Chapter 11 Part 27

Pada saat itu, seolah-olah telah memperhatikan sesuatu, pria berpenutup kepala itu mulai menjauh dari anggota Resistance. Balmung, dalam upaya untuk memahami alasan tindakannya pun mulai melihat ke arah tempat di mana pria berpenutup kepala itu mundur. Segera setelah itu, wajah Balmung memucat.

「- !? Semuanya, mundur! Larilah ke Noah sekarang! 」

Di arah yang Balmung lihat, dia bisa melihat para Beast’s Fangs yang akhirnya berhasil melarikan diri dari perangkap yang ditetapkan oleh anggota Resistance, dan sekarang berlari ke arah mereka dengan mata yang dipenuhi dengan kebencian dan niat membunuh.

「Cepatlah … Melawan mereka sekarang setelah hampir semua orang kehilangan senjata sihir mereka, itu tidak lebih dari bunuh diri! Lari! …… Lari dengan sekuat tenaga! Cepat lari jika kalian ingin hidup! 」

Segera setelah mendengar kata-kata itu, semua anggota barisan belakang yang bersembunyi di bawah jembatan pun mulai berlari kembali ke Noah. Sisanya mulai mengejar mereka.

「「 「WaaoouuuuuUUUUUUUUUUUUH!」 」」

Segera setelah anggota Resistance mulai melarikan diri, para Beast’s Fangs  juga mulai mengejar mereka ketika mereka mengeluarkan lolongan yang dipenuhi kebencian yang hanya meningkatkan rasa takut yang dirasakan semua orang. Namun, sebelum mereka bisa mencapai mereka, Takako dan anggota barisan depan lainnya memperlambat langkah mereka untuk memposisikan diri di belakang anggota barisan belakang, untuk mengusir serangan Beast’s Fangs  dan memberi yang lain lebih banyak waktu untuk melarikan diri.

「Menou-chan, bawa Tina-chan ke tempat aman! Sisanya dukung yang lain saat mereka melarikan diri! 」

Setelah mengangguk pada kata-kata Takako, semua orang, dengan senjata yang sudah mereka siapkan pun mendekati Balmung untuk menerima instruksinya dengan lebih mudah. Di sisi lain, Menou berkata, [Ayo, Tina-dono! Tolong pegang aku!], Ketika dia meraih Tina dan mulai berlari di belakang anggota barisan belakang yang telah melarikan diri sebelumnya.

「Maafkan aku …… tapi bagaimanapun juga terima kasih! Yuki! Bawa Mary dan bergabunglah kembali dengan orang-orang yang sudah melarikan diri! 」

「Dimengerti! Semua orang …… kembalilah dengan aman! 」

Balmung akhirnya tenang setelah melihat Yuki dan Mary melangkah maju untuk mengejar ketinggalan dengan anggota barisan belakang lainnya ketika Takako dan yang lainnya menyusulnya.

Kemudian mereka semua mengalihkan pandangan mereka ke Beast’s Fangs  yang mengejar mereka.

「Jadi apa yang akan kita- …… apa-apaan itu!? Mereka terlalu cepat, pada tingkat ini mereka akan segera mengejar kita 」

「Aku sudah tahu itu! Semua unit barisan depan, bersiaplah untuk mengusir serangan Beast’s Fangs  segera setelah mereka mengejar kita! Mereka yang bisa menggunakan sihir, gunakanlah itu untuk memperlambat pengejar kita! 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Beast’s Fangs  yang umumnya bisa menunjukkan kemampuan mengesankan bahkan di medan yang sulit saat ini berlari melintasi medan yang tidak rata, dan dengan demikian mampu berlari dengan kecepatan yang sebanding dengan Prajurit level 100 bahkan setelah kehabisan banyak tenaga untuk melepaskan diri dari jebakan saat mereka jatuh ke sungai.

Siapa pun yang ceroboh untuk sesaat akan berakhir terbunuh oleh mereka. Palna yang mengerti akan hal itu, dalam upaya untuk menghentikan mereka bahkan walau hanya sesaat pun mencoba menggunakan sihir petir pada mereka untuk melindungi dirinya saat melarikan diri, tapi—

「Tsk …! Itu sama sekali tidak bekerja! 」

Beast’s Fangs terus mengejar mereka bahkan tanpa sedikitpun memperlambat laju mereka sambil mengabaikan sihir Palna.

「Itu tidak akan berhasil kecuali jika kau menggunakan sihir yang kuat! Bahkan jebakan yang kami pasang setelah gabungan 10 penyihir kami hanya bisa menghentikan mereka sesaat! …… Jadi kau harus menyerang mereka tanpa henti jika kau ingin mencapai sesuatu! 」

「Aku tidak bisa membidik dengan baik saat berlari!」

[Palna-chan! Aku akan menggendongmu, jadi fokus saja pada sihirmu! 」

Takako mengatakan itu sambil meraih Palna dan menggendongnya di pundaknya. Wajah Palna pun sedikit memerah karena postur memalukan yang dia perlihatkan dari bahu Takako saat dia memegangi pantatnya, namun, tidak butuh waktu lama baginya untuk sadar dan fokus pada konsentrasi kekuatan sihir di tangannya.

Palna mulai mengumpulkan sejumlah besar kekuatan sihir terkonsentrasi, yang jelas cukup untuk menghabisi lawannya. Balmung yang akan hal mengerti itu, berkata, “Ayo ……!” Dengan mata penuh harapan.

Namun, pada saat Palna akan melepaskan sihirnya ke arah para Beast’s Fangs, sesuatu yang aneh pun terjadi.

Pria berpenutup kepala yang seharusnya berada di sisi Beast’s Fangs itu mulai menjatuhkan para Beast’s Fangs yang menganiaya anggota Resistance.

Tindakan Pria berpenutup kepala itu, yang tidak mengeksekusi Beast’s Fangs tersebut namun hanya menjatuhkan mereka ke tanah, dia seolah mengatakan ini, 「Jangan mengejar mereka. 」

「Sialan kau …… Ace! Apa yang ingin kau lakukan sekarang !? 」

Balmung mengatakan itu sambil memperhatikan apa yang terjadi.

Setelah mendengar itu, Palna menyebarkan kekuatan sihir yang telah dia kumpulkan dan menatap Balmung dengan tatapan yang sepertinya mengatakan, 「Apa ini …… pernah terjadi sebelumnya? 」

「Ya, rasanya dia sedang bermain-main dengan kami. Tiba-tiba, dia muncul entah dari mana dan menghalangi kami, dan kemudian melepaskan kami seolah tidak terjadi apa-apa. Dia jelas sekali menikmati seluruh situasi ini. Tidak peduli ketika kami berusaha, dia bahkan tidak melihat kami sebagai target yang layak untuk dibunuh …… 」

「Tapi, tidak ada yang mati, kan? …… Bukankah itu hal yang baik?」

「Dan bagaimana dengan semua rekan kita yang mati dalam perjalanan ke tempat ini? Bagaimana dengan alat-alat yang kita tinggalkan saat kami melarikan diri ……? Sial, kita tidak bisa kehilangan semua barang berharga itu …… Kita bahkan tidak menebus kerugian kita! 」

Setelah mendengar kata-kata Balmung yang jelas-jelas tidak tahan atas tindakan pria berpenutup kepala itu, Takako, yang sampai saat itu hanya memikirkan tentang apa yang ia katakan pun mengerutkan keningnya dan bertanya.

「…… Kau mengatakan bahwa Ace tidak akrab dengan Beast’s Fangs  lainnya. Karena……」

「Seperti yang kau bayangkan. Itu semua karena caranya bertindak 」

Bahkan sekarang, para Beast’s Fangs  yang telah berusaha keras untuk mencapai mereka untuk membunuh mereka hanya bisa mengawasi dengan waspada pada Pria berpenutup kepala yang berdiri di antara mereka dan anggota Resistance yang melarikan diri.

Itu tidak berbeda untuk yang lain. Meskipun mereka sudah yakin dengan identitas pria berpenutup kepala itu, tindakannya yang penuh teka-teki tidak memungkinkan mereka untuk memahami apa tujuannya.

Alhasil, berkat campur tangan pria berpenutup kepala itu, semua orang berhasil mendapatkan jarak yang cukup jauh dari para Beast’s Fangs, kemudian, setelah reorganisasi dengan anggota Resistance lainnya, yang moralnya telah jatuh karena operasi yang gagal, semua orang mulai bergerak secara teratur menuju Noah sementara mereka berurusan dengan Monster-monster yang mereka temui dalam perjalanan.

「Kagami-san …… Kau benar-benar sesuatu ……」

Krull bergumam dengan senyuman kecil di wajahnya.

Apa yang harus kami lakukan sekarang? Itu yang dia ingin tanyakan pada Kagami, Pria berpenutup kepala itu, namun, tidak ada yang bisa dia lakukan selain menundukkan kepalanya dengan sedih dihadapan fakta bahwa itu tampaknya tidak mungkin untuk dilakukan saat ini.

Tinggalkan Pesan