Chapter 2 Part 3 – Pria Kecil, Kembali dengan Emosi yang Kuat

Matahari yang ada di langit juga perlahan mulai turun.

“Ini adalah hari yang memuaskan, ya waktu berlalu terlalu cepat”

Aku melihat mayat para pelayan yang aku buang ke dalam lubang, dan menghembuskan napas.

“Para pembunuh ini, mereka mendapatkan apa yang pantas mereka dapatkan”

Aku mengatakan itu dengan suara dingin dan meludahi mereka. Tidak ada rasa hormat pada mereka yang mati.

Aku menerapkan sihir kegelapan pada tulang-tulang yang telah digali, dan masa lalu yang aku lihat ini ternyata lebih busuk daripada apa yang aku bayangkan.

『Untuk beberapa saat, aku tidak menyukai orang ini. Pff. Dia menumpahkan cairan yang menjijikkan ke seluruh tubuhku』

『Kyajaja! Itu benar! Tetap saja, membunuh orang lain adalah yang terbaik. Rasanya seperti itu membuatku menjadi lebih kuat, dan rasanya sangat menyenangkan 』

『Majikan adalah seseorang yang luar biasa. Memberi kita jumlah uang sebanyak itu hanya untuk membuang mayat! 』

『Aku penasaran apakah aku bisa membunuh yang berikutnya. Ini bisa menjadi semacam kebiasaan! 』

Ya ampun. Ha ha ha.

“Kegelapan manusia sangatlah dalam”

Status sosial, kekuatan, kedudukan yang tinggi.

Bahkan diriku yang dulu pun mengerti bahwa orang-orang semacam itu mudah untuk melakukan kejahatan.

Tapi, ternyata “kejahatan” itu adalah sesuatu yang lebih dekat.

Para pelayan, staf kebersihan, para penganut. Orang biasa dengan pekerjaan umum.

Aku mencoba menyelamatkan orang-orang yang lemah tanpa bisa mengambil risiko dalam hidupku sendiri.

Dan di hati mereka, ada juga jiwa busuk yang rela mengorbankan orang lain.

Hanya ada sarang kekejaman yang menginjak-injak orang untuk kesenangan mereka pribadi.

“Kupikir dia tidak mengerti manusia dengan baik. Hal-hal yang kalian lakukan itu adalah sesuatu yang khas bagi para iblis. Tapi, yang salah adalah majikannya.”

Aku melihat kembali pada tubuh sang istri yang sedang bergoyang-goyang.

Tubuhnya tergantung pada pohon besar di sudut taman.

Tentu saja, alasan aku memerintahkan para bocah itu untuk menggantung tubuh si istri adalah untuk membalas dendam terhadap sang jenderal.

“Hei, istri Brown. kau tahu? Jenis hubungan apa yang ada antara sang jendral dan aku? Jenderal tidak akan kembali untuk sementara waktu, jadi aku akan berbicara untuk menghabiskan waktu. Masa lalu kaimi. Maukah kau mendengarkanku? “

“……….”

Sang istri itu terus bergetar dalam diam. Aku akan menganggap itu sebagai ya.

“Desa tempatku tumbuh, desa Baden, itu adalah sebuah desa kecil yang berada di sebelah barat kerajaan Kurtz. Penduduk desa sangatlah aktif dan mereka mencari nafkah dari produk susu. Karena itu adalah desa pertanian, maka hiburan mereka adalah memetik jamur dan berburu burung. Hari-hari itu terasa bahagia dan damai”

“……….”

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

“Ayahku telah meninggal sebelum aku bisa menyadari banyak hal. Ibuku yang cerdas dan bijaksana, adik perempuanku yang baik dan aku hidup bekerja keras bersama-sama”

“……….”

“Tapi hari-hari itu berubah pada hari musim gugur. Saat itu aku berumur dua belas tahun, dan bersama dengan adik perempuanku, kami memetik tanaman kacang di hutan. Lalu tiba-tiba, aku bisa mendengar langkah kaki yang menyebalkan——”

Ketika aku terkejut saat mendengar napas yang terdengar kesulitan dan menoleh ke belakang, Hans, pria tua yang tinggal di sebelah kami tengah berdiri di sana dan berdarah.

“Dengan mata terbuka lebar, pak tua itu mengatakan ini. “Desa telah diserang””

Setelah mengatakan itu, pak tua itu kehabisan napas dan mati.

Bahkan jika aku tidak mencoba mengingatnya, peristiwa di hari itu akan terus teringat kembali. Setiap detail kecilnya.

Aku benar-benar memiliki ingatan yang baik.

Aku tidak bisa memaafkannya, kenangan kejam yang tak terlupakan itu, semuanya telah memenuhi otakku.

“Ohh. Jenderal telah kembali. Maka kenangan itu berakhir di sini”

Ketika aku melihat ke atas, sang jenderal yang meninggalkan kudanya di pintu masuk kastil mulai berlari ke sini dalam suasana hati yang berbeda.

Hm Hanya sang jenderal yang kembali?

Tentunya ia telah mengirimkan para bawahannya ke ibukota.

Ke ibukota kerajaan di mana orang yang seharusnya kubunuh itu tidak ada.

Aku tertawa sambil merentangkan tanganku, dan membuat gerakan penyambutan untuk sang jenderal.

“Selamat datang kembali, jendral. Aku telah menunggumu”

Sang jenderal menatapku dengan wajah yang benar-benar memerah, dan mendongak tanpa berkedip.

Gerakan jendral terhenti ketika dia melihat tubuh orang dewasa tergantung.

“Uohhhhhhhhhhhhhhhhhhh!”

Perut terbuka dengan indahnya. Ususnya berada di luar.

Darah yang terus menetes membentuk genangan darah di kaki sang istri.

“Ini merupakan patung yang luar biasa, bukan? Ini adalah karya anak-anakmu. Mereka melakukannya dengan sangat baik”

Anak-anak yang tidak berada di sini itu sangat mengagumi si ayah busuk ini, dan mereka melakukan semua yang aku minta ketika mereka menangis dan mengeluarkan ingus mereka.

Mereka merobek perut ibu mereka. Dan mereka mengeluarkan ususnya.

Mereka mengikat lehernya dan menariknya beberapa kali ketika menggantungnya di pohon, mereka membuat ibu mereka terlihat seperti patung.

Sejauh ini mereka telah menguliti monster, kurasa mereka sudah terbiasa.

“Bajingan! Di mana anak-anakku…!? “

Jenderal itu berteriak dengan nada penuh amarah.

“Dimana mereka !! “

Hei, hei, pembuluh darahnya akan pecah.

Novel ini diterjemahkan oleh 4scanlation.com, Mohon tidak mengcopy/memirror hasil terjemahan di web ini tanpa izin

Aku tidak ingin akhir yang membosankan seperti itu.

“Kau tidak perlu berteriak. Anak-anakmu masih hidup”

Untuk sekarang.

“Lebih penting lagi, lihatlah adegan ini. Bukankah itu mengingatkanmu pada sesuatu? “

“Apa yang kau katakan….?”

“Mustahil kau tidak bisa mengingatnya. Kau juga telah melihatnya di tanah kelahiranku, bukan? “

Saat mendengar bahwa desa kami diserang, adik perempuanku dan aku pun bergegas pulang.

Dan yang kami lihat adalah desa yang terbakar.

Orang-orang yang kami kenal dan tertawa sampai pagi ini, telah tergantung di pohon …

Semua tubuh mereka dikuliti, perut mereka terkoyak dan kehilangan apa yang ada di dalamnya.

Hari itu, aku dan adik perempuanku kehilangan ibu, teman masa kecil, sepupu, teman-teman, dan para penduduk desa yang ramah.

Saat melihat pemandangan yang mengerikan itu, tubuhku bergetar untuk pertama kalinya.

Ketidakadilan. Ini adalah jenis kemarahan yang sama sekali berbeda dari api yang saat ini membakar hatiku.

Tergerak oleh kemarahan di dalam hatiku, pada saat itu, aku membangkitkan kekuatan cahaya yang hanya diberikan kepada seorang pahlawan.

“Pada hari berikutnya, kalian muncul”

Lalu mereka mengatakan beberapa kata kepadaku ketika tubuhku gemetar karena rasa amarah dan sedih.

『Maaf kami tidak bisa sampai di sini sebelum serangan iblis itu muncul….. tapi aku senang bahwa sang pahlawan selamat. Raja berkata bahwa beliau ingin menyambutmu di kastil. Maukah kau ikut dengan kami? Untuk mengalahkan iblis-iblis jahat itu! 』

Sang jenderal dan pasukan ksatria berulang kali mengatakan kepadaku bahwa para iblislah yang menyerang desa.

Aku bodoh, dan aku meraih tangan sang jenderal dan mempercayai cerita itu.

Lalu, bersama dengan sang jenderal dan yang lainnya, kami pergi ke kota dan menerima pelatihan sebagai pahlawan di ibukota kerajaan.

“Aku telah salah menafsirkannya untuk waktu yang lama. Iblis suka membakar sesuatu”

Itulah yang kumengerti karena sebelumnya itu terjadi berkali-kali ketika aku mulai mengalahkan para iblis.

“Mereka menggunakan metode yang sama untuk menipu dan mengundangku, sampai akhirnya aku menyadari bahwa aku membuat kesalahan”

Kasus yang ditutupi di mana desa seorang pemuda diserang oleh para iblis dan kemudian menjadi seorang  pahlawan.

Setelah mengalahkan raja iblis itulah aku mengetahui bahwa ini semua telah dipersiapkan oleh tangan manusia.

Pelaku sesungguhnya yang membakar kampung halamanku, membunuh ibuku dan semua penduduk desa, dia adalah pria yang berdiri di hadapanku – Jenderal Ernst Brown.

Tinggalkan Pesan