Isekai Kenkokuki

Chapter 41.2 – Pabrik

“Baiklah, seperti yang kuminta dalam surat itu, silakan lanjutkan mengenai bagaimana cara membuat kertas.” (Rosaith) “Dimengerti. Tapi bisakah kau menjanjikan satu hal padaku? ” “Apa itu?” Aku katakan syaratnya. “Pertama, sebagai kompensasi, tolong beri aku gandum. Selanjutnya, bisakah kau berjanji untuk tidak segera memproduksi kertas dalam jumlah besar? ” Aku masih berharap untuk menjadikan kertas …

Chapter 41.2 – Pabrik Selengkapnya »

Chapter 41.1 – Pabrik

“Ahhnn … nnnn..Ahnn … Ada … Ah … Aaahh … Bagus …” Tetra berkata dengan suara seksi. Aku menambah kekuatan dalam gerakanku. “Aahh … nnahh … Itu … .terlalu… kuat … hya!” Tetra berkata dengan suara gelisah. Dia hampir tidak bisa bernafas saat dia mencoba untuk melihatku dari balik punggungnya dengan matanya yang terlihat basah …

Chapter 41.1 – Pabrik Selengkapnya »

Chapter 40.1 – Mengelola Wilayah

“Yal, apa itu tak apa bagimu untuk tidak menetap seperti mereka?” “Ya, lagipula aku telah memutuskan untuk mengabdikan hidupku untukmu.” Kata Yal sambil tersenyum. Semua bekas Wilayah Ferme telah menjadi bagian dari Wilayah Ars. Tentu saja itu termasuk, wilayah desa asalku. Bagaimanapun juga, itu akan sia-sia untuk meninggalkan atau mengabaikan desa yang merupakan tempat dimana …

Chapter 40.1 – Mengelola Wilayah Selengkapnya »

Chapter 39

“Sialan bajingan tak berharga itu!” “Sekarang, tolong tenanglah, Tuan Regale. Raja masih memiliki kedudukan selama dua tahun lagi, dan kemudian tahta akan menjadi milik anda. ” Orang kepercayaan Regale, Belmet berbicara kepadanya. Umurnya enam puluh tahun. Dia tidak memiliki cucu atau lebih tepatnya dia tidak menikah. Dia ada hanya untuk melayani keluarga Debell. Oleh karena …

Chapter 39 Selengkapnya »

Chapter 38

Kebijakan-kebijakan negara diputuskan dalam sebuah konferensi antara klan yang berkuasa di negara Raja  Rosaith. Ini dikenal sebagai Pertemuan dari Klan Kuat. Kebetulan, ada dua jenis klan. Yang pertama adalah klan besar milik bangsawan feodal yang memerintah atas wilayah tertentu. Yang lain adalah klan yang lebih kecil yang diperintah oleh yang lebih besar. Pada dasarnya, tuan …

Chapter 38 Selengkapnya »

Chapter 37

“Haa …” Kaisar Xerxes III dari Kekaisaran Persis sedang merasa sangat kesulitan. Dia sangat prihatin tentang keadaan mengenai Kirishia. Baik kakek dan ayahnya telah melakukan ekspedisi untuk menaklukkan Kirishia, tetapi keduanya gagal. Hubungan antara Kirishia dan Persis telah menjadi sangat buruk. Sejujurnya, dia tidak benar-benar ingin mengendalikan Kirishia. Bahkan jika tanah itu diajukan, dia akan …

Chapter 37 Selengkapnya »

Chapter 36

Filsafat  alam. Filsafat  alami, singkatnya adalah sebuah gagasan yang mencoba untuk menjelaskan fenomena alam secara teoritis. Kirishia…. …. Terutama di negara-kota Alto, sistem perbudakan telah dikembangkan. Semua pekerjaan di Alto dilakukan oleh para budak sehingga para warga menikmati kehidupan yang dipenuhi waktu luang. Dalam lingkungan ini, mereka menemukan sebuah cara untuk menghabiskan waktu.

Chapter 35

Tidak jauh dari ujung selatan Semenanjung Adernia terdapat pulau Trishkia. Lebih jauh ke selatan dari pulau Trishkia terdapat sebuah negara bernama Povenia. Negara Povenia merupakan negara republik di mana dewan, yang terdiri dari para bangsawan bertanggung jawab untuk urusan negara. Di daerah maritim negara Povenia, ada perbedaan ekonomi yang cukup besar antara kaum bangsawan dan …

Chapter 35 Selengkapnya »

Chapter 33

“Berbahagialah…..” Aku tidak berpikir dia akan mengatakan hal seperti itu. Itu mengejutkan. Ada perasaan buruk untuk itu. Apa ini adalah sesuatu yang memang kau tuju? Jika itu masalahnya, orang ini memang memiliki kepribadian yang buruk.

Chapter 32

“Dengar, ini serius. Berapa banyak penyihir yang kau miliki? Ah, aku berbicara tentang ahli sihir yang bisa menggunakan ‘sihir menunggangi jiwa’? (Bartolo) “Tiga orang. Menurut Tetra, Raja Ferme memiliki sembilan penyihir yang bisa menggunakan ‘sihir menunggangi jiwa’. Tiga dari mereka telah dihabisi dalam serangan dadakan kami. “(Almis) Aku menjawabnya dan Bartolo mengangguk puas. “Sungguh. Kami …

Chapter 32 Selengkapnya »