Chapter 11 Part 3

「Siapa kau? 」

「Namaku Saijo Cruz. Kau dapat menganggapku sebagai… sesuatu yang seperti seorang Ayah bagimu」

Setelah mendengar kata-kata itu, Alice tanpa sadar mengerutkan keningnya ketika dia mengambil beberapa langkah mundur untuk menjaga jarak.

「Ugh, Aku harus mengatakan bahwa itu terasa sedikit menyakitkan saat melihatmu bereaksi seperti itu. Tapi itu kebenarannya 」

「Aku hanya mempunyai satu Ayah. Juga, aku tidak suka gagasan memanggil “Ayah” ke orang yang baru saja aku temui 」

Entah kenapa, Cruz tersenyum bahagia setelah mendengar jawaban itu dari Alice sementara dia terlihat waspada di depannya.

「Setiap orang yang datang ke sini biasanya mengatakan hal yang sama. Kau juga mengatakannya… Fufu 」

Kemudian, Cruz mulai tertawa bahagia layaknya seorang anak kecil yang tak merasa khawatir tentang lingkungannya. Alice tidak menyadari alasan yang membuatnya sangat bahagia, dia tidak bisa menahan napas sambil menunggu Cruz melanjutkan pembicaraan.

「Jadi … Ada beberapa hal yang ingin aku dengar, tapi pertama-tama, izinkan aku memberi tahumu hal yang sama seperti yang telah aku katakan kepada semua orang yang telah datang ke sini sebelumnya. Selamat datang di Bumi… ke Bumi 」

Alice hanya bisa memiringkan kepalanya dalam kebingungan setelah mendengar kata-kata itu, kata-kata yang baginya, itu seharusnya sudah tidak asing lagi. Alasannya adalah karena suatu alasan, dia merasa kata itu terasa sedikit berbeda dari biasanya.

「Bumi? Bukan Earth Clear? Apa ini adalah dunia yang berbeda dari tempat asalku? 」

「Pada dasarnya sama … meskipun juga bisa dianggap sebagai dunia yang sama sekali berbeda. Dunia tempat kau tinggal, Earth Clear adalah mimpi, sedangkan dunia tempat kau dan aku berada sekarang adalah Bumi yang sebenarnya 」

Alice yang telah bersikap waspada tidak bisa menahan diri untuk menjadi lebih waspada setelah mendengar kata-katanya sementara dia mulai merasa lebih bingung. Alice merasa bahwa dia bukanlah musuh, karena begitu mudahnya dia memberinya informasi, namun meskipun demikian, Alice benar-benar tidak dapat memahami apa yang dia katakan.

「Sungguh penampilan sangat cantik. Ini adalah penampilan dari yang seseorang, yang tidak peduli betapa kerasnya ia berusaha, tidak akan dapat memahami apa yang sedang terjadi 」

「Aku ingin menanyakan sesuatu kepadamu… Di mana Menou? Apa kau adalah orang yang membawa Menou? 」

「Dia terlihat cukup kuat, jadi aku memutuskan untuk mengirimnya ke Aula Utama terlebih dahulu. Akan menjadi masalah jika dia bertindak kasar ketika aku muncul. Ngomong-ngomong, ada alasan mengapa aku memutuskan untuk mendekatimu untuk berbicara denganmu dengan cara seperti ini. Aku ingin … berbicara dengan iblis. Ini pertama kalinya … bahwa beberapa iblis datang ke sini 」

Lalu, dia bergumam, 「Sekarang aku merasa puas」, sambil menjentikkan jarinya. Segera setelah itu, lingkaran cahaya berwarna biru muncul di bawah kaki Alice dan Cruz.

「Akan sangat menjengkelkan jika harus menjelaskan semuanya secara berulang-ulang, jadi kau harus menunggu sampai kita tiba di tempat dimana yang lainnya berada dan mendengarkan sisanya」

Kemudian, setelah cahaya biru muncul di bawah Alice, dia merasa seolah-olah tubuhnya mulai mengambang sejenak, kemudian pada saat berikutnya, pemandangan di depannya berubah. Tempat yang menjadi tujuannya tampak seperti semacam aula utama di mana ada juga Takako, Rex, Tina, Krull, Palna dan Menou.

「Alice!」

Segera setelah dia menyadari kedatangan Alice, Palna mulai berlari ke arahnya dengan ekspresi lega di wajahnya, dia memeluknya dan memastikan bahwa itu benar-benar dia dan bukanlah sebuah ilusi. Segera setelah itu, yang lainnya juga mulai berlari menuju Alice.

「Alice-sama … kau baik-baik saja? Apa sesuatu terjadi padamu? 」

「Aku baik-baik saja. Kau juga sepertinya baik-baik saja, Menou 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Mungkin, karena dia belum terbiasa melihat Menou tanpa tanduknya yang sekarang pada pandangan pertama terlihat persis seperti manusia, Alice tidak bisa melepaskan pandangannya dari Menou yang bisa dengan mudah disebut sebagai seorang pria yang menarik, sementara dia menunjukkan senyuman yang terlihat sedikit canggung. Sambil melihat pertukaran itu, Tina berpikir, 「Kurasa itu normal … 」, sambil memperhatikan reaksinya.

Takako, Krull dan Rex, yang merasa lega setelah tahu semua orang aman, mereka menghela napas sambil tersenyum.

「Ha ~ a … Aku senang semuanya baik-baik saja. Aku khawatir ketika aku melihat bahwa hanya Menou yang muncul. Orang itu sangat khawatir sampai-sampai dia bahkan tidak bisa mengucapkan sepatah kata pun 」

「Cukup. Kupikir siapa pun akan berperilaku seperti itu jika mereka berada dalam situasi seperti ini 」

Palna yang memeluk Alice tiba-tiba menariknya pergi ketika dia berbalik untuk melihat siapa yang ada di belakangnya. Ada Cruz di sana yang tampaknya sedang tersenyum sinis.

「Oh? Apa kalian tidak akan terkaget lagi? 」

「Aku tidak cukup lemah untuk terkejut lagi setelah orang yang sama muncul entah dari mana dua kali berturut-turut」

Palna mengatakan itu sambil perlahan mundur. Saat melihat itu Cruz tersenyum puas, dia mundur beberapa langkah, lalu.

「Lalu, izinkan aku mengatakannya sekali lagi, selamat datang semuanya! Selamat datang di Tahap Berikutnya … Sudah lama sejak beberapa Pahlawan-sama datang ke Bumi. Bukan hanya itu, tapi bahkan kali ini sekitar tujuh orang yang berhasil… izinkan aku memperlakukan kalian dengan keramahtamahan terbesar yang bisa aku tawarkan kepada kalian」

Berlawanan dengan nada suara yang terasa ceria dan energik yang digunakan Cruz untuk mengucapkan kata-kata itu, semua orang tetap diam sementara ketegangan meningkat di antara mereka. Situasi saat ini terlalu membingungkan bagi mereka untuk membiarkan mereka merespon dengan energi yang sama dengannya.

「Kalian semua benar-benar membosankan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan, maksudku, bukan seolah-olah sesuatu akan terjadi pada kalian, tahu? Kalian dapat mempercayaiku, lagi pula kalian bisa mengatakan bahwa aku adalah rekan kalian 」

「Jika kau benar-benar rekan kami seperti yang kau katakan, maka beri tahu kami … Tempat apa ini? Kau bilang ini di Bumi. Apakah ini berbeda dengan Earth Clear? … Dunia yang merupakan tempat tinggal kami」

Takako bertanya sambil berusaha menekan kecemasannya. Setelah semua orang menanyakan hal yang sama, Cruz mengangguk setuju.

「Eath Clear adalah … Versi lain dari dunia ini, dari Bumi, di mana 『 tragedi terburuk tidak terjadi 』. Ini adalah Bumi lain yang diciptakan sebagai tempat evakuasi yang dapat dihindari umat manusia untuk mencari harapan … Dengan kata lain, itu adalah Dunia Palsu 」

「… Apa maksudmu? 」

Rex bertanya dengan tatapan bingung setelah mendengar bahwa dunia yang menjadi tempat tinggalnya tidak benar-benar ada. Namun, Cruz hanya diam dan memperhatikan Rex ketika dia tersenyum, lalu berkata, 「Semuanya tepat waktu」.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *