Chapter 3 : Penguntit

Arman Alcide. Seorang keturunan langsung dari Duke Alcide, dari dahulu dia sudah terbiasa dengan sendok emas dimulutnya. Menikmati semua yang ada dengan kekayaan dan hidup tenag dengan latar belakang yang mempuni seperti itu. Dia terkenal dalam pasukan khusus penyihir dengan talenta langka seperti aset yang dijaga oleh negara. Namun sejak dia dikalahkan oleh orang miskin … Baca Selengkapnya Chapter 3 : Penguntit

Chapter 2 – Terima Kasih!

“Aku tidak salah lihat, kan? Orang miskin ini menang sepuluh kali!” “Lihatlah Chips yang menumpuk seperti gunung itu!” “Aku tidak mengira, dia akan sangat beruntung memenangkan game sepuluh kali.” … Semua para Borjuis melihat Rubinart yang sedang memanen uang dari para bangsawan ini. Para bangsawan ini silih berganti saat salah satu dari mereka habis, dalam … Baca Selengkapnya Chapter 2 – Terima Kasih!

Chapter 1 – Menjadi Pria Miskin Diantara Orang Kaya

Sudah satu tahun Rubinart menjadi gelandangan miskin di Ibu kota yang mulai menjadi hingar bingar masyarakat mewah. Dia sendiri menjalani kehidupan yang bahkan dibilang lebih buruk daripada kehidupannya saat di kemiliteran. Dia melihat orang-orang kaya yang keluar masuk di bar, restoran, rumah judi, dan bahkan rumah bordil. Mereka melakukan semuanya yang mereka suka selagi ada … Baca Selengkapnya Chapter 1 – Menjadi Pria Miskin Diantara Orang Kaya

Prolog

“Beristirahatlah dengan tenang.” Seorang Pria berdiri dihadapan batu nisan, wajahnya tampak penuh penyesalan dan keengganan setelah meninggalkan kuburan itu. “Tuan, Apa anda akan kembali ke pangkalan.” Seorang utusan berbicara pada Pria itu, bicaranya pelan takut menyinggung atasannya itu. “Kembali.” ….. Rubinart Camellia, namanya umur 25 tahun, calon marsekal muda yang dipilih langsung di kerajaan Azure … Baca Selengkapnya Prolog