Chapter 20.2 – Libra Menghadang Jalan dan Tak Bisa Melewatinya

Sekitar 2 hari setelah melaju dengan menggunakan mobil.

Kami akhirnya tiba di “makamku”, tujuan kami yang berikutnya.

Untuk mengunjungi makamku sendiri, itu benar-benar sebuah pengalaman yang “nyata”.

Atau lebih tepatnya, aku bahkan tidak dimakamkan di sana sehingga itu bahkan bukan benar-benar sebuah makam.

Jika ada orang yang menangis di depan makamku, maka aku benar-benar tergoda untuk bernyanyi [Aku tidak ada di sana].

“Untuk saat ini, tempat ini seharusnya sudah cukup. Bagaimanapun juga, Tanaka terlihat cukup mencolok, jadi mari kita tinggalkan saja di hutan ini.

“Okaayyy”

“Dimengerti”

“YA, BOSS”

Dengan santai aku memerintahkan Tanaka yang menjawab dengan nada datar untuk berhenti dan menunggu di hutan.

Baca Selengkapnya

Chapter 20.1 – Libra Menghadang Jalan dan Tak Bisa Melewatinya

Beberapa orang berjalan melalui jalanan yang terbuat dari batu yang berwarna gelap.

Di tangan mereka terdapat obor, di pinggang mereka terdapat pedang.

Orang-orang yang mengikuti di belakang kelompok itu memegang tongkat sihir atau busur panah dan anak panahnya, cara bergerak tanpa adanya satu kecacatan atau kegaduhan menunjukkan bahwa orang-orang ini adalah sekelompok pejuang veteran yang selamat setelah melewati banyak kesulitan.

Meskipun begitu, di wajah orang-orang yang kuat dan tegap ini terlihat ekspresi kelelahan dan kecemasan yang tidak bisa disembunyikan oleh mereka.

Armor mereka dipenuhi dengan banyak goresan yang didapat dari pertempuran, dan jika kau melihatnya lebih dekat, pria yang terlihat seperti seorang penyihir yang berjalan di tengah barisan mereka telah kehilangan salah satu lengannya.

Bahkan sampai di sini, semua itu benar-benar merupakan neraka itu tersendiri.

Baca Selengkapnya

Chapter 19.2 – Aku Membiarkan Mars Pergi, Selamat Tinggal Mars

“Jadi, Dina. Kau mengatakan bahwa tujuan kita berjarak kira-kira 500 km dari sini, tapi, apa yang sebenarnya kau rencanakan? Aku tidak keberatan untuk berjalan kaki ke sana. ”

“Ya, saya punya permintaan! Bagaimana kalau membuat golem yang bisa mengangkut kita? ”

“Apa, kau tidak ingin berjalan kaki?”

“Tentu saja tidak! Itu melelahkan! ”

Setelah kami meninggalkan Svalinn, kami melewati padang rumput yang tidak berujung.

Tampaknya ada hal yang tampak seperti jalanan yang dibuat oleh manusia, tapi terus berjalan seperti itu mungkin akan sangat membuatnya depresi.

Padahal saat ini aku tidak akan pernah merasa lelah karena melakukan suatu hal seperti berjalan kaki, jadi pengalaman itu sendiri mungkin adalah sesuatu yang bisa kunikmati.

Baca Selengkapnya

Chapter 19.1 – Aku Membiarkan Mars Pergi, Selamat Tinggal Mars

Aku mengikat rambutku menjadi gaya kuncir kuda dan mengenakan kacamata palsu.

Bahkan hanya dengan ini saja, kesan yang kuberikan telah banyak berubah.

Untuk pakaianku, aku mengganti gaun putih yang biasa kugunakan menjadi pakaian berwarna putih dan celana panjang berwarna hitam, lalu mulai mengenakan mantel berwarna merah seperti sebelumnya.

Namun tidak seperti sebelumnya, aku tidak menutupi seluruh tubuhku dengan mantel itu dan hanya memakainya dengan santai.

Yang terakhir, Dina menyembunyikan sayapku dengan membalut mereka dengan.

Secara misterius, sayap-sayap itu tidak lagi dapat terlihat sampai pada titik di mana orang-orang bahkan tidak akan menyadari bahwa aku adalah seorang flugel.

Perban itu adalah item kamuflase yang disintesiskan dan disiapkan  oleh Megrez untukku.

Baca Selengkapnya

Chapter 18.2 – Meningkatkan Jumlah Sekutu dan Melanjutkan ke Perjalanan yang Berikutnya

Dan dengan begitu, Aries telah berhasil diambil.

Dan ketika kami berada di sana, seorang pria bernama Mars dari 7 Luminary mengaum dan pada umumnya itu sangat mengganggu jadi aku memukulnya.

(TN : 7 Luminary / 7 Luminaries =  7 tokoh penting, karena kerasa janggal klo di terjemahin, jadi kubiarkan seperti ini aja)

“Sekarang kau bisa tenang. ”

“…….…. Apa semua kesulitan yang kami alami dalam beberapa tahun terakhir ini telah …. ”

Setelah mengambil Aries, aku kembali ke rumah Megrez yang ada di distrik bangsawan.

Aku tidak tahu bagaimana cara dia membujuk para penjaga, tapi setelah pertemuan terakhir, dia mengatakan kepada mereka untuk mengizinkanku melewati perbatasan jika aku muncul dengan menunjukkan wajahku, tapi itu adalah sikap cukup kuhargai.

Baca Selengkapnya