Chapter 2.11

Kota itu diselimuti oleh pemandangan aneh dimana Bloody Buffers yang satu per satu  terbang kembali ke langit. Sepertinya sapi-sapi itu telah melakukan yang terbaik untuk berdiri di atas tanah, namun ditarik kembali oleh kekuatan Tuhan dan terbang ke langit. Pemandangan itu kemudian menjadi terkenal di kota.

“Takako-san, Bloody Buffer terbang ke langit, satu demi satu … apa yang terjadi?”

“Kagami-chan mungkin satu-satunya yang bisa melakukan hal seperti itu. Bahkan jika aku dalam kondisi terbaikku, aku tidak berpikir bisa melempar sampai ke burung-burung yang terbang di langit itu. Hanya dia yang mampu melemparkan mereka setinggi itu. ”

Alice mendengarkan ini sambil menatap Monster yang berdiri di sampingnya dengan mulut terbuka lebar. Takako, di sisi lain, terlihat sangat gembira saat melihat Bloody Buffers dan Monster burung jatuh satu per satu.

“Tapi, seperti yang diharapkan Kagami-chan. Rasanya dia dengan mudah menerbangkan mereka. Sepertinya dia segera mengerti apa yang sedang terjadi. Ayo pergi, Alice-chan. ”

Takako mulai berjalan menuju ke arah tempat Bloody Buffer terbang. Alice mengangguk setuju dan mengejarnya.

Ketika mereka memeriksa kota saat mereka berlari, mereka melihat bahwa penduduk kota telah melarikan diri dari situasi yang membingungkan. Setengah dari mereka dalam mood yang bagus, sementara separuh lainnya meneriakkan kemarahannya terhadap iblis.

Mereka yang menganggap itu seperti sebuah festival minum sake sambil menonton Bloody Buffers terbang ke udara. Mereka juga berteriak dan bersorak saat menyaksikan petualang melawan Bloody Buffer yang sedang mengamuk di dekatnya.

Namun, kota ini tidak sepenuhnya rusak dan sedikit yang senang dengan The Bloody Buffer. Beberapa mengalami luka-luka, sementara yang lain rumahnya rusah. Mereka melotot pada Monster Burung yang terbang berkelompok dengan keinginan untuk membalas dendam.

Saat melihat ini, ekspresi Alice menjadi sedih. Dia berfikir bahwa dia mungkin disalahkan karena mencoba membuat perdamaian  antara iblis and Human.

Takako mencoba menghiburnya dengan mengatakan “Ini bukan pertama kalinya ini terjadi”, dan terus berjalan depannya. Meskipun dia berharap mereka bisa bekerja sama, jelas bahwa orang-orang yang berdiri di sana akan menentang gagasan tersebut.

“Petualang! Sekarang saatnya untuk berdiri! Seakan kita kalah saja melawan Bloody Buffer! Mari bergabung, kalahkan semua Monster, dan biarkan mereka yang menentang kita mengetahui kekuatan manusia! ”

“Uooooooooh!”

Petualang ditujukan untuk menaklukkan Raja Iblis dengan mengalahkan Monster, dan party yang berdiri di depan mereka, di barisan depan, telah menyampaikan pidato di depan Bloody Buffer yang hampir mati.

Rex menusuk Bloody Buffer dengan pedangnya. Krul berdiri di sampingnya, terlihat serius, dan Tina bersembunyi di belakang mereka karena malu, sementara Palna menguap seolah merasa kesal.

“Lihat! Tidak mungkin Peran lain bisa menggunakan teknik pedang ini! Kekuatan teknik ini tidak hanya bualan! ”

Rex menarik pedangnya lepas dari Bloody Buffer dan mengeluarkan teriakan keras ke arah langit.

Bloody Buffer itu berubah menjadi emas setelah terkena kilatan cahaya yang dilepaskan ke Rex dan menerangi langit yang gelap.

Cahaya yang dilepaskan ke Rex mengeluarkan listrik, menyebabkan gelombang kejut kecil menerpa lingkungannya, dan mengelilingi pedang pedang Rex.

Kemudian dia memposisikan dirinya seakan dia telah menyarungkan pedangnya dan perlahan-lahan mulai menggerakkan pedangnya.

「Holy Thunder ・Furious Beheading Wave!」

Rex mengayunkan pedangnya ke arah langit sambil mengucapkan nama Skillnya, meski ia tidak perlu mengatakannya. Tubuh terangnya bersinar, cahaya dikeluarkan dari pedangnya, dan berjalan lurus ke arah Hell crow dengan kecepatan yang luar biasa, membentuk sabitan cahaya.

Sabitan cahaya mengenai salah satu Hell Crows, menusuknya, dan melepaskan sengatan listrik yang cukup kuat untuk membakarnya sampai hangus.

Hell Crow berubah menjadi koin emas dan permata sebelum sengatan listrik padam, sehingga koin emas dan permata berubah menjadi debu.

“Lihat! Hanya dengan kekuatanku sendiri, monster hebat yang terbang di langit tidak lagi sebanding! Tidak cukup menakuti kita jika Cuma mereka yang menyerang! ”

Rex mengembalikan pedangnya ke sarungnya saat keringat menetes di keningnya. Meskipun itu wajar baginya untuk menjadi kuat, karena ia adalah Pahlawan, ia mampu mengalahkan Monster level tinggi dalam satu pukulan. Alice menatapnya dengan hormat dan tersentak, “Menakjubkan … seperti yang diharapkan dari Pahlawan.”

“A-apa kau baik-baik saja, Hero-sama? Sepertinya tubuhmu menerima serangan kilat itu? ”

Krul segera berlari setelah melihat Rex yang melemah terhuyung-huyung karena menggunakan keahliannya.

“… Aku baik-baik saja, tapi … karena aku menggunakan sebagian besar kekuatanku, aku hanya bisa melepaskan dua kali serangan. Kami tidak akan membiarkan Pasukan raja iblis  menjadi ancaman bagi Manusia, bahkan jika kita tidak memiliki kekuatan. ”

Kata Rex dengan tatapan lelah. Krul mengangguk dalam diam dan mengumpulkan perhatian petualang di sekitarnya.

“Tolong dengarkan aku, semuanya. Tentunya, kekuatan Hero itu luar biasa, tapi bukannya tidak terbatas! Kerja sama semua orang sangat penting untuk menunjukkan kekuatan kemanusiaan kepada Tentara Raja iblis … Tolong pinjamkan kekuatan kalian, atas nama Pahlawan! ”

“Uooooh! Ayo lakukan itu! ”

Dengan dorongan Krul, semangat para petualang bangkit dan mereka mengangkat senjata mereka satu per satu.

“Hero-sama … apa kamu baik-baik saja? Aku akan melayanimu s-sekarang! ”

Sementara itu, Tina dan Palna mendekati Rex dan Tina yang lelah lalu memberikan ramuan untuk menyembuhkan stamina tubuhnya. Palna tampak terkejut saat memuji skill「Holy Thunder ・Furious Beheading Wave!」nya.

“Situasi  ini agak buruk.”

Takako bergumam sambil mendesah. Alice tidak mengerti apa yang membuat situasi itu terlihat buruk. Dia telah mempertimbangkan berbagai risiko untuk mengumpulkan mereka bersama-sama untuk membawa mereka lari, tapi sebenarnya bukan situasi yang bisa disebut ‘buruk’. Dia menatap iblis di langit dan memiringkan kepalanya, karena tidak mengerti.

“Semuanya, perlu untuk mengkoordinasikan timmingmu! Tidak hanya lawan kita terbang di langit, mereka adalah Monster level Tinggi. Tidak seperti Hero-sama, aku tidak berpikir kita akan mengalahkan mereka dalam satu serangan. ”

Saat Alice memikirkan kata-kata Takako, Krul mengeluarkan instruksi kepada para petualang yang berkumpul. Bersama Rex, mereka bersiap untuk mengeluarkan skill serangan jarak jauh. Mereka yang tidak mempunyai skill jarak jauh mengeluarkan Panah and busur, sementara mereka yang bisa menggunakan sihir mulai melafalkan mantra.

“Hmm?”

Takako mulai terlihat bermasalah dan tersenyum sambil mengeluarkan suaranya, seolah-olah kesempatannya telah tiba.

Meskipun Alice tidak tahu apa yang dipikirkan Takako, sepertinya tidak ada hubungannya dengan Petualang di depannya.

“Sekarang! Semua serangan! ”

Atas perintah Krul, semua serangan para petualang ditembakkan secara bersamaan.

“Takako-chan! Aku serahkan padamu! ”

“serahkan padaku!”

Hampir pada saat bersamaan, suara seorang pria bergema, memanggil Takako., Takako melompat ke langit, menyebabkan suara ledakan bergema.

Di saat selanjutnya, sesuatu mulai muncul dalam penglihatannya. Sepasang Bloody Buffer tiba-tiba terbang satu sama lain dan menghalangi sebagian besar serangan Petualang.

Dua Bloody Buffer tertusuk dengan panah, melindungi Monster terbang itu. Takako, yang telah lompat ke udara sebelumnya, menendang jatuh Bloody Buffer ke tanah.

Bloody Buffer yang ditendang jatuh secara alami mati dan tubuh mereka berubah menjadi emas.

“Hei, hei … beri aku istirahat. Meskipun butuh sedikit usaha untuk memastikan keempat monsternya jatuh. ”

Apa yang telah terjadi? Kebingungan, sebagian besar Petualang di sana mendengar suara itu dan melihat ke arah yang sosok yang telah membawa Bloody Buffers.

Di sana, seorang pria muda seperti yang terlihat seperti seorang penduduk desa menyeret dua Bloody Buffer dengan tanduk mereka dengan satu tangan. Itu adalah Kagami.

“K- … kau!”

Mengapa ada warga desa yang menyeret Bloody Buffer dengan satu tangan? Aneh rasanya aneh kalau disebut lelucon. Semua Petualang yang berkumpul tampak terkejut. Namun, satu-satunya yang tak mengatakan apa pun adalah orang yang sudah tahu dan sempat berbincang dengan pria ini, Krul.

Wajah Rex berubah dan dia melotot ke arah penduduk desa itu dengan sepenuh hati.

“Yoishotto.”

Kagami berjalan kearah Krul dan dengan paksa menancapkan Bloody Buffer yang telah diseretnya ke tanah. Palna melihat ini dan berkata, “Ini benar-benar ditancapkan ketanah,” dengan senyum kering.

“Kenapa kau di sini … apa Bloody Buffer itu dilemparkan olehmu? Bagaimana Bloody Buffer ini dikalahkan? ”

“Begitu banyak pertanyaan. Apa itu normal kalau berfikir aku satu-satunya villager di Balman? Omong-omong, kau tidak perlu khawatir dengan Bloody Buffer ini, karena mereka tidak sadarkan diri. ”

Kagami Terlihat segar, hampir seperti dia telah membajak ladang. Krul melihat Kagami dengan rasa ketidakpuasan.

“Apa artinya ini! Meskipun kami berusaha keras untuk mencoba dan menghadapi Tentara Raja Iblis dengan gabungan  kekuatan kami … Kau menghalangi kami! Apa kau hanya ingin memamerkan kekuatanmu seperti itu? Atau apa kau benar-benar bekerja sama dengan iblis … adik perempuan itu, tentu pasti begitu! ”

“Dosukoi”

“Hyan !?”

Kagami mendengarkan kru yang terus-menerus mengeluh, tapi dia kehabisan kesabaran karena terlalu lama mengoceh. Dia memukul kepalanya dengan pelan dan Krul kaget. Krul secara alami memegangi kepalanya dan dia mengeluarkan suara lucu saat terpukul.

“T-tiba-tiba, apa yang kau …? Ini adalah pertama kalinya dalam hidupku, sejak aku lahir, aku dipukul seorang laki-laki! ”

“Sebaiknya kau perlakukan itu sebagai pengalaman berharga.”

Saat melihat Kagami tidak menunjukkan penyesalan, Krul melotot pada Kagami dengan muka berwarna merah. Dia tidak begitu mengerti jika dia merasa malu, marah, atau takut.

“Putri … meskipun itu ide bagus untuk menyerang dengan bersama-sama, kau hanya akan mendapatkan tiga poin dari sepuluh.”

Tatapan marah Krul hilang saat mendengar ini dan dia tampak bingung.

“K-kenapa?”

“Ini kota, bukan? Akan berbeda jika itu memiliki cukup kekuatan untuk membunuh mereka dalam satu serangan, tapi bukankah kecerobohan Anda untuk menyerang mereka tanpa memikirkan hal itu? Tidakkah akan berbahaya jika monster yang melemah jatuh di tempat dimana terdapat banyak orang-orang disekitarnya? Hell Crows adalah monster Level 138, jadi mereka berbahaya meskipun tidak terbang. Apa yang akan kau lakukan setelah itu? ”

“I-itu …”

Krul mengalihkan tatapannya dari Kagami, dengan ekspresi hampa. Dia tidak mempertimbangkan kerusakan yang akan terjadi sementara Petualang disekitarnya mencoba membunuh Monster itu.

“Juga, bukankan busur bukanlah pilihan yang bijaksana? Jika mereka meleset, anak panah akan jatuh seperti hujan ke arah kota. Bukankah itu akan menyebabkan luka serius bagi siapa pun dari mereka yang terkena itu? Akan sangat berbahaya jika Takako-chan tidak ada di sana. ”

Kagami melakukan kontak mata dengan Takako, yang mengacungkan jempol sebagai ‘kerja bagus’.

Setelah dia menjelaskannya sejauh itu, semua orang di party pahlawan, dan juga Alice, mengerti maknanya di balik tindakan Kagami sebelumnya. Itu untuk melindungi orang-orang yang tinggal di kota.

“Nah, ini karena kurangnya pengalaman. kau harus lebih terbiasa bertarung. Namun, aku pikir konsepmu juga bagus? Setelah ini, jika kau melakukan yang terbaik, kupikir kau akan bisa menginstruksikan orang lain dengan  lebih tepat. Pertama-tama, kau harus mempertimbangkan apa yang harus menjadi prioritas tertinggi. ”

Krul sangat sadar bahwa dia terlalu terobsesi dengan Monster dan tidak terlalu memikirkan hal lain. Dia ingin mencoba menanggung beban mengalahkan Monster itu sendiri, daripadai tanggung jawabnya. Dia merasakan rasa syukur pada Kagami.

“Tapi, Pahlawan di sana, kau tidak berguna. Poin nol. ”

Sebelum dia bisa menyampaikan rasa syukur ini, Kagami menunjuk Rex sambil melepaskan kebencian yang tidak biasa, membuatnya menelan kata-katanya.

Rex secara alami takut dan bingung dengan jari yang menunjuk ke arahnya.

“K … kenapa?”

“Kekuatan skillmu sangat luar biasa. Seolah-olah Skill itu menunjukkan kehebatanmu karena memilikinya … tapi kau membuat emas dan item drop hilang. Hanya untuk itu, aku tidak akan pernah memaafkanmu. Itu tidak bisa dimaafkan. ”

 

Tinggalkan Pesan