Chapter 1 Part 4

– Mari kita sedikit beralih tempat, seperti… bagian di tengah kota Akihabara yang sebenarnya tidak ada sampai beberapa saat yang lalu.

XeeX mulai berpikir di tengah kerumunan penonton yang jumlahnya mencapai satu juta.Di antara mereka,Elvest, Dwarf, Dhemon dan Angelmengobrol biasa seperti teman lama yang berbaikan setelah pertengkaran yang sangat lama.

Mereka yang biasanya seperti air dan api, pada saat itu, tidak punya penghalang apapun di antara mereka, dan bahkan kesenjangan antar ras telah dijembatani.

Selain itu, ras lain seperti manusia dan werebeast dari negara lain juga datang hanya untuk hari ini. Yang bahkan kolam khusus untuk ras airdipenuhi oleh penonton.

Seluruh ras, negara—dari setiap benua di Fraclayfe setidaknya mengirim beberapa orang dengan tiket terbatas di tangan mereka—sehingga stadium raksasa yang dibuat oleh XeeX dengan hak ‘Game Creator’ menjadi penuh dengan perbedaan ras yang besar.

—-Di tengah Kota Akihabara, saat ini, seluruh dunia menyaksikan saat ‘permainan anak kecil’ akan menjadi titik awal perubahan dunia. Era akan berubah, sejarah baru akan ditulis.

“Seperti yang aku katakan tentang permainan ini bahwa Betting Game nanti akan menjadi yang paling besar sejak Fraclayfe(dunia ini) diciptakan, kalian tahu~☆? Dan aku tidak mungkin mengingkari janjiku bahwa itu juga akan jadi Game yang paling menyenangkan yang pernah ada~☆!!”

Jutaan individu yang ada dalam stadium raksasa—melalui lusinan monitor dan hologram pada saat yang sama menyaksikan proklamasi sang Creator—dan bahkan melihatnya secara langsung.

Di setiap ibu kota, desa, dan kota-kota kecil setidaknya memiliki satu proyektor hologram yang memproyeksikan Game ini di mata publik, sehingga hampir semua orang menyaksikannyajuga secara real time.

“Permainan terhebat! Player terkuat dari semua pemain akan bermain! Dan itu akan jadi Game yang paling menyenangkan~☆!!”

Sang Creator terlihat seperti menikmati ini. Dengan senyuman nakal, dia menambahkan.

……—-“Aku memang mengatakan jika tiket di tangan kalian dan tayangan di proyektor hologram semuanya cuma berlangsung untuk satu hari tapi… Gamenya sebenarnya, berlangsung 3 hari, kalian tahu~☆?”

—–Egois sekali, bagaimanapun juga. Semua individu yang mendengar itu setidaknya menajamkan indra mereka dan mulai berpikir. Jika itu benar permainan terhebat yang dikatakan sang Creator—maka untuk tidak menyaksikannya secara penuh akan meninggalkan kesan seperti mati lampu di tengah menonton dengan PC, jadi…

Tak lama setelah kalimat yang seperti candaan itu, sang Creator tertawa, sebelum kemudian iamelanjutkan.

“Tidak, tidak… Itu benar tapi… jangan melihatku seperti itu, yhahahaha~Tepat sekali, Betting Gamenya memang berlangsung 3 hari, tapi yah… mana mungkin aku tidak melakukan sesuatu yang tidakmelebihi ekspektasi kalian, huh?”

Sekali lagi, semua penonton bertanya-tanya. Jika itu melebihi ekspektasi mereka, maka XeeX harus setidaknya menayangkan Game itu secara penuh. Tapi… tolong pikirkan lagi.

“Karena jika itu ditayangkan secara penuh, aku tidak bisa jamin itu akan jadi Game terbaik untuk ditonton, kalian paham maksudku?”

—-Dengan kata lain dia menjamin itu menjadi Game terbaik untuk disaksikan selama tidak ditayangkan secara penuh. Itulah yang ingin dia katakan. Dan–

“Tentu saja scene seperti mandi dan tidur sebaiknya dilewati jadi…”

Dengan senyum seperti anak kecil yang melakukan suatu kejahilan, XeeX berkata sambil membuat ‘peace’ denganjarinya.

“Aku memotongnya~☆”

“ “HAAAHHH???!!!”

———-………..

– Di tempat lain.

“Tuh orang ngapain sih?”

Remaja dengan jaket [Gamer] dan kaos [Humanless] mengatakan ini dengan nada menghina yang ditujukan untuk seorang Creator tertentu.

“Leader… apa maksudnya dengan ‘memotongnya’? Akukira itu ditayangkan secara real time?”

Memegang rambut emasnya yang tertiup angin, seorang gadis manusia dengan jaket birudari dunia teknologi dan sains menanyakan inikepada Shion. Sedangkan di samping mereka pria berambut hitam tertawa seolah itu ‘menarik’.

“Heheh, yah… dia cuma sedikit bercanda tentang Gamenya….Orang itu… dia benar-benar tahu bagaimana cara membuat suasananya meriah.”

“Ruri-san, maksud Creator-san itu seperti ini—”

Karena tidak ada yang menjelaskan pertanyaan Ruri Emi-V yang juga mengikuti awal pembetukan Game satu tahun yang lalu mengambil inisiatif untuk menjawab.

Tapi seperti yang diduga dariXeeX untuk tahu kapan saat yang tepat untuk melanjutkan—dia menyela penjelasan Emi-V.

“Permainan ini nanti——” Dia menegaskan “—-Akan terjadi di dimensi lain.”

——……….

“Dan di sana aliran waktunya berbeda dengan dimensi ini. Atau lebih tepatnya kukatakan—” XeeX merentangkan kedua tangannya, dan berbicara dengan mata yang mencerminkan seperti ini ‘akan menarik’. “Betting Game terbesar dalam sejarah Fraclayfe akan terjadi di ‘masa lalu’. Bukan di waktu yang sekarang, tapi! Di masa lalu. Kalian akan menyaksikan itu nanti berdurasi sekitar durasi 2 atau 3 jam, dan tentu saja—! Itu cuma ditampilkan bagian terbaiknya seperti sebuah film jadi… nikmatilah permainannya~☆!!”

Itu yang sang Creator katakan. Sebelum memulai Gamenya.

— Sekarang…

[ Hey~☆ ini aku, XeeX. Kalian mendengarku? ]

“Leader… ada suara aneh di kepalaku.”

“Eh, ah, aku juga mendengarnya. Itu menjijikkan untuk suatu alasan.”

[ Jangan menyebut ini aneh dan menjijikkan. Aku punya firasat kalian akan terbiasa dengan ini, tahu~☆? ]

— Hey, berhenti mengatakan itu. Aku punya firasat kau ingin terus melakukannya sampai kami terbiasa!

— Oh, jadi aku bisa berkomunikasi lewat pikiran juga? Keren…..!Jika aku bisa menganalisa dan merancangnya, itu seharusnya mugkin untuk…….

— Akira, kau baru saja berpikir untuk mencoba membuat semacam teknologi setelah menganalisa kemampuan ini kan? Berhenti memikirkan itu di sini, servernya penuh dengancara analisamu!

Sementara mereka sibuk berbicara lewat pikiran mereka—

“H, hey… apa yang kalian bicarakan? Aku punya firasat seperti diabaikan dengan semacam cara yang tidak diketahui.”

— Oh, Emi-V, kau tidak bisa mendengarku? Kasihan sekali, aku turut berduka padamu.

Akira menatap Emi-V dengan mata yang mengasihani.

“Ja-jangan melihatku seperti itu, senpai! Jangan mengasihaniku!”

Mengabaikan Emi-V yang marah, Shion dan Akira mulai tertawa.

— Apa-apaan ini!? Apa yang sebenarnya terjadi!?

Emi-V masih tampak belum mengerti apa yang terjadi, dan bertanya pada dirinya sindiri.

Mengabaikan itu, XeeX mulai bicara lagi.

[Sepertinya sisa 2 pemain yang lain juga akan datang sebentar lagi, jadi… aku akan menteleport kalian ke sini, okey? ]

…………———-

– Sihir teleportasi.

Tanpa sesuatu yang disebut [Scared Ability]sihir seperti ini normalnya tidak bisa dilakukan. Bahkan jika penyihir paling terkenalmencobanya sekalipun kemungkinan suksesnya masih ada di antara satu banding seratus juta—mudahnya dianggap mustahil.

…… Dan kemudian—sihir tersebut diaktifkan——–lalu—

……………………—–

—XeeX berbicara di tengah satu juta orang. Jika kau menghitungnya dari berapa banyak orang yang menyaksikan termasuk yang ada di luar stadium, maka itu akan terlalu banyak sampai jumlah ikan di lautan akan setara untuk mendeskripsikannya.

“Para players yang aku, sebagai Creator tentukan akan berpartisipasi di dalam permainan ini! Masuklah!”

Itu dia. Mereka, setelah dipindahkan dengan sihir teleportasi.

….—–Dari balik lorong yang mengarah langsung ke panggung utama—berjalan di paling depan sambil melambaikan tangannya adalah pria dengan rambut dan mata berwarna hitam—Akihara Karasu, atau biasa dipanggil Akira.

Membuat langkah senatural mungkin meskipun kakinya tidak bisa berhenti gemetar,seorang Zombist yang dipanggil Shion mengikuti setelah Akira, sedangkanmenempel di belakang Shion Ruri menutupi dirinya sambil menahan sensasi ingin muntah karena demophobia dan antaphobia.

“Mereka mungkin terlihat lemah dan tidak sesuai dengan ekspektasi kalian tapi… yah, aku cukup banyak berharap pada mereka, tahu?”

Dan lalu—XeeX menambahkan di akhir.

“Aku juga sudah memanggil sisa players lainnya…. ah, itu mereka.”

Seakan merespon kata-katanya—

Tercermin dalam mata XeeX yang melihat ke arah langit adalah matahari perak yang tertutup oleh bayangan raksasa.

Di atas bayangan itu, seorang remaja perempuan yang semua orang di Fraclayfe setidaknya tahu namanya berdiri sambil menggerakkan tangannya dengan gaya yang berlebihan, bibirnya yang berwarna kemerahan mulai bergerak.

—-“Miii~nggii~rr~!!”—-

Bayangan besar—juga dikenal sebagai naga api dalam legenda, Echo.

Memberikan aura seperti ‘aku sudah sampai?’ dia menghilangkan wujud naganya.

“Woaa~~ E~choo~ jangan berubah di sa~at begini~~!!”

Setelah terbang di atas naga merah yang cukup besar untuk selusin orang naiki, perempuan yang mereka(kecuali Shion dan Ruri) setidaknya tahu namanya terjun ke panggungutama, atau lebih tepatnya, ke arah Shion.

“Oi-oi-oi-oi-oi! Ot~to—!”

Shion menangkap dengan baik.

——Aksesoris seperti bunga terlihat di rambut merah mudanya yang panjang. Sedikit di sisi kanan dan kiri rambutnya, gulungan kecil mirip bola terbentuk dari rambut merah muda yang sehalus sutra. Melihat itu, Akira dan Ruri mengingat kembali gaya rambut bangsa china tradisional dalam dunia lamanya.

Perempuan yang sekarang berada di gendongan Shion tampil dengan Kimono modifikasi yang didominasi oleh warna merah dan putih dengan bunga sakura jepang yang digunakan sebagai motif dan dekorasi.

Sedikit di sekitar matanya ada semacam warna merah muda yang membuat si perempuan tidak terlihat seperti manusia kebanyakan. Sedangkan wajahnya sendiri adalah definisi sesungguhnya dari kecantikan alami makhluk hidup.

Dia adalah player terakhir, Sendai.

—————————Atau seharusnya begitu.

“Eh, harusnya ada 6 orang tapi….”

Dimulai dari XeeX, Shion, Akira dan Ruri membuat gesture mengingat(akting). Dan berkata seolah mereka mengingat sesuatu(akting).

“ “Ah!” “

………————Satu, dua menit berikutnya—-

“Kejam! Mempermainkan orang lain juga harusnya ada batasnya!! Kalian sengaja ya?! Kalian sengaja! Kalian memang sengaja, kan!!”

Orang yang terlambat bukan karena salah orang lain mengulangi kalimatnya tiga kali.

—–Melihat ke dalam monitor hologram, hampir semua individu di Fraclayfe pada saat yang sama menyaksikan ‘sesuatu di luar nalar’. Mereka dipaksa berpikir apakah itu cuma sebatas ilusi belaka.

Karena apa yang ditampilkan jauh di atas panggung utama itu adalah—

– Adalah proyeksi dari dimensi lain.

Seperti yang XeeX katakan.

Saat semua orang bertanya-tanya apakah itu ilusi yang otak mereka buat, Shion bermain-main dengan bidak di tangan kirinya.

Memandang Konokoneko Ruri, ia berpikir. Bahwa—

— Tidak ada ‘yang selanjutnya’ untuk sebuah akhir.

Seseorang pernah mengatakan ini padanya jauh di masa lalu. Sangat jauh, sampai ituterlihat seperti mimpi, tapi.

Tapi Shion, tidak pernah melupakan ini—dan dia menerimanya.

— Di dunia ini kau tahu Shion—mulailah percaya dan berharap untuk hal itu dapat terjadi, lalu mulailah ‘yang selanjutnya’ dengan caramu sendiri…..—-yah .. dan kemudian bawalah cerita ini pada ending yang akan kau sukai.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *