Chapter 40.2 – Mengelola Wilayah

Selanjutnya akan menjadi urusan perang.

“Apa yang kita … Apa yang harus kita lakukan tentang pasukan tentara?” (Ron)

Ron … Kau tahu? Tidak apa-apa jika kau tidak menggunakan kata-kata sopan yang terasa asing bagimu. Sebenarnya, itu agak terasa sepi saat kau menggunakan ucapan yang sopan.

“Uh … Tidak … Yah, kau lihat ? , Pemimpin telah menjadi kepala keluarga dari klan yang kuat. Jadi, kupikir perbedaan harus menjadi sesuatu yang penting. Aku tidak tahan ketika orang-orang meremehkan pemimpin karena kami tidak berbicara padamu dengan bahasa yang sopan. “(Ron)

“… Kau sudah terlalu banyak memikirkannya…” (Almis)

Orang-orang terus tumbuh dewasa huh.

Aku sedikit tersentuh.

Ya, ada beberapa kebenaran dalam apa yang dikatakan Ron. Tapi itu tidak seperti hubungan kami akan tiba-tiba berubah karena menggunakan ucapan yang sopan.

“Lalu , apa jawaban atas pertanyaan yang sebelumnya?”

“Ah maaf. Aku sedikit terharu. Hmm tentara, huh. Untuk sementara waktu, kita harus mengkonfirmasi jumlah tentara yang kita miliki. ”

Pertama adalah semua orang dari desa – 30 orang. Setiap orang dilengkapi dengan senjata besi yang telah ditempa. Keahlian dan moral mereka luar biasa tinggi. Berikutnya adalah pasukan “Kami cinta Tetra” (Tetra Daisuki Tai) yang dipimpin oleh Bolus, Semua dari 40 orang itu memiliki peralatan perunggu.

Ini adalah pasukanku saat ini, totalnya 70 orang.

Kita dapat menambahkan pasukan Bartolo dan itu akan menjadi seratus. Sekitar sepuluh orang memiliki peralatan besi sementara sisanya memiliki peralatan perunggu. Moral dan keterampilan mereka tidak diketahui. Satu-satunya hal yang aku tahu adalah fakta bahwa pasukan Bartolo menghadapi tentara Raja Ferme secara langsung sehingga kau mungkin dapat mengandalkan keterampilan mereka.

Untuk sementara waktu , mereka akan bertarung bersama dengan kami.

Kami juga memiliki pasukan yang dipinjamkan kepada kami oleh Raja Rosaith, seratus tentara yang semuanya dilengkapi oleh peralatan perunggu. Meskipun kau tidak bisa mengatakan bahwa keterampilan dan moral mereka tinggi, kau tidak bisa mengatakan bahwa keduanya rendah. Raja akan membayarkan biaya pengeluaran mereka.

Ini berarti jika Raja De Morgal ingin menyerang kami, kami akan segera dapat menghadapi mereka dengan 270 tentara. Bagaimana cara kami menggunakan ini?

“Berapa kekuatan pasukan  Raja De Morgal?” (Almis)

“Sekitar 10.000 orang. Dia mengerahkan pasukan sebanyak itu ketika dia berperang dengan Raja Gillbed dan Raja Fardam. Jika semua klan kuat yang berada di bawah pengaruh kerajaan Raja Rosaith bersatu, kita mungkin dapat mengerahkan sekitar 5.000 tentara. Namun kenyataannya, kita hanya akan mengerahkan sekitar 3.000 tentara. Tapi tenanglah. Raja De Morgal selalu berperang dengan Raja Gillbed dan Raja Fardam. Oleh karena itu, 10.000 orang yang berbaris melawan kita akan menjadi hal yang sangat tidak mungkin. Paling banyak hanya sekitar 3.000 tentara. ”(Bartolo)

Aku mengerti. Itu berarti seharusnya kita bisa seimbang saat menghadapi mereka. Jika kita bisa mengulur waktu …

3.000 melawan 270 … itu agak terasa…

“Paling tidak, aku ingin 500 tentara. Artinya kita akan membutuhkan 230 tentara baru. ”(Almis)

“Apa kita akan beralih ke wajib militer seperti yang telah kita duga?” (Tetra)

Aku menjawab pertanyaan Tetra.

“Hmmm. Kau lihat? Aku tidak menyukai wajib militer. “(Almis)

Wajib militer memiliki efisiensi yang buruk. Kau harus memaksa orang-orang yang tidak ingin berperang, plus kau harus memberi mereka peralatan. Selain itu dengan memaksakan para pekerja untuk beralih ke tentara, itu akan membuat hasil pajak menurun.

Mereka hanya akan berguna setelah kita melatih mereka untuk jangka waktu yang lama , tapi pada saat itu masa tugas mereka akan berakhir. Lalu mereka akan kembali ke ladang-ladang yang terlantar dan siklus yang kejam tersebut akan dimulai kembali.

Kau akan memberi mereka senjata, dan dengan menarik pelatuknya, kau akan membiarkan mereka untuk membunuh orang lain.

Kau akan membutuhkan pelatihan yang ketat dalam hal pasukan berat. Orang-orang di Wilayah klan Ars akan merasa bahwa pemimpin mereka adalah pemimpin yang baik jika tarif pajak rendah.

Oleh karena itu, wajib militer adalah hal yang tidak mungkin.

Pada saat-saat krisis mungkin itu akan baik-baik saja, tapi di masa damai seperti ini, itu tidak akan membutuhkan banyak prajurit.

“Para wajib militer akan mempunyai terlalu banyak perbedaan dalam hal keterampilan dan semangat kerja mereka dengan kita. Dalam kasus terburuk, mereka mungkin hanya akan menjadi beban kematian. Peran kita adalah sebagai bagian pertahanan, kan? Oleh karena itu, aku percaya apa yang kita butuhkan adalah kualitas daripada kuantitas. ”(Almis)

“Hmm. Untuk seorang amatir, aku yakin bahwa kau tahu banyak hal huh. “(Bartolo)

Aku mendapat pujian dari Bartolo.

Apa, aku sama sekali tidak senang meskipun aku dipuji oleh orang ini, Kau tahu itu! (TL Note: Tsun tsun)

“Baiklah, sudah diputuskan! Itu akan merugikan kita, tapi mari merekrut para prajurit tetap. “(Almis)

“Umm. Aniki, haruskah kita mengumumkan perekrutan itu ketika kita mengumpulkan pajak? ”

“Ah, ayo lakukan dengan cara seperti itu.” (Almis)

Memasang pengumuman mungkin tidak akan berguna. Mungkin tidak ada orang yang bisa membacanya.

“Nee. Almis-san. Bukankah kau melupakan sesuatu yang penting? ” (Gram)

“Sesuatu yang penting?” (Almis)

“Itu adalah para pemanah. PEMANAH. Ketika kau berbicara tentang pertempuran bertahan, kau harus memiliki seorang pemanah, bukan? ” (Gram)

Gram sangat menekankan hal itu.

Yah, itu bukan seperti aku telah lupa tentang para pemanah tapi …

“Kau tahu? , Pemanah itu mahal. Kau akan membutuhkan keterampilan tingkat lanjutan. Kita akan memperbanyak jumlahnya tapi…. ”(Almis)

Di Semenanjung Aldnea, Pasukan berat akan menjadi faktor penentu dalam hal pertempuran.

“Pasukan berkuda! Pasukan berkuda… Pasukan berkuda akan diperlukan, benar Aniki? ”

“Kuda juga mahal lho? Selain itu, pengolahan sapi dan kuda juga akan menjadi prioritas kita. ”(Almis)

Kami juga tidak akan bisa mengumpulkan banyak kuda. Apa yang bisa dilakukan sepuluh pasukan berkuda sebagai divisi pasukan berkuda? Paling tidak, kita perlu seratus pasukan berkuda untuk membuatnya berfungsi dengan baik, jadi mengapa harus repot-repot.

“Selanjutnya, kita perlu memproduksi bubuk hitam secara massal.”

Lagi pula, itu tidak bisa dibuat dengan mudah. Banyak hal akan terjadi, jadi membuatnya adalah hal yang tidak dapat dihindari.

“Bubuk itu luar biasa huh. Ajari aku cara membuatnya juga. ”(Bartolo)

“Akan jadi masalah jika teknik pembuatannya bocor keluar, jadi itu satu-satunya hal yang tidak bisa aku ceritakan kepadamu. Selain itu, itu bukan sesuatu yang bisa kau persiapkan dalam jumlah besar plus keberhasilannya bervariasi. ”

Untung saja musuh berada dalam formasi yang saling berdekatan ketika kami menggunakannya dalam pertempuran defensif. Jika tidak, persediaan mesiu kami tidak akan cukup. Itu adalah serangan balik yang mengejutkan, di sisi lain, ketika kami menggunakannya untuk mengalahkan Raja Ferme, itu telah menjadi faktor yang dapat memastikan kesuksesan kami.

Ini sangat efektif ketika digunakan melawan musuh untuk yang pertama kalinya. Namun setelah itu, musuh mungkin akan menyiapkan tindakan balasan. Terlalu mengandalkan mesiu akan menjadi hal yang buruk.

Kau membutuhkan sejumlah besar bahan material untuk membuat mesiu. Kau bisa mendapatkan sulfur yang tak terhitung jumlahnya dari gunung berapi, kau juga bisa menghasilkan arang dalam jumlah besar, dan menciptakan metode yang dapat diandalkan untuk memproduksi Kalium nitrat dalam jumlah besar.

Namun, kau tidak dapat membuat tombak sebanyak itu dengan mudah, dengan sihir pembakaran yang terpasang diatasnya. Untuk itu, kau membutuhkan benda yang disebut batu sihir yang berkualitas baik untuk dapat membuatnya. Batu sihir mengacu pada batu yang cocok untuk sihir di antara batu jimat. Itu dinamai oleh Tetra.

Batu-batu ini mungkin harganya murah tapi jumlah tidak banyak. Orang-orang mengira bahwa batu-batu itu adalah sampah jadi tidak ada orang yang menambang.

Oleh karena itu, mengumpulkan mereka dalam jumlah yang besar akan memakan biaya khusus, yang untuk beberapa alasan bisa menjadi harga yang cukup tinggi. Ini adalah hal yang merepotkan yang dapat menghabiskan biaya lebih banyak daripada harga dari batu sihir itu sendiri.

Jika tidak bisa meledak, maka mesiu itu tidak akan berguna. Di sisi lain, jika kita menggunakan kawat pembakar maka kau harus mempertimbangkan kemungkinan besar bahwa itu tidak akan meledak, membuatnya sangat tidak dapat diandalkan.

“Begitukah? Baiklah. Ketika hari dimana kau dapat memproduksi barang itu secara masal, maka dengan segala cara, tolong ajarkan metode pembuatannya kepadaku. ”

Bartolo dengan senang hati mengundurkan niatnya.

“Sebagai gantinya, tolong ajari aku cara membuat kertas.” (Bartolo)

“Itu adalah apa yang akan aku ajarkan pada Raja Rosaith, jadi tenanglah.” (Almis)

Seperti yang diharapkan, itu menjadi sulit untuk menyimpan rahasia ketika kau menjadi seorang bawahan.

“Selanjutnya adalah sihir, huh? Kita perlu menyiapkan penghalang. ”

Alasan aku dan semua orang hampir mati karena kelaparan, dan alasan kematian orang tua Tetra adalah karena wabah kelaparan yang disebabkan oleh kutukan.

Jika kau memikirkannya, aku mengerti bahwa kita harus menginvestasikan kekuatan kita pada masalah ini.

“Kudengar sebuah negara besar yang ada di utara telah menerapkan kutukan.” (Almis)

“Ya. Itu Kerajaan Rozel, kan? Itu adalah negara yang mendominasi seluruh wilayah bagian utara dari Semenanjung Adernia. ”

Raja Rozel huh? Baiklah, aku akan mengingat namanya.

“Raja Ferme tidak menganggap bahwa memasang penghalang itu adalah hal yang penting sehingga terjadi Kelaparan, bukan begitu? Jika aku ingat dengan benar, Raja Ferme memiliki 9 penyihir tingkat tinggi. Mereka semua tidak pernah berpartisipasi dalam pembangunan penghalang. Kukira itu masih tidak akan cukup bahkan jika aku melepaskan para penyihir yang ada di penjara dan menugaskan mereka untuk memenuhi tugas itu. ”(Almis)

“Mereka tidak cukup huh. Namun, di Kerajaan Rosaith, kami mempunyai penghalang nasional yang disiapkan oleh Julia-sama. Oleh karena itu, setidaknya, kami perlu menugaskan satu penyihir tingkat tinggi untuk pekerjaan itu. ”

Sedikitnya satu orang?

Hmmm … Tetra atau Soyon atau Lulu? Yang mana yang harus kupilih?

“Aku mendengar bahwa jiwa seorang penyihir muda akan jauh lebih cocok untuk menunggangi jiwa karena mereka lebih energik. Karena itu kau harus menghemat ketiganya. ”

Lalu, aku tidak akan memiliki penyihir kelas tinggi yang tersisa?

“Tuan Almis, kupikir aku tahu seseorang yang cocok untuk peran itu.” Kata Bolus yang sejak awal selalu diam.

Apa itu?

“Penyihir yang mengukir karakter suci di punggung Nyonya Tetra. Wanita tua itu seharusnya bisa menunggangi jiwa sejak lama. Aku percaya bahwa pembuatan penghalang dan usia seharusnya tidak terkait satu sama lain. Oleh karena itu, kenapa kita tidak mencoba untuk menyerahkannya kepada penyihir tua itu? ” (Bolus)

“Itu ide yang bagus.” (Almis)

Baiklah, ayo lakukan itu.

Meskipun aku merasa tak enak untuk membuat para lansia bekerja.

“Umm … bukankah itu berarti kami tidak akan memiliki sesuatu yang dapat kami dilakukan?”

Tanya Soyon sambil mengangkat tangannya.

“Tidak … tidak … aku punya banyak hal yang harus kuserahkan pada kalian.” (Almis)

Pertama, latihan sihir untuk para ahli sihir lainnya. Juga, pembuatan sumbu tombak.

Karena aku akan meminta Tetra untuk membantuku secara pribadi, aku akan membuat Soyon dan Lulu bekerja di bidang tersebut.

“Dengan kata lain, tidak ada yang berubah huh.” Kata Lulu.

Yah, kukira seperti itulah.

“Setelah itu, aku ingin meningkatkan keragaman jenis hewan yang bisa kita gunakan untuk menunggangi jiwa. Ya, aku ingin seekor anjing untuk itu. Dan kemudian burung hantu atau kelelawar untuk pengintaian di malam hari. ”(Almis)

“Dan bagaimana cara kita mendapatkannya?”

“Untuk sementara, aku akan mencoba bertanya kepada orang-orang Cretian. Negara itu selalu berperang di sepanjang tahun, jadi mereka seharusnya berpengetahuan luas ”

 

Malam itu.

“Nee. Almis. “(Tetra)

“Hmm ?? Apa ihmmmmm !! ”(Almis)

Bibirku ditutupnya.

Tetra menatapku dengan mata berlinang.

“Apa kau tidak melupakan tugas yang paling penting dari seorang bangsawan?” (TL Note: Oh Yeah !)

“Oh ya. Sepertinya aku telah melupakannya. ”

Aku meraih bahu Tetra, memeluknya untuk menjadi lebih dekat denganku, dan mencuri ciuman dari bibirnya.

Lalu aku mendorongnya ke kasur. (͡ ° ͜ʖ ͡ °)

 

3 komentar untuk “Chapter 40.2 – Mengelola Wilayah”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *