Chapter 10 – Pengakuan dan Batasan dari Kucing

Aku masih diceramahi oleh Misha sampai saat ini.

“Pada saat itu, jika aku tidak datang untuk membantu, Goshujinsama pasti sudah mati!”

Misha berbicara tentang kejadian dimana aku melompat ke depan Imp untuk menyelamatkan Lunaria.

“Sebagai seorang petualang, kesadaran akan situasi disekitarmu masih kurang! Kau juga harus menghargai hidupmu sendiri nya!”

“Mau bagaimana lagi…. Jika Misha sedang berada di posisiku , kau pasti akan melakukan hal yang sama.”

Ini juga masalah yang tidak bisa kukompromikan.

Ini karena aku telah disewa oleh Lunaria sebagai seorang pengawal.

Oleh karena itu, aku merasa bahwa aku melakukan hal yang benar terlepas dari apakah aku menjadi petualang yang baik atau tidak dari guild tersebut.

Setelah hening sesaat,

Misha mendesah sekali lagi layaknya seorang manusia.

“Itu benar nya ~. Aku juga merasa bangga memiliki Goshujinsama yang luar biasa.”

“Aku akan senang jika kau mengerti.”

“Memang benar saat itu kau sangatlah jantan. Namun, tolong lebih hargai hidupmu nya ~”

“Mmm … Aku tahu.”

Sudah pasti jika Misha bukan seekor kucing, dia tidak akan bisa melewatiku dan melompat ke wajah Imp.

Setiap detiknya sudah cukup untuk menentukan hidup dan mati seorang petualangan.

Aku harus lebih berhati-hati karena aku bukanlah seorang pegawai kantoran lagi.

Misha melompat ke pangkuanku.

Mirip dengan apa yang kami lakukan di masa lalu, aku membelai punggungnya dengan lembut.

“Tangan Goshujinsama terasa hangat …”

“Ini karena suhu tubuh kucing yang tinggi.”

“… Yang aku maksud adalah semangatmu …”

—knock knock

 

-seseorang mengetuk pintu.

Pada saat bersamaan , Misha dan aku melompat karena rasa kaget.

Dari perspektif orang luar, yang kulakukan hanyalah mengelus kucing. Namun, ini adalah waktu mesra bagi Misha dan aku.

Aku mengintip dan melihat Lunaria dari lubang kunci yang kecil. Aku segera membuka pintu.

“A-aku minta maaf atas kunjunganku yang tiba-tiba …”

Lunaria tampak seolah-olah dia mungkin bisa menangis kapan saja.

“Aku ingin mengucapkan terima kasih sekali lagi …”

“Ah? tentang itu? kau tidak perlu khawatir tentang–.”

Tiba-tiba, Lunaria mendekat ke arahku.

… Tidak, bukan itu.

Dia memelukku dengan erat …

“Kau mempertaruhkan nyawamu untuk menyelamatkanku jadi aku sangat berterima kasih padamu …”

“… Itu hanya bagian dari pekerjaanku.”

“Tapi … tetap saja, aku merasa sangat bahagia …”

Karena aku tidak punya pengalaman dalam menghadapi situasi semacam itu, aku mulai merasa sedikit panik.

Tepat ketika aku berpikir bahwa itu adalah sebuah keberuntungan dari pekerjaan seorang petualang.

“Umm … Tuan Keiji?”

Omong-omong, aku tidak menyadari saat dia selalu memanggilku dengan namaku.

“Aaa … Aku suka padamu desu … Maukah kau … menikah denganku …?”

Eeh, tiba-tiba ngajak nikah?

Aku mengerti…. Tidak aneh bagi orang-orang di dunia ini.

Ahh …. Mustahil, tidak mungkin!

Ini dan itu adalah hal yang berbeda!

Ini adalah jawaban yang Lunaria raih setelah melalui banyak pertimbangan.

Yang paling penting adalah situasi saat ini.

Dia mengumpulkan tekadnya dan datang ke sini untuk mengakuinya.

Meskipun dia mengetahui bahwa pekerjaan seorang petualang sangatlah berbahaya dan kapan saja, aku mungkin akan pergi ke berbagai tempat.

Sebaliknya, aku—.

“nya …”

Misha berteriak dengan suara yang terdengar sedih.

…Ini tidak baik. Aku hanya akan mengkhianati Misha jika hal ini berlanjut lebih jauh lagi.

Aku tahu bahwa Misha selalu mencintaiku.

Meskipun cinta tidak bisa diukur … tanpa diragukan lagi, Misha selalu mencintaiku sebelum aku bertemu dengan Lunaria.

“Maaf” adalah apa yang kukatakan padanya.

Tentu saja, aku mengatakan ini kepada Lunaria.

“… Ada seseorang yang menungguku. Dia juga seorang petualang sepertiku.”

“A-aku mengerti, desu …”

Lunaria tampak sedikit kesepian.

Dan kemudian, dia mengangkat kepalanya secara perlahan.

“Maaf … aku pasti telah mengejutkanmu.”

“T-tidak … Aku juga merasa senang.”

“Erm … bisakah aku menanyakan sesuatu?”

“Mmm? Apa itu?”

“Jika…. Jika orang yang kau tunggu itu tak lagi ada, maukah kau menerima pengakuanku?”

“Tentu saja.”

“Terima kasih ….”  (TN : Yandere kah @.@)

Pada akhirnya, Lunaria meninggalkan kamarku sambil tersenyum.

“… Sepertinya aku membuat Goshujinsama kesulitan nya~ …”

Misha mengatakan hal ini setelah Lunaria pergi.

“Tidak ada hal seperti itu. Aku akan gagal sebagai pemilikmu jika aku membuat Misha merasa sedih.”

“…Aku mengerti. Tapi…”

Misha melirikku sambil terlihat curiga.

“Jika … aku tidak ada, Apakah Goshujinsama akan menerima pengakuannya?”

“Aah! Be-berhenti mencurigaiku!”

“Juga, kau tampak sangat senang saat dipeluk oleh seorang gadis muda”

“I-itu … Bukankah semua pria menyukai hal itu …?”

Akan lebih aneh jika seorang pria tidak menyukainya saat dia dipeluk oleh para gadis.

“Baru saja, meskipun aku memberimu izin untuk melakukan apapun yang kau inginkan, tampaknya akan lebih baik bagiku untuk menariknya kembali …”

“Apa?! Misha, tidak! Jangan keterlaluan!”

Sepertinya itu tidak terlalu buruk untuk terus menggoda seperti itu–. … Tapi suasana tiba-tiba menjadi suram dari yang diharapkan.

“Karena … ketika aku melihat Goshujinsama memeluk wanita lain … A-aku menjadi sangat marah”

Aku merasa bahwa Misha mungkin bisa menangis kapan saja.

Suaranya gemetar.

“Aku … a-aku tidak bisa melakukan apa-apa — karena tu-tubuhku adalah se-ekor ku-kucing. Aku merasa sangat muak …”

Karena dia kucing.

Rasa sakit yang dialami Misha saat ini mungkin lebih dari apa yang bisa aku bayangkan.

Sepertinya aku harus melakukan sesuatu untuk mengurangi rasa sakitnya.

“… Maaf, aku telah membiarkan Misha merasa kesal.”

Misha segera memeluk pergelangan tanganku.

Akan baik jika hal ini cukup untuk menenangkan Misha.

“Haa … meskipun aku merasa senang ketika Goshujinsama mengelusku … tapi pada akhirnya, itu hanya hubungan antara hewan peliharaan dan tuannya ….”

Meskipun apa yang dikatakannya benar, tampaknya ini tidak cukup untuk memuaskan Misha lebih lama lagi.

“Seperti yang kuduga, aku tidak bisa terus seperti ini. Aku juga akan menyebabkan beberapa masalah bagi Goshujinsama.”

“…Masalah apa?”

“Misalnya … kita tidak bisa melakukan hal-hal seperti berciuman.”

“Jika itu ciuman, kupikir kita masih bisa melakukannya?”

Karena kucing juga punya mulut.

“Salah! Tidak ada artinya jika ciuman antara kucing dan manusia!”

Tampaknya Misha sangat mengistimewakan hal-hal mengenai berciuman.

“Dengan kata lain, kita tidak boleh berciuman sekarang! Ciuman pertama harus disimpan untuk kencan nanti! –Mmm!”

Tampaknya Misha telah membuat semacam keputusan.

“Ayo pergi ke guild untuk mencari pekerjaan dengan gaji yang tinggi! Dan kemudian kita akan dapat membeli buku sihir untuk mengubahku menjadi manusia. Level Goshujisama juga telah meningkat menjadi Level 11 , jadi kita bisa menerima beberapa quest dengan pembayaran yang lebih baik.”

“Kau tampak sangat termotivasi ….”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *