Chapter 11 Part 23

Selama setengah hari, kelompok itu berhasil melewati Distrik Shibuya lama sebelum para Beast’s Fangs yang bergerak perlahan untuk tidak meninggalkan orang tua dan anak-anak di belakang. Para monster menyerang mereka beberapa kali dalam perjalanan ke sana, namun mereka sama sekali tidak berbahaya seperti para Eaters•, dan akhirnya dapat dengan cepat dibasmi oleh para barisan depan, Takako dan Rex.

Langit biru jernih dengan cepat berubah menjadi oranye, dan pada saat matahari terbenam, semua orang sudah mulai bersiap-siap untuk waktu ketika para Beast’s Fangs akan tiba.

「Di sini! Semuanya bersiap-siap! 」

Tempat itu adalah tempat di mana Sungai Tama Besar sebelumnya berada di Bumi. Sungai itu terlalu sempit untuk disebut “sungai besar,” tapi airnya sangat dalam dan alirannya mengalir dengan cepat.

Beast’s Fangs dewasa tidak memiliki masalah dalam menyeberangi sungai, namun, Beast’s Fangs tua, yang memiliki kaki lemah, dan yang lebih muda, yang belum mengembangkan kekuatan yang cukup masih mengalami kesulitan untuk melakukannya. Balmung telah mengatakan bahwa karena Beast’s Fangs tidak mau meninggalkan siapa pun, bahkan ketika dikejar, itu dapat dipastikan bahwa mereka akan mencoba menggunakan beberapa jembatan untuk menyeberangi sungai dengan aman untuk semua orang, bahkan jika itu berarti mereka harus mengambil jalan memutar.

「Seperti yang kupikirkan, kita berhasil sampai di sini sebelum Beast’s Fangs … Bagus, saatnya untuk memulai」

Suasana di sekitar tempat itu benar-benar berubah saat Balmung mengucapkan kata-kata itu.

Awalnya, ada banyak jembatan di seberang sungai yang tersebar di seluruh tempat, namun, sebagian besar dari mereka telah runtuh selama perang yang dilakukan pada masa lalu. Dengan mengingat hal itu, Balmung berhasil mengantisipasi di mana para Beast’s Fangs lebih mungkin untuk menyeberanginya setelah meninjau lokasi semua jembatan yang masih utuh.

「Apa yang mereka lakukan? 」

Alice bertanya ketika dia melihat beberapa anggota Resistance bergerak secara terpisah ke arah jembatan di depan mereka, yang tampaknya sedang mempersiapkan sesuatu di bawahnya.

「Mereka memasang beberapa bahan peledak di bawah jembatan. Ketika para Beast’s Fangs mencoba menyeberanginya, kita akan membuatnya hancur, menenggelamkan mereka semua di sungai. Mereka juga memasang jaring listrik yang akan melumpuhkan mereka untuk sementara waktu di sungai. Begitu mereka jatuh ke dalam perangkap kita, anggota barisan Belakang akan melancarkan serangan secara bersamaan terhadap mereka. Kita akan memasang segala sesuatu di dekat ujung jembatan agar lebih mudah bagi kita untuk segera melarikan diri ke fasilitas bawah tanah tanpa merasa khawatir dikejar jika seandainya rencana ini gagal 」

Kemudian Mary, sambil memegang senapan di tangannya, berkata.

「Karena Beast’s Fangs biasanya menjadi waspada jika terjadi penyergapan, mereka cenderung bereaksi lebih waspada daripada biasanya ketika tertangkap tanpa disadari. Jika kita berhasil membuat mereka jatuh ke dalam perangkap kita … maka seharusnya kita dapat dengan mudah menyingkirkan mereka 」

「Apa kau pikir … mereka dapat menemukan kita?」

Ada puluhan anggota Resistance. Krull tidak bisa menahan perasaan cemas setelah mendengar tentang karakteristik Beast’s Fangs , karena dia merasa mustahil untuk menipu mereka dengan begitu banyaknya orang yang berkumpul.

「Memang benar, mereka sering dapat dengan mudah menemukan mangsa mereka berkat indera mereka yang tajam, sehingga tidak aneh bagi mereka untuk mendeteksi kita. Tapi, aku akan meyakinkanmu bahwa kita akan baik-baik saja selama kita tidak berpindah dari sini 」

「Kenapa bisa begitu? 」

Saat Alice dan Krull memiringkan kepala mereka yang terlihat bingung, Yuki yang ada di belakang mereka pun turun tangan berkata, “Ini ini”, sambil menunjukkan kepada sebuah Relic bundar.

「Lihat, apakah kalian memperhatikan bahwa penghalang yang kita masuki sebelumnya tidak terlihat dari luar? Nah, Relic ini menghasilkan penghalang yang serupa. Jika kita letakkan itu di bawah jembatan, maka itu akan mencakup segalanya, dan para Beast’s Fangs  tidak akan bisa melihat apa pun. Air sungai juga akan menutupi perangkap yang kita taruh di sana, jadi kita hanya perlu diam agar kita tidak ditemukan. Selain itu, kita juga bisa tahu kapan tepatnya para Beast’s Fangs akan berada di sini berkat Relic Kamera dan Relic  Monitor ini. 」

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Yuki mengucapkan kata-kata itu dengan sangat bersemangat saat dia menunjukkan Relic yang dia pegang di tangannya. Mereka berdua, yang terkejut ketika Yuki praktis berdiri di depan wajah mereka sambil menjelaskan dengan penuh semangat tentang Relic yang akan mereka gunakan, hanya bisa bergumam, 「He-H ~ e」, sambil mencoba menunjukkan minat, tapi mereka akhirnya tanpa sengaja mencoba mengalihkan pandangan mereka dari Yuki.

「Hei, maniak Relic, berhentilah membuang-buang waktu. Daripada menjelaskan hal semacam itu, lebih baik kau memeriksa apakah senjata sihirku – Relic Senapanku berada dalam kondisi baik. Aku tidak mau  nantinya bidikannya berada di luar penyesuaian saat berada di tengah pertempuran 」

「Ugh … itu, errrm, maaf maaf. Aku akan memastikan bahwa kenang-kenangan berhargamu itu berada dalam kondisi sempurna 」

Pada saat itu, setelah mendengar kata “kenang-kenangan”, ekspresi Krull yang tampaknya telah mengingat sesuatu pun terlihat sedih, ketika dia menoleh untuk melihat Palna, yang sedikit lebih jauh di sebelah Takako, yang tengah membantu mempersiapkan jebakan.

Mary mengatakan bahwa tahun ini dia telah berusia 14 tahun. Namun, anggota Resistance lainnya memperlakukannya dengan rasa hormat yang sama seperti memperlakukan teman-teman yang telah berjuang selama bertahun-tahun dengan mereka. Krull entah bagaimana bisa mengerti mengapa.

「Ada apa? Tidak mungkin, apakah kau takut? 」

「Mary-chan, kau … bukankah kau takut?」

「Aah? Kenapa aku harus takut? … Hei, jangan gunakan “chan” padaku! Dan tentu saja aku tidak akan takut akan sesuatu seperti ini …! Aku sudah berjuang selama bertahun-tahun, kau tahu. Bagiku ini bukanlah apa-apa 」

Mary yang menjawab dengan ekspresi bingung di wajahnya mengeluarkan senjata sihir kecil Relic Pistol  yang dikenakannya di pinggangnya dan mulai melakukan perawatan yang sama seperti yang dilakukan Yuki terhadap yang lain.

「Oh? Kau bisa melakukannya sendiri? Mengagumkan sekali, Mary! Kau tidak hanya dapat bertarung, tapi kau bahkan mampu melakukan hal-hal semacam itu 」

Kata Alice dengan takjub. Di sisi lain, Mary hanya bisa memalingkan wajahnya dengan sedikit malu ketika dia mencoba menyembunyikan pipinya yang memerah.

「Ini hanyalah sesuatu yang ingin aku lakukan, tapi aku tidak sehebat Yuki, dan … selain melakukan semuanya akan lebih cepat, itu juga akan lebih meyakinkan jika aku untuk membuatnya mengurus bagian yang paling rumit」

Mary mengatakan itu sambil menunjuk ke Yuki sambil berkata, “Lihat saja dia”, yang, meskipun baru saja dimulai, namun dia sudah benar-benar membongkar senjata Mary, dan sekarang dia memeriksa setiap bagiannya dengan hati-hati.

「Juga … Aku tahu aku bilang aku tidak takut, tapi, itu bukan berarti aku tidak takut ketika menghadapi musuh. Aku merasa benar-benar kewalahan ketika menghadapi para Eaters atau- … Apa? Ada apa denganmu sekarang? 」

「Mary-chan, kau adalah manusia Bumi. Itu sebabnya … Aku penasaran mengapa kau bersedia bertarung meskipun kau membahayakan dirimu sendiri 」

「Apa itu tidak terlihat jelas?」

Mary mengatakan itu sambil menyarungkan senjata sihirnya yang telah selesai dia periksa, kemudian, dengan tatapan tajam di wajahnya—,

「Aku tidak tahan membayangkan terkunci di tempat penampungan yang sempit dan membosankan itu. Ada banyak hal yang ingin aku lakukan selain mengambil kembali Bumi. Tapi tidak mungkin aku akan mencapai tujuanku tanpa bertarung … Itulah sebabnya, meskipun aku takut, aku terus berjuang dan  memastikan untuk mengalahkan setiap musuh yang menghalangiku sebelum mereka dapat mencapaiku. Aku melakukannya karena aku harus menang 」

Krull tidak percaya bahwa seorang gadis dengan penampilan sekuat dirinya itu baru berusia 14 tahun. Pada saat itu, ketika Krull memandangi tatapan Mary yang tampaknya tidak takut, bahkan ketika pertempuran akan segera dimulai, dia dapat merasakan bahwa dia telah mengambil banyak nyawa dengan tangannya sendiri.

Namun, dia tidak merasakan jiwa pendendam seperti yang ada pada Palna sebelumnya yang datang darinya, tapi dia merasakan jiwa prajurit yang maju tanpa henti menuju tujuannya. Setelah memahami itu, Krull berpikir bahwa masa lalu Mary pasti jauh lebih rumit daripada yang ia pikirkan.

「He ~ y, ini dia, Mary-chan」

Pada saat yang sama ketika Mary mengamankan senjata sihirnya ke pinggangnya, Yuki menyerahkan senjata sihir yang telah dia periksa hingga saat itu.

「Secepat biasanya」

Mary mengambil senjata sihirnya dan menggantungnya di punggungnya bahkan tanpa memastikan bahwa perawatan itu telah dilakukan dengan benar.

「Hanya saja kita tidak punya banyak waktu, jadi aku mencoba melakukannya dengan cepat, selain itu, sepertinya mereka sudah selesai memasang jebakan」

Yuki mengatakan itu sambil menunjuk ke arah jembatan, di mana jebakan telah disiapkan. Para anggota Resistance, dengan tambahan Takako dan yang lainnya, yang segera setelah menyelesaikan pemasangan jebakan pindah ke titik tunggu, juga bisa dilihat ke arah yang dia tunjuk.

Pada saat yang sama, Menou dan Palna yang memperhatikan Alice pun berlari lurus ke arahnya, masih tampak lelah setelah menyelesaikan pekerjaan mereka.

「Menou, Palna, kerja bagus!」, Kata Alice sambil menyambut mereka dengan senyum lebar.

「Tidak butuh waktu terlalu lama. Menou sangat termotivasi saat membantu semua orang 」

「Bukankah itu wajar untuk melakukan segala hal yang mungkin dilakukan untuk membantu orang lain? Juga, kita tidak lagi berada di Earth Clear … Kita harus melakukan segala hal yang mungkin dilakukan untuk bertahan hidup 」

Menou mengatakan dengan tangan bersedekap, bertindak seolah apa yang dia katakan adalah hal paling alami di dunia. Saat dia menatap Menou, Alice, dengan senyuman yang aneh, dia bergumam, 「Terima kasih」, dengan suara yang sangat rendah.

Setelah itu, sesuai rencana, semua orang berkumpul di dalam penghalang kamuflase yang telah diterapkan di bawah jembatan, di mana mereka menunggu kedatangan para Beast’s Fangs.

「… Mereka disini」

Kemudian, satu jam kemudian, dan dengan langit yang sekarang tertutupi awan gelap, para Beast’s Fangs yang tampaknya telah menunggu cuaca yang memburuk pun muncul pada saat yang sama ketika hari mulai hujan.

Tinggalkan Pesan