Chapter 24.1 – Ini Adalah Kisah Seorang Pria Untuk Terlihat Baik Di Depan Wanita

Ibukota Ista, Tiamalia.

Kota besar terakhir yang tersisa di Ista, kota yang menghadap ke laut pedalaman dan dulunya dikenal sebagai kota perdagangan utama.

Ya, dulu pernah dikenal seperti itu.

Dengan Augusta yang berada di utara, dan para beast people pro iblis di Rilu Maal yang ada di selatan, dinding pelindung pun dipasang untuk menjaga agar tidak terjadi serangan dari keduanya dan saat ini mereka dikenal sebagai kota bertembok.

Namun demikian, meskipun berada di ambang kejatuhan, itu adalah satu-satunya tempat yang tersisa di Ista yang dapat mengusir para iblis, alasan mengapa kota itu dapat mempertahankan penampilan luarnya sebagai kota metropolitan adalah karena adanya para praktisi Agama Salia dari Seneka, dan adanya pasukan dikirim dari Folkus.

Lagi pula, tak ada hubungan ramah antara manusia yang ada di perbatasan.

Itu karena hasil dari semua motif kemanusiaan yang saling terkait, negara-negara lain tidak dapat mengizinkan iblis untuk merebut Ista, sehingga Tiamalia nyaris tidak dapat melanjutkannya hingga hari ini.

Dalam kedamaian namun berbahaya yang mereka pertahankan, manusia yang hidup di dalam terus memandangi ke arah tembok untuk mendapatkan ketenangan, dan mereka secara bertahap mulai melupakan ancaman dari luar.

「Tapi, kupikir kau juga bisa masuk, Puria-chan」

「Tidak, tidak, jangan katakan apa pun yang bodoh. Senpaiku mengatakan hal yang sama dan kemudian mencoba untuk menyerang dari langit, aku tidak tahu apa itu, tapi mereka ditembak jatuh oleh beberapa senjata dan kembali dengan menangis 」

「Jadi mereka pulang」

Ini seperti sandiwara.

「Bahkan ketika itu terlihat seperti ini, ini adalah tempat yang sangat penting bagi manusia, jika itu jatuh, maka banyak tempat lain juga yang akan berada dalam masalah, jangan memandang rendah pertahanan mereka. Meskipun itu adalah sesuatu yang aku dengar dari Aroma-sama 」

「Benar. Kelompok pro manusia dari Rilu Maal juga, jika Ista jatuh maka mereka semua akan bergabung dengan sisi iblis 」

Di dalam wilayah manusia, Ista adalah satu-satunya wilayah yang bisa dibilang mengadopsi berbagai macam orang seperti beast people, jadi jika Ista jatuh, ada kemungkinan besar bahwa para beast people yang masih didiskriminasi oleh manusia akan bergabung dengan para iblis, setidaknya itu adalah pandangan umum.

Namun, karena kebodohan mereka, umat manusia belum mengubah cara mereka dalam memperlakukan para beast people.

Itu masuk akal.

Ini bukan seperti kau dapat mengubahnya secara tiba-tiba, bukan?.

Mereka tidak tulus.

Tapi Eva-san juga mengatakannya, itu seperti rasa jijik psikologis, dan kau tidak bisa membuangnya begitu saja.

Yah, aku masih mencintai mereka. Para beast people juga.

「Ngomong-ngomong, apa boleh untuk mengatakan bahwa ras Puria-san adalah beast people」

「Kita akan mengatakan kita lebih condong ke arah sisi iblis. Yah, tidak apa-apa kan? 」

「Hee」

Kau menjadi sedikit lebih pintar.

Apakah harpy itu berada di sisi iblis?, pada akhirnya perbedaan yang jelas antara iblis dan manusia masih belum diketahui.

「Nah, siapa yang peduli tentang itu」

「Haa」

「Bagaimana kau bisa masuk?」

「Bagaimana aku bisa masuk?」

Kami memandangi bangunan yang sangat tinggi itu, dan merasa bingung.

「Jika saja Alice ada di sini, kita akan bisa masuk dengan menggunakan sihir ilusi dengan mudah」

「Gadis itu, Aroma-san mengirimnya untuk mengawasi kita secara diam-diam, kan? Jika ada seseorang yang membocorkan informasi ke Diablo bahwa dia bersama dengan kita, maka dia akan kehilangan posisinya 」

「….. Hmm, kau benar-benar memikirkan Alice」

「Imut sekali, apa kau cemburu」

「Idiot, jangan sombong」

Meskipun dia mengatakan itu, Puria-san dengan kuat mengencangkan kaki kecilnya di pundakku.

Imut sekali, sikapnya ini juga.

Nah, Tia-sama bilang bahwa kecemburuan ini adalah efek samping dari kontrak, fakta bahwa sebentar lagi ia tidak akan terlalu melekat seperti ini membuatku merasa sangat kesepian.

「Yah, Puria-san juga seperti itu. Kita akan mengatasinya …… tunggu, bukankah sejak awal itu tidak apa-apa? 」

「Tidak mungkin, itu sempit. Dan juga, kami yang berubah menjadi manusia adalah hal yang tabu. Aku benar-benar tidak ingin menunjukkannya 」

Saat ini, untuk memasuki Tiamalia, Puria-san telah sepenuhnya berubah dari bentuk burungnya.

Yah, berkat sihirnya, ia tidak ada terlalu berat, dan jika sejak awal dia berada dalam bentuk ini, maka aku tidak akan bisa melihat itu, jadi itu bukanlah hal yang buruk bagiku.

Melainkan lebih seperti semacam hadiah.

Bentuk ini juga memiliki kelucuannya tersendiri,

Memiliki dua rasa dalam satu tubuh.

Harpy adalah ras yang luar biasa.

Yang terpenting, saat ini dia sedang telanjang.

Saat ini pakaian yang dia kenakan sedang berada di tanganku.

Tak ada sihir misterius yang akan dapat melepaskan dan menyimpannya.

Indah sekali.

Tolong biarkan aku melihatnya ketika kau berbalik.

Untuk alasan ilmiah, tentu saja tidak ada motif lain selain itu.

Karena saat ini dia masih melekat padaku…….. aku akan memastikan untuk melihatnya di malam hari juga.

Tapi tampaknya ketika efek samping itu berakhir, ingatan pada waktu itu juga tidak akan menghilang, apa yang harus kulakukan, yah dia mungkin akan memaafkanku karena dia cukup acuh tak acuh saat aku memandanginya.

Benar, dia akan memaafkanku.

「Dan, mari kita kembali ke topik. Lihat, apa yang akan kita lakukan? 」

「Tentu saja kita akan terus maju. Tak ada lagi yang bisa kita lakukan 」

「…… Apa kau idiot?」

「Nah, tolong lihat. Aku akan menunjukkan kepadamu bahwa aku adalah seorang pria yang berguna 」

Dengan susah payah aku berjalan menuju ke pintu gerbang tempat para prajurit disiagakan.

Tinggalkan Pesan