Chapter 27 – Penjelmaan

(Flapy : Sudut pandang sesekali berubah secara acak ) ―――― Pada saat yang sama, di dalam istana Diablo. Penampilan Gallon dengan tinggi dan ekornya yang khas memasuki pandangan Elektra dan dia pun memanggilnya. 「Nee, Gallon, apa kau punya waktu sebentar?」 「Nn? Oh, Eru. Ada apa? 」 「Aku ingin bicara sebentar. Apa kau mau ngeteh? 」 … Baca Selengkapnya

Chapter 26 – Pechin Pechin

Setelah meninggalkan bar, aku kembali ke gereja dan Famaa-san datang untuk menemuiku. Untuk saat ini, aku memutuskan untuk memberitahunya bahwa aku akan tidur dan aku pun menuju ke kamar yang diberikan kepadaku. Tentu saja aku tidak bisa tinggal disini tanpa membantu sesuatu, jadi aku akan membantunya dalam melakukan sesuatu yang akan dimulai besok. Tempat itu … Baca Selengkapnya

Chapter 25 – Seseorang yang Dapat Diandalkan dan Namanya Adalah Wilson

…… Entah bagaimana aku akhirnya dibebaskan, tapi mereka tidak bisa membiarkan orang yang mencurigakan untuk terus berkeliaran, jadi selain mendapatkan izin untuk tetap tinggal, aku dibawa ke sebuah gereja di daerah kumuh. Perhatian sekali manusia itu. 「Jadi apa yang harus aku lakukan?” 「Bukankah kau seharusnya mengawasiku, kau bisa melakukan pekerjaanmu dari samping kan? 」 「Tapi … Baca Selengkapnya

Chapter 24.2 – Ini Adalah Kisah Seorang Pria Untuk Terlihat Baik Di Depan Wanita

Gasshan. Batang besi ditutup di depanku. Para prajurit membawaku ke sebuah ruangan yang sama persis seperti yang kutempati di Augusta. Tidak, aku minta maaf karena telah mengganggu kalian, aku mencoba berbicara kepada mereka seperti itu tapi aku malah diabaikan. Mereka bahkan tidak menyapaku, mereka pasti membenciku. Ini pasti karena asuhan mereka. 「Kau benar-benar idiot」 Puria-san … Baca Selengkapnya

Chapter 24.1 – Ini Adalah Kisah Seorang Pria Untuk Terlihat Baik Di Depan Wanita

Ibukota Ista, Tiamalia. Kota besar terakhir yang tersisa di Ista, kota yang menghadap ke laut pedalaman dan dulunya dikenal sebagai kota perdagangan utama. Ya, dulu pernah dikenal seperti itu. Dengan Augusta yang berada di utara, dan para beast people pro iblis di Rilu Maal yang ada di selatan, dinding pelindung pun dipasang untuk menjaga agar … Baca Selengkapnya

Chapter 23 – Selamat Datang Di Nerakaku

「Ha, ha, haa, haaa」 Alice Clakks sedang berlari. Ia berlari melalui hutan dengan putus asa. Menghadapi monster itu secara langsung adalah hal yang mustahil. Sejak awal, Apa makhluk itu memang dapat dilawan?. Tak apa bagiku untuk terbunuh. Aku sudah mendedikasikan tubuh ini untuk Aroma Sajesta. Aku sudah memiliki tekad itu sejak lama. Aku harus terus … Baca Selengkapnya

Chapter 22 – Anti Penuaan adalah Hal Yang Penting. Aku Mengerti Itu

(Flapy : Sudut pandangnya terus beralih dari orang ketiga ke orang pertama tanpa ada indikasi.) 「Apa ini? 」 Saat ini, Alice Clakks sedang berdiri di depan perdana menteri Aroma Sajesta. 「…… Apa.., apa?」 「Fakta bahwa kau tidak memberikan laporanmu secara berkala. Kondisi Puria sejak saat itu. Dan …… makanan yang dikumpulkan oleh si manusia. Meskipun … Baca Selengkapnya

Chapter 21 – Catatan Alice 2

– Kutipan dari memo pengintaian Alice Clakks. Namun, teks tersebut telah dihapus dengan cara yang tidak dapat dipulihkan. 『Target Sasaran pengamatan tiba di hutan terlarang. Setelah berbicara sendirinya,         dia. Motifnya tidak jelas Namun, tempat yang kuselidiki, tidak memiliki tanda-tanda adanya respon sihir Setelah itu,                  ada perubahan         Tidak bisa menulis apa pun tentang itu. Mengapa? Karena … Baca Selengkapnya

Chapter 20 – Style Tanpa Celana Dalam

Dengan banyak hal yang terjadi, Puria-san terus berjalan goyah saat menuju ke Ungiving Forest. 「Hei, bukankah kau berasal dari Ista?」 「Benar, itu sebabnya aku berpikir untuk mengunjungi rumahku, karena kita sudah ada di sini」 Kami berada dekat dengan tempat itu, tapi aku tidak bisa mengunjungi makam. 「Tetap saja, kita masih belum sampai di hutan. Manusia … Baca Selengkapnya

Chapter 19 – Yang Terkejam di Dunia

―― Kutipan dari bab kedua kitab suci agama Salia. ―― Manusia, tuhan menyertai kalian. Tersenyumlah, dan tanah-tanah akan subur. Mereka yang percaya kepada Tuhan, bersukacitalah. Adalah suatu rasa sukacita untuk bisa semakin dekat dengan orang lain. Mereka yang tidak percaya pada Tuhan, bersukacitalah. Tanah nan damai akan menunggumu. ………… ―― Bagian dari teks asli hilang … Baca Selengkapnya

Chapter 17 – Alasannya

Anak itu, aku tahu bahwa dia sedang mendekat. Bagaimana ini bisa terjadi, itu pasti karena aku. Aku berharap untuk kebahagiaan anak itu. Itu bukanlah sebuah kebohongan. Tak dapat dipungkiri bahwa dia telah membenci segalanya, tapi meskipun begitu, aku tidak dapat membuang rasa cintaku pada mereka. Karena kesombonganku, keraguanku, aku seharusnya tahu bahwa anak itu akan … Baca Selengkapnya