Volume 2 Chapter 3 Part 4

Pergerakan yang dilaporkan Leu terhadap ras-ras lagi sebagian besar adalah pada perlakuan 「Infirma 」di sana.

Apa yang Reiji ingin Tifalycia untuk sadari juga merupakan fakta yang sesungguhnya.

Saat merasa bahwa maksud tujuan Reiji telah menyebabkan suasana harmonis terasa membeku, Tifalycia menegangkan tubuhnya.

Kemudian, seolah telah menduganya, Taigoubou tertawa dan berbicara.

“Hmm, jika kau ingin melihatnya, aku bisa membawamu ke sana.”

Tidak ada yang perlu disembunyikan.

Saat melihat Taigoubou yang dengan sengaja bersikap tenang, Tifalycia tidak bisa mengendurkan ekspresi tegangnya.

Berpisah dari Seire, mereka mengikuti Taigoubou menuju tangga yang menuju ke bawah tanah.

Setelah terus turun selama beberapa saat melalui lorong sempit dengan permukaan batu yang terbuka, yang ada di hadapan mereka adalah gua bawah tanah yang redup dan berukuran besar yang membuat daerah makmur di permukaan tampak seperti sebuah kebohongan.

Cahaya dari permukaan tidak akan mencapai tempat ini, tapi permukaan bebatuan itu sendiri tampak bersinar, membuat seluruh tempat itu berwarna putih pucat.

Reiji dan rekannya mengawasi dari tempat yang tinggi, dan melihat 「Infirma」yang berjumlah berkali-kali ── berpuluh-puluh kali dari 「Sirena 」, tengah bergerak di bawah cahaya redup itu.

Mereka menggunakan aliran air bawah tanah yang mengalir untuk mencuci dan memasak, alat-alat untuk mengukir detail-detail halus pada hal-hal seperti pilar, dan mengangkut yang selesai dibersihkan menggunakan gerobak.

“…………Mengerikan.”

“Hmm, tolong jangan salah paham.”

Seolah mengerti alasan mengapa Tifalycia berkata begitu …

Taigoubou dengan cepat menyelanya.

“Orang-orang itu melakukan ini atas kehendaknya sendiri, mengerti? Jika kau berpikir bahwa kami memaksa mereka menggunakan kontrak atau semacamnya, maka aku akan merasa sedikit patah hati. “

“Mustahil -“

Nada santai Taigoubou yang tidak sesuai dengan keadaan telah membuat Tifalycia membantahnya dengan spontan.

“Aku sudah tahu itu.”

“Reiji ……!?”

Reiji mengucapkan hal itu sambil menyaksikan pemandangan yang berada di hadapannya.

“Sejak deklarasi pembebasan selama [Authority], kontrak perbudakan antara「 Infirma 」dan ras lain telah dibatalkan. Dalam hal untuk membangun kembali kontrak tersebut, ras-ras lain sama sekali tidak dapat memaksa 「Infirma」secara sepihak. Karena pernyataan tersebut digunakan untuk tujuan khusus itu. ”

──Setiap ras, setiap Pahlawan akan hidup dan bertarung dengan penilaian dan kekuatan mereka sendiri.

Kontrak yang dibuat Reiji mungkin bekerja bahkan saat ini juga.

Karena itulah, kontrak antara ras lain dan 「Infirma」 ── yang menghambat kebebasan mereka tidak akan mungkin dapat terjadi.

Namun ── akan menjadi cerita lain jika 「Infirma」 sendiri menginginkan kontrak dengan ras lain.

“Mereka「 Infirma 」kemungkinan besar telah memutuskannya sesuai dengan keinginan mereka sendiri untuk membentuk kontrak perbudakan yang sesungguhnya dengan「 Sirena 」.”

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlaion, Mohon tidak mengcopy/memirror tanpa izin

Seperti bagaimana Leu membentuk kontrak perbudakan dengan Reiji, jika mereka ingin membentuk kontrak perbudakan itu sendiri, maka mereka bisa melakukan apa pun yang mereka sukai.

Karena itu merupakan kehendak mereka sendiri.

“Kenapa …… begitu …… meskipun akhirnya mereka mendapatkan kebebasan.”

“Un, TifaTifa benar-benar akan mengatakan hal-hal seperti itu huh.”

Sebagai pengganti Taigoubou yang menunjukkan ekspresi yang terlihat kesulitan, Leu diam-diam berbicara.

“Itu karena … bahkan jika mereka memperoleh kebebasan … mereka tidak bisa hidup sendiri.”

Tidak bisa hidup sendiri.

Kata-kata itu sangat membebani pundak Tifalycia.

Mereka hanya bisa datang ke negara 「Liberator」 setelah mereka bebas ── dia tidak bisa mengatakan kata-kata itu, kata-kata yang tersangkut di tenggorokannya.

Bagaimana jika…

Mereka semua benar-benar pindah ke Tistel ── maka negara 「Liberator」 akan runtuh.

“Sebenarnya, setelah deklarasi pembebasan Reiji-chi, aku ── juga Seire, memberi tahu semua orang itu secara langsung. {Kami akan memberikan bantuan, jadi apakah Anda ingin pergi ke negara 「Liberator」?}. Namun── ”

“{Kami tidak akan meminta hal semacam itu. Yang kami inginkan adalah hidup di sini dengan stabil.} ──adalah apa yang mungkin menjadi jawaban mereka, bukan? “

Taigoubou membuka matanya lebar-lebar karena terkejut, sementara Reiji dengan santainya mengangkat bahunya dan melanjutkan kata-katanya.

“Kejiwaan dari orang-orang yang terus patuh pada orang lain untuk waktu yang lama sangatlah mudah untuk dipahami sehingga bahkan tidak perlu memunculkan studi kasus mengenai Milgram Experiment.”

“Begitulah, kupikir Reiji-chi benar-benar telah mengintip tempat ini, bukan?”

“Daripada melakukan hal yang sia-sia semacam itu, tidur akan lebih baik.”

“Uwa, kau benar-benar mengatakan bahwa itu tidak ada gunanya ♪”

Melihat Taigoubou yang tertawa, Tifalycia bertanya tanpa mengubah ekspresinya.

“Benarkah itu?”

“Hmm?”

“Apa yang Reiji katakan tadi ── Apa mereka benar-benar mengatakan itu?”

“Hmm, jika aku harus menambahkannya … {Deklarasi pembebasan itu mengganggu}  hal-hal semacam itulah. Tidak juga, jika kau pernah kehilangan itu (martabat), kau tidak akan bisa mendapatkannya kembali. Rasanya mereka telah hidup sesuai dengan nama mereka sebagai 「Infirma」. ”

“────”

Kata-kata itu cukup untuk merenggut gagasan Tifalycia, membuatnya berdiri terpaku di tanah.

Tifalycia terhuyung-huyung beberapa langkah, dan berlutut ── sebelum itu.

“Haa, seriusan.”

Saat Reiji mengejek …

Dia diam-diam meyangga bahu Tifalycia.

“Sebaliknya, yah, sejak awal aku tidak punya niatan untuk membebaskan「 Infirma 」dengan menggunakan deklarasi itu.”

Seolah sama sekali tidak ada masalah yang terjadi, dia langsung berkata begitu.

“………………………………Ha?”

Saat melihat Tifalycia yang menatapnya hampa dengan mulut yang masih terbuka lebar secara spontan, Reiji ── Pahlawan 「Liberator」 , membalas tatapan itu dengan ekspresi yang terlihat sedikit terkejut.

“Ah? Apa? Jangan bilang kau benar-benar berpikir bahwa itu sudah cukup untuk membebaskan 「Infirma」 dan membangun negara 「Liberator」? “

Saat melihat Reiji menatapnya seolah mengatakan ‘bagaimana bisa?’, Tifalycia lebih merasa lega daripada marah.

Itu karena dia mengerti bahwa Reiji meyakinkannya dengan 『Jalan ini tidaklah salah』 dalam implikasi tersebut.

Namun, karena dia tidak ingin dia tahu akan hal itu ── dia berbicara dengan suara gemetar.

“Aku— Aku benar-benar berpikir begitu !! Aku akui, aku memang berpikir seperti itu !! Memangnya kenapa dengan itu !? ”

“Uwa, jangan mengamuk …… Sepertinya kau  hampir menangis.”

Saat mendengar itu, Tifalycia memperhatikan bahwa air mata telah berkumpul di matanya, dan ia menghapusnya dengan tergesa-gesa, lalu ia menyadari bahwa pada saat ini tidak ada gunanya melakukan itu, jadi dia mengayunkan tangannya dengan paksa.

“Ya ampun … Ya ampun … Ya ampun !! Ada apa denganmu … Ada apa denganmu !? Apa kau merasa senang bermain-main denganku seperti itu !? ”

“Eh … tidak. Itu jelas sangat menyenangkan. “

“Tolong sanggah itu !!”

Dia sudah merasa putus asa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas