Chapter 39

“Sialan bajingan tak berharga itu!”

“Sekarang, tolong tenanglah, Tuan Regale. Raja masih memiliki kedudukan selama dua tahun lagi, dan kemudian tahta akan menjadi milik anda. ”

Orang kepercayaan Regale, Belmet berbicara kepadanya.

Umurnya enam puluh tahun.

Dia tidak memiliki cucu atau lebih tepatnya dia tidak menikah.

Dia ada hanya untuk melayani keluarga Debell.

Oleh karena itu, ia ditunjuk sebagai orang kepercayaan Regale.

Pada dasarnya, para pengikut yang berkumpul di sekitar Regale kebanyakan adalah semua kerabatnya, tapi ada orang lain yang telah berkumpul di bawah rekomendasi Belmet.

Singkatnya, dia ada sebagai “mutiara kebijaksanaan” Regale.

“Yah, aku akan memilih Putri Julia sebagai tunanganku.”

“Tuan Regale, tolong jangan ceroboh.”

Belmet menasihati Regale.

“Kau berada di pihak siapa?”

Regale bertanya pada orang kepercayaannya dengan ekspresi tertegun.

“Tuan, Anda adalah orang yang paling kuat di antara klan. Anda jelas berada di sisi berikutnya untuk menduduki tahta. Bahkan raja yang sakit-sakitan tidak akan dapat menghentikan Anda tidak peduli betapa dia tidak menyukai anda. Namun, jika bocah itu mampu mendapatkan dukungan dari anggota klan … ”

“Heh! Anak itu hanya beruntung karena dia telah memenangkan pertempuran. Bahkan aku juga bisa melakukannya. Memenangkan pertempuran seperti itu jelas adalah hal yang mungkin. Bocah itu bahkan tidak memiliki dukungan yang layak. Kasus terburuk mungkin lebih baik untuk menggulingkan kerajaan. ”

Regale dengan bangga mengatakan hal itu.

“Ini harus menjadi pilihan terakhir. Anda memiliki kebiasaan seperti kelalaian ini. Tolong sangatlah berhati-hati. Misalkan anda ingin menjadi raja … ”

Belmet mulai memarahinya.

Sambil mengabaikan omelan orang tua itu, Regale meninggalkan istana Raja Rosaith.

“Akulah oadalah rang yang dipilih oleh dewa! Akulah yang akan menjadi Raja! ”

Regale bergumam pada dirinya sendiri.

“Tuanku, Ayah! Tunanganku adalah Regale Debell, kan? Aku benar-benar tidak suka orang itu. ”

“Aku setuju. Namun, dalam keadaan saat ini, tidak ada orang lain lagi. ”

Regale Debell adalah penguasa klan paling kuat di negara ini.

Bahkan ada beberapa darah kerajaan mengalir di pembuluh darah Regale dan dia memiliki banyak pengikut dan pendukung.

Akan ada sebuah perang sipil jika orang lain selain dirinya yang menjadi raja.

Jika terjadi perang saudara, negara-negara di sekitarnya akan turut campur tangan.

Itu tidak pasti apakah kau bisa menang dan bahkan jika kau menang, kau akan kehilangan banyak wilayah.

“Jadi, aku harus menikah dengannya …”

Julia berkata dengan sedih, lalu menunduk.

Dadanya dipenuhi dengan rasa jijik dan kesedihan karena dia tidak bisa hidup bersama dengan pria yang disukainya. Dia merasa iri terhadap temannya yang bisa hidup bersamanya, dan seorang anak yang akan dibencinya, yang akan lahir dari hubungan mereka.

“Sejujurnya, ketika aku berumur sepuluh tahun, negara ini dihancurkan oleh Raja Ferme. Aku melarikan diri ke hutan dan bertemu Almis. Aku menikah, dan bermimpi untuk mendapatkan negaraku kembali. Itu mungkin akan menjadi mimpi yang menyenangkan. Akan lebih baik jika Ferme yang menjadi  raja, itu adalah keinginanku saat ini. ”

“Dalam hal itu … bukankah aku akan mati?”

“Tidak, ayah akan dipenjara. Ayah akan  hidup sehat dan tidak sakit. Aku akan membantu ayah.! Aku tidak akan merestui pernikahanmu itu! Itu yang akan ayah teriakkan. ”

Julia merasa senang, tapi juga merasa sedih karena khayalannya.

Ngomong-ngomong, Regale akan menjadi orang yang pertama mati. Dibunuh oleh Raja Ferme.

Dia mengerti dengan sangat baik bahwa itu hanyalah sebuah fantasi.

“Pernikahan…. Tetra, kau cantik sekali. Aku juga, begitu saja … Aku ingin punya suami seperti itu. Aku akan melatih Regale agar bisa menjadi seperti Almis. Hei, kenapa aku harus berpura-pura untuk melatihnya? ”

Julia menghela napas dalam-dalam.

Bola matanya terlihat sedikit basah.

Air mata itu akan keluar jika dia tidak menggerakkan mulutnya.

“Sabar. Aku punya rencana. Menurutmu, kenapa aku memberikan semua wilayah mantan Raja Ferme ke Almis? ”

Ketika Raja Rosaith mengatakan hal itu, Julia melompat.

Dia menekan Raja Rosaith.

“Ayah!! Apa itu berarti aku mungkin bisa menikahi Almis? ”

“Hei, itu berat !! Itu menyakitkan, geho, geho ”

Raja Rosaith batuk keras.

Dalam kepanikan, Julia dengan cepat menyingkir  dari Raja Rosaith.

“Gadis bodoh ini … aku baru kehilangan tiga bulan dari sisa hidupku.”

“Aku minta maaf!”

Julia meminta maaf sambil menggosok punggung ayahnya.

“Yah, seperti itulah. Untuk saat ini mustahil. Hadiah untuk membunuh Raja Ferme diimbangi dengan mendapatkan wilayahnya. Hal besar lainnya … dia perlu mencapai sesuatu yang lain untuk menunjukkan kemampuannya. Dan dia belum memiliki sekutu apa pun dibelakangnya. ”

Kerajaan Rosaith.

Ada alasan untuk ‘ini’.

Ini adalah apa yang memisahkan Raja Rosaith dan negara.

Dengan kata lain, tidak ada yang namanya ‘Kami adalah sebuah negara’.

Negara Raja Rosaith terdiri dari aliansi klan yang kuat.

Dengan kata lain, kerajaan didirikan oleh beberapa klan besar dan berkuasa di bawah pimpinan keluarga Rosaith.

Oleh karena itu, hubungan antara Raja Rosaith dan klan yang berkuasa relatif dekat dengan yang sederajat, meskipun ada hubungan tuan-pelayan di antara mereka.

Terutama jika itu menyangkut klan besar yang kuat dengan populasi penduduk lebih dari sepuluh ribu orang.

Klan yang berkuasa memiliki hak pengumpulan pajak sejak awal dan ini bukan sesuatu yang diberikan kepada mereka.

Raja Rosaith tidak dapat menundukkan klan yang berkuasa secara paksa, juga tidak ada klan berkuasa yang diwajibkan untuk mematuhi raja.

Oleh karena itu, dukungan dari klan-klan kuat lainnya akan sangat diperlukan ketika menyangkut hak pendudukan tahta.

Bahkan jika Almis akan mewarisi tahta, hanya akan ada wilayah Ars yang terdiri dari tiga puluh ribu orang orang dan wilayah Rosaith yang terdiri dari tujuh puluh ribu orang.

Sisa klan lainnya akan menjadi musuh.

Sebaliknya, jika dukungan mereka dapat diperoleh …

“Dengan kata lain, itu terserah padanya. Itu tidak mungkin, tapi masih ada harapan. Aku akan mencoba melakukan sesuatu tentang hal itu, jadi tolong jangan menangis. ”

Raja Rosaith menghibur putrinya.

 

Tinggalkan Pesan