Chapter 12 – Kedatangan

"Jadi begitulah, aku tidak akan pernah bisa menaikkan levelku tidak peduli berapa banyak monster yang kubunuh..." Ini sudah tiga minggu sejak insiden di Silfid....

Chapter 11 – Menuju Kota Aozora (Part 6)

"Alsaki-dono, Lute-dono, seluruh penduduk Silfid berhutang pada kalian." Sehari setelah pertarungan dengan dua naga itu, aku dan Lute diantarkan oleh Elgar ke depan gerbang...

Chapter 10 – Menuju Kota Aozora (Part 5)

Raungan kencang datang dari langit, menghancurkan kegembiraan orang-orang. "Ada naga lain yang datang!" Teriakan ketakutan muncul dari menara pengawas. Beberapa saat setelah itu, seekor...

Chapter 9 – Menuju Kota Aozora (Part 4)

Saat aku dan Lute sampai di balaikota, kami melihat kerumunan pria yang membawa garpu rumput dan belati. Diantara mereka juga terdapat orang-orang yang memakai...

Chapter 8 – Menuju Kota Aozora (Part 3)

Harga barang disini benar-benar tidak manusiawi. Sebuah jubah hitam sepinggang yang harganya 7 koin perak. Pedang pendek untuk petualang seharga 3 koin perak. Aku...

Chapter 7 – Menuju Kota Aozora (Part 2)

"Saat ini adalah penghujung musim gugur, jadi harga cabai dan rempah-rempah lain meningkat di pasar. Beberapa petani akan menimbun rempah-rempah di gudang sihir dan...

Chapter 6 – Menuju Kota Aozora (Part 1)

Hutan Grimm. Sebuah hutan besar di ujung timur benua Helan. Hutan yang dipenuhi monster-monster kuat dan berlevel tinggi. Salah satu yang paling merepotkan adalah...

Chapter 5 – Keberangkatan

Dari informasi yang kudapatkan dari ketiga orang itu, sepertinya saat ini aku berada di sebuah benua bernama Helan. Ada sekitar 7 benua di dunia...

Chapter 4 – Desa Aurora (Part 3)

Aku segera kembali ke tempat Charles dan Marie. "Ah, itu dia." "Hey, nak. Darimana saja kau? Kami mencarimu daritadi!" Ups. Sepertinya aku membuat mereka...

Chapter 3 – Desa Aurora (Part 2)

Pagi sudah datang. Ake menghabiskan malam memikirkan berbagai hal aneh. Seperti, desa apa ini? Kenapa ada monster disekitar desa ini? Saat aku mulai berpikir...

Chapter 2 – Desa Aurora (Part 1)

Ughh, kepalaku pening. Aku terbangun di sebuah ruangan kecil. Kasur yang kutiduri sedikit keras, mungkin terbuat dari pasir yang ditutupi kain. Penerangannya minim, jadi...

Chapter 1 – Hutan

Beberapa saat setelah itu. Suara air yang mengalir terdengar jelas. Pepohonan menutupi cahaya matahari, membuat tempat ini sedikit redup. Ini... hutan? Apa ini dunia...