Volume 2 Chapter 4 Part 2

“Bagaimana dengan ini!”

Aku tidak akan selalu dibully lagi.

Aku bisa melakukannya jika aku mau mencobanya──

Tifalycia membusungkan dadanya dengan penuh rasa bangga seolah memamerkan kepintarannya, dan melihat reaksi Reiji.

Untuk pertama kalinya, dia bisa melakukan yang lebih baik dari Reiji dengan kemauannya sendiri. Dia telah lolos dari genggamannya.

Rasa pencapaian itu … bagaimana menggambarkannya──

“……Master. Sudah waktunya untuk memberitahunya. “

Pada saat yang sama, Leu tiba-tiba …

Mendesaknya seperti itu …

“Ya, baiklah, sebenarnya sudah aku tahu?”

Reiji segera …

Menanggapinya seperti itu.

“………………Ha?”

Pikirannya … terhenti.

Dihadapan Tifalycia yang tercengang, Reiji berbicara dengan lancar.

“Di bawah Sihir Kontrak Agung, kontrak「 Showdown 」dibuat dengan adanya saling pengakuan dan persetujuan. Jika menetapkan hadiah kemenangan 「Showdown」 ini sebagai 『ceritakan kepadaku tentang perincian dari apa yang kau pikirkan untuk konferensi dengan「 Sirena 」besok』merupakan hal yang memungkinkan, maka setidaknya itu membuktikan bahwa aku telah memikirkan sesuatu di bawah Sihir Kontrak Agung saat itu terjadi. Hadiahnya tidak dapat ditetapkan jika aku tidak memikirkan apa pun. Begitulah agar tujuanmu tercapai ── tentang itu? Un, Aku tahu itu. “

“Eh …… eh ……? ── Ka-kau menerima 「Showdown」itu meskipun kau menyadari hal itu? ”

“Sebaliknya, aku ingin bertanya padamu, meskipun itu hanya untuk mengkonfirmasi jika aku memikirkan sesuatu atau tidak, apa itu benar-benar perlu untuk melakukannya dengan cara seperti ini?”

“────Eh?”

“Yah, kupikir kau pastinya tahu akan hal ini, tapi aku tidak benar-benar berusaha menyembunyikannya darimu. Tidak ada gunanya untuk memberi tahumu sekarang, jadi aku tidak akan mengatakan apa-apa. “

“Jenius … usaha yang sia-sia.”

Tifalycia tidak dapat bersuara atas tanggapan tumpul Reiji dan komentar lembut Leu.

Tifalycia menjadi terlalu sombong dengan idenya sendiri sehingga dia tidak dapat menyadari tujuan aslinya.

“Me …… Meskipun itu adalah kesempatan yang langka … untuk menjadi lebih baik dari Reiji ……”

Ketika dia berpikir bahwa dia akhirnya lolos, untuk berpikir bahwa dia masih menari di telapak tangan Reiji──

Saat melihat Tifalycia yang terlihat frustrasi, Reiji merenggangkan lehernya, dan tersenyum sambil menutup mulutnya dengan tangannya.

──Tampaknya berjalan seperti yang direncanakan.

Lalu dia segera mengangkat bahunya.

“Yah, untuk bisa berpikir dengan cara membuat pengesahan dari「 Showdown 」itu sendiri menjadi kondisi kemenangan karena kau tidak bisa memenangkan「 Showdown 」tersebut, itu bukanlah ide yang buruk, yang datang dari dirimu. Itu bisa dimanfaatkan dengan berbagai cara. ”

“Be …… Begitukah?”

Itu tidaklah sia-sia ── Tifalycia mampu terhibur hanya dari kata-kata itu.

“Un, itu benar. Aku percaya bahwa kau telah bekerja keras, oke? ──Ngomong-ngomong. “

Saat melihat senyuman cerah di wajah Reiji yang tak seperti biasanya, Tifalycia mulai menegang.

“Sudah saatnya kita melakukan ini.”

Dia menyesali dirinya sendiri karena telah menantangnya dengan sebuah pertandingan tanpa harapan ..

◇ ◆ ◇

“Hoh, halaman di sini juga terlihat cukup mengesankan.”

Meskipun mereka mengatakan kepada kami untuk menggunakan ruangan ini selama kami tinggal di negara ini, mereka tidak mengatakan bahwa kami tidak boleh keluar ── menggunakan alasan seperti itu dengan nada acuh tak acuh, Reiji pergi keluar tanpa izin dari ruangan para tamu istana, dan tiba di sebuah halaman besar.

Di lantai marmer yang dipoles bersih, monumen kristal bening saling berjajar rapi dan terdapat karang-karang mirip permata yang dapat menggerakkan hati para penonton.

Saat melihat ke sisi lain, terdapat lengkungan transparan, lautan yang seolah menggantikan langit, terdapat juga makhluk-makhluk bercahaya seperti ubur-ubur yang menggantikan bulan dan melayang secara perlahan-lahan, mereka menerangi kota bawah laut dengan tingkat kecerahan tertentu.

Sambil berjalan santai, ia mulai berpikir bahwa Universal Paradise (Aquatera Realm) sebenarnya berarti pemandangan yang dia lihat ini.

(Flapy : Universal Paradise = Surga Dunia)

“Umu, menjadi seorang NEET di tempat seperti ini bukanlah ide yang buruk.”

Reiji bergumam tanpa sadar.

“──AN!”

Terdengar suara yang terdengar seperti sebuah protes yang datang dari 『dia』 tepat di sebelah kakinya.

“Eh? Apa?”

“ANN … AN! AUAU! “

“── {Aku setuju dengan pendapat itu, aku ingin ikut bekerja sama sehingga Reiji dapat menjalani kehidupan NEET semaksimal mungkin}?”

“AUUU !? AUU … AUNN … AUAUAUUU !! ”

“Aku benar-benar tidak mengerti apa yang ingin kau katakan.”

Orang yang mengatakan itu dengan dinginnya adalah Leu yang berjalan di samping Reiji dengan 『dia 』yang berada di tengah-tengah.

Leu memberi tahu 『dia 』tanpa ampun, 『dia 』yang mengenakan tali pengikat di lehernya dan merangkak sambil mengenakan telinga anjing ── Tifalycia.

” Bicaralah… dengan benar…”

“u…uu…uUUuu…”

“…… Meskipun aku tidak memenuhi syarat untuk bisa mengatakan ini, tapi kau benar-benar mengerikan.”

「Showdown」 dengan Tifalycia berakhir dengan kemenangan telak Reiji. Lalu dengan menggunakan hadiah kemenangan 『Lakukan apa pun yang kau inginkan jika aku kalah』, Reiji ── Tidak, lebih tepatnya, dengan saran dari Leu, Tifalycia diperintahkan untuk 「Menjadi sepenuhnya patuh sambil mengenakan telinga anjing. Berjalanlah dengan cara merangkak. Hanya berbicara dalam bahasa anjing 」.

“Aku juga telah berpikir untuk berjalan-jalan dengan mengenakan telinga anjing, tapi untuk menambahkan syarat dengan hanya berbicara dalam bahasa anjing ── Kerja bagus Leu.”

“Aku akan menjadi malu jika Master terlalu memujiku.”

Karena pasangan jahat yang mengangkat ibu jari mereka untuk saling memuji satu sama lain itu, Tifalycia yang sedang mengenakan telinga anjing dan merangkak mulai meneteskan air mata kesedihan sambil menundukkan kepalanya.

“Auu … auu ……”

Dia masihlah seorang Penguasa. Dia, yang awalnya merupakan penerus kerajaan 「Elf」, telah  dipasangkan kalung anjing dan harus berjalan dengan cara merangkak.

Selain itu, harus berjalan dengan cara merangkak telah benar-benar menekankan payudaranya yang luar biasa, setiap kali dia mengangkat lututnya untuk bergerak, rok pendek gaun itu akan selalu menggulung, memperlihatkan pahanya dan bahkan akan mengekspos apa yang ada di baliknya ──

Akan menjadi masalah tentang bagaimana orang lain melihatnya.

Melihat Tifalycia yang menantang Reiji untuk melakukan「Showdown」 tanpa memikirkan konsekuensinya dan menerima permainan hukuman setelah dia kalah, dia menatapnya dengan mata memelas yang berkaca-kaca, dan Leu, yang memandangi Tifalycia dengan mata dingin tanpa mengatakan apapun, Reiji merasa bahwa itu mungkin sedikit berlebihan.

“──Baiklah, oke aku sudah mengerti,「 Kau bisa berbicara dengan normal 」.”

Begitu Reiji berkata begitu, kontraknya pun dilepaskan, Tifalycia langsung terpuruk di tempat tak berdaya.

“U …… Uu …… Itu… terlalu kejam …… Apa yang akan「 Sirena 」katakan jika mereka melihatku dalam posisi ini …”

“Hmm? Apa kau ingin mendengarnya langsung dari mereka? Lalu── “

“Ti-Tidak, aku tidak ingin mendengarnya- aku tidak ingin mendengarnya – aku tidak ingin mendengarnya!!”

Leu diam-diam berbicara kepada Tifalycia yang mengangkat wajahnya dengan ekspresi putus asa, berusaha untuk menghentikan Reiji.

“Kenapa kau menghalangi Master? Duduk.”

“Eh …… eh?”

“Duduk.”

“──”

Orang yang memenangkan 「Showdown」 hanyalah Reiji, jadi Leu tidak memiliki wewenang untuk memerintahnya.

Untuk berbicara dalam bahasa anjing juga merupakan saran oleh Leu yang diperintahkan oleh Reiji.

Namun, Tifalycia duduk di tempat seolah-olah perintah paksa itu benar-benar berasal dari pihak yang berwenang.

Hubungan hierarki absolut.

Seolah ingin memamerkannya, Leu berbicara dengan lebih dingin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *