Chapter 23 – Misha, Melayaniku

Shake, shake.

Aku merasa tubuhku bergetar.

Eh? Siapa yang melakukan ini …?

Misha tidak akan pernah bangun lebih awal dariku—.

“Master, bangun!”

Tanpa ragu, orang itu adalah Misha.

Yah, dia pasti akan membangunkanku saat dia ingin bermain—.

“Sarapan…. aku menyiapkannya…. Makanan akan menjadi dingin jika kau tidak bangun ….”

“Oh … mimpi … Selamat malam….”

“Ini bukan mimpi! Bangun!”

… Aku dicegat untuk kembali tidur

 

“… Misha tidak akan pernah melakukan tugas …”

Belum lama ini ….. Dia … dengan bangga menyatakan hal itu ….

“… Akuyang  dulu punya niat seperti itu …”

Saat melihat Misha …. Dia tampak tidak senang sambil melanjutkan ucapannya.

“Namun, itu akan mengerikan jika anjing itu mencuri Master …”

Kemudian…. Dengan pandangan kesal, dia berkata “Anjing pencuri itu”.

… .Biasanya, kau seharusnya mengatakannya sebagai kucing pencuri (T.L kucing pencuri = dorobou neko)

Yah … aku bisa mengerti dari mana dia berasal.

Ini terjadi beberapa hari yang lalu ketika kami pergi ke guild untuk menerima quest baru.

 

Kami menerima quest untuk menaklukan sekelompok bandit.

Baru-baru ini, kelompok bandit yang dibentuk oleh lycanthropes muncul di dekat ibu kota dan menyebabkan malapetaka.

Sejak saat itu tampaknya mereka adalah sekelompok bandit dengan moral, karena mereka hanya mencuri dari orang kaya dan tidak akan pernah membunuh siapa pun.

Namun, tampaknya tujuan utama kelompok ini adalah untuk menunjukkan kekuatan mereka dan mencuri hanyalah salah satu bagian dari tujuan mereka.

“Para lycantropes ini berubah menjadi anjing untuk sementara. Karena itu, mereka bisa dengan mudah berlari lebih cepat dari para penjaga. Tidak mudah untuk menangkap mereka.”

Misha merasa ragu untuk menerima quest itu.

“…sejak awal, aku benci anjing….”

“… Apa lycanthrope dianggap sebagai anjing…?”

Namun demikian, kami menerima quest tersebut.

Aria-san juga memberi kami beberapa saran.

“Bagian yang sulit dengan quest ini adalah menemukan tempat persembunyian mereka.”

Untungnya, kami berhasil menemukan mereka tanpa adanya masalah.

.

Misha berubah menjadi kucing dan mengikuti aroma mereka.

Meskipun tidak sesensitif seperti hidung anjing, hidung kucing masih cukup sensitif.

Dia bisa merasakan skala perkumpulan mereka, jumlah lycanthropes. Mengikuti aroma mereka, kami menemukan bahwa mereka dengan berani membangun markas mereka di sebuah bukit yang terletak dekat dengan ibu kota.

Namun, kelompok bandit itu tidak seharusnya diremehkan.

 

Tepat ketika kami mendekati mereka secara diam-diam, kami langsung dikepung oleh 4 orang.

Mereka adalah sekelompok beastkin. Semuanya ras dogkin dan bukan catkin.

Dan salah satu wanita muda itu menyilangkan lengannya, rambutnya ditata dengan gaya bobtail.

Tampaknya gaya rambut longhair merupakan suatu hambatan bagi para bandit.

“Kau. Kau berasal dari guild, kan?”

Para wanita muda itu bertanya pada kami.

“Aku tidak peduli dengan rasa keadilanmu, tapi pencuri adalah pencuri. Tolong menyerahlah dengan patuh.”

“Itu tidak mungkin. Kami sudah melakukan banyak kejahatan jadi satu-satunya pilihan kami adalah terus berlari.”

Memang benar bahwa selama era Edo, hukuman untuk para bandit cukup keras.

“Aku mengagumi keberanianmu jadi aku akan mengalahkanmu dengan pukulan yang keras!”

Saat berikutnya, keempatnya berubah menjadi serigala.

Memang benar, mereka benar-benar lycanthropes.

… Namun, orang-orang itu keliru.

Aku tidak datang sendiri.

Misha tepat di sampingku.

“Master, ayo kalahkan mereka semua!”

Misha menyatakan hal itu dengan lantang.

2 komentar untuk “Chapter 23 – Misha, Melayaniku”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *