Chapter 26 – Pechin Pechin

Setelah meninggalkan bar, aku kembali ke gereja dan Famaa-san datang untuk menemuiku.

Untuk saat ini, aku memutuskan untuk memberitahunya bahwa aku akan tidur dan aku pun menuju ke kamar yang diberikan kepadaku.

Tentu saja aku tidak bisa tinggal disini tanpa membantu sesuatu, jadi aku akan membantunya dalam melakukan sesuatu yang akan dimulai besok.

Tempat itu sedikit berdebu, tapi ukurannya cukup luas, akhirnya aku bisa beristirahat.

Setelah keluar dari hutan, aku mengunjungi kuburan yang ada di Desa Nile dan aku harus menggendong Puria, jadi rasa kelelahan yang ada di tubuhku telah menumpuk.

Rasa kantuk mulai berangsur-angsur mengejarku, kon, aku mendengar suara di dekat jendela, aku melihat ke arah itu dan Puria yang berada dalam bentuk burungnya tengah mematuki di jendela.

Dan, ketika aku melihat sosoknya, aku teringat akan sesuatu.

Aku membiarkannya masuk ke kamarku.

「Yaa, selamat datang」

「Di luar dingin, permisi」

Sambil mengatakan itu, dia mulai merayap ke dalam selimut untuk menghangatkan dirinya.

Apa itu terasa hangat? Nah, kau akan segera menyesalinya.

「Puria-san, bisakah kau kembali ke wujud aslimu sebentar?」

「Eeh? Tidak mungkin, itu menjengkelkan 」

「Kumohon」

「Kenapa …… ah, mungkinkah, kau ingin melihatku telanjang?」

「Itu juga benar, tapi bukan itu. Aku teringat akan sesuatu yang sangat penting 」

Fuun, aku menghela nafas, dia merangkak lebih jauh ke dalam selimut.

Begitu sosoknya benar-benar tertutup selimut, apa yang ada di dalam selimut tiba-tiba membesar.

「Hore, Apa ini cukup? Jangan berpikir bahwa kau akan dapat melihatku telanjang dengan mudah! Kau pikir aku akan menunjukkan tubuhku pada orang mesum dengan begitu mudahnya? 」

Si harpy bodoh itu mengatakan hal tersebut ketika dia menyelimuti seluruh tubuhnya dengan selimut.

Sepertinya dia sudah lupa tentang apa yang telah dia lakukan saat berada di dalam bar.

Dia juga tidak menunjukkan tanda-tanda penyesalan.

…… Apa boleh untuk melakukan hal semacam itu?

Juga, apa akan baik-baik saja untuk mengajarinya bahwa penampilan semacam ini lebih menggoda daripada terlihat telanjang?

「Puria-san, sebentar, bisakah kau merangkak sebentar」

「He? Tidak mungkin, apa yang kau katakan? 」

「Aku tidak akan menerima kata tidak, cepatlah」

「Ke-kenapa kau marah… ..?」

「Hou, apa? Barusan itu, untuk apa aku marah! Apa kau baru saja mengatakan hal itu! 」

「Hiiii」

「Aku! Bilang! Jangan bicara di dalam bar! 」

「Ha, hahii」

「Tapi Puria-san! Kau berbicara! Dengan suara nyaring! 」

「Ka-ka-karena..」

「Tak ada alasan! Dan kau juga memperlakukanku seperti seekor binatang peliharaan! Tidak, itu tak apa-apa. Itu sendiri bukanlah sebuah masalah. Itu terasa sedikit mengasyikkan! 」

「Me-me-me-mesum! Kau orang sesat! 」

「Diam, semua pria itu mesum! Ora, diamlah dan cepat tunjukkan bokongmu! 」

「Ti-tidaakkk!」

Aku meraih bagian belakang leher Puria-san dengan paksa dan meletakkan perutnya di kakiku saat aku duduk di tempat tidur.

Aku menggulung selimut yang menutupi tubuhnya mulai dari bagian bawah hingga kepalanya.

「Hei, apa yang kau lakukan, kau bejat! Cabul! 」

Bata bata, Puria-san mengayunkan kakinya secara sembarangan, aku melihat bagian belakangnya yang penuh elastisitas dan sedikit memerah karena rasa malu, bulu-bulu di ekornya juga terlihat indah, dia secara spontan menutupi kepalanya, sebaliknya, aku mendapat pandangan sekilas tentang bagian yang seharusnya tidak boleh dilihat, aah, bagaimanapun juga, aku membelai bokongnya.

「Kau tahu, dalam budaya manusia, ada tradisi bahwa anak-anak nakal harus dihukum」

Namanya, oshiri pen pen.

(Flapy : Maksudnya mukul bokong)

Sungguh, nama yang bagus.

Aku mengangkat tangan kananku, pachin, pukulan pertama.

Ini buruk, apa ini. Itu terasa lembut, tapi kekenyalannya telah membuat pukulan itu memantul kembali.

Aku tidak bisa menerima ini. Itu akan menjadi kebiasaan.

「O, aduh, hentikan!」

「Ini buruk, sensasi ini adalah yang terbaik. Aku tidak bisa menghentikannya! 」

Pachin, pechin, pachin.

Aah, apa ini? Rasa puas ini.

Aku mengerti. Aku terlahir untuk memukul bokong Puria-san.

――Nine, cepatlah sadar ――!

Tenang saja Tia-sama.

Selanjutnya kau juga akan menerima pechin pechin!

Karena kau sama sekali tidak berguna saat aku berada di penjara!

――A, apa kau mau melampiaskan kemarahanmu pada kami !? Si bodoh ini, apa kau menyadari siapa aku ――!

Lamia yang tak berguna?

Aku tahu itu. Aku tidak yakin di mana letak bokongmu, jadi sebagai gantinya aku akan pechin pechin payudaramu.

――Ba-bagaimana mungkin kau. Tidak mungkin, apa aku memilih orang yang salah untuk membentuk sebuah kontrak ―― !?

15 menit kemudian.

Waktu pechin pechin yang penuh gairah telah selesai, dan aku merasakan rasa kepuasan yang belum pernah terpenuhi sebelumnya.

Sungguh, aku bersyukur karena telah dilahirkan. Ibu, terima kasih karena telah melahirkanku.

Uum, nama ibuku …… siapa itu.               

Aree? Aah, itu benar, Gallon, Ibu Gallon.

Sungguh, untuk bisa melupakan nama orang tuaku, aku bukan seorang kakek-kakek.

Aku menenangkan diriku dan melihat sekeliling, Puria-san diam-diam menangis di atas tempat tidur, dan suara tangisan Tia-sama bergema di kepalaku.

Aku mungkin sudah berlebihan. Tapi aku tidak menyesalinya.

Mari kesampingkan hal itu, tak ada kontak dari Alice-san.

Baiklah, itu tidak apa-apa, hanya sehari sejak aku tiba di kota.

Tak perlu terburu-buru.

…… Berbicara mengenai Alice-san, sepertinya dia menyukai Aroma-san.

Aku mungkin telah melakukan sesuatu yang buruk.

Yah, itu tidak masalah. Aku akan memastikan untuk sepenuhnya mencintaimu di tempat Aroma-san.

Itu sebabnya, Alice-san, kau bebas untuk          -ku?

…… Aroma-san, Aroma-san itu.

Bagaimana caraku mencintainya.

Sepertinya akhirnya aku akan bisa akrab dengannya, aku akan meminta Alice-san untuk membantuku.

…… Itu mengingatkanku, saat ini apa yang sedang dilakukan mereka semua di Augusta?.

Tinggalkan Pesan