan Krull!」

Menyangkalnya adalah hal yang mustahil. Jika saat ini mereka tidak melakukan sesuatu, maka mereka tidak akan mencapai apa pun.

Kemudian, setelah Kagami entah bagaimana berhasil menyampaikan niatnya, pada saat yang sama Takako dan Tina mengangguk satu sama lain dan tatapan mereka terlihat sedikit lebih rileks, di sisi lain, Kagami terus berjalan menuju ke tempat yang ditujunya.

2 pemikiran pada “Chapter 8 Part 11”

Tinggalkan Pesan