Volume 2 Chapter 4 Part 6

Mudah tidur dan mudah bangun adalah salah satu kemampuan khusus yang dibanggakan Reiji.

Tidak peduli seberapa lelahnya dia, seberapa besar tubuhnya ingin tidur, dia akan segera bangun ketika sesuatu terjadi.

Karena itulah ── sesaat ketika seseorang diam-diam merangkak ke tempat tidur, kesadaran Reiji segera kembali.

“…… Oi Leu. Aku sudah bilang jangan bergerak di malam hari── ”

Sambil mengeluh, Reiji berbalik ke samping untuk menyalakan lampu ── dan puyo.

Tangan kanannya merasakan sensasi tenggelam dalam kelembutan.

“Hmm ……!?”

Sensasi itu ── secara jujur, rasanya seperti sebuah payudara.

Namun, mengesampingkan Leu, bahkan Tifalycia tidak akan memiliki ukuran yang seperti itu.

Sambil memikirkan hal-hal menenangkan yang seperti itu, dan membelai kelembutan di tangannya seolah ingin memastikan beberapa hal …

“──Ahn ♡ …… Kenapa hanya fokus di satu sisi? Itu membuatku merasa tidak nyaman …… “

Desahan yang menggoda dan aroma harum.

Dan nada lembut itu …

“Seire Euphonia?”

Kenapa dia ada … di sini?

Di mana Leu yang akan memburunya tanpa perlu mengatakan sesuatu?

Tidak, untuk apa dia datang ke sini──?

Seketika dia berpikir sampai di sana, lampu kecil yang ada di atas lemari menyala, dan menunjukkan situasi aneh di ruangan itu.

Di dalam ruangan, ada Seire dengan pakaian yang acak-acakan, dan lima gadis 「Sirena」 dalam pakaian yang hanya bisa digambarkan sebagai pakaian dalam.

Mereka mengendalikan beberapa hal seperti tabung yang menggeliat ── hal-hal seperti tentakel dan saling menggosokkan tubuh mereka satu sama lain untuk menempel pada seseorang.

Saat Reiji mengerti siapa orang itu, dia memahami segalanya.

“──Aku mengerti. Ada juga kemampuan negosiasi semacam ini. “

“Tidak sayang ~ Silakan sebut itu sebagai kemampuan negosiasi.”

Seire berkata demikian sambil mencondongkan tubuhnya lebih dekat padanya, dan menyipitkan matanya sambil memperhatikan para gadis.

“『Resonance』yang digunakan oleh「 Sirena 」. Salah satu efeknya adalah bahwa, ketika kami sedang dalam masa panas, 「Sirena 」di dekatnya juga akan beresonansi …… jadi jika seseorang menyentuh cairan yang dikeluarkan selama waktu ini, maka itu juga akan memiliki efek yang sama pada orang yang bukan 「Sirena」 ~ Reiji perlahan merasakannya juga, kan? ── sama seperti gadis-gadis itu. “

Dia melihat ke arah yang ditunjuknya.

Tifalycia dengan telinga anjingnya yang terlihat tak berdaya tengah menggeliat-geliat di lantai sambil terjalin oleh tentakel gadis-gadis itu, dan Leu, ekspresinya berubah karena berusaha menyembunyikan gairahnya, dia dengan putus asa menolaknya dengan 『Adjacent Darkness』, tapi dia masih terserang di berbagai area.

“Aa …… Rei …… ji …… to … long …… hhnnn ♡”

“…… Mas … ter …… uuaah ♡”

Suara-suara yang mereka katakan setelah mereka melihat Reiji berubah menjadi semacam erangan erotis, mereka mencoba untuk menutup mulut mereka tapi kebebasan tubuh mereka telah dirampas oleh tentakel-tentakel itu.

Rasa malu dan senang.

Saat melihat mereka terus mengeluh, Reiji dengan tenang menunjukkan.

“…… Kurang lebih itu dianggap enggan, bukan? Bagaimana dengan Sihir Kontrak Agung? ”

Tindakan yang merugikan pihak lain akan dilarang. Itu tidak terbatas pada kekerasan sederhana, seharusnya itu juga berlaku untuk pelecehan seksual yang dipaksakan.

Namun, Seire hanya tersenyum cerah dan menjawab.

“Tidak ada masalah. Meskipun mereka mengatakan tidak, mereka sudah menerimanya dalam hati mereka ~ “

“…………Ah. Dengan {Frustrated, but feel it}, jika bagian ‘feeling it’ lebih besar maka Sihir Kontrak Agung tidak akan aktif. Selain itu, sihir yang kalian「Sirena 」miliki juga memiliki efek memperkuat perasaan semacam itu huh.”

(flapy : Frustasi, tapi merasakannya (nikmat))

Tidak peduli seberapa besar mereka membencinya dalam pikiran mereka, tubuh mereka sebenarnya merasakan kenikmatan.

Sihir Kontrak Agung tidak akan memperdulikan kata-kata sederhana, tapi menilai berdasarkan perasaan mereka yang sebenarnya.

“Jika kepalanya tidak bisa ditaklukkan, taklukkan tubuh …… aku mengerti, metode yang bagus.”

“Aku tidak mengerti hal-hal rumit seperti itu.”

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Sambil memiringkan kepalanya, Seire berangsur-angsur mendekat ke arah Reiji ke titik di mana hidung mereka akan saling menyentuh, lalu menekankan tangan Reiji di payudaranya, dan menunjukkan ekspresi gembira.

“Hanya ── jika semua orang merasa senang maka itu akan menyenangkan, itu adalah apa yang aku pikirkan ……”

Dia mendorong Reiji ke bawah begitu saja, dan menggelincirkan kimononya.

Di bawah cahaya lembut, tubuh telanjang Seire pun terungkap.

Cahaya itu menelusuri lekuk tubuhnya yang lembut, tubuhnya yang proporsional yang diinginkan oleh perempuan mana pun membuat Reiji menelan ludahnya.

“Jika aku menyerahkan tubuhku padamu di sini …… aku mungkin akan bersenang-senang.”

“──Fufu. Kau akan mencapai surga sebanyak yang kau suka ~ Itu ── juga untukku. “

Seire menyisir rambutnya, perlahan-lahan menggeser tubuhnya untuk naik ke atas tubuh Reiji, membelai pipi Reiji, dan menutupi bibirnya dengan bibirnya sendiri ── atau hendak segera melakukannya.

“Tapi aku menolak.”

Kata-kata singkat itu…

Seolah-olah mantra sihir Seire telah ditangkal.

“──!”

Seire jatuh dari ranjang, telanjang bulat, berguling ke arah gadis-gadis yang mengendalikan tentakel, dan berguling beberapa kali sebelum akhirnya berhenti.

Berdiri tanpa memperhatikan penampilannya, dia melihat ke tempat tidur dengan ekspresi heran, dan mengkonfirmasi formasi sihir kecil yang dia kenal, lalu bergumam.

“Jangan bilang ── Sihir Kontrak Agung?”

Itu seharusnya mustahil.

Ketika Seire hendak mengatakan itu, Reiji duduk di tempat tidur, memegangi lengannya dan tertawa saat dia berbicara.

“Eh? Apa kau meragukannya? Meskipun kau jelas mengambil tindakan untuk menyakitiku. ”

Dia akan dilecehkan secara seksual ── Tentu saja, tindakan Seire dapat dianggap seperti itu.

“Mustahil……! Pria seharusnya tidak bisa menolak …… pikiran mungkin bisa, tapi tubuh tidak mungkin bisa …… ”

Setelah mengatakannya sampai di sana, dia menutupi mulutnya seolah menyadari sesuatu.

“Mungkinkah … kau seorang hom──”

“Mustahil!”

Reiji langsung membantah, dan bola-bola mata Seire menjadi tidak bisa fokus karena rasa kebingungan.

“Menurut informasi Ryo-chan, seharusnya kau masih perjaka ……”

“Benar. Aku masih perjaka.”

“Lalu, kenapa──”

“Karena kau salah paham akan sesuatu.”

“Salah paham……?”

“Secara akurat, ini bukan hanya kau. Ini merupakan seluruh konsep mengenai keperjakaan di seluruh dunia. “

“────── Ha?”

Konsep mengenai keperjakaan di dunia?

Untuk pembicaraan skala besar yang datang secara tiba-tiba …

Atau lebih tepatnya ── pada pembicaraan yang mengarah ke arah yang tidak bisa dipahami Seire, banyak tanda tanya mulai memenuhi kepalanya.

Namun, Reiji, Pahlawan NEET yang datang dari dunia lain, berbicara seolah itu tak penting.

“Tadi kau hampir menyebutkan ini kan? {Meskipun kau masih perawan, mengapa kau tidak tergoda} atau {Meskipun seharusnya kau tidak bisa melawan wanita} ── sebuah kesalahpahaman yang besar. “

Nada suaranya rendah dan menggema.

Tindakannya semakin kuat secara berangsur-angsur.

“Di dunia, pria perjaka dan wanita perawan sering dipandang sebagai tombak dan kastil. Para pria perjaka dijatuhkan harga dirinya sebagai semacam tombak pengecut yang sekalipun tidak bisa menyusup ke dalam kastil, sedangkan para gadis perawan dipuji sebagai istana kokoh yang tidak pernah jatuh, bahkan sekali pun. Orang-orang menilai kastil itu kokoh, ketika mereka belum pernah digunakan sebelumnya ── di sisi lain, mengapa mereka menurunkan harga diri tombak yang tidak diketahui, yang bahkan belum pernah digunakan sebelumnya? ”

“I-Itu karena setelah mereka benar-benar mengepung kastil──”

“Sebenarnya mengepung kastil, menjatuhkannya, lalu apa? {Aah apa, Cuma begini} {Ini lebih normal dari yang aku duga} ──menyebutkan kesan semacam itu dan semuanya sudah berakhir? Pada saat itu, cita-cita yang dipegang oleh mereka, fantasi yang diimpikan oleh mereka semua akan hilang selamanya! ”

“──”

“Jangan salah paham, oke? Selalu ingin menjatuhkan kastil, selalu berpikir untuk melewati garis itu ── tapi mereka tidak benar-benar melakukannya! Itu karena seorang perjakan sejati mengetahuinya ── tidak ada kenyataan yang dapat mengalahkan fantasi !! ”

Dia membuka matanya lebar-lebar dan berbicara dengan sangat kuat.

“Itulah sebabnya, untuk melindungi wilayah suci (Tempat Suci) yang dikenal sebagai fantasi dari godaan, bujukan dan pesona iblis yang dikenal sebagai kenyataan, para perjaka tidak akan jatuh dihadapan seorang wanita! Pada dasarnya──

“Perjaka adalah jalan hidup bagi seorang pria sejati !! ”

(flapy : gw rasa dia ini ud gila XD)

Karena itulah, Reiji telah melampaui tubuh fisik, pikiran, kesadaran, dan alam bawah sadarnya, membuatnya mampu menolak perilaku semacam itu—

“……………………”

Semua orang terdiam sampai pada titik di mana bisa disalahpahami bahwa waktu itu sendiri telah berhenti.

Setelah dilepaskan dari tentakel, mendengar seluruh kata-katanya, Tifalycia berbicara dengan nada datar kepada Leu yang ada di dekatnya.

“………… Leu-san …… Kau mungkin tidak percaya, tapi itu adalah Pahlawan negara kita ……”

Tifalycia terkapar seolah-olah dia telah berubah menjadi seonggok tumpukan pasir, sementara Leu mengangguk.

“Hebat.”

Sungguh … balasan instan.

Tifalycia menepuk pundaknya, menggigit giginya dalam kesepian dan tanpa sadar mulai berdoa.

“────Aah ibuku di surga. Tolong berkati Tifalycia untuk setidaknya bisa tetap waras …… ”

Kemudian, kegelisahannya disampaikan melalui aliran air mata yang mengalir di pipinya, pada saat itu.

“──Pu … kyahhahahahahahaha.”

Diluar jendela.

Dari lokasi di mana seharusnya tidak ada pijakan, tawa riang bisa didengar.

Tifalycia dan rekan-rekannya memandang ke sana secara bersamaan.

Orang yang tak terduga, tapi tampaknya seperti yang diharapkan dari ‘dia’.

“──Ryo-chan. Aku sudah bilang untuk menyerahkan tempat ini padaku. “

Saat mendengar gumaman Seire yang menyalahkan, Taigoubou mengangkat wajahnya yang dipenuhi dengan air mata dari semua tawanya.

“Kyahha … kyahhaha …… A … ha … haha ​​…… la-aagipula, aku sudah tidak tahan …… Aku hanya ingin mengamati …… tapi itu terlalu lucu. ”

Sementara Taigoubou masih tenggelam dalam tawa yang tersisa seolah-olah dia belum cukup tertawa, dia mengelap air mata di sekitar matanya, dan menatap Reiji.

“Reiji-chi benar-benar … adalah yang terbaik ♪”

Sambil mengangkat ibu jarinya dan tertawa, Taigoubou kemudian segera mengubah senyumnya menjadi seringai nakal …

“Karena Reiji-chi sehebat itu, kupikir pada kesempatan ini aku akan menceritakan semuanya padamu.”

Dan berkata seperti itu setelah melompat melalui jendela dan duduk di dekat jendela.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *