Chapter 7.12

Matahari mulai emudar dan daerah sekitarnya menjadi gelap, bulan dan bintang-bintang bersinar di angkasa, dan ekspresi lelah melayang di wajah Kagami dan Menou saat mereka menempatkan tubuh mereka di atas batu yang sesuai.

“Meskipun aku mencarinya, aku tidak menemukan apa-apa … Aku menghabiskan banyak waktu di sini. Aku harus segera kembali. ”

“Mwu … Jadi, apa yang kita lakukan Kagami-dono? Akan sangat terlambat saat kita kembali sekarang. Apakah kau ingin mencarinya lagi sekali lagi? Jika kita berkemah di luar, maka aku akan mengawasi daerah sekitar. “

“Bagaimanapun juga, akan sangat jauh jika kita memutuskan untuk pergi ke kota …… Tidak ada hasil hari ini dalam mencari di tempat itu, mungkin kita bisa mencoba melakukannya lagi nanti.”

“Ini untuk berkemah malam ini. Mari cari lagi di pagi hari. …… Ini tanggung jawabku saat ini, jadi kalau ada serangan monster, tolong serahkan itu padaku. ”

“Tidak, sebagai teman, wajar untuk berbagi sesuatu seperti ini, kan? Kita  akan beristirahat dengan waktu istirahat 3 jam. Aku merasa bahwa Menou juga mulai lelah. ”

Kagami meletakkan barang bawaannya dari punggungnya sambil mengatakan itu. Dia mengeluarkan kantung tidur yang sebelumnya diberikan oleh Takako dan bersiap untuk berkemah.

“Maafkan aku Kagami-dono. Lalu, aku akan melakukan apa yang kau katakan. ”

“Baiklah kalau begitu, ayo kita mencoba membuat percakapan yang lebih baik.”

“Baiklah … mari kita coba lebih banyak lagi.”

Dia membungkus tubuhnya di dalam kantong tidur dan, tanpa merasa khawatir, Kagami menatap dengan wajah tersenyum saat dia melihat senyum hangat melayang di wajah Menou.

Karena dia melihat Menou memiliki ekspresi puas, Kagami menjadi santai juga dan kemudian  berbaring  saat dia melihat langit malam.

“Tapi …… benarkah di hutan ini? Apakah ada kemungkinan bahwa buku yang dilihat Menou hanya omong kosong belaka? Bagaimana jika apa yang tertulis di sana adalah bohong? ”

“Memang benar tempat ini benar-benar diragukan, tapi tidak ada kesalahan tentang dungeon dengan naga hitam di sekitarnya.”

“Mengapa kau berkata begitu?”

“Pada saat itu, aku mencatat tempat yang disebutkan dalam buku dan Maou-sama membenarkannya. Mengingat bahwa aku mengatakan itu, Maou-sama sendiri tidak ragu  repot-repot datang ke dungeon  tapi …… dia mengatakan bahwa ada sesuatu yang tidak masuk akal di tempat tertentu. Hanya saja, itu ada di sekitar tempat yang telah disebutkan buku itu. ”

Menou membuat ekspresi suram  saat mereka mengingatnya.

“Apakah itu persepsi?”

“Aku  tidak tahu …… Aku  tidak mengerti apa yang dia katakan, aku sama sekali tidak merasakan hal seperti itu. Estera nampaknya juga merasa seperti itu juga, mungkin itu sesuatu yang tidak kau ketahui kecuali kau memiliki kekuatan hebat seperti Maou-sama dan Estera. ”

Ketika Kagami mendengarnya, dia tersenyum kecut karena lucu karena dia tidak dapat melihatnya sendiri karena jika dia tidak memiliki kekuatan, dia tidak dapat merasakannya.

Apapun alasannya, kita masih belum bisa melihatnya dan kita tidak bisa berbuat apa-apa. Itu pasti ada di suatu tempat, tapi tidak ada gunanya jika kita tidak tahu di mana tempatnya.

“Maafkan aku. Jika aku bisa merasakannya, mungkin aku bisa menemukan pintu masuk tempat itu tapi …… aku hanya tahu ada dungeon di hutan ini. ”

“Menurut buku itu, seharusnya di hutan ini, tapi tidak tertulis di mana tepatnya?”

“Memang, menurut peta dan apa yang tertulis di sana, itu menunjuk ke pusat hutan. Tapi ada tertulis dengan jelas bahwa naga hitam itu juga tinggal di sana. ”

“Apa yang tertulis di sana adalah di tengah hutan suci, hah ……”

Mendengar itu, wajah Kagami menunjukkan bahwa ia telah memikirkan sesuatu.

Meski deskripsi tersebut menegaskan sesuatu, Kagami terkejut dengan fakta bahwa apa yang tertulis adalah bahwa hal itu hanya secara kasar menunjuk ke hutan suci ini.

Bahkan di perpustakaan Kerajaan Miyako, buku-buku yang merekam dimana monster tinggal di tempat dungeon dan biasanya, jenis buku ini tidak hanya menunjukkan peta, tapi juga mencatat rincian tentang lokasi pintu masuk dungeon.

Awalnya, untuk memastikan bahwa manusia tidak akan tahu tentang dungeon di hutan suci, buku yang ditulis oleh iblis  tidak akan berisi informasi rinci seperti yang ditemukan dalam buku yang ditulis oleh manusia. Kagami mendesah sambil memikirkannya.

“…… Tunggu sebentar?”

Tapi, ketika otaknya memperhatikan sedikit petunjuk dari dalam tumpukan informasi yang lembut itu, Kagami mengangkat tubuhnya dan melompat keluar dari kantong tidurnya.

“Ada apa, Kagami-dono? Untuk memasang wajah seperti itu. ”

“Bukan, bukankah mungkin? Mungkin saja, tapi …… ”

Saat memikirkannya, ada dua informasi yang terasa aneh.

Untuk awalnya, tidak ada informasi tentang manusia masuk dan keluar dari dungeon hutan suci ini. Dan kedua, dia tidak tahu tempat tepatnya, tapi dungeon itu disebutkan berada di hutan suci ini, dan ada juga informasi tentang naga hitam yang tinggal di sini. Seolah-olah kontradiksi, kedua informasi ini saling tumpang tindih.

“Sejak awal, kalau naga hitam itu tinggal di pintu masuk dungeon …. Itu tidak mungkin, kan? ”

“Apa maksudmu?”

“Tidak, itu karena naga hitam dibuat seperti khayalan. Karena tidak bisa ditemukan siapa saja kecuali manusia. Siapa orang pertama yang tahu tentang hal itu? Sebenarnya, itu tidak tertulis di buku itu tentang di mana manusia berada, dan juga tidak ada informasi bahwa orang-orang menemukan sebuah dungeon di hutan suci ini. ”

“Jadi begitulah …… tapi mengapa terhubung dengan pintu dungeon yang tidak ditemukan?”

“Meskipun iblis tahu bahwa ada naga hitam di hutan suci ini, sungguh menggelikan jika manusia juga tidak menemukannya, bukan? Awalnya, aku pikir itu karena ini adalah tempat yang sulit untuk ditemukan, tapi jika iblis mengatakan itu benar-benar ada, maka singkatnya, kau akan berpikir bahwa tidak ada pintu masuk ke dungeon, bukan? Karena itu, mungkin itu sebabnya bahkan saat Menou membaca buku itu, hanya tertulis secara kasar bahwa pintu masuk ada di hutan ini. Apakah itu salah? ”

“Tidak mungkin …… ada kemungkinan bahwa tidak ada pintu masuk ke dungeon, hah? Lalu, bagaimana orang pertama yang menemukan naga hitam memasuki dungeon itu? ”

Kagami hanya berkata, “Baiklah” dan menunjukkan wajah penuh pemikiran lagi. Jika tidak ada pintu masuk, pertama tidak ada jalan untuk melihat keberadaan dungeon itu.

Namun, kredibilitas informasi bahwa iblis percaya bahwa ada dungeon  di tempat ini telah meningkat seperti fakta bahwa tidak ada pintu masuk ke tempat itu.

“Apakah  ada sebuah metode khusus diperlukan untuk pergi ke tempat itu …… atau apakah itu hanya tidak terlihat?”

“Metode khusus … .Hah kalau memang seperti itu, itu membuat frustrasi, tapi kalau hanya karena kita tidak bisa melihatnya, mungkin ituberada  jauh di bawah tanah?”

“Mungkin memang seperti itu, mungkin masih terlalu dini untuk tidur, mari kita coba dan gali.”

Begitu Menou menggumamkan kata-kata itu, Kagami memutuskan bahwa ini layak dicoba. Mereka akan bisa menemukan bijih berharga di dalam dungeon kali ini sehingga dia mengeluarkan sekop dan sebuah cangkul lalu mulai menggali tanah.

“Tunggu sebentar Kagami-dono. Tidak ada artinya jika kita menggali di tempat yang acak, kan? ”

“Ini di sini, di tengah hutan suci jadi …… tidak apa-apa untuk digali disini. Kita sama sekali tidak tahu tempat yang sebenarnya. ”

“Mwuu …… itu benar. Baiklah, aku akan membantu juga ”

Setelah itu, untuk memastikan bahwa mereka tidak diserang saat berada di tengah penggalian, mereka terus menggali setiap 10 menit sambil bergiliran menjadi pengawas sekitar.

“Ini adalah……”

Dan kemudian, mereka terus menggali sampai mencapai sekitar 8m secara mendalam, lalu Menou berhenti menggali tanah.

“Kagami-dono! Silakan turun! ”

“Apa ada yang salah? Kita  baru saja bertukar, bukan? ”

“Turun!”

Dia pikir aneh kalau melihat Menou berteriak sambil membuat ekspresi seperti itu, jadi Kagami melompat ke dalam lubang bundar sedalam 8m yang telah mereka gali.

“Lihat ini.”

Dan kemudian, begitu Kagami melompat ke dalam lubang itu, ekspresi kaget muncul di wajah Menou saat dia terus menusuk sekop ke tanah, dan kemudian dia menggali sebongkah tanah di kakinya.

“…… Seriusan”

Segera, ekspresi bingung yang muncul di wajah Kagami langsung berubah menjadi kejutan.

Benjolan tanah telah membengkak dan memenuhi lubang yang baru saja mereka gali. Sama seperti tertutup kembali, lubang ditutup seolah mengatakan bahwa mereka tidak dapat melanjutkan lebih jauh.

Tinggalkan Pesan