Chapter 2.7

“Dengar, jangan membuat wajah cemas seperti itu. Orang itu tidak buruk, aku jamin itu. ”

Alice mengikuti Kagami yang tenang saat mereka menuju ke penginapan. Setelah mendapatkan sebuah ruangan, Kagami meninggalkan Alice dan pergi mencari orang yang bisa diandalkannya.

“Kamu sangat lama … Kagami-san.”

Alice menunggu di dalam ruangan selama sekitar dua jam. Ruangan itu panjangnya kira-kira sepuluh tikar tatami, yang memiliki dua tempat tidur, meja, dan kursi yang memungkinkan untuk melihat pemandangan seluruh kota dari jendela.

Meski sempat berfikir untuk keluar ,hal itu pasti membuat Kagami khawatir, jadi dia duduk di tempat tidur untuk main-main dan menghabiskan waktu melihat kota dari jendela.

Meski begitu, sudah pasti membosankan untuk menunggu di ruangan itu selama dua jam tanpa melakukan apapun. Setelah beradaptasi dengan gaya hidup tidur di tempat terbuka selama perjalanannya dari desa iblis ke Dungeon, pastinya tidak mungkin untuk tidur di kasur. Dia hanya akan merasa tidak nyaman.

“Oi! Apakah kau bangun? Buka pintunya! ”

Saat dia mulai merasa sedikit tidak nyaman, dia mendengar suara ketukan tiga kali itu bersamaan dengan suara Kagami yang terdengar dari pintu masuk.

Ekspresi Alice berseri saat dia melompat dari tempat tidur dan pergi membuka pintu.

“Selamat datang kembali, Kagami-san! Aku akan membukanya sekarang! ”

Alice memutar kunci pintu dengan antusias dan membuka pintu dengan penuh semangat.

Lalu dia segera menutup pintu dan menguncinya kembali.

Begitu pintu dibuka, Alice menjadi tidak kaget. Dia telah melihat Kagami berdiri di depan pintu, tapi ada orang lain di belakangnya. Pria itu bertubuh besar dan berotot yang memiliki rambut panjang dengan kepang, dengan tinggi 1,2 kali lebih tinggi dari Kagami, dia memakai dougi pink dan menyerupai beruang.

“O-i, Alice, ini aku, Kagami. Aku bilang untuk membuka pintunya untukku. ”

Suara yang dia dengar pasti Kagami. Karena dia telah memanggil namanya, dia memutuskan untuk benar-benar mengkonfirmasi identitasnya dan sekali lagi mulai membuka pintu dengan perlahan.

“Araya … imut sekali!”

Alice membeku ketakutan melihat orang di belakang Kagami.

Tubuh pria itu tampak seperti tubuh yang telah dilahirkan untuk bertarung. Dia memiliki wajah kasar dengan dagu sumbing, yang dipisahkan menjadi dua dengan makeup , dan menggunakan pelembab seperti lip balm di bibirnya. Ketika Alice melihat sosok ini, dia berfikir untuk melarikan diri, tapi tidak ada jalan untuk melarikan diri.

Dougi pink membuat orang berpikir bahwa penampilan pria ini termasuk dalam kelompok orang itu. Dia merupakan orang yang benar-benar berbahaya dengan otot kuat dan kekar.
(TN: lelucon itu dia terlihat seperti gay)

“Cho, Takako-chan. Kau menakutinya jadi masuklah lebih dulu. ”

Ketika Alice melihatnya melewati pria besar itu, dia akhirnya melihat Kagami dan hatinya segera menjadi tenang.

“Astaga … aku tidak menakutkan kan ~? Wanita muda, aku ramah, benarkan ~? ”

Kagami merasa penampilannya tidak sesuai dengan yang dikatakannya. Alice, yang hampir pingsan ketakutan, menguatkan dirinya dan menutup pintu setelah pria besar yang mengenakan dougi pink memasuki ruangan.

“Yoisho, lihat, aku pergi dan membeli obatnya. Aku akan menyimpannya jadi kau tidak akan kehilangannya. ”

Kagami bergumam pada Alice segera setelah dia memasuki ruangan. Dia meletakkan ransel besar di pundaknya di samping jendela. Dia mungkin sudah mempersiapkan barang perjalanannya.

Dia kemudian mengambil sesuatu yang tampak seperti satu set teh dari ransel dan menyiapkan termos dengan minuman yang berbau seperti teh hitam. Pria besar itu duduk di kursi dan mulai minum dengan elegan.

“U … umm, Kagami-san? Teman yang kau bicarakan, apakah itu … orang ini? ”

Alice, yang melihat mereka berdua dengan tatapan tercengang, dengan malu-malu bertanya pada Kagami.

“Hmm? Ya? Orang ini adalah Biksu Level 124 yang paling handal, Takako-chan. ”

Alice masih kaget saat mendengar bahwa orang itu level 124 karena penampilan mereka tidak cukup unik sehingga orang lain bisa membayangkan jumlah seperti itu

Alice yakin kalau dia adalah seorang Biksu, tapi tak terduga saat Kagami bilang kalau dia adalah orang yang paling bisa diandalkan.

“Apa kau mendengarkan, Alice-chan? Astaga, kamu benar-benar imut … Mau makan sesuatu? ”

Alice cepat bergerak dan bersembunyi di balik punggung Kagami tanpa mengubah ekspresinya.

“Kubilang kau menakut-nakutinya. Takako adalah orang baik yang bersedia menjadi kawan kita tanpa masalah, bahkan setelah mengetahui kalau kau adalah seorang iblis. ”

“Eh …! Meskipun kau tahu kalau aku adalah seorang iblis …  kau tidak takut? ”

Alice melunakkan ekspresinya, terkejut mendengar komentar Kagami yang tak terduga.

Anehnya, dia merasakan kedekatan dengan biksu itu, yang tidak memusuhinya meskipun dia tahu bahwa dia adalah seorang iblis.

“Aku masih belum mengenalkan diri. Namaku Takako Vildar. Seperti kata Kagami-chan sebelumnya, aku adalah seorang Biksu. Aku  tidak akan pernah menyerangmu hanya karena kamu adalah seorang iblis, jadi kamu tidak perlu khawatir. ”

“K-kenapa? Bukankah iblis itu adalah pengganggu? ”

“Alice-chan adalah anak yang terlihat baik, dan itu membuatmu aman ~ … Selain itu, baik iblis maupun manusia tidak jadi masalah denganku.”

“Aku  juga bisa membunuh iblis di masa lalu, tapi suatu ketika, dulu, aku menghabiskan semua obat penyembuhanku dan seorang iblis akhirnya menyelamatkan hidupku… Sejak saat itu, aku menyadari bahwa iblis dan manusia tidaklah Berbeda.

Alice melebarkan matanya dan melirik Kagami dan Takako secara bergantian.

“U-Um! Aku ingin kau bekerja sama denganku! Aku ingin membangun hubungan persahabatan dengan manusia! ”

“Itu tidak mungkin ~. Itu adalah sesuatu yang tidak dapat kamu mengerti. Bagaimanapun, iblis tidak akan berhenti melukai manusia. Oleh karena itu, aku menjadi bosan bertarung dan sekarang mengelola Klub Gachi Muchi, yang memungkinkan Petualang Pensiunan menikmati hidup mereka di kota ini. Aku menjalani kehidupan yang menyenangkan, bukan? ”

Dalam keadaan seperti itu saat bertemu dengan Kagami, yang tiba-tiba datang untuk bermain di barnya. Dia mengajaknya dan, bersama dengan Petualang pensiunan lainnya, menikmati quest mencari harta bersama. Takako menghela nafas.

“Aku senang saat Kagami datang, karena dia tidak bisa datang untuk bermain akhir-akhir ini … Namun, permintaan tak terduga untuk mengawal iblis ini mengejutkan! Jika itu adalah permintaan dari Kagami, tidak mungkin untukku menolaknya, kau tahu. ”

“Tapi Takako-chan, kamu tidak bisa mengelola bar lagi.”

“Kenapa tidak datang ke Club? Kamu bisa menjual barang-barang disana . ”

“Tidak mungkin. Aku tidak ingin pergi ke tempat yang mengerikan itu lagi. ”

Saat melihat hubungan akrab di antara keduanya, kekhawatiran Alice pada Takako berangsur-angsur menghilang.

“Umm … maafkan aku Tadi, aku bertingkah buruk . ”

“Ara! Sangat sopan? , tidak apa? Penampilan seperti itu … tidak terlalu mengejutkan? ”

“Aku dalam perlindunganmu, Takako-san!”

Alice membungkuk untuk menunjukkan ketulusannya.

“Tidak apa-apa? Ah itu benar Alice-chan selalu tidur di tempat terbuka, bukan? Mau mandi? Bagaimana kalau kita pergi ke pemandian air panas di kota ini? itu tempat yang bagus dimana tidak ada terlalu banyak orang. ”

Alice menjadi bersemangat. Karena dia selalu tinggal di luar rumah, dia tidak pernah mandi.

Meski tak peduli berapa kali seseorang mandi, mereka tidak bisa melupakan perasaan berendam di air hangat.

“Y-iya! Aku ingin ikut! Ayo Kagami-san ikut juga! ”

“Jika kamu  ingin pergi mandi, berarti kalian berdua harus pergi. Laki-laki dan perempuan mandi ditempat terpisah jadi tidak ada artinya untukku pergi bersama kalian, kan? ”

“… Eh? Takako-san akan pergi bersamamu, kan? ”

“Apa yang kau katakan? Takako-chan adalah seorang wanita. ”

Pada saat itu, Alice yang bersemangat menyela pikirannya, berpikir “Menakjubkan, Kagami-san, untuk menggunakan sihir semacam itu untuk menghentikan waktu!”

“Baiklah … eh? dia seperti Kagami-san … Takako-san juga besar? ”

Memang, dia memakai make up dan dougi pink. Namun, tidak peduli apa yang dipikirkan Alice, tubuhnya jauh lebih besar daripada wanita normal.

“Tapi, Aku seorang wanita.”

Dada yang diperketat dengan otot, seolah-olah itu adalah plat besi.

Alice hanya berdiri sambil melihat otot-ototnya yang didapatkannya dari latihan. Itu adalah penampilan yang membuat orang berpikir bahwa itu tidak aneh bahkan jika dia dapat menghancurkan batu. Dia  terlihat lebih jantan daripada orang lain.

Tapi dia adalah seorang wanita.

Dia memiliki lengan dan kaki setebal kayu bulat, bersamaan terlihat seperti beruang ganas, dan pemilik Level 124 dari Klub Gachi Muchi di Balman.

Tapi dia seorang wanita.

“T-t-t-tunggu sebentar! Nah, Takako-san tidak punya dada! ”

“Payudara Takako-chan berubah menjadi otot dengan membakar semua lemaknya.”

Kagami mengurutkan barang bawaannya saat dia menanggapinya, seolah-olah dia sudah terbiasa dengan itu.

“Astaga! Kagami-chan! Tidakkah kau tahu bagaimana cara memilih kata-katamu dengan benar? ”

“Haha, berhentilah sangat serius Takako-chan. Kehidupanku akan cepat berakhir, kan? ”

Menanggapi ucapan kasar itu, Takako-chan mengarahkan tendangan ke punggung leher Kagami dengan kakinya. Suara keras terdengar saat dia menendangnya, dengan mudah menggoyangkan tanah.

Meskipun sangat mengesankan bahwa Kagami bertahan, Alice tidak bisa menyembunyikan keterkejutannya pada Takako-san, yang telah melepaskan tendangan seperti itu. Dia adalah … seorang wanita? Alice meragukannya tanpa ekspresi.

Tinggalkan Pesan