Chapter 25 – Seseorang yang Dapat Diandalkan dan Namanya Adalah Wilson

…… Entah bagaimana aku akhirnya dibebaskan, tapi mereka tidak bisa membiarkan orang yang mencurigakan untuk terus berkeliaran, jadi selain mendapatkan izin untuk tetap tinggal, aku dibawa ke sebuah gereja di daerah kumuh.

Perhatian sekali manusia itu.

「Jadi apa yang harus aku lakukan?”

「Bukankah kau seharusnya mengawasiku, kau bisa melakukan pekerjaanmu dari samping kan? 」

「Tapi aku tidak boleh berada dekat-dekat dengan gereja」

「Tidak apa-apa, sepertinya di sini hanya ada pendeta yang memiliki sedikit kekuasaan. Identitas asli Puria-san tidak akan terungkap 」

「Kenapa kau bisa tahu itu?」

「Untuk menahan invasi iblis, orang yang lebih cakap akan ditempatkan di lokasi yang lebih penting, dan selain itu ………」

「Selain itu? 」

「Tia-sama bilang begitu」

「Yah mau bagaimana lagi jika Tia-sama yang bilang begitu」

「Benar kan? 」

「Ngomong-ngomong siapa itu Tia-sama?」

「Tia-sama adalah Tia-sama. Puria-san, tolong jangan katakan hal-hal aneh semacam itu 」

「Aku tahu tapi ….. Itu benar, Tia-sama adalah, Tia-sama ……」

Benar, benar. Jangan terlalu dipikirkan.

「Aree ….. Apa yang barusan kita bicarakan?」

「Untuk saat ini, itu akan baik-baik saja selama Puria-san tidak berada jauh dariku」

「? Yah, baiklah. Un, untuk melakukan pekerjaanku, itu cukup bagus 」

Puria-san memiringkan kepalanya ke samping dan menyetujuinya.

Syukurlah dia idiot

Kudengar dari Tia-sama bahwa tak ada usulan besar yang diajukan padanya.

Bagaimanapun juga, aku berpikir untuk menggunakan gereja ini sebagai markasku dalam mengumpulkan informasi di kota ini.

Dengan Alice-san yang mengambil tindakan secara terpisah, maka kami akan mengumpulkan informasi sendiri ..

「Kalau begitu, untuk saat ini aku akan berada dalam perawatanmu」

「Eeh, aku sudah diberitahu tentang apa yang terjadi. Kau telah mengalami pengalaman yang sangat buruk 」

Pendeta di sini, Famaa-san berbicara sambil tersenyum.

Dia berada di usia itu, jadi dia terlihat seperti orang tua yang lembut.

「Aku tidak bisa memberikanmu banyak bantuan, tapi untungnya ada kamar kosong. Silakan, nikmati waktumu selama kau tinggal di kota ini 」

「Aku sangat berterima kasih atas kebaikanmu. Tapi aku tidak bisa memberikan sesuatu sebagai balasannya …… 」

Orang yang sangat baik. Aku akan memuaskan diriku dengan kata-katanya.

「Dengarkan aku, aku sudah diberitahu bahwa para iblis kotor itu telah ditangkap. Makhluk-makhluk itu akan segera mendapatkan balasan ilahi mereka 」

「Eeh benar. Kalau begitu, untuk sementara waktu aku akan pergi melihat-lihat kota」

「Aku mengerti. Hati-hati. Semoga berkat tuhan menyertaimu」

Jika kau mengucapkan kata-kata klise semacam itu, itu akan membuatku pusing.

Puria-san sedang menonton dari atas dahan pohon, ketika pendeta itu memalingkan matanya, dia datang ke pundakku.

「Kau mau pergi kemana?」

「Mau mengumpulkan informasi, tempat pertama adalah bar」

「Hmm, apa boleh seorang pendeta pergi ke tempat semacam itu」

「Aku hanya akan dikucilkan. Sejujurnya aku ingin pergi ke balai kota, atau perpustakaan. Tapi aku adalah orang luar, jadi aku tidak berpikir bahwa mereka akan membiarkanku memasukinya」

「Merepotkan sekali」

Secara jujur.

Jika aku punya uang, maka aku mungkin bisa mendapatkan kewarganegaraan, tapi aku memutuskan untuk tinggal di Augusta.

Setelah berjalan sekitar 20 menit, kami menemukan bar yang cukup besar dan masuk ke dalam.

Terdapat suasana yang keras, tapi sejak awal, sebuah bar yang elegan tidak akan ada di daerah kumuh.

Aku meminta uang pada Alice-san sebelum kami berpisah, jadi aku punya uang untuk membeli alkohol.

「Dasar lintah」

「Aku akan segera mengembalikannya. Pun pun

「Menjijikan !!」

「Mengerikan sekali … yah terserahlah, tolong jangan bicara saat berada di dalam」

「Aku tahu aku tahu」

Aku mendorong pintu ganda dan masuk ke dalam bar, tepat sekali, itu terlihat persis seperti yang kuduga.

Hal pertama yang masuk ke dalam penglihatanku adalah seseorang yang telah minum sendiri hingga mabuk.

Berikutnya adalah beberapa bandit vulgar, mereka minum dari gelas mereka dengan tertawa gahaha dan menghibur diri mereka dengan permainan kartu.

Dan ada juga seorang onee-san seperti seorang pelacur yang mengeluarkan aroma parfum yang kuat dan dia berusaha untuk menggaet seorang pelanggan.

Wah, seram sekali. Menyeramkan sekali.

Kupikir aku akan ngompol.

Bagi orang desa, gelisah di tempat semacam ini akan membuat mereka menjadi sasaran empuk.

Aku membusungkan dadaku dan dengan berani menuju ke konter.

「Tuan, satu susu !!」

「Aku tidak memiliki hal semacam itu」

Apa itu tadi. Tempat ini sangat buruk.

「Oi oi, ini adalah bar, jika kau tidak ingin minum alkohol, maka pergilah ke tempat lain!」

「Ya itu benar, kembalilah ke rumah dan mengisap payudara ibumu yang layu」

Gyahahahaha, tawa vulgar mereka semakin mengeras.

Orang-orang yang sangat tidak sopan, tak ada yang buruk tentang payudara Gallon-san, mereka masih besar dan kenyal.

Meskipun aku belum pernah menyentuh mereka.

Jika suatu hari aku mendapatkan izin darinya maka aku akan menyentuh mereka sepuasnya.

Aku ingin mencari tahu apakah bantalan kakinya itu terasa lebih empuk atau tidak.

Adapun payudara Tia-sama, mereka adalah kemenangan, ukurannya tak tertandingi, tapi dia akan berteriak jika kau menyentuhnya, jadi aku tidak memiliki banyak kesempatan untuk menyentuhnya di masa lalu, itu cukup disayangkan.

Tapi aku pernah menyentuh mereka. Suara teriakan Tia-sama sangat lucu.

「Lalu, Susu Kahlua」

「Seberapa besar kau menyukai susu? Kami tidak memiliki minuman-minuman mewah itu 」

Uuun aku menyerah. Aku bukanlah seorang peminum.

Aku tidak bisa meminum alkohol yang tidak mengandung susu.

「Hei, jika kau tidak mau minum maka traktirlah kami」

「Ya itu benar, itu akan membuat uangmu dapat digunakan dengan baik」

Sambil mengatakan itu, dua orang bandit mendekatiku.

Tidak, tidak, aku tidak mau ditipu …… sungguh menyedihkan …….

「Meskipun terlihat seperti ini, sebenarnya aku ini seorang pendeta. Jika kalian mengatakan hal-hal semacam itu, maka hukuman ilahi akan menimpa kalian」

「Mana ada pendeta yang mirip sepertimu!」

「Tidak peduli bagaimana kau melihatnya, kau itu terlihat seperti orang barbar」

Tentu saja, aku memang terlihat seperti orang barbar.

Tapi kupikir aku bisa lulus sebagai seorang pendeta di kota ini.

Setidaknya aku harus meminjam pakaian pendeta Famaa-san.

Aku mungkin bisa melakukan lebih dari itu.

「Sini sini, Kalian para domba-domba tersesat, tenangkan diri kalian dan dengarkanlah, tolong lihat burung ini」

Sambil mengatakan itu, aku menunjuk kearah Puria-san yang sedang asik  mematuki bulunya saat berada di atas bahuku.

「…… Burung apa ini」

「Lucu bukan?」

「…… Aah, baiklah, itu lucu tapi…」

「Benar.」

「………」

「………」

「Terus?」

「Terus, apa?」

「Kubilang, apa hubungannya. Kau tidak akan memulai khotbah seperti beberapa pendeta lainnya bukan? 」

「Tidak juga」

「Kau meremehkan kami !?」

Aneh, kupikir mereka akan melunak setelah melihat penampilan Puria-san yang lucu.

Apa mereka tidak memiliki mata yang bagus?

Puria-san-ku jauh lebih manis daripada hewan peliharaan lainnya.

「Apa boleh marah? 」

「Shuddup! Cepat dan berikan uangmu! 」

「Ya itu benar, faktanya hewan peliharaan itu boleh juga. Aku belum pernah melihatnya, itu sangat langka bukan? Dari mana kau mendapatkannya? 」

「Augusta!」

Burung bodoh itu menjawab dengan penuh semangat.

Dan aku sudah mengatakan kepadanya untuk tetap diam.

Bagimu aku ini hanyalah hewan peliharaanmu bukan?

Tapi aku akan dengan senang hati menjadi peliharaanmu di malam hari, kapan saja!

「…… Oi, barusan」

「Aah, apa burung itu baru saja….」

「Itu suara perut 」

「Tidak, karena itu baru saja..」

「Kubilang ini suara perut」

「……… suara perut? 」

「Ya」

「….. Lalu, lakukan sekali lagi」

Setelah itu, bersama dengan keterampilan suara perut yang kuperoleh tanpa alasan tertentu, aku pun bisa bergaul dengan orang-orang yang ada di bar.

Ternyata pada akhirnya itu berjalan dengan baik, nanti aku akan memukul pantat Puria-san.

Aah, tetap saja.

Syukurlah aku berlatih bersama dengan Wilson!

Dengan percakapan sepele semacam itu, para bandit yang sebelumnya mencari keributan kemudian mengangkat sebuah topik yang menarik.

「Oh ya, tahukah kau bahwa rekan pahlawan telah ditempatkan secara permanen di sini?」

「Haan, pahlawan. Pahlawan huh, mereka terdengar seperti sekelompok orang busuk, siapa mereka?

Terus terang, aku tidak tahu banyak tentang cerita pahlawan yang telah menjadi terkenal beberapa tahun terakhir ini, tapi mereka adalah musuh bagiku.

Jika ada banyak orang yang ingin memberontak melawan Raja Iblisku yang terhormat, maka tak ada salahnya bagiku untuk mengumpulkan informasi.

「Orang yang baru saja datang, pria itu, Abyss『Superhuman strength  』」

(Flapy : Kekuatan manusia Super)

「Dari nama panggilannya saja, dia terdengar seperti seorang pria macho dengan otot yang menggembung」

「Tidak, dia memiliki kekuatan yang tak masuk akal yang bisa dia banggakan, tapi dia memiliki penampilan yang terlihat lembut」

「Fuun?」

「Dia terlihat seperti  seorang pemuda, tapi dia memiliki reputasi untuk dapat menghancurkan batu besar dengan satu ayunan lengannya. Monster-monster di sekitar kota juga, dia memburu sebagian besar dari mereka. Setelah beberapa saat, mereka mungkin akan segera habis, karena ini adalah mata pencaharian kami 」

「Aah, begitu, kalian mendapat uang dengan berburu monster」

「Ada tempat-tempat yang mempekerjakan orang-orang seperti kami. Tapi sejak dia datang, bisnis kami menjadi benar-benar menghilang 」

「…… Sejak awal, apa itu pahlawan」

「Kau ini aneh, meskipun kau telah bepergian jauh, kau tidak tahu apa-apa tentang dunia」

「Tolong panggil aku sebuah kotak pengembara」

「Apa-apaan dengan itu」

「Kau tidak bisa tahu hanya dari tampangku saja, tapi sampai sekarang, aku selalu dikurung」

「Oi oi, kau juga mempunyai catatan kriminal!」

Lingkungan di sekitar kami tertawa terbahak-bahak, nah kebanyakan orang di sini pasti mempunyai catatan kriminal.

Tapi aku tidak ditangkap karena sebuah kejahatan.

「Itu tidak masalah jika kau berada di penjara. Para pahlawan hanyalah para anak nakal yang menerima ramalan atau sesuatu dari dewa resmi Seneca saaat beberapa tahun yang lalu, sepertinya dari sinilah asal mula kekuatan mengerikan yang mereka miliki. Dan, ketika sampai di situ, mereka seharusnya bisa menaklukkan raja iblis dan para iblis-iblisnya 」

Mereka berpikir bahwa aku dipenjara untuk waktu yang sangat lama, tapi itu terlalu merepotkan untuk memperbaikinya jadi aku biarkan saja.

「Ini benar-benar tak masuk akal. Apa itu ramalan? Mendengar suara dewa, jika ada seseorang yang mengatakan itu tanpa ragu-ragu maka aku akan merekomendasikan mereka ke rumah sakit jiwa 」

「Apa kau benar-benar seorang pendeta? Mustahil kau bisa menggunakan satupun teknik mereka 」

「Jika kau mau maka aku akan berdoa untukmu. Hanya untuk sekarang, aku akan melakukannya untuk bayaran 20 emas 」

「Haa, kebohongan-mu itu, kau pastilah seorang pendeta yang sangat busuk」

Saat mengatakan hal itu, dia mulai tertawa.

Jika aku mengatakannya seperti itu, maka bahkan Famaa-san yang baik pun akan menganggapnya bohong.

「Dan tentang itu. Tentang si Abyss itu, sahabat pahlawan itu …… Mereka dipanggil para rasul, bersama dengan sang pahlawan, mereka mengumpulkan kekuatan tempur elit untuk menaklukkan raja iblis. Dan sepertinya mereka semua adalah penganut Agama Salia 」

「Nah, jika pahlawan berada di posisi itu, maka pastinya begitu. Sebaliknya, mereka pasti direkrut karena pengaruh Agama Salia 」

「Mungkin karena para petinggi di Seneka. Dan daripada berlatih, mereka malah menaklukkan para monster sehingga mereka bisa bersiap untuk waktu yang ditentukan 」

Hee, mereka cukup jujur.

Selama tujuh tahun setelah berpisah dari Tia-sama, dan ketika berkeliling di seluruh dunia, pada akhirnya aku tidak bisa mendapatkan banyak informasi sebagai asisten pedagang budak, bisa belajar tentang dunia dengan cara semacam ini telah memberiku cukup banyak perasaan segar.

Ya, ada hal-hal yang lebih menarik daripada belajar tentang dunia, tapi mungkin orang lain juga tidak berpaling dari hal-hal ini.

Dalam kata-kata seorang budak, itu sangat menarik, aku telah belajar banyak.

…… Aah, mungkin.

Mungkin sudah 10 tahun sejak terakhir kali aku berbicara dengan manusia selama ini.

Sebagai seorang budak, berbicara itu dilarang.

Aahahaha, mungkin itu terasa agak menyenangkan. Mungkin.

Karena hidupku dipenuhi dengan monolog. Tidak bisa ditolong.

(Flapy: Monolog = berbicara sendiri)

………….? Aku, barusan, apa yang kupikirkan? Itu pasti hanya imajinasiku.

――Nine, dengarkanlah. Sudah cukup banyak waktu yang telah berlalu, bukankah sudah seharusnya kau kembali――?

Aah, ya ya. Aku mengerti aku mengerti. Sungguh, tidak peduli berapa lama waktu yang berlalu, Tia-sama selalu memperlakukanku seperti anak kecil.

「Kalau begitu, sudah waktunya bagiku untuk pergi」

「Seriusan, kau sudah mau pergi?」

「Aku ingin mengisap payudara ibuku. Bagaimanapun juga, payudara ibuku terasa lembut dan montok 」

「Haahaha, dalam hal ini aku tidak akan menghentikanmu」

Ibuku saat ini, Kau tahu?. Dia memiliki kepala yang dipenuhi dengan bunga, dia adalah seekor anak anjing yang lucu.

Aku harus bergegas kembali ke Augusta dan mencintainya.

「Lalu apa kau ingin menghisap milikku?」

「Kau yang terendah! Mustahil kau adalah seorang pendeta! 」

Sambil meninggalkan kata-kata itu, aku kembali ke gereja.

Sejak awal, aku juga membenci pria.

Aku memutuskan untuk memberikan keperjakaanku kepada sang Raja Iblis.

Satu tanggapan pada “Chapter 25 – Seseorang yang Dapat Diandalkan dan Namanya Adalah Wilson

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Mulai mengetik pencarian Anda diatas dan tekan enter untuk mencari. Tekan ESC untuk batal.

kembali ke Atas