Chapter 7 – Pria Itu,Shuten (Sementara)

{ Sudut Pandang Shuten }

 

Aku belum pernah mendengar nama Shuten di dalam game … tunggu? Itu adalah Shuten-dōji? Tapi aku bukanlah si pemimpin itu. Aku tidak berada di rumah Raja Surgawi, tapi itu tidak berarti bahwa dia tidak berada di Oeyama.

Kesampingkan hal itu, aku benar-benar menjadi kuat. Aku hanya mengancam mereka dengan menghentakkan tanah, tetapi entah bagaimana itu menjadi sebuah gelombang serangan, kukira itu hanya sebuah keberuntungan?

“Shuten-sama?” (Flare Reel)

Nama panggilan itu telah menjadi sebuah kesalahpahaman … rasanya nostalgia. Tanpa diduga, sepertinya nama yang kukenal sebagai seorang lolicon, di sini terlihat sebagai seorang pelindung. Tapi itu adalah hal yang salah untuk mengatakan bahwa aku adalah orang yang suka menolong, jadi aku hanya berdiri di sana.

Aku melihat sayap kelelawar yang mengepak dengan cepat didepan mataku yang terlihat lucu, tapi sekarang apa yang harus aku lakukan dengan anak ini? Aku tidak tahu seberapa banyak dia terluka sebelumnya sampai aku datang kesini, tapi kenyataan bahwa penampilannya memberikan perasaan yang lembut itu benar-benar tidak dapat disangkal.

Untuk saat ini tidak ada alasan lain lagi bagiku untuk tetap tinggal di dungeon ini. Jadi saatnya untuk naik ke permukaan … setidaknya sampai kami mencapai tingkat ketiga. Hati nuraniku merasa bersalah untuk meninggalkannya disini, tapi jika aku melindungi anak ini, itu akan membuat pengumpulan pecahan mutiara itu menjadi lebih sulit.

Bagaimanapun juga.

“Um” (Flare Reel)

Kedipan yang mencurigakan dari dalam tatapannya menusuk ke arahku. Aku ingin mengatakan sesuatu, tetapi apa pun yang kukatakan saat ini mungkin akan membuat pipiku menjadi berwarna karena rasa malu. Tidak ada gunanya mengisi gua-gua ini dengan kata-kata yang terkesan gagal. Begitu mata kami bertemu, dia mengalihkan tatapannya, meskipun mata merah vampir itu terlihat berkelip-kelip, aku bisa melihat kewaspadaan didalamnya.

Apa!? Aku sedang memikirkan sesuatu yang benar-benar membuatku khawatir, apa aku benar-benar terlihat menakutkan? Well,  para pemburu vampir dan bahkan bos menara saja tidak bisa menahannya dan bereaksi dengan penuh rasa ketakutan terhadap kontak mata diantara kami.

“Yah, aku Flare Reel!” (Flare Reel)

Flare Reel-chan. Sungguh nama yang lucu.

“Begitukah?” (Shuten)

“… uh-huh.” (Flare Reel)

Itu baik untuk dapat memperkenalkan diri, tapi aku tidak mempunyai nama. Maafkan aku.

Lalu aku ingat nama Shuten. Kukira Shuten yang lain tidak akan keberatan jika aku menggunakan namanya. Shuten (nama sementara).

“Um.” (Flare Reel)

Sambil menempatkan tanganku di dadaku, aku mati-matian mencoba untuk memperkenalkan diriku juga untuk menghiburnya. Sepertinya bertahun-tahun latihan pengenalan diri itu adalah persiapan untuk momen seperti ini. Jika kau percaya pada hal-hal semacam itu, maka itulah yang ingin kukatakan.

Dan kemudian entah bagaimana, ekspresi wajah Flare Reel mulai terlihat lebih cemas.

Aku mendengar dia sedang menarik napas dalam-dalam. Dia terbang di depan mataku dan menundukkan kepalanya. Rambut panjang berwarna hitam dari gadis itu melayang dengan lembut dan pada saat yang sama dia mulai menangis.

… Tidak ada lawan yang bisa menandingi keimutan gadis ini!

“Darah … darah.” (Flare Reel)

“Darah?” (Shuten)

“Maukah kau membiarkanmu meminum beberapa darahmu …?” (Flare Reel)

“Ah.” (Shuten)

Jadi seperti itu. Mungkin dia menghabiskan energinya selama pelariannya itu. Silakan, aku adalah seorang pria yang tidak terlalu memperdulikannya. Dengan menggoyangkan Kinagaishiku, aku menunjukkan bahuku.

“Apa itu benar-benar tak apa?” (Flare Reel)

“Ya.” (Shuten)

“Terima kasih! … Wah !? ”(Flare Reel)

Dari bagian dada pakaian Kinagaishi milikku, sesuatu tiba-tiba mulai bersinar. Aku tidak dapat melihatnya, aku melangkah mundur dan memeriksanya.

“Oh?” (Shuten)

Dari apa yang aku bisa lihat,

“Potongan mutiara?” (Shuten)

Tanpa diragukan lagi, itu adalah potongan mutiara. Aku ingin tahu apa artinya itu. Itu mulai bersinar lebih terang begitu dia mendekatinya. Namun pancaran cahaya yang luar biasa itu menghilang di tempat lain ketika Flare bergerak. Bagaimanapun juga , benda oti telah dikonfirmasikan sebagai potongan mutiara.

“Cantik …” (Flare Reel)

“… Uh, kau bisa meminumnya.” (Shuten)

“Ah, ya!” (Flare Reel)

Sensasi terbakar. Sambil menempel di depanku seperti sebuah pelukan, taringnya mulai tenggelam di bagian leherku. Namun, perasaan yang ada di pundakku entah bagaimana terasa menyenangkan.

Aku tidak tahu apakah ada semacam efek karena digigit oleh vampir, tapi aku tidak terlalu memperdulikannya selama aku mengenakan Kinagaishi. Tidak masalah jika pertahanan sihirku sangatlah buruk … Jika ada semacam serangan status abnormal maka serangan itu akan diblokir.

“… Aku bertanya-tanya mengapa benda itu tiba-tiba mulai bersinar?” (Shuten)

Aku ingin tahu apakah ada kondisi pengaktifan tertentu, karena pancarannya mulai meningkat saat Flare Reel-chan mendekatiku. Kemungkinan besar. Mungkin, ini adalah indikasi bahwa benda itu tidak berbahaya bagi Flare Reel. Aku merasakan ketidaknyamanan dari itu.

…Terserahlah.

Tunggu.

Bukankah BEGITU ☆ dewi manja itu bilang bahwa menyerap pecahan mutiara yang lain akan disertai dengan rasa sakit yang terasa amat sakit … Bukankah aku harus menyerapnya !?

Sementara itu, penampilan Flare Reel membaik secara bertahap, dan gerakan sayapnya semakin kuat saat sihirnya pulih.

“… Ah, apa ini, wow, luar biasa …!” (Flare Reel)

Meskipun aku mendengar suara pengap yang terdengar di telingaku, tapi aku tidak terlalu mempedulikannya. Itu tidak masalah.

“Terima … kasih … Shyuten … sama …” (Flare Reel)

Hei, apa darahku telah memberinya efek berbahaya !? Kami tidak memiliki hubungan semacam itu … aku tidak akan pernah melakukan hal yang tidak bermoral semacam itu kepada seorang gadis muda!

“Apa kau sudah selesai?” (Shuten)

Flare Reel bergerak mundur dengan panik. Suara sayapnya telah berubah dari sayap yang mengepak perlahan ke sayap yang mengepak dengan kuat.

“Sungguh fantastis!” (Flare Reel)

Kenyataan bahwa bola matanya dipenuhi oleh warna merah scarlet yang berasal dari sihir dan bahwa suasana keseluruhannya telah berubah menjadi lebih seperti vampir, itu benar-benar tidak ada hubungannya denganku.

Dia menjauh, dan potongan mutiara itu telah kembali ke warna aslinya yang dekil itu. “…Ah.”

Nah, ini adalah hal lain yang perlu untuk dicoba.

“Ini!” (Shuten)

“Eh?” (Flare Reel)

Aku menyerahkan pecahan mutiara itu kepadanya. Lalu potongan mutiara itu seharusnya akan mendapatkan kembali kilauannya.

Dia pasti sangat menyukai batu permata yang berkilauan itu, karena dia terlihat mulai membelai potongan mutiara itu dengan penuh cinta. Eh, aku tidak ingin bilang kalau itu mungkin akan membuat hal-hal menjadi sulit baginya. Tidak, well, dia adalah spesies superior dan suatu sosok yang tampaknya telah diperkuat, jadi kupikir dia bisa menggunakannya jika dia berlatih untuk sementara waktu. Hmm? Tidak akan ada masalah bukan?

Sambil berjalan bersebelahan, kami segera kembali ke pintu keluar dungeon. Matahari sudah terbit, apa aku telah menghabiskan seluruh malamku di bawah tanah?

“Uh … Terima kasih banyak!” (Flare Reel)

“Uh, ya.” (Shuten)

Meskipun sejenak merasa terganggu oleh cahaya yang berasal dari luar, Flare Reel berbalik dan tersenyum lebar.

“Apa kau akan pergi?” (Flare Reel)

“Ya.” (Shuten)

“Aku … aku masih belum bisa bergerak dibawah terik matahari.”

Gadis itu mengatakannya dengan ekspresi yang terlihat kesepian.

Oh, maksudku dia adalah vampir.

Saat aku memikirkannya, dia mengangguk yang terlihat sangat dipenuhi makna. Eh, apa?

“Aku akan menjadi lebih kuat, Kau akan melihatnya!” (Flare Reel)

“Oohh.” (Shuten)

“Lalu aku bisa menahannya.” (Flare Reel)

Kau bisa menahannya ketika kau menjadi lebih kuat? Apa? Mata polos itu bersinar begitu murni sehingga terasa menyakitkan.

“… Tentu saja !!” (Shuten)

Siapa yang akan mengatakan kalau  dia tidak akan bisa keluar jika dia menjadi lebih kuat? Rasanya salah untuk membiarkannya seperti ini, tapi tampaknya ini adalah pilihan yang terbaik bagi kami untuk berpisah. Lucu, kupikir itu akan meringankan hati nuraniku tapi bukankah hati nuraniku saat ini benar-benar menyedihkan!?

Aku melangkah maju kebawah terik matahari.

“Setelah aku menjadi semakin kuat, aku pasti akan datang untuk mencarimu!” (Flare Reel)

Dia melambaikan tangannya dengan senyuman yang sopan. Dia pasti akan menjadi lebih kuat.

* Don * Dadaku berdebar saat mendengar ledakan sihir. Ketika aku melihat ke belakang,  dia sedang tersenyum dan memegang sebuah tombak tajam berwarna merah darah yang seolah-olah tombak itu berlumuran darah.

… Oy oy, panggilan senjata ?!

Baru beberapa waktu yang lalu aku bertemu dengan gadis ini dan dia merupakan seorang anak yang tidak berdaya.

“Jadi kau benar-benar terampil !!” (Shuten)

Masih tersenyum dengan senyuman yang murni dan polos itu, dia mengangkat tombaknya sambil melambai-lambai. Aku ingin berpikir bahwa tombak itu terlihat kecil di tangannya, namun aku merasa bahwa aku telah menyebabkan sesuatu yang tidak biasa.

Itu pasti … karena ulahku … Mulai saat ini, aku tidak akan memberikan darahku dengan mudah kepada para vampir.

“Aku akan… menjadi lebih kuat. Seperti Shuten… ”(Flare Reel)

Dia memegang tombak merahnya dengan kuat, dan mengalahkan monster-monster yang ada di lapisan pertama dengan mudah …

Tinggalkan Pesan