Senken no Majutsushi to Yobareta Kenshi

Chapter 9

Ardis yang berusaha memburu raja binatang buas dan mencari uang langsung bergerak ke utara melalui padang rumput. Dia telah berlari melintasi padang rumput selama sekitar setengah jam sebelum menemukan raja binatang buas yang berada agak jauh dari jalan raya. Berburu bukanlah hal yang menyenangkan, tapi yang kau butuhkan adalah uang, bukan kepuasan. Tidak ada cara …

Chapter 9 Selengkapnya »

Chapter 8

Di kerajaan Nagras, Toria adalah kota pelabuhan. Sisi timur kota menyentuh laut dan telah dikembangkan sebagai basis perdagangan terdekat. Di selatan ada hutan Kosas, serta padang rumput hijau yang membentang dari utara ke barat. Pergi lebih jauh ke barat, kau akan mencapai pegunungan terbesar di seluruh benua yang bernama Pegunungan Kanobisu, di depan pegunungan itu …

Chapter 8 Selengkapnya »

Chapter 7

Keesokan harinya, Ardis bangun lebih lambat dari biasanya. Tempat tidur di sebelahnya adalah untuk si kembar, namun sosok mereka tidak terlihat. Ketika dia menguap, dia melihat sekeliling ruangan hanya untuk menemukan si kembar tengah meringkuk di sudut ruangan. Mata mereka tertutup rapat. Sepertinya mereka belum bangun, dada mereka terlihat naik dan turun dengan lembut saat …

Chapter 7 Selengkapnya »

Chapter 6

「Ini sudah sangat telat, kita mungkin bisa sampai di sana sebelum gerbang ditutup」 (Ted) Ted memandang ke langit ketika dia mengatakan itu. Setelah membereskan kamp dan membuka kunci gelang si kembar, hari sudah sudah pagi. Party itu berangkat menuju Toria di sepanjang jalan raya, tapi seperti yang diharapkan, si kembar telah memperlambat laju party itu. …

Chapter 6 Selengkapnya »

Chapter 5

Pagi berikutnya, Ardis membersihkan kamp mereka. 「Aku ingin memasuki kota pada malam hari」 (Ted) Garis pandang Ted jatuh pada si kembar. Meskipun pria besar berotot ini tidak berniat untuk memelototi mereka, dia membuat gadis-gadis kecil itu merasa sedikit takut. Gadis-gadis itu berjalan dalam langkah yang sangat kecil, masalahnya adalah gelang-gelang yang melekat pada anggota tubuh …

Chapter 5 Selengkapnya »

Chapter 4

「Ardis, aku akan memanggil Ted, bisakah kau menunggu di sini?」 (Norris) 「Ah …. .oke」 (Ardis) Ardis melirik Norris berlari ke gerbong lain dan kemudian melihat kedua gadis itu. Mereka berusia sekitar tujuh atau delapan tahun Melihat dia yang menatap mereka, para gadis itu  saling berpelukan sambil gemetaran. Kau bisa melihat kewaspadaan dan rasa ketakutan di …

Chapter 4 Selengkapnya »

Chapter 3

Begitu Ted tiba di lokasi, daerah sekitarnya telah dipenuhi dengan bau darah yang kental. 「Perampokan」 (Ardis) Dengan hanya pandangan sekilas, Ardis bisa melihat situasinya. Ada dua kereta gerbong di jalan raya. Sekitar dua puluh orang kasar, kotor, dan bersenjata mendekati mereka. Di samping salah satu gerbong terdapat seorang tentara bayaran yang jatuh dengan darah mengalir …

Chapter 3 Selengkapnya »

Chapter 2

「Hei Ardis! apa kau baik baik saja!? Apa !? 」(Ted) Pria yang telah menghabisi orang-orang itu berbalik menanggapi suara yang memanggilnya. Sebuah kelompok yang beranggotakan tiga orang datang ke bidang penglihatan pria itu. Ketika dia melambaikan tangannya bolak-balik, desahan lega bisa terdengar. 「Itu terbakar …」 (Ted) Saat melihat sekeliling pada bagian hutan yang telah menjadi …

Chapter 2 Selengkapnya »

Chapter 1

「Bakarlah, nafas para naga tua! Telanlah! Flame of purgatory! 」(???) Ketika seorang pria mengenakan jubah berwarna biru menyelesaikan lafalan mantranya, kibaran api angina puyuh pun muncul. Semua pemandangan langsung diwarnai warna merah saat hutan berubah menjadi neraka yang menakutkan dan terbakar habis. 「Kau berhasil, kan!?」 (???) 「Aku tidak tahu! tapi dia seharusnya dilahap oleh api …

Chapter 1 Selengkapnya »