Chapter 10 Part 9

「Taka … ko?」

Rex bergumam dengan ekspresi terkejut saat dia menyadari kedatangannya. Rex yang telah meninggalkan kota 2 tahun yang lalu tengah diliputi oleh suasana tegang yang sampai batas sama beratnya dengan segala sesuatu yang harus dia alamai selama 2 tahun dia berlatih. Namun, meski begitu, dia tanpa sadar melangkah mundur saat dia mulai berkeringat dingin.

Pada saat itu, Rex berpikir, 「… Apa dia ini benar-benar seorang wanita?」.

「Itu tidak baik, Krull-chan. Itu milikku」

Takako seperti seorang pemimpin kejam yang mengambil barang-barang dari rakyatnya, mengambil tiket yang Krull miliki di tangannya tanpa masalah. Pada saat yang sama, para Kenta Uros duduk berdampingan di tanah saat mereka melihat Takako.

「Nngho ~ o」, Kenta Uros mengerang dengan nada suara yang tidak menyenangkan saat mereka duduk. Yang lainnya mengabaikan Kenta Uros, menatap Takako yang tampaknya memancarkan aura seorang pemimpin yang kejam.

「Takako-dono … Apa yang kau lakukan? Mungkinkah kau juga bermaksud mengejar Kagami-dono dan itulah alasan mengapa kau mengambil tiket dari Krull-sama? Itu tidak mungkin … jadi itu sebabnya kau meninggalkan toko di dalam tanggung jawabku saat kau pergi… 」

「Benarkah itu? 」

Semua orang terdiam, mereka menunggu jawabannya.

「Setelah tiga tahun terakhir … Aku akhirnya menyadari bahwa aku membutuhkan Kagami」

(Flapy : anjay, rip kagami..)

Kemudian, Krull dan Alice yang terkejut dengan kata-katanya, mereka mulai terlihat pucat. 「Itu… Tidak mungkin …… 」, mereka berdua bergumam ketika mereka menjatuhkan setetes keringat di pipi mereka karena mereka pikir mereka harus menghadapi saingan yang aneh yang mereka bahkan tidak tahu apakah mereka akan menang atau kalah melawannya.

Itu benar, Takako akhirnya menyadari kebenaran. Tanpa Kagami, hubungan romansanya tidak akan bisa berkembang.

Selama tiga tahun terakhir, Takako telah berusaha untuk menjadi dekat dengan David, namun, usahanya terbukti sia-sia, ia bahkan mulai menjadi tidak sabaran karena David mulai memperlakukannya lebih dan kurang seperti seorang wanita.

Alasan untuk itu adalah tidak adanya Kagami. Takako selalu menggunakan Kagami untuk mendekati David, namun karena dia tidak ada di sana, dia tidak bisa dekat dengannya seperti yang dia perkirakan. Takako, orang yang memiliki akal sehat, tidak bisa begitu saja memaksa David yang juga memiliki akal sehat, jadi dia menghabiskan hari-harinya tanpa membuat kemajuan yang berarti.

Kemudian suatu hari, Takako yang akhirnya mulai putus asa setelah menyadari bahwa jika dia tidak melakukan apa-apa, dia akan berakhir menghabiskan hari-harinya dengan melakukan rutinitas yang sama tanpa mencapai hal-hal penting, dia pun memutuskan untuk melakukan perjalanan untuk berlatih dan dengan demikian dia bisa mengejar Kagami, dan dengan demikian membawanya kembali sehingga ia bisa memikul tanggung jawab menjadi orang yang dapat meningkatkan hubungannya dengan David.

Itulah alasan mengapa Takako juga melakukan perjalanan pelatihan.

「Apa kau memiliki sesuatu yang ingin dikatakan? Kau mengatakan bahwa hanya seseorang yang kuat saja yang bisa pergi, jadi … Aku pasti yang akan pergi, kan? 」

Kata Takako sambil menampilkan Jendela Statusnya di depan yang lainnya. Di sana jelas tertulis angka 245 di sebelah Levelnya yang membuktikan bahwa dia, tanpa diragukan lagi, adalah yang terkuat dari semuanya.

Kemudian, Rex akhirnya mengerti apa yang dia rasakan. Suasana mengintimidasi yang aku rasakan berasal dari kekuatan Takako yang luar biasa. Takako tidak hanya terlihat kuat, tapi dia benar-benar berhasil mendapatkan kekuatan yang melebihi kekuatan orang lain.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

「245 … Ta-Takako-san. Pelatihan apa yang telah kau jalani? Takako-san adalah seorang Petarung sehingga dia berspesialisasi dalam pertempuran tanpa senjata. Karena itu, kau seharusnya tidak bisa mendapatkan Poin pengalaman dengan mudah bahkan jika kau mengikuti metode latihan Kagami-san, bukan? 」

「Aku menambahkan beban ke seluruh tubuhku… dan aku berjuang berdiri dengan satu kaki sambil menjaga kedua tanganku terikat」

「Ba-Bagaimana kau bisa melakukan hal seperti itu dan bertahan hidup !? Aku juga melakukan pelatihan yang berisiko, tapi meskipun begitu …! 」

「Itu berkat kekuatan … cinta」

Menanggapi kata-kata yang membingungkan itu, Alice dan Krull yang masih tidak menyadari kesalahpahaman mereka menjadi terlihat lebih pucat daripada yang sebelumnya. Kemudian mereka mulai mencari ke sekeliling sambil bertanya pada diri mereka sendiri apakah ada yang bisa mereka lakukan.

Sementara itu, Rex mulai berpikir, 「Kalau begini terus aku harus pergi dengannya … Eeeh? 」, Ketika dia mulai merasa cemas tentang kemungkinan bahwa dia harus pergi hanya dengan ditemani oleh Takako. Pada saat yang sama, Tina yang akhirnya telah siap untuk pergi ke Tahap Selanjutnya, pingsan di atas meja dengan tatapan lelah sementara David yang pada pandangan pertama terlihat tidak ekspresif, dia menjadi lumpuh karena rasa takut karena sesuatu yang “ tidak diketahui ” alasannya. Menou di sisi lain bergumam, 「Apa yang harus aku lakukan sekarang? 」, sementara dia terkejut karena alasan yang berbeda dari yang lainnya. Akhirnya, Palna hanya menghela napas dalam menanggapi reaksi semua orang.

「Yang terbaik untuk pergi ke sana adalah seseorang yang baik dalam hal sihir, bukankah begitu? Tim akan sangat tidak seimbang jika itu terdiri dari Rex, Kagami dan Takako-san, jadi daripada seseorang yang pandai dalam bertarung jarak dekat, siapa yang harus pergi adalah seseorang yang berspesialisasi dalam serangan jarak jauh 」

Palna mengatakan itu untuk mendukung Alice dan Krull yang panik karena kejadian baru-baru ini. Kemudian, dengan cepat, Krull dan Alice berkata, “Itu benar!”, Ketika mereka melihat Takako pada saat yang sama ketika masing-masing dari mereka mencoba mengambil tiket yang Takako miliki di tangannya.

Saat melihat itu, Palna berkata, 「Kenapa sekarang kalian baru meributkannya?」, Sambil mendesah dalam-dalam.

「Jika begitu, maka Rex harus tinggal. Levelku jelas lebih tinggi 」

Menanggapi pernyataan Takako, Rex membuka matanya dengan terkejut sambil berseru, 「Tunggu sebentar!」. Faktanya, memang benar bahwa Takako memiliki level yang lebih tinggi dari Rex, dan kekuatan fisiknya juga jauh lebih tinggi, namun itu masih tidak cukup untuk menerima permintaan seperti yang baru saja dibuatnya dengan mudah.

「Tapi kau juga tidak punya siapa-siapa untuk berperan sebagai Healer. Aku yakin kau tidak akan memiliki masalah dalam hal pertempuran saat Takako-san ada di sana, tapi masihlah penting untuk memiliki seseorang yang pandai dalam mengobati luka! 」

「Itu benar … jadi kau akan ikut Tina-chan. Kita akan pergi bersama! 」

「「 Tu-Tunggu sebentar! 」」

Pada saat itu, Krull dan Alice mulai berdebat bahwa mereka juga bisa menangani peran Healer, hal itu memulai diskusi baru di dalam Bar.

「… Aku punya rencana」

Kemudian, setelah menyadari bahwa situasinya tidak akan berakhir jika mereka terus meneruskannya, Menou menyerukan hal itu, cukup keras untuk mendapatkan perhatian seluruh kelompok. Kemudian…

「Mungkin ada cara dimana kita semua pergi … jika kita pergi ke Hutan Suci」

Dia mengatakan itu, dia percaya bahwa itu mungkin merupakan satu-satunya pilihan yang akan memungkinkan mereka mencapai kesimpulan dimana semua orang akan merasa puas.

Tinggalkan Pesan