Volume 2 Chapter 4 Part 3

“Memohon.”

“Au …… itu-itu ……”

” Memohon.”

“………… U-Uuuu ……”

“Dia menyuruhmu memohon! Kau tidak bisa melakukannya !? ”

“Ke-Kenapa Reiji juga menyuruhku !? Tolong hentikan!”

“…… Meskipun mengatakan itu, Master tidak pernah benar-benar memberimu perintah. Jika dia memerintahmu, maka kau seharusnya sudah memohon. ”

“Ah……”

Itu benar.

Apa yang telah dibatalkan hanyalah pembatasan berbahasa anjing, sisanya seharusnya tetap seperti apa adanya.

“Kenapa perintahnya ……”

Saat Tifalycia bertanya, Leu berbicara sambil menatap Reiji.

“Mungkin … karena Master tidak memerintankan hal itu dari lubuk hatinya.”

Saat menerima tatapan Leu, Reiji menjawab dengan hati-hati.

“Oh, kau mengetahuinya? Seperti yang kupikirkan, jika kau tidak pernah memikirkannya dan hanya mengatakannya begitu saja, sepertinya fungsi perintah itu tidak akan aktif. “

Saat melihat senyuman jahat khas milik Reiji, Tifalycia bertanya sambil tetap duduk.

“Mungkinkah …… permainan hukuman ini adalah untuk menguji hal itu?”

“Hmm? Tidak, berjalan-jalan dengan elf yang bertelinga anjing merupakan salah satu permainan yang sudah lama ingin aku lakukan? ”

“…… Kau yang terburuk.”

Sementara Tifalycia menurunkan bahunya untuk yang kesekian kalinya karena harapannya telah dikhianati, dia menyentuh kepalanya ── lebih tepatnya telinga anjing yang melekat di kepalanya dan berbicara dengan nada frustrasi.

“Sejak awal kenapa kau membawa ini……!”

Reiji tidak membawa tas yang ia miliki dari dunia asalnya ke Istana Watatsumi.

Untuk bisa mengeluarkannya meskipun dengan tangan kosong, itu berarti bahwa dia membawanya di dalam pakaiannya.

“Ha? Apa yang kau bicarakan? Telinga itu jelas adalah hal yang penting. “

“Tidak,‘Apa yang kamu bicarakan?‘ itu seharusnya menjadi kalimatku.”

“Ngomong-ngomong, aku juga punya telinga kelinci, telinga domba, telinga sapi.”

Sambil mengatakan hal itu, Reiji mengeluarkan ikat kepala yang dapat dilipat bersama dengan telinga yang melekat pada mereka dari saku seragamnya seolah itu adalah hal yang wajar.

“Kenapa! kenapa!!”

“Apa? jangan mengatakannya dua kali hanya karena itu adalah hal yang penting. Jelas itu karena aku menyukai mereka. Ngomong-ngomong, telinga kelinci juga memiliki versi telinga yang terkulai. ”

Saat Reiji mengeluarkan telinga kelinci yang terkulai, Tifalycia melihat ke atas melewati langit.

“………… Kenapa … Kenapa orang seperti itu …… Aah ibu, Tifalycia berada dalam sebuah cobaan ……”

Saat melirik ke arah Tifalycia yang matanya terlihat hampa, Leu menempelkan telinga-telinga binatang itu ke penutup kepala jubah hitamnya dan berbicara.

“Jika kau sangat menyukai telinga binatang, kau hanya perlu… bergabung dengan「 Beastia 」.”

“Tidak, yang paling kusukai adalah telinga elf. ──Aah, jadi itu sebabnya aku dipanggil ke negara「Elf」 huh? “

“…… Jika itu benar, aku akan dengan serius mempertimbangkan untuk memotong telingaku.”

Fufufufu …… Saat Tifalycia menyeringai, Leu berbicara.

“Potong saja jika kau menginginkannya. Lalu, kau bisa melewatkan hal-hal penting yang akan dikatakan Master. ”

“Eh?”

Hal-hal penting yang akan dikatakan Reiji?

“Apa kau berpikir bahwa … Master berjalan-jalan tanpa tujuan sama sekali?”

“……”

Dia berpikir begitu, dia benar-benar berpikir begitu, tapi…

Jika itu adalah sesuatu yang penting, mungkinkah itu──

“Nah, pertanyaan untuk Tifalycia. Apa 『itu』 yang ada di ruangan itu tapi tidak ada di sini, atau lebih tepatnya, 『itu』 yang ada di mana-mana tapi tidak ada di sini? ”

Reiji mengangkat jari telunjuknya saat dia memberikan kuis secara tiba-tiba.

“Petunjuknya adalah …「 Sirena 」akan bermasalah tanpanya.”

「Sirena」 akan kesulitan tanpanya.

「Sirena」 akan kesulitan tanpanya, tapi tidak untuk mereka.

Sesuatu yang ada di mana-mana kecuali di sini──

Sambil mengikuti arah yang ditunjuk jari telunjuk Reiji, melihat melewati lengkungan transparan, sesuatu muncul di pikiran Tifalycia.

“…………Air?”

「Sirena」 memerintah atas lautan dan mengendalikan arus.

Ada tempat tidur air di kamar itu, tapi lokasi tempat mereka berada adalah suatu tempat di Istana Watatsumi yang biasanya tidak memiliki apa pun yang menggunakan air.

“Tidak buruk.”

“Ini sangatlah jelas.”

Reiji menyeringai dan Leu berkomentar tanpa minat.

Air. 「Sirena」 yang menggunakan air──

Tifalycia mulai mengerti secara bertahap tentang apa yang sedang mereka bicarakan, dan hendak mengatakannya.

“Ah ── jika kau menjawabku di ruangan itu, dan jika kau mengatakannya di tempat-tempat yang memiliki air, ada kemungkinan besar bahwa gadis-gadis itu bisa menguping?”

Hidup di air, 「Sirena」 menggunakan sihir yang terkait dengan air.

Dan kemudian, Penguasa 「Sirena」 yang bisa dengan jelas mendengarkan percakapan di tempat-tempat yang terhubung ke laut.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Jika itu mereka, itu tidak terbatas pada lautan, mereka mungkin dapat melakukan hal yang sama untuk apa pun yang berhubungan dengan air.

“Yah, itu cukup meyakinkan bahkan jika mereka tidak menjelaskannya sebagai sihir. Air ── lebih tepatnya, tidak hanya air, tapi semua cairan memiliki kepadatan yang lebih tinggi daripada gas. Dengan kata lain, suara dikirimkan pada kecepatan yang lebih tinggi di air daripada di udara, tingkat pelemahan suaranya juga lebih rendah, sehingga adalah hal yang mungkin untuk mendengarkan percakapan secara akurat. “

Terlebih lagi, tidak seperti Reiji dan kawan-kawan yang mendengarkan getaran pada gendang telinga mereka, mereka awalnya memang hidup di air.

Jadi mungkin adalah hal yang wajar untuk berpikir bahwa mereka akan dapat mendengar suara dengan lebih jelas saat berada di dalam air.

Dalam hal itu.

“Dengan asumsi bahwa sihir mereka dapat memungkinkan mereka untuk memahami peristiwa yang terjadi di tempat-tempat yang berhubungan dengan air yang tidak terbatas  hanya pada lautan, percakapan kita semua akan dapat terdengar. Dan kemudian ── jika aku adalah Pahlawan dari「Sirena」, aku pasti akan melakukannya. ”

Untuk sesaat, Wajah Reiji yang menyeringai saling tumpang tindih dengan senyuman polos dari Pahlawan 「Sirena」.

──Semuanya terhubung ke lautan.

Taigoubou telah mengatakan itu.

Semuanya terhubung.

Baik itu 「Showdown」 atau Perang Pahlawan, informasi dapat mengendalikan segalanya.

Itu bukanlah hal yang perlu untuk mengkonfirmasi hal itu sekarang.

“Na …… Namun, mereka berniat membentuk aliansi dengan kita kan ……? {Tidak perlu merasa khawatir mengenai kebocoran informasi karena kita telah membentuk aliansi} Reiji juga …… “

“Itu benar, bocah dungu.”

“Uu.”

“Aku telah mengatakan bahwa informasi dapat mengendalikan segalanya bukan? Bukan hanya Perang Pahlawan atau 「Showdown」. Informasi yang bocor jelas meruapakan informasi yang dimaksudkan untuk dibocorkan sejak awal. ”

“Informasi … yang dimaksudkan untuk dibocorkan ……”

“Misalnya {Tidak pernah memulai Perang Pahlawan itu sendiri} atau {Karenanya selalu kalah dalam Perang Pahlawan}, bagaimana kau menilai suatu ras yang telah membocorkan informasi seperti itu?”

“…… Aku akan berpikir bahwa itu adalah ras yang cinta damai dan tidak menyukai konflik.”

“Aku tau. Itu dia.”

“Eh?”

“Untuk membuatmu berpikir bahwa mereka adalah ras yang cinta damai dan tidak menyukai konflik, informasi semacam itu telah dibocorkan. Meskipun bukan itu masalahnya. “

Tifalycia secara spontan merespon kata-kata ‘Meskipun bukan itu masalahnya’.

“Ta-tapi,「 Sirena 」menyebutkan bahwa mereka tidak berniat untuk bertarung melawan ras lain──”

“Apa tidak ada niatan bertarung melawan ras lain sama halnya dengan tidak bertarung?”

“………… Itu …”

Tidak sama.

Tidak sama, tapi …

“Meskipun mereka tidak berniat untuk bertarung, ada kalanya mereka harus bertarung—”

“Itu? Benarkah? Apa sistem yang dikenal sebagai Perang Pahlawan memungkinkan hal seperti itu terjadi? “

“────”

Ketika Tifalycia masih termasuk dalam 「Elf」.

Perang Pahlawan melawan 「Beastia」 atas kepemilikan Tistel merupakan sebuah perang yang dipaksakan.

Mereka tidak punya niat untuk bertarung tapi harus bertarung.

Namun, itu hanya dari sudut pandang Tifalycia. Dari perspektif 「Elf」, itu adalah hal yang diharapkan.

Kalau tidak, Perang Pahlawan itu tidak akan bisa dilakukan.

Antara dua ras yang bertarung satu sama lain, jika Penguasa itu sendiri tidak menyetujuinya, maka Perang Pahlawan itu tidak akan bisa dilaksanakan.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *