Chapter 1 – Bereinkarnasi Bersama Dengan Kucing di Rumahku

Namaku Murata Keiji dan aku punya seekor kucing.

Namanya adalah Misha dan pada tahun ini dia berumur tiga tahun.

Dia memiliki bulu yang berwarna hitam pekat.

Aku hampir menamainya “Kuro”, tapi setelah banyak pertimbangan, aku akhirnya memutuskan untuk memanggilnya Misha.

Aku bekerja di sebuah perusahaan sambil merawatnya pada saat yang bersamaan.

Perusahaan tempatku bekerja adalah perusahan yang cukup asing.

Tentu saja, aku bahkan tidak mempunyai teman.

Kadang-kadang, rekanku akan meneleponku karena pekerjaan tapi aku tidak dapat memahami kata-kata mereka karena aksen aneh mereka. (TL: Bahasa Jepang punya banyak dialek misalnya dialek Kansai yang sangat berbeda dari bahasa Jepang normal)

Itu benar: situasinya sangat buruk sehingga aku tidak dapat memahami apa yang mereka katakan.

Selama musim dingin, salju dapat menumpuk hingga 10 meter tebalnya; ada kasus dimana terjadi kematian akibat salju yang terjadi di lingkungan tersebut.

Aku telah berkali-kali berpikir untuk berhenti dari pekerjaanku.

Namun, aku berhasil bertahan karena Misha ada di sini bersamaku.

Misha adalah satu-satunya temanku.

Meskipun dia selalu mencakarku dengan gaduh  untuk memberinya makan, setiap kali aku merasa tertekan karena pekerjaanku, anehnya Misha akan menghiburku dengan merangkak ke pangkuanku.

 

Pada suatu hari selama musim dingin, Misha mengeong di depan pintu.

Ini menunjukkan bahwa dia ingin pergi keluar.

Tapi kucing biasanya tidak menyukai cuaca dingin.

Meski tidak menyukai cuaca dingin, Misha masih menikmati untuk berjalan-jalan di lingkungan itu selama 10 menit.

… Meskipun aku mengatakan bahwa dia sedang berjalan-jalan, satu-satunya yang berjalan adalah aku sendiri yang sambil membawa Misha di lenganku.

Hari itu turun salju dan bidang penglihatan menjadi kabur.

Selanjutnya, es juga terbentuk di permukaan jalan.

“Kemungkinan mobil-mobil akan tergelincir selama hari-hari seperti ini.”

Kami harus waspada terhadap truk …

Terjadi peningkatan jumlah kecelakaan yang terjadi di negara-negara yang bersalju selama musim dingin.

Ada banyak kasus di mana mobil tidak dapat berhenti tepat pada waktunya.

– ?! Tiba-tiba, salah satu truk tergelincir dan tergelincir ke arahku!

“Nya-!”

Misha juga terkejut dan berteriak.

Namun, saat itu aku sangatlah tenang.

Apa memang sesederhana itu untuk dihancurkan oleh truk?

Aku menghindari truk dengan megah dan melompati pagar -.

… Eh?

Pagar?

Saat ini aku berada di jembatan.

Di bawah jembatan, ada sungai yang dangkal dengan air yang mengalir.

Aku jatuh dari jembatan dengan keras.

Demikian pula dengan Misha, ia juga terjatuh dan menghantam sungai.

 

“Wow … benar-benar cara yang luar biasa untuk mati.”

Aku bertemu dengan seorang Dewi yang muncul di hadapanku.

“Mati setelah menghindari truk … Dan kucing itu juga mati … Yah, akulah yang sangat terkejut karena kau mati saat mencoba untuk melindungi kucing.”

“Bahkan jika kau yang terkejut …”

“Nya–.”

“Oh! Misha juga ikut denganku!”

Jika itu masalahnya, apa Misha mati karena aku?

“Sejujurnya, aku tidak begitu peduli padamu, tapi Dewi yang hebat ini sangat mencintai kucing.”

Kau terlalu jujur, Dewi.

“Karena ini adalah kesempatan yang langka, ayo reinkarnasikan kucing itu bersama denganmu!”

“Terima kasih banyak! Ini adalah yang terbaik!!!”

Selama aku bersama Misha, aku tidak keberatan untuk pergi ke tempat yang mengerikan.

“Lalu biarkan aku memberimu kekuatan  yang kuat dan bereinkarnasi bersama dengan kucingmu !!”

“Terima kasih banyak!”

Sang Dewi mengulurkan tangannya ke arahku.

Baik tubuh Misha dan tubuhku mulai bersinar.

Setelah ini, kami hanya harus menunggu sampai reinkarnasi itu selesai.

Untuk beberapa alasan, Dewi itu tiba-tiba menunjukkan ekspresi yang serius.

“Oh … aku melakukan kesalahan …”

…Tunggu sebentar.

Sekarang, dewi …? Apa yang kau katakan?

“Aku mengacaukan pengaturan di antara kalian berdua… Oh yah, ayo lanjutkan dengan ini!”

Pernyataan yang sangat mengkhawatirkan ini juga merupakan kata-kata terakhir yang aku dengar dari sang Dewi.

 

Misha berbaring dengan nyaman di pelukanku.

“Nya ~~”

Yah, baiklah … selama Misha ada di sini, semuanya baik-baik saja untukku.

Meskipun Dewi melakukan kesalahan, tampaknya tidak ada hal yang tampak tidak biasa.

Tiba-tiba, seorang pria memberikan seperangkat armor kulit dan pedang logam padaku.

“Waktunya tepat; kita akan segera pergi, jadi untuk saat ini pakailah armor ini.”

“Kemana kita akan pergi?”

“Kami mengumpulkan semua petualang baru untuk bersama-sama menuju ke dungeon. Karena tidak ada yang bisa kita lakukan tentang itu, kau hanya bisa bertahan dan bertahan hidup.”

Faktanya, aku juga terbiasa untuk bekerja di lingkungan yang asing dan menderita di kehidupanku yang sebelumnya.

Pria itu mengatakan bahwa jika aku dapat mencapai hasil yang baik di dungeon itu, aku bisa dipekerjakan langsung oleh negara.

Ketika dungeon dipenuhi dengan monster, itu akan sangat sulit untuk melewatinya.

Negara dapat memperoleh pasukan yang sangat baik melalui metode ini sehingga hal ini juga menguntungkan mereka.

“Yah, mereka yang berasal dari dunia lain biasanya memiliki statistik yang sangat tinggi. Warga normal biasanya Lv 1 sementara seorang petualang biasanya sekitar Lv 15. Nah, karena kau tidak akan bersama dengan tentara dari negara yang akan mengawalmu, jadi mempunyai level sebesar itu  mungkin adalah hal yang sempurna.”

Oh Sang Dewi memberiku semacam cheat “langsung menjadi level 100”, bukan?

“Jika kau ingin melihat statusmu, kau hanya perlu diam-diam mengucapkan “status” di dalam pikiranmu.”

Aku meneriakkan “status” didalam hatiku sambil merasa bersemangat.

 

= = = = =

Keiji

Lv 1

Pekerjaan: NA

Kekuatan: 9

Kekuatan Sihir: 2

Kekuatan Serangan: 6

Pertahanan: 5

Agility: 5

Intelijen: 8

Kemampuan: NA

Lainnya: Pemilik kucing

= = = = =

 

“Apa? Status yang sangat biasa …”

Dewi, jelas ada yang salah di sini! jika seperti ini , aku akan mati dengan mudah di dalam pertempuran!

Lebih baik tidak masuk ke dalam dungeon …

Aku mungkin benar-benar akan mati.

Misha meninggalkan lenganku dan pergi menjauh.

“Hei! Kau akan tersesat!”

Misha akhirnya berhenti.

Tempat dia berhenti itu adalah di depan sebuah kereta kuda yang bertuliskan “Menuju dungeon” yang tertulis di atasnya.

“Apa Misha ingin pergi?”

Ini menjadi semacam dorongan bagiku.

Aku memutuskan untuk naik kereta itu.

Di kereta yang bergerak, aku diberi penjelasan yang sederhana.

Dungeon yang kami tuju setidaknya memiliki 30 lantai di bawah tanah sehingga dungeon itu sangatlah dalam. Biasanya, seseorang dapat terjun ke lantai yang sebanding dengan levelnya sendiri.

Sebagai contoh, jika seseorang memiliki Level 5, dia dapat menuju ke lantai 5.

Selain itu, setelah memasuki dungeon dan kembali ke kereta, aku dapat menerima komisi sebesar 3.000 koin, yang sekitar setara dengan 30.000 yen

Jumlah ini pastinya hanya akan cukup untuk kehidupan sehari-hariku dalam waktu yang singkat bukan?

Jika seseorang berhasil mencapai lantai 15, tampaknya dia akan diberi komisi yang lebih tinggi yaitu sebanyak 15.000 koin sebagai hadiah. Apakah ini yang disebut dengan “menjamin masa depan individu yang berbakat”?

Ini setara dengan 150.000 yen? Itu tidak buruk mengingat itu hanyalah dana sementara.

Namun, mustahil bagi seorang yang memiliki level 1 seperti diriku …

Seorang pria petualang yang juga menaiki kereta itu mendekat dan mulai berbicara denganku.

“Hei, kita semua bertujuan untuk turun sampai ke lantai 15 kan? Meskipun party kita sudah memiliki 4 orang anggota, itu tidak akan menjadi masalah jika satu orang lagi ingin bergabung.”

“Aku sangat berterima kasih atas kebaikanmu, tapi kalian semua memiliki level berapa?”

“Level 14, kenapa?”

“Aku Level 13.”

“Aku level 16.”

“Dan aku Level 15.”

Lihat, semua orang yang berkumpul di sini memiliki level yang berada di sekitar level 15.

“Aku … hanya Level 1.”

“Hei, hei, jangan membuat lelucon semacam itu hanya karena kau tidak suka untuk pergi bersama dengan kami.”

“Itu adalah kebenarannya…”

Di antara tatapan yang serius itu, muncul tatapan yang terlihat sedang mengasihani.

Jalanku menjadi seorang petualang telah berakhir …

“Nya ~”

Misha berteriak, dia tidak peduli dengan suasana yang aneh itu.

1 komentar untuk “Chapter 1 – Bereinkarnasi Bersama Dengan Kucing di Rumahku”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *