Chapter 2.14

Kemungkinan situasinya berbeda dengan yang mereka mereka. Satu-satunya tujuan dari serangan Bloody Buffer itu adalah untuk menyebabkan keributan dan kebingungan, karena ini adalah kota Petualang.

Sekalipun, kebetulan, seorang pahlawan datang ke kota ini, Serangan kilatan cahaya sang Hero hanya sebatas untuk mengalahkan satu Hell crow.

Namun, tak terduga bagi Bloody Buffer untuk diterbangkan ke langit, terutama oleh satu manusia.

Meskipun Bloody Buffer digunakannya hanya untuk memukul Hell Crows, Iblis tidak tau pasti apakah manusia juga telah terkena serangan itu dan sedikit demi sedikit merasa takut.
(ED: Dia takut karena menurutnya manusia tidak peduli dengan serangan yang ramah.)

Ada sesuatu yang tak terduga di dalam kota ini.

“Tenanglah sedikit.”

“Apa menurutmu aku bisa tenang !? Rencana ini benar-benar gila! Sial … Dengan ini, harga diri Raja iblis-sama akan …! ”

Suara di belakangnya menyebabkan dia menggelengkan kepalanya dan kehilangan ketenangannya dalam kemarahan.

Setelah beberapa detik berlalu, dia menyadari bahwa ada kehadiran yang membingungkan di belakangnya, yang telah berbicara dengannya seolah itu hal yang wajar. Dia tidak tahu mengapa mereka datang untuk berbicara dengannya, tapi seharusnya tidak ada orang yang bisa berbicara dengannya saat dia diberada diangkasa. Dia menjadi pucat dan gugup melirik ke belakangnya.

“Siapa kau…!?”

“Ada apa dengan pidato membosankan itu? Aku hanya penduduk desa yang lewat. ”

Iblis tersebut bingung karena kata-kata Kagami ketika dia melihat pemandangan aneh tentang kehadiran di depannya dengan tenang berdiri di antara Hell Crow. Kehadiran itu dengan santai menikmati pemandangan yang bisa dilihat dari ketinggian ini. Seolah-olah akan ada warga desa bisa berada disituasi ini. Orang desa?

“Penduduk desa … harus tahu batas kekuatan tubuh mereka!”

Ketika iblis yang takut mengenali keberadaan di depannya sebagai Warga Desa, dia dengan tidak sabar mengarahkan telapak tangannya ke Kagami dan melepaskan tiga tembakan dari jarak dekat yaitu Blast Annihilation Magic. Ledakan ledakan dahsyat dan api membara menyerang Kagami, tapi …

“Tenanglah.”

Hanya bagian atas pakaiannya yang tertiup angin. Orang yang terkena sihir itu mengulangi kata-katanya sebelumnya, sambil tetap tenang.

Kagami telah terkena kerusakan, tanpa diragukan. Kulitnya terbakar dan darah menetes dari luka yang ditimbulkan oleh ledakan tersebut. Namun, kerusakan yang didapatnya pun tergolong ringan.

Iblis telah merencanakan serangan itu untuk menunjukkan kekuatan aslinya. Tiga ledakan dari sihir Blast Annihilation seharusnya cukup untuk membunuh lawan yang berada di sekitar Level 80, atau setidaknya membiarkan mereka berada di ambang kematian. Dia gemetar saat melihat Kagami dan berpikir, “Orang itu …”

“Bagaimana kau bisa sampai kesini …? Jawab aku, manusia. ”

“Seseorang yang mirip seperti gorila menendangku. Kau  mungkin berpikir bahwa tidak mungkin dapat mendarat di Hell Crow dengan keberuntungan, tapi aku sampai di sini dengan menunggangi Hell Crow lainnya. ”

Meski Iblis itu tidak bisa benar-benar mengerti apa yang dikatakannya, dia menyadari bahwa manusia inilah yang telah diterbangkan sebelumnya.

“Siapa kau … jangan-jangan kamu bukanlah orang desa? Apakah kamu seorang pahlawan Atau mungkin kau seorang Sage? ”

“Nggak. Aku hanya penduduk biasa. ”

Kagami menunjukkan jendela Status Level and Role-nya seperti biasa. Ketika Iblis melihat nilai Level 999, dia terdiam karena terkejut.

“T-tidak mungkin! Tentunya manusia seperti itu tidak ada! ”

Dia berkomentar beberapa detik kemudian, seolah-olah jantungnya berhenti berdetak untuk sementara waktu.

“Tidak, memang begitu.”

Kagami menjadi ragu dan membuat ekspresi khawatir saat melihat iblis yang bersemangat dan berpikiran sempit.

“Kau dengar … jika ada orang sepertimu di luar sana, maka, dengan ini, posisi Raja Iblis akan …!”

“Ah, tenanglah. Aku sama sekali tidak memiliki keinginan untuk mengalahkan Raja Iblis. ”

“…? Apa maksudmu?”

“Aku berteman dengan putri Raja Iblis. Namaku Kagami Kouji. Senang bertemu denganmu.”

Iblis itu menunjukkan kebingungannya dan terkejut pada kata-kata Kagami.

“Aku tidak begitu mengerti apa yang kau katakan.”

“Nah, maksudnya adalah saat ini aku sedang berpergian sambil merawat putri raja iblis.”

“… !? Kau bilang kalau Alice-sama berada di kota ini !? ”

Meskipun Iblis itu tidak tahu apa yang Kagami katakan itu benar, dia khawatir bahwa dia mungkin telah menempatkan anak perempuan raja iblis dalam bahaya dan dadanya terasa sakit.

Sebelum operasi ini dimulai, iblis telah mencari Alice, karena telah ada perintah dari Raja Iblis untuk membawa Alice kembali. Dia telah menuju Desa iblis dimana Alice seharusnya tinggal tapi tidak dapat menemukannya, meskipun Tentara Raja iblis telah mencari sekeliling dengan seluruh pasukan.

Oleh karena itu, terlepas dari niat sebenarnya dari orang ini, yang mengklaim bahwa dia adalah teman Raja Iblis, kesempatan Alice berada di sini cukup besar. Lagi pula, tidak ada alasan bagi manusia normal untuk mengetahui bahwa Raja Iblis memiliki seorang anak perempuan.

“Apakah kau … sekutu iblis?”

Meski sangat tidak mungkin, iblis itu setidaknya mencoba untuk bertanya pada Kagami.

“Aku bukanlah sekutu maupun musuh. Padahal, aku pikir itu tak dapat dipungkiri bahwa Raja Iblis akan dibunuh. ”

Si Iblis sedikit kembali tenang. Ekspresi Kagami cerah saat melihat bahwa sang Iblis mengerti sebagian dari apa yang dia bicarakan.

“Akhirnya, Aku terselamatkan karena ada pria itu benar-benar mau berbicara denganku. Aku adalah manusia sehingga pasti tidak ada yang mau mendengarkanku, hanya karena aku yang seharusnya menjadi musuh. ”

“Jika kau bermaksud bahwa kau tidak datang untuk mengalahkanku, apa yang akan kau lakukan? Apakah kau datang untuk memberitahuku bahwa kau memegang Alice-sama sebagai sandera ?! ”

“Aku  datang untuk mengajukan pertanyaan.”

Saat Kagami tersenyum, sang Iblis merasa kedinginan dan tidak bisa mengatakan apapun. Itu bukan karena tingginya atau derasnya angin dingin yang disebabkan oleh kecepatan terbang Hell Crow. Iblis itu diserang oleh perasaan cemas yang luar biasa dan merasa seolah-olah tangan dan kakinya benar-benar terikat.

“Operasi serangan ini, apakah ini perintah dari Raja Iblis?”

“Itu … itu tak dapat disangkal perintah dari Tuan Raja Iblis! Tuan Raja Iblis akhirnya mulai bergerak untuk menghilangkan penghinaan yang telah kami terima dari manusia sampai sekarang! Semua manusia harus dimusnahkan! ”

“Meskipun aku bilang sebelumnya bahwa aku bukanlah musuh ataupun sekutu, jika aku adalah musuh kalian, Apa itu tak apa-apa jika aku memutuskan untuk membunuh Raja Iblis?”

Saat itulah Iblis akhirnya mengerti apa yang telah dirasakannya. Mata pria di depannya itu haus darah, seolah menunjukkan bahwa pria itu datang untuk memukulnya. Seolah-olah pria itu mau melakukan sesuatu yang mungkin bukanlah kebohongan itu.

Mungkin melihat ini, Kagami berhenti tersenyum dan menjadi tanpa ekspresi. Meskipun kata-kata Kagami bukan lelucon, Iblis itu berkesimpulan bahwa dia bisa mengkonfirmasi maksud asli Kagami di balik maksudnya datang ke tempat seperti itu.

“Bajingan … Kau bilang sebelumnya bahwa kau berteman dengan Raja Iblis. Apakah itu … sungguhan? ”

“Aah, itu. Aku terlalu membesar-besarkannya sehingga aku bisa berbicara denganmu dengan tenang. Meskipun hubungan kami tidak cukup baik untuk disebut teman … dia adalah kenalan lama. Aku diperlakukan dengan baik, sudah lama sekali. ”

“Kau bilang kalau kau diperlakukan dengan baik?”

“Aah, Raja Iblis pada saat itu sebenarnya bukanlah pria yang sedang berpikir untuk mencoba menghancurkan manusia. Sebaliknya … dia adalah orang yang penuh filosofi. Itulah alasanku datang ke sini. ”

Kagami memejamkan mata dan mendesah besar, seakan mengingat hari-hari itu.

Lalu dia perlahan membuka matanya dan mendekat ke Iblis. Dia membuka mulutnya saat melihat tatapan iblis dengan serius.

“Apakah benar-benar Raja Iblis yang memberikan perintah itu? Apakah Raja Iblis mengatakannya secara langsung kepadamu? ”

Iblis itu diliputi oleh keseriusan Kagami. Dia bertanya-tanya, “Mengapa orang ini khawatir dengan Raja Iblis yang memberikan perintah seperti itu?” ]

“Alice mengatakan bahwa Raja Iblis lemah karena penyakit.”

“… Alice-sama? Mustahil. Raja Iblis masih hidup dan sehat! ”

“Alice sudah berjuang sendiri untuk Raja Iblis. Karena dia seperti itu, dia tidak akan memikirkan kemungkinan bahwa kalian berbohong. Sementara tentang masalah ini, aku tidak berpikir bahwa dia percaya bahwa Raja Iblis juga akan mencoba menghancurkan manusia. ”

Sang Iblis menyadari bahwa rasa haus darah yang Kagami keluarkan sebelumnya bukanlah karena Kagami mencoba untuk membunuhnya.

Dia dengan jujur percaya bahwa Raja Iblis bukanlah seseorang yang akan melakukan hal seperti itu, jadi dia membenarkan apakah kepercayaannya telah dikhianati atau tidak. Ketakutan yang dirasakan iblis itu yang berasal dari hawa nafsu awal Kagami sedikit berkurang karena dia mengerti ini.

Tinggalkan Pesan