Chapter 1 – Keputusasaan Jared Murphy

“Aku dengan tulus meminta maaf atas kekasaran putriku.”

Duke Alway, meminta maaf kepada tuan rumah dan Jared di beranda. Ini dilakukan setelah pertemuan mereka di rumah keluarga Daun.

Setelah mengantar mereka pergi, Jared dan kakeknya duduk di sofa.

“Tidak seperti desas-desusnya, putrinya tampaknya sebagai tipe yang energik”

Bersama dengan beberapa pelayan, nenek Jared atau bisa dibilang istri Baron Daun, Marte, masuk ke dalam ruangan.

“Jadi kau sudah mendengar cerita tentangnya madam?”

“Ya tentu saja. Itu bohong jika aku mengatakan bahwa aku tidak tertarik dengan calon istri cucuku. Tapi sungguh, dia telah menempatkan beberapa kondisi yang merepotkan … ”

“Aku setuju. Aku tidak tahu apa yang harus dilakukan dengannya. Bahkan menjadi penyihir istana sudah cukup sulit, hanya ada dua belas kursi yang tersedia. Bahkan jika kursi itu terbuka… ”

“Dan hidup dengan ibunya juga terdengar sangat merepotkan …”

“–kau lebih peduli tentang itu ?!”

Dia dengan berani menaikkan suaranya terhadap kekhawatiran neneknya.

Baron menyatakan pendapat yang sama dengan cucunya dan bersimpati kepadanya.

“Sejujurnya, saya prihatin antara kompatibilitas Anda dan gadis itu.”

“Aku setuju. Aku tidak ingin percaya hanya pada rumornya saja, tapi dia tidak mendengarkan omongan orang lain dengan baik. ”

Bahkan jika menghitung tentang kasta bangsawannya yang tinggi, dikelilingi dengan rumor buruk adalah sesuatu yang ingin mereka hindari.

Kakeknya diam-diam merenung.

“Tidak, pasti desas-desus itu sudah cukup ditekan. Bagaimanapun juga, Duke adalah orang yang ketat. ”

“Duke mempunyai nama yang harus dia lindungi. Dia tidak bisa membiarkan rumor beredar tentang putrinya yang “bermain” dengan pria dan wanita. Kita bisa mengabaikan rumor kecil selama mereka tidak memalukan ”

Pada kata-kata kakek dan neneknya, Jared memiringkan kepalanya. Itu tampak seperti kakek dan neneknya telah mengenal Duke tersebut hingga mereka dapat membuat asumsi seperti itu.

Bahkan untuk bangsawan, ada terlalu banyak celah antara Baron dan Duke. Pasti ada semacam hubungan di antara mereka.

“Kakek, Nenek, Apa mungkin  kalian tahu tentang Duke itu secara pribadi?”

Menanggapi pertanyaan Jared, kakeknya mengangguk.

“Itu tidak diketahui publik, aku dan Duke Alway sudah saling kenal sejak lama. Kami adalah teman seperjuangan di medan perang, dan itu hanya terjadi sekali atau dua kali. Aku dan Duke Alway memiliki hubungan yang kuat di antara kami, dan kami sering menulis surat kepada satu sama lain. ”

“Aku tidak tahu tentang cerita kakek ini. Ini pertama kalinya kau membahasnya, ini adalah informasi yang baru untukku. ”

“Jika aku boleh menambahkan, awalnya Jared tidak seharusnya menikah dengan putri Duke.”

“Eh?”

Kakeknya menarik napas dalam-dalam, sementara seorang pelayan menuangkan teh untuk mereka.

“Ini setelah dia (Olivia) menerima saran dari ibunya. Seiring dengan desas-desus buruk yang muncul, semua tunangannya dipaksa untuk menyetujui kondisi yang tidak masuk akal, dan, bagaimana aku harus mengatakannya ya … di masa lalu , mulut kasar Olivia-sama selalu menyinggung semua calon tunangannya. Dan sekarang, ini adalah giliran kita. ”

Baru-baru ini ada tentang keterlambatan menikah, tapi sekitar usia pertengahan 20-an, saat itu seorang wanita bangsawan diharapkan memiliki anak. Jika tidak, itu akan terlalu dini, beberapa juga melahirkan anak mereka bahkan sebelum mereka menginjak usia dua puluh tahun. Bahkan untuk seseorang seperti Olivia-sama, ada beberapa keluarga yang bersedia menerima menantu perempuan seusianya.

“Dan ketika itu terasa menyulitkan bagi Duke, dia berlari ke keluarga kita dan berharap untuk memaksakan masalah ini kepada kita?”

Jika itu masalahnya, itu pasti akan merepotkan. Jared tidak menyuarakan ketidaksenangannya.

Dia sudah lelah menjalani kehidupan sebagai seorang bangsawan. Jared memiliki mimpi kecil untuk menjadi seorang petualang dengan keahliannya sebagai seorang penyihir. Tapi, dengan sesuatu yang datang secara tiba-tiba ini, mimpi itu sepenuhnya hilang.

Ini bukannya dia ingin menyalahkan seseorang untuk itu, tapi dia tidak puas dengan situasinya.

“Itu tidak benar. Sang Duke hanya datang untuk berkonsultasi denganku mengenai putrinya. Dia bahkan bertanya kepada seseorang sepertiku untuk masalah ini, yah, bagaimana aku mengatakannya … kita hanya perlu menahannya. ”

Tidak diragukan lagi, keluarga telah mencoba untuk menghindari mereka (Duke) karena desas-desus itu.

“Dengan memikirkan itu, Duke melihatmu sebagai mitra potensial untuk putrinya setelah mendengar berita dari sumber yang tidak diketahui, bahwa beberapa putra idiot Baron telah mengambil tindakan untuk menikahi wanita lain. Segala sesuatunya berkembang dan berakhir dengan perjodohan ini. Maafkan aku.”

(TLN: Agar jelasOlivia seharusnya bertunangan dengan ayah Jared, tapi ayahnya menikahi wanita lain)

“Tidak perlu meminta maaf kepada kakek.”

“Tidak, anakku mungkin hebat dalam berpedang sama seperti semua anggota keluarga Daun, tapi selain itu, dia tidak punya harapan. Dia hebat ketika ibumu masih hidup, tapi semuanya berantakan ketika dia meninggal. Karena tidak bisa menghasilkan ahli waris lagi, dia membuat dirinya hancur. ”

“Apa kau mengatakan bahwa jika aku pandai dalam pedang, maka hal-hal akan berbeda?”

Dia menyela kata-katanya seolah-olah itu sangat penting.

Meskipun lahir di rumah keluarga Daun yang mahir dalam ilmu berpedang, Jared tidak memiliki bakat untuk ilmu berpedang. Meskipun tidak sepenuhnya buruk, kemampuan berpedangnya hanya bisa digambarkan sebagai suatu tingkat yang terbilang rata-rata, tapi sebaliknya, bakat sihirnya sangat tinggi. Dia tidak tahu apakah ini adalah berkah atau kutukan.

Dia masih ingat wajah kakeknya setelah mengetahui bahwa cucunya tidak memiliki bakat dalam berpedang.

Ayahnya adalah seorang pejuang di medan perang yang mendapatkan banyak penghargaan untuk dapat naik pangkat, ia menikahi ibunya, seorang penyihir berbakat, untuk bangkit dan mendapatkan gelar Baron. Melihat bahwa putranya tidak memiliki bakat untuk ilmu berpedang (yang merupakan ciri khas keluarga Murphy), maka dia tidak berencana untuk menyerahkan nama keluarga kepadanya. Jared tahu bahwa ayahnya berencana untuk menyerahkannya kepada putra-putranya yang lain.

Daripada tumbuh bahagia bersama dengan orang tuanya, ia tumbuh bersama kakek-neneknya, yang sama sekali tidak membuatnya merasa tidak puas.

“Kau tidak perlu khawatir tentang ini. Kau mungkin tidak memiliki bakat dalam ilmu pedang, tapi mereka yang memiliki bakat semacam itu hanya pandai dalam berkelahi. Lebih baik seperti ini. Orang yang bisa menggunakan sihir jauh lebih berharga bagi kerajaan. Kau bisa bangga menjadi seorang penyihir. ”

“Betul. Sihir adalah karunia yang diberikan dari surga. Hanya ada beberapa yang diberkati dengan berkah yang seperti kau miliki. Bahkan jika mereka mempunyai mana untuk dapat menggunakan sihir, hanya sedikit yang bisa menjadi penyihir sejati. Setelah menerima kekuatan itu dari ibumu yang  berbakat, yang merupakan seorang penyihir istana, bakatmu pastilah unik. Jadi kau harus merasa lebih bangga pada dirimu sendiri. ”

Di benua besar Felicia, hanya ada beberapa individu yang bisa menggunakan sihir. Hanya ada sedikit yang mampu mempopulekan nama mereka melalui seni sihir. Meskipun bertujuan untuk menjadi penyihir istana adalah hal yang biasa, hanya ada beberapa persen orang yang benar-benar berhasil mencapainya.

Selain itu, saat ini ada kursi yang terbuka untuk penyihir istana di Kerajaan Wezar (atau Wizard). Hanya ada beberapa penyihir yang ahli, jadi itu tidak jarang jika orang-orang semacam itu akan didekati oleh bangsawan ketika kekuatan mereka telah diakui. Bagi seorang bangsawan, memiliki lebih banyak penyihir yang berada di sisi mereka, itu akan berarti bahwa status mereka lebih tinggi.

Dalam kasus mereka, Duke juga ingin membentuk hubungan dengannya melalui usulan               pernikahan.

“Seperti yang kukatakan di depan Duke, awalnya aku berpikir untuk mewariskan nama keluarga kepadamu dan membuatmu menjadi kepala keluarga. Jika itu terjadi, aku akan menikahimu dengan Yenny, cucuku, tapi itu adalah sebuah masalah ketika itu berakhir kepadanya… ”

“Jadi sejak awal, kau tidak pernah berpikir bahwa kalau dia akan bertunangan dengan Olivia-sama?”

“Umm … Itu mungkin mengejutkan juga, tapi apa kau benar-benar telah mempertimbangkannya untuk menjadikanku sebagai kepala keluarga?”

Pernyataan itu sama mengejutkannya dengan pertunangan Jared dan Olivia yang datang secara tiba-tiba.

Karena ayahnya bertindak seenaknya, Jared bukanlah anggota keluarga Daun berdarah murni. Ibu Jared mungkin merupakan Nyonya Murphy saat ditulis di catatan resmi, tapi asal-usulnya sebelum dia menjadi penyihir istana adalah orang biasa. Bahkan untuk seorang Baron, belum pernah terjadi sebelumnya saat dimana mereka menerima seorang wanita yang belum disetujui oleh Kepala keluarga terdahulu.

“Dia mungkin merupakan putra sulungku, tapi aku tidak punya rencana untuk menyerahkan nama keluarga kepadanya. Dia memang mendapatkan gelarnya sebagai seorang Baron dan aku siap menghadapi rasa keberatan darinya, tapi bagiku, akan lebih masuk akal untuk menyerahkan nama keluarga kepada cucuku yang jauh lebih kuat dan cakap, daripada ayahnya, yang lemah dan tidak kompeten.”

“Itu mungkin masuk akal …”

Apa yang dikatakan kakeknya masuk akal. Tidak pernah terpikir olehnya bahwa Yenny, orang yang selalu diperlakukan sebagai adik perempuannya, akan menjadi tunangannya. Melihat cucunya, nenek Jared berbicara,

“Apa kau merasa tidak puas jika itu bukan Yenny?”

“T-Tidak, bukan itu masalahnya, aku selalu memperlakukannya sebagai saudara perempuanku, jadi pemikiran semacam itu terlalu tak tahu malu”

“Anak itu sudah menyukaimu sejak lama dan hanya menunggu kesempatan. Jika kau menginginkannya, aku bisa mengatur pernikahan antara kau dan kakak perempuannya. ”

“Aku harus menolak tawaran itu.”

Yenny Daun adalah anak yang baik, tapi hubungannya dengan kakak perempuannya masih belum diketahui. Dia sudah tahu bahwa jawabannya akan menyebakan tawa besar di hadapannya dan kakek-neneknya.

“Yah, jika pertunangan antara kau dan Olivia-sama masih berlanjut, Yenny akan ditinggalkan dalam debu.”

“Aku tidak berpikir bahwa dia akan merasa keberatan untuk menjadi simpananmu setelah kau dan Olivia-sama bertunangan.”

“Tentu.”

Kakek Jared menertawakan saran dari istrinya. Neneknya juga tertawa dengan tawa canda meskipun itu terdengar cukup halus. Hati Jared menyusut dan pun dia menahan nafas setelah ia mendengar kata-kata itu.

“Kesampingkan hal itu, kita perlu membahas mengenai menjadi seorang penyihir istana.”

“Umm, kalau aku boleh mengatakannya, menjadi penyihir istana terlalu berat bagiku. Meskipun aku bisa memanjat ke ketinggian yang sama dimana ibuku berdiri, menjadi penyihir istana dalam rentang waktu dua tahun akan terasa sangat sulit. Aku yakin bahwa kau sudah mengerti kan kek? ”

“Tentang itu-”

“Apa aku harus mengatakannya lebih banyak?”

Jared merasa bahwa kakeknya sudah membuat sebuah rencana.

Dan dia benar.

“Ini tidak resmi, tapi Jared sudah dianggap sebagai seorang kandidat untuk kursi penyihir istana”

“Haaa ?!”

Jared masih terus menerima kejutan yang tak terhitung jumlahnya ketika hari berlalu.

3 pemikiran pada “Chapter 1 – Keputusasaan Jared Murphy”

Tinggalkan Pesan