Chapter 3 Part 6 – Detektif Telah Menyadari Identitas dari Sang Pelaku

“Pokoknya, ayo kunci ruangan ini dan tetap diam…! Dia bilang dia akan membiarkan kita pergi jika kita berhasil bersembunyi sampai tengah malam!”

“Dan kau percaya padanya?”

“Masih ada lebih dari enam jam lagi… ..!”

“Tapi, hal teraman yang dapat kita lakukan adalah bersembunyi”

“Bagaimana kalau kita pergi ke ruangan di mana pahlawan itu tidak dapat menemukan kita?”

“Apa memang ada ruangan semacam itu?”

Keempatnya memberikan pendapat mereka dengan ekspresi serius.

Namun, hanya satu orang yang tahu bahwa pembicaraan ini terkesan tidak masuk akal.

(—–Karena pahlawan itu ada di antara kita)

Aku sama sekali tidak percaya bahwa hanya akulah satu-satunya orang yang menyadarinya.

(Sungguh sekelompok orang idiot.)

Tapi, itu melegakan. Berkat kebodohan mereka, aku mungkin bisa bertahan.

Sambil tersenyum di dalam, aku akan menggunakan senjata rahasia yang telah aku sembunyikan di sakuku.

Dengan ini, tidak ada yang perlu ditakuti.

“Tenanglah, apa ada yang mau kopi?”

Saat mereka menyeka keringat dingin yang mengalir di dahi mereka.

Sepertinya semua orang ingin mengubah mood mereka. Tidak ada yang menentangnya.

Berpikir bahwa kesempatan telah datang.

“Aku akan melakukannya”

Setelah itu, tidak ada yang menolak usulku.

(Dengan ini aku bisa menggunakan obat itu)

Pergi ke laboratorium di belakang ruang penyimpanan, dia mulai membuat kopi di dapur yang terletak di sudut ruangan. Bagian ruangan itu terasa sunyi.

Apa karena gugup? Dimana waktu yang dibutuhkan agar aroma kopi itu muncul sepertinya membutuhkan waktu yang lama sekali.

Pokoknya yang terpenting adalah pikiran yang jernih.

(Semuanya baik-baik saja. Tidak perlu takut pada seseorang seperti pahlawan itu)

Karena orang itu telah membuat kesalahan besar.

Mengatakan itu pada diriku sendiri, aku pun menelan ludahku.

Aku menyiapkan empat cangkir.

Lalu aku menjatuhkan beberapa tetes obat pada dua di antaranya.

Mereka yang meminum kopi berisi obat ini akan dapat membunuh pahlawan itu.

Rencanaku adalah bersembunyi di ruangan ini sampai semuanya selesai.

(Keduanya akan berubah menjadi Berserker, mereka akhirnya akan mati seiring berjalannya waktu)

Membawa cangkir di atas nampan, aku pun membagikannya kepada yang lain.

Mereka sangat bodoh, mereka tidak ragu-ragu dalam menerimanya.

Mereka bahkan berterima kasih padaku.

Ahh, aku merasa seperti akan tertawa. Tapi-

Orang yang aku curigai sebagai pahlawan membuat permintaan aneh kepadaku.

Saat keduanya meletakkan cangkir di mulut mereka.

“Bisakah kau menukar milikmu dengan milikku?”

Dua orang lainnya bingung dengan alasan mengapa dia membuat permintaan semacam itu.

Aku mencoba untuk tersenyum dan sebisa mungkin bersikap normal tapi aku rasa itu tidaklah berguna. Meski begitu aku tetap bertanya padanya.

“…..Kenapa?”

“Karena ada kemungkinan kau telah menambahkan sesuatu ke dalam kopi ini. Dalam situasi seperti ini, ketika kau berkata, “Ayo kita minum kopi,” dalam kebanyakan cerita seseorang akan diracuni.”

Orang yang aku curigai itu mengatakannya tanpa basa-basi.

Dua orang yang sudah meminum kopi itu, memegang leher mereka dengan wajah biru.

“Terutama ini adalah situasi di mana ada obat yang mengubah seseorang menjadi monster. Kau mungkin ingin mengubah kami menjadi monster dan membuat kami melawan pahlawan itu”

Itu alasan yang bagus. Namun, itu sudah terlambat.

“Jika kau berpikir seperti itu, bukankah seharusnya kau menghentikanku sebelumnya? Keduanya sudah meminumnya. Juga, cangkirku dan cangkirmu tidak memiliki racun”

“Tu-Tunggu sebentar! Apa maksudmu “cangkirku dan cangkirmu”?”

“Ja-Jangan bilang itu… ..”

Kedua idiot itu tampak terkejut.

Lebih baik berpura-pura tidak mengetahui apa-apa. Lima menit kemudian mereka menjadi Berserker dari “obat yang dimodifikasi” ini.

Itu hanya masalah waktu. Tapi, aku rasa itu tidak akan menarik.

Aku ingin menyombongkan tentang apa yang telah aku rencanakan.

Aku tidak bisa menahan dorongan itu dengan cara apa pun.

“Jangan bilang kalau kau benar-benar meracuni… ..?”

“Ba-Bagaimana kau bisa… ..!”

“Mari kita dengarkan apa yang ingin kau katakan—– Dr. Rine Beneke!”

Ketiganya serentak menatapku.

“Hei, bagaimana kalau menghentikan akting yang terlihat jelas itu?”

“Dokter? Apa yang kau katakan?”

Para idiot ini masih belum mengerti.

Dr. Beneke menyeringai dan mengangkat alis tipisnya.

“Aku tahu, pahlawan itu ada di antara kita!”

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“A-Apa katamu?”

“Kita telah dibodohi sepanjang waktu. Percakapan di ruang rapat itu. Ingat. Orang ini telah mengatakan hal-hal aneh”

Dr. Beneke mengatakan apa yang dikatakan orang tersebut saat berada di ruang rapat dengan ekspresi bangga.

““Pahlawan itu datang ke sini untuk membalas dendam. Dia selalu menganut aturan “mata diganti mata”. Aku menganggapnya sama kali ini. ”—–Beritahu aku, bagaimana kau bisa tahu semua itu?”

Memperbaiki bingkai kacamatanya, Dr. Beneke mempertanyakan seseorang.

“Hal semacam itu tidak akan tertulis di surat dari ibukota kerajaan. Sepertinya kau benar-benar memahami pahlawan itu”

“……… ..”

“Itu normal untuk menganggap pahlawan tersebut sebagai pembunuh yang gila. Tapi, kau bahkan tidak akan percaya bahwa dia mematuhi suatu aturan. Karena dia memang seorang pembunuh yang gila. Tidak ada yang akan berpikir bahwa dia itu normal. Selain dirinya sendiri”

“……… ..”

“Kau benar-benar berusaha keras untuk menjadi karakter itu, namun …… Kau bodoh sekali karena terlalu banyak berbicara …… Kata-katamu adalah keruntuhanmu! “

“……… ..”

“Kalau begitu, bukankah itu sudah cukup lucas-san?”

“Tidak …… Haruskah aku sebut pahlawan Raul?”

Pria yang disebutkan namanya menyipitkan matanya tanpa emosi.

“Ahahahahaha! Itu dia, pahlawan! Pada akhirnya, yang paling cerdas selalu menjadi pemenang!”

Saat itu, sudut mulut Lucas terangkat.

Di saat yang sama, tepuk tangan meriah bergema di dalam ruangan.

“Kau melakukannya dengan baik. Selamat, Dr. Rine Beneke. Akan sangat menyedihkan jika tidak ada yang menyadarinya jadi aku memberikan petunjuk, Tapi …… sepertinya itu terlalu sederhana hm?”

“Ke-Kenapa…. apa kau hanya berpura-pura tenang… ..! Akui! Kau telah kalah dalam permainan petak umpet ini! Karena aku telah menemukanmu! —– Kau akan mati di sini. Kau akan mati di tangan monster-monster ini!”

Mengalihkan pandangan mereka, direktur Da Costa dan Johannes gemetar.

“Mo-Monster… ..?”

Mereka memiliki ekspresi yang mengisyaratkan tidak tahu apa yang sedang terjadi.

“Itu benar, kalian akan berubah menjadi Berserker dalam waktu sekitar satu menit. Apa kalian berdua tidak mendengarkannya, Kami berbicara tentang aku yang telah memasukkan obat ke dalam kopi”

“A-apakah kau…. .. benar-benar meracuni kami… ..?”

“Obat yang kalian minum adalah produk yang telah diperkuat. Meski butuh lima menit untuk menjadi Berserker, Tapi sebagai gantinya efeknya seratus kali lebih kuat dari sebelumnya! Ahahahahaha! Bahkan pahlawan itu tidak akan memiliki kesempatan untuk melawannya. Ahahahahaha!”

Pahlawan Raul, yang ditakuti semua orang.

Wanita itu tidak bisa menahan diri untuk merasakan begitu banyak kegembiraan karena bisa menyudutkan keberadaan semacam itu. Tapi-

“…..Hei? Itu dia?”

Untuk beberapa alasan, pahlawan yang menyamar sebagai Lucas bertanya.

Apa arti reaksinya? Dr Rine Beneke yang seharusnya menang pun mulai merasa tidak nyaman.

“Eh?”

“Jangan bilang “Eh?”, tidak mungkin itu menjadi akhir dari acara kita, bukan?”

“S-sungguh pemandangan yang menyedihkan melihatmu bertingkah seperti pecundang!”

“Tidak, tidak, tidak, bukan itu yang aku maksud”

(A-Apa yang dia bicarakan… ..? Tidak, aku tidak boleh membiarkan dia menipuku… .. !! Ini pasti dia mencoba untuk mengulur wak… ..!)

Ini pasti strategimu.

Rupanya dia mencoba mengulur waktu karena dia terpojok, dan pada saat itu dia sedang memikirkan langkah selanjutnya.

“Su-sungguh orang bodoh. Semakin banyak waktu berlalu, itu semakin menguntungkanku”

Dan sekarang sudah terlambat.

“Sekarang! habisi dia! Para Berserker-ku!”

…… ..? itu aneh. Seharusnya sudah lima menit sejak mereka menggunakan obat itu.

Namun, direktur Da Costa dan Johannes sama sekali tidak berubah.

“Ini tidak mungkin… .. lima menit belum berakhir… ..”

“Tidak peduli berapa menit atau berapa jam berlalu, itu tidak akan berguna”

“Eh?”

“Karena obat itu hanya bekerja pada orang yang masih hidup”

“… .. A-apa?”

Pahlawan itu tersenyum bahagia.

Senyuman itu begitu menakutkan hingga Dr. Beneke bergetar.

“K-Kenapa… ..?”

Sampai beberapa saat yang lalu, dia berada dalam posisi yang sangat menguntungkan.

Mengapa ini terjadi? di mana letak salahku?

“Kau sangat senang hanya karena telah memecahkan misteri yang bahkan seorang anak kecil pun bisa memecahkannya. Kupikir kau lebih pintar dari itu, kau mengecewakanku”

“… ..Huh”

Ketika Lucas menggerakkan jari-jarinya, semua sihir yang sebelumnya dilepaskan pahlawan itu pun terhapus

“Ah… ..ahhhh… ..”

Dokter melangkah mundur dan jatuh ke lantai.

Dia sangat ketakutan sehingga dia bahkan tidak bisa berteriak.

Bahkan tidak mungkin untuk mengalihkan pandangannya dari apa yang ada di depan matanya.

Seorang pria muda berjubah hitam legam menatapnya dengan mata merah seolah-olah sedang terbakar.

Makhluk-makhluk yang seharusnya adalah direktur Da Costa dan Johannes, mereka berada di belakang pahlawan.

Tidak, bahkan sekarang mereka masihlah direktur Da Costa dan Johannes. Tidak diragukan lagi.

Tapi, Dr. Beneke hanya bisa mengenali keduanya sebagai monster berkulit biru.

“Aku menggunakan ilusi untuk membuat mereka tampak seolah-olah mereka hidup, tapi sebenarnya mereka sudah mati sejak aku muncul di ruang konferensi. Sambil mengendalikan mayat mereka dengan sihirku, aku memanfaatkan sihir ilusi untuk membuat mereka berbicara. Dan aku terus berpura-pura menjadi Lucas. Memang itu merepotkan, tapi itu sangat menyenangkan”

“I-Itu tidak mungkin… ..”

“Kau menyimpulkannya dengan bangga, tapi…. kau mengira hanya ada satu musuh yang bersembunyi di antara empat orang kan ?. Kau sebenarnya sendirian di antara musuh-musuhmu!”

Pahlawan itu mulai tertawa seolah dia tidak bisa menahan diri.

“Juga, Pff… .. Ahahaha! Hal “Habisi dia” itu. Ahahaha! Setidaknya kau seharusnya memastikan mereka telah berubah menjadi monster!”

“……… ..”

“Jadi bagaimana rasanya menjadi pecundang ?. Aku menggunakan strategi yang sangat merepotkan ini. Tapi, dengan semua yang aku nikmati ini, itu sepadan dengan semua usahaku”

Air mata jatuh dari mata dokter.

Aku tidak pernah membully seseorang seperti ini sejak aku kembali ke dunia ini.

Sekarang dokter itu hampir gila dengan rasa sakit karena harga dirinya telah hancur.

“Nah, sepertinya kau telah menyia-nyiakan senjata rahasiamu, apa yang akan kau lakukan, Dr. Beneke?”

Berbeda dengan dokter yang lumpuh ketakutan, Raul tersenyum cerah dan merentangkan tangannya.

Tinggalkan Pesan