Chapter 32

“Dengar, ini serius. Berapa banyak penyihir yang kau miliki? Ah, aku berbicara tentang ahli sihir yang bisa menggunakan ‘sihir menunggangi jiwa’? (Bartolo)

“Tiga orang. Menurut Tetra, Raja Ferme memiliki sembilan penyihir yang bisa menggunakan ‘sihir menunggangi jiwa’. Tiga dari mereka telah dihabisi dalam serangan dadakan kami. “(Almis)

Aku menjawabnya dan Bartolo mengangguk puas.

“Sungguh. Kami membawa lima penyihir. Dua ahli sihir milik Raja Ferme ada bersama dengan pasukannya. Itu berarti tersisa tiga penyihir lagi…. ”(Bartolo) (1)

Bartolo meletakkan tangannya didagunya.

“Oke, mari lakukan ini. Kami akan mengirim tiga orang ke pasukan pemberontak, kalian bertiga dan sisanya akan bertugas untuk menghancurkan penghalang milik musuh. “(Bartolo)

“Baiklah. Itu tak apa. ”(Almis)

Ada dua jenis penghalang.

Penghalang anti-sihir yang mencegah dari serangan sihir dan penghalang fisik yang dapat memperkuat suatu benda.

Penghalang dalam hal ini adalah penghalang fisik.

Benda yang diperkuat oleh sihir memiliki kekuatan tingkat menengah dan Bisa dibilang, itu hanya seadanya saja.

Jika itu adalah dinding batu, maka itu akan menjadi ancaman, tetapi itu hanyalah kayu.

Hal ini terbukti melalui eksperimen bahwa penghalang dapat dihancurkan dengan bubuk mesiu.

Bagaimanapun juga, penghalang hanya memiliki efek memperkuat peralatan pertahanan.

Kami berkumpul dan memulai pergerakan kami.

Setelah berkeliling sebentar, elang itu kembali.

Elang itu mendarat di pundak penyihir yang naik di kereta kuda.

Sang penyihir membuka matanya.

“Saya sudah menyampaikannya.” (Penyihir )

“Oke, ngomong-ngomong, apa pertempuran sudah dimulai?” (Bartolo)

Bartolo bertanya pada penyihir , dan penyihir itu membalas dengan mengangguk.

“Ya. Para pemberontak telah menyerang gedung pemerintahan dan mengepung istana. Raja Ferme berencana untuk menyerang mereka. Para pemberontak berada dalam situasi yang sulit. Ketika kami kembali, kami bertemu dengan penyihir musuh dan mengalahkan mereka. “( Penyihir)

Aku ingin tahu apa Raja Ferme akan menyerang kota ……

Itu adalah kondisi yang berlawanan.

“Ini adalah kesempatan kita. Jika kita menyerang sekarang, kita bisa menangkap mereka dengan menggunakan serangan kepungan dua arah. ”(Bartolo)

“Ah, tapi penyihir yang kami selamatkan demi penghancuran penghalang telah menjadi tidak berguna ……..” (Penyihir) (4)

Kami meningkatkan kecepatan pergerakan kami.

“Ngomong-ngomong, bukankah orang-orangmu pasti sudah merasa kelelahan. Jenis pelatihan macam apa yang kalian lakukan? ”(Bartolo)

“Tidak ada yang khusus. Bukankah itu sudah cukup bagus kalau mereka terus berburu di setiap harinya? ”(Almis)

“Kurasa begitu. Baiklah, dimasa depan , ayo kita berburu untuk melatih orang-orang kita. Ngomong-ngomong, bisakah kita berburu di hutan Romano? ”(Bartolo)

“Ya. Wilayah Grifon terletak jauh di dalam hutan. Selama kau tidak berburu di kedalaman hutan, kau tidak akan menghadapi kemarahan Grifon. Bahkan jika kau terlanjur berada jauh di dalam hutan, kau tidak akan terbunuh tanpa diberi peringatan. Grifon adalah sosok yang murah hati. “(Almis)

“Seriusan !? Konon katanya, Raja Ferme menggerakkan pasukannya melalui hutan Romano. Kami tampaknya telah melakukan kesalahpahaman yang sangat buruk… .. ”(Bartolo)

Bartolo menjatuhkan bahunya.

Tentu saja, alasan mengapa dia begitu sedih adalah karena dia merasa seperti tertinggal untuk berburu semua binatang di hutan Romano.

Tapi kita tidak bisa terlalu bersenang-senang karena itu akan menjadi hal yang buruk bukan?

Grifon itu mudah marah.

————–

(POV Almis)

Di atas gunung kecil.

Suara pertempuran dapat didengar dari bawahnya.

Menghadap kearah kota Raja Ferme.

Dua bendera berkibar dengan dahsyat.

“Aku akan melakukan pengintaian. Tidak ada lagi penyihir yang bisa memperhatikan serangan musuh. Serangan kejutan kita pasti akan berhasil. ”

“Oh, itu berbahaya.”

Aku melihat pengintai musuh mendekati kami dan menundukkan kepala Bartolo ke bawah.

Pengintai itu dengan cepat mengalihkan tatapannya.

“Hei, itu sakit. Rahangku menghantam tanah. ”

“Oke, ayo kita menyerang mereka dengan cepat!”

Bartolo dan aku menuruni gunung.

Lalu kami mengeluarkan perintah ke pasukan yang sedang bersembunyi.

“Baiklah, masuk ke dalam formasi!”

Para prajurit membentuk barisan di bawah komando Bartolo.

Kami juga mencontoh formasi pasukan Bartolo dan berbaris.

“Hei, kenapa kalian lebih baik dari kami?” (Bartolo)

“Karena kami semua sudah seperti keluarga, kami dapat bekerja sama dengan baik.” (Almis)

Itu mudah untuk membentuk formasi.

Bagian yang sulit adalah bergerak saat berada dalam formasi tanpa mengacaukan barisan.

Karena pasukan yang disusun dari para petani itu tidak pernah bekerja sama, mereka harus dilatih.

“… Aku akan kalah jika aku menyerangmu ….” (Bartolo)

Bartolo bergumam sambil memperhatikan kami.

Ada tiga ratus lima puluh orang di sini.

Apa pun yang kau pikirkan, kupikir Bartolo akan menang….

“Kami akan menyerang terlebih dahulu!” (Almis)

“Sialan … aku tidak ingin kalian semua memonopoli semuanya … kalian benar-benar bertindak cepat …” (Bartolo)

Bartolo menatapku dengan perasaan frustrasi.

Kau benar-benar memuji.

Kupikir tidak ada alasan bagimu untuk memuji lebih dari itu lagi.

Bukan berarti kami menginginkan pujian itu. Bagi kami, Jauh lebih penting untuk mempertahankan kehidupan orang-orang kami.

Namun, Untuk berbagai alasan itu sangat merepotkan ketika Bartolo memimpin.

Kami bergegas maju untuk menghindari kekacauan formasi.

Kami sudah cukup dekat untuk melihat musuh kami. Kami mungkin telah diperhatikan.

Kami mempercepat pergerakan kami.

“Ayo pergi! Semua pasukan, serang! ”(Almis)

Kami semua menyerang secara serempak.

Aku tidak bisa berhenti. bahkan jika aku ingin berhenti, aku akan mati. Aku akan dihancurkan dari belakang.

Mereka tampaknya telah memperhatikan kami, pasukan Raja Ferme mulai gemetar ketakutan.

Bagian belakang formasi mereka telah mengubah arah tombak mereka ke arah kami.

Apa kalian bisa menahannya?

bukan begitu raja Ferme?

Mereka membentuk formasi dengan cepat.

Namun…..

“Baiklah, siapkan tombak yang peledak!” (Almis)

Aku mengangkat tombak yang ada di tanganku.

Rekan-rekanku yang berada di barisan depan bersama denganku satu demi satu mengangkat tombak mereka.

“Lepaskan!” (Almis)

Tombak itu terlempar dan mendarat di pasukan Raja Ferme.

Permukaan tanah bergetar sangat dahsyat.

Para prajurit musuh yang telah menunggu kami bersama dengan tombak mereka telah terselubungi  dalam asap putih.

Itu akan berantakan.

Maksudku, kalian pasti mati karena terkena serangan langsung.

Ron, Roswald, dan Gram berbaris di sampingku.

“Penggal kepala sang Raja !!!”

Aku bergerak masuk ke dalam asap putih itu.

Seperti yang kalian duga, musuh berada dalam kekacauan.

Mereka bahkan tidak bisa menggunakan tombak mereka.

Mereka tidak lagi  berada dalam formasi, mereka hanya berlari.

Tetapi sulit bagi kami untuk menemukan Raja Ferme.

Tiba-tiba, aku melihat seorang pria yang mengenakan pakaian yang mewah di hadapanku.

 

Itu bukan Raja Ferme, tapi aku yakin kalau orang itu adalah seseorang yang cukup penting.

“Kau yang disana! Komandan pasukan! Aku di sini untuk memenggal kepalamu! ”(Almis)

Aku menyerang dengan menggunakan tombakku ke arah bajingan yang berpakaian mewah itu.

“Yah, Datanglah!”

Teriak si pria yang berpakaian mewah sambil menangkis serangan tombakku dengan menggunakan pedangnya.

“Oke!”

Aku menghancurkan pedang itu dengan tombakku. Pedang yang terbuat dari perunggu itu telah patah menjadi dua bagian.

Maaf.

Perbedaan senjata dan kekuatan kami terlalu besar.

Kau bisa membeci Tuhan jika kau ingin menyimpan dendam

“Aku melakukannya!”

Aku merasakan sebuah tekanan yang kuat dari belakangku.

Saat melihat ke belakang, seorang prajurit sedang mengayunkan pedangnya.

Membosankan!

“Mati!!”

Prajurit itu terjatuh jatuh ke tanah.

Sebuah panah tertancap di dahinya.

“Apa kau baik-baik saja, Almis?” (Gram)

Gram bergerak maju dengan menunggangi kuda sambil memegang busurnya.

Ron dan Roswald muncul di belakangnya.

“Itu agak terlalu berbahaya, bukankah begitu?” (Gram)

“Ya, maaf. Kau telah menyelamatkanku, terima kasih. Ngomong-ngomong … ”(Almis)

Aku menatap busur panjang yang ada di tangan Gram.

“Kau … menggunakan busur panjang dalam pertempuran seperti ini, dan juga sambil menunggangi kuda huh.”

“Begitukah? Apa yang salah dengan itu?”

“Tidak, tidak apa-apa.”

Pada saat yang sama saat aku mundur, seorang tentara musuh berusaha menebas Gram.

“Mati!!”

“Mati kau!”

Gram dengan tenang mengambil anak panah di tangannya dan menikamnya ke mata prajurit musuh.

Itu pastinya sangat sakit.

Itu salah.

Kau seharusnya menggunakan tombakmu sejak awal.

“Itu normal bagi Gram untuk bertindak aneh. Ayo kita cari Raja Ferme. Aku akan pergi duluan. ”

Ron menendang perut kuda sambil berkata begitu dan menghilang menuju ke area musuh.

Lalu kami mengikuti dibelakangnya.

(POV raja Ferme)

Sedikit kembali ke masa lalu.

“Sialan, kenapa gedung pemerintahan bisa jatuh?”

Ferme melotot kearah bendera dengan tanda keluarga Ars di atasnya.

Bangunan-bangunan pertahanan telah mendapat bekas terbakar di seluruh bagian mereka.

Ferme telah meninggalkan seratus tentara di kota, mereka bahkan menggali parit dan ada dinding di sekitar gedung pemerintahan.

Penghalang itu bahkan berlipat-lipat ganda dan seharusnya telah diperkuat.

“Saya minta maaf, tiba-tiba ada api ….”

“Aku tidak peduli dengan alasanmu! Kita akan mendapatkannya kembali setelah serangan kepungan kita berhasil! ” (Ferme)

Ferme memerintahkan semua prajuritnya untuk menyerang.

Jumlah tentaranya meningkat menjadi enam ratus orang  karena dia telah mengambil lebih banyak pasukan dalam perjalanan ke sana.

Namun, semangat  juang mereka rendah.

“Jangan pergi kemana-mana.”

“Kenapa kalian begitu putus asa?”

“Kau tahu, aku benar-benar ingin mendengarnya.”

Tiba-tiba, penampilan seorang gadis tiba-tiba berada dalam pikiran Raja Ferme.

Gadis yang pernah dia lepaskan.

Itu jika ….

Tidak mungkin.

Raja Ferme menyingkirkan ingatan buruk yang muncul di benaknya.

Sudah waktunya.

Para prajurit di belakangnya mulai membuat gebrakan.

Pada saat yang sama, bumi bergema sampai di telinga Raja Ferme.

“Apa yang terjadi?” (Ferme)

“Ini sungguhan! Pasukan Rosaith ada di belakang kita! ”(Prajurit)

“Apa katamu!?”

Ferme panik sesaat.

Tapi dia dapat menenangkan dirinya dalam sekejap.

“Perintahkan para tentara di belakang untuk menghadang mereka!”

Ferme memerintah komandan pasukannnya.

Ferme mengatakan kepada komandan dan pengawalnya.

“Negara ini sudah kalah, aku akan melarikan diri menuju kerajaan Dommergar. Kita akan berusaha untuk mengumpulkan kekuatan kita di sana dan merebut kembali negara ini! ”

Ferme naik ke kudanya dan pergi meninggalkan medan perang dengan para pengawalnya.

Tapi begitu dia mulai melarikan diri, suara deru yang keras telah terjadi.

Pasukannya dengan cepat jatuh ke dalam kekacauan.

“Sial, api dan asap ini adalah apa yang mereka bicarakan sebelumnya…. Itu merepotkan !! ”

Ferme dengan putus asa berlari.

Dia bahkan tidak bisa menyia-nyiakan waktu.

“Cepat! Berlari sampai kuda-kuda itu pingsan, oh !! ”

Ketika Ferme melihat ke belakang, ada empat kuda yang menerjang ke arahnya.

Di antara mereka adalah seorang pemuda yang bernama Almis.

Satu per satu  prajurit di sekitar Ferme telah jatuh.

Ferme berhenti.

“Kau sering mengganggu mimpiku dan Kalian juga! ”(Ferme)

Ferme menyiapkan tombaknya lalu menyerang Almis.

Almis menyerang dengan pedangnya yang terbuat dari baja Damaskus.

Tombak dan pedang itu saling berbenturan.

“Sialan … ..” (Ferme)

Ferme mengerang dan jatuh sambil menatap Almis.

Pedang Almis telah tertusuk sangat dalam di perutnya.

“Kesalahanmu adalah kau tidak memanfaatkan Tetra dengan sebaik-baiknya. Yah, aku bersyukur aku bisa bertemu dengannya karena itu. ”(Almis)

“Haha, kurasa begitu … itu adalah sebuah kesalahan …”

Ferme terlihat kecewa saat dia tertawa.

“Kalau begitu kau seharusnya bahagia karena aku telah meninggalkannya. ”(Ferme)

Ferme berkata seperti itu, sambil menghirup napas terakhirnya.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *