Chapter 2.9

Bahkan jika dia mencoba untuk menanyakannya, Kagami pasti tidak akan memberitahunya. Daripada bertingkah aneh, dia hanya mengeluarkan ekspresi suram. Karena intuisinya ia paham kalau itu tidak baik, dia tidak berani bertanya.

“Tidak ada monster yang berada di atas Level 500 di dunia ini.”

Alice berhenti dan bergumam dengan suara kecil.

Tidak peduli berapa keras seseorang berjuang, Alice yakin kalau tidak mungkin untuk mencapai Level itu. Dia tahu dimana keberadaan monster terkuat karena Iblis hidup berdampingan dengan Monster. Tidak mungkin seseorang bisa kembali hidup jika mereka menemukannya, dan tidak mungkin bisa melarikan diri jika mereka berada di wilayahnya.

“Tentunya, seseorang tidak mungkin dapat melampaui Level 500. Namun … Kagami mencapai Level 999.”

“Tapi dia tahu dari awal bahwa monster terkuat berada di Level 500. Juga, perlu terlalu khawatir tentang nyawa ayahmu dari orang Level 999 lainnya, karena orang lain yang seperti Kagami tidak mungkin ada.”

Takako berkata pada Alice, yang benar-benar khawatir dengan metode untuk mencapai Level 999, dengan senyum lembut.

“Itu tidaklah mungkin bagi orang lain selain Kagami-chan.”

“Mengapa kamu berfikir begitu?”

“Karena baginya, setiap kehidupan itu penting … aku ingin tahu apakah itu yang membuat dia orang yang paling bodoh  tetap hidup?”

Takako mulai tertawa seperti pria dan menambahkan “Hahaha, Bodoh.”

“Selain itu, bukankah itu sesuatu yang pada akhirnya akan kamu ketahui mulai dari sekarang? Sejak kita baru saja bertemu, jika Kamu merasa ingin bersama kami, akan lebih baik lagi jika kamu menahan rasa ingin tahumu itu . ”

Alice sedikit memikirkannya dan menurunkan wajahnya dengan tatapan tak sadar.

Saat Takako melihat ini, dia berfikir ingin memeluk Alice. Dia telah memeluk benda-benda lucu di depan umum sebelumnya, dan karena hal itu masih belum menimbulkan masalah, dia meresponsnya seperti itu.

“Baiklah, aku akan mengajarimu metode khusus untuk menjadi Level 999! Nilai exp masih bisa didapat, meskipun kamu berada di level yang lebih tinggi. Kagami-chan sudah memverifikasi hal ini. ”

“Level yang lebih tinggi?”

“Bahkan jika kamu berada di level yang lebih tinggi, jika kemampuan lawanmu lebih besar dari kemampuanmu, kamu akan tetap mendapatkan exp. Ini biasanya tidak normal, tapi karena Kagami memiliki Peran Desa yang paling lemah diantara yang lain, dia bisa mendapatkan keuntungan. ”

Alice tidak bisa menahan diri untuk merasa lebih antusias saat mendengar ini. Karena penduduk desa lemah, dia tahu bahwa bahkan jika dia melawan Monster Level 500 di Level 900, dia hampir tidak akan bisa menang.

Mengingat tentang adanya Skill membuat  Alice lebih yakin. Semakin dia memikirkannya, semakin dia tidak bisa tidak bertanya-tanya tentang keberadaan yang menyebut dirinya Kagami.

“Aku  juga tidak tahu tentang itu. Tapi tidak apa-apa. Entah itu masa lalu atau masa kini, Kagami-chan adalah orang yang ramah yang tidak berubah. Karena itulah, sebaiknya Alice-chan merasa nyaman bukan? ”

Alice, yang telah murung tentang berbagai hal, terlihat riang karena kata-kata takako.

Dia tidak bisa mengajukan banyak pertanyaan, dan meski baru saja bertemu, sifat Kagami sangat ramah. Alice ingin tahu lebih banyak. Tidak masalah jika dia mulai belajar dari sekarang. Tidak perlu terburu-buru, dan setidaknya mereka akan mulai bepergian bersama.

“Dan karena aku di sini, Alice-chan juga harus  merasa terbiasa bersama kami.”

Alice mulai ceria saat Takako berkata begitu.

“I …itu  tidak seperti aku tidak ingin pergi ke pemandian air panas lagi. Aku baru mulai berpikir sedikit, itu saja. ”

“Tidak mungkin seorang gadis boleh berkeringat! Bahkan jika itu Kagami-chan, aku tidak akan memaafkannya! ”

Tubuh raksasa Takako mendekat ke Alice dan menunjuknya saat dia berkata begitu. Alice mulai kaget saat dia berkata seperti itu, dan dia secara alami tertawa alami.

“Ayoo kita pergi! … ke pemandian air panas!”

Takako dengan semangat memegang tangan Alice dan menunjuk ke arah pemandian air panas. Segera setelah itu, benda raksasa dan berwarna ungu jatuh ke arahnya, membuat bunyi “~ Dozun”.

“…Hah?”

Tingginya, mungkin empat kali lipat tinggi Takako?

Sejak benda itu, kebetulan, jatuh di daerah terbesar di alun-alun kota Balman saat tidak ada orang di sekitarnya, tidak ada orang di bawahnya. Jika tidak, itu pasti akan menghancurkan siapa pun di bawahnya.

Alice yakin akan hal ini saat melihat batu paving tanah yang telah hancur karena benda itu terjatuh dan tersentak ternyata itu adalah monster.

“Guru ………… Gururu …… Guru …… Gurufuu ……”

Monster itu menggeram dan perlahan mulai bergerak, memancarkan kilatan kuning dari matanya. Kedua kaki depannya masuk ke tanah dengan “~ zun”. Kemudian ia meletakkan dua kaki belakangnya dengan cara yang sama dan menghancurkan tanah, seolah-olah sudah siap untuk bertarung.

“Kau menghalangi jalan.”

“Guru … ..Ruo !? Buruooooooo !? ”

Namun, Bloody Buffer, yang jatuh dari langit, langsung menerima tendangan ke arah tubuhnya dari Takako dan diterbangkan sampai tak terlihat lagi dengan kecepatan yang menakjubkan. Suara itu terdengar keras monster itu bertabrakan dengan dinding bata kota dan menghilang, berubah menjadi Emas.

“Ayo, Alice-chan! Ayo pergi ke pemandian air panas! ”

“Oh, tidak, tolong tunggu sebentar. Luar biasa, ini pertama kalinya aku  bingung seperti ini. ”

Takako, yang tampaknya tidak peka terhadap apapun dan segera mengajak pergi ke mata air panas setelah membunuh seekor Monster yang jatuh dari langit dengan tendangan yang mendadak, membuat Alice pusing. Ketika mereka mengamati lingkungan sekitar mereka, mereka menyadari bahwa ada lebih banyak Bloody Buffer jatuh dari langit, satu demi satu.

Mengapa mereka masih dengan tenang mencoba pergi ke sumber air panas dalam situasi seperti itu? Alice agak takut akan hal ini.

“Ara. Cukup banyak dari mereka yang berjatuhan. Meskipun itu tak apa meski mereka jatuh di tokoku. ”

“Takako-san, sekarang bukan waktunya untuk santai!”

Sebenarnya, situasinya telah berubah menjadi gempar dan jeritan terdengar di seluruh Balman.

Mengapa Bloody Buffer jatuh dari langit? Ketika Alice dan Takako mengangkat kepala mereka untuk mencari penyebabnya, sekitar sepuluh monster bersayap hitam raksasa terbang di atas kota.

“Apakah burung-burung monster itu membawa para Bloody buffer itu? Kenapa, tepatnya? ”

“Tenanglah, Alice-chan. Meskipun disini mulai gaduh,tapi tidak masalah. Bagaimanapun juga ini adalah Kota Petualang. “

Tinggalkan Pesan