Chapter 9 – Pahlawan, Crane

{Sudut Pandang Orang ketiga}

Crane Fafnir adalah Kamiko cahaya saat ini .

Lahir di sebuah keluarga pertanian, dia membantu orang tuanya untuk menggiling tepung segar dan sesekali bertarung dengan monster di dalam hutan, di mana dia tinggal sampai usia dua belas tahun. Ketika para iblis dan monster menjadi aktif, dan dia mendengar bahwa Kamiko cahaya akhirnya tiba di istana Raja Iblis, untuk beberapa alasan pada saat yang sama Crane mendapatkan kekuatan magis.

Tidak butuh waktu lama baginya untuk menyadari bahwa itu adalah kekuatan Kamiko cahaya.

Baca Selengkapnya

Chapter 8 – Geta Karasu Tengu

Hei, Shuten di sini.

… Bahkan jika nama Shuten terdengar cukup bagus, aku masih belum menyerah pada nama asliku dan hanya menggunakan nama Shuten untuk sementara. Bahkan jika kau mencari nama ini di Ameba (TN: Semacam jejaring sosial jepang) konotasi negatifnya tidak akan dibeberkan.

Aku sekarang telah tiba di tempat lain. Setelah meninggalkan dungeon tersembunyi di utara, ketika aku memeriksa ada reaksi dari potongan mutiara yang sepertinya berasal dari benua ketiga. Berbicara tentang benua ketiga, itu berisi pegunungan dengan sumber daya yang berlimpah, kota perdagangan yang bebas, dan banyak dungeon yang ditemui di tengah-tengah cerita game. Itu adalah benua paling makmur yang muncul di Grimoire Lancer I. Ini juga merupakan benua terdekat ke Pulau Ujung Timur “Jappon” di mana aku berada.

Baca Selengkapnya

Chapter 7 – Pria Itu,Shuten (Sementara)

{ Sudut Pandang Shuten }

 

Aku belum pernah mendengar nama Shuten di dalam game … tunggu? Itu adalah Shuten-dōji? Tapi aku bukanlah si pemimpin itu. Aku tidak berada di rumah Raja Surgawi, tapi itu tidak berarti bahwa dia tidak berada di Oeyama.

Kesampingkan hal itu, aku benar-benar menjadi kuat. Aku hanya mengancam mereka dengan menghentakkan tanah, tetapi entah bagaimana itu menjadi sebuah gelombang serangan, kukira itu hanya sebuah keberuntungan?

“Shuten-sama?” (Flare Reel)

Baca Selengkapnya

Chapter 6 – Pemburu Vampir

{Sudut Pandang Orang Ketiga}

 

Gadis vampir Flare Reel itu benar-benar merasa kebingungan dan ketakutan, ketika dia tiba-tiba dibawa ke dungeon asing ini dari rumahnya.

Adapun mengapa dia berada di dungeon yang gelap ini, itu mungkin karena fakta bahwa dungeon ini mengumpulkan para monster unik dengan memanggil mereka dari berbagai lokasi secara acak. Pemanggilan ini awalnya tidak termasuk di dalam dungeon, dan tujuan untuk metode semacam itu adalah untuk memastikan bahwa setidaknya ada satu monster unik yang dimasukkan di dalamnya. Dungeon memilih monster berikut secara acak: “Vampir.” Jadi dia dipanggil tanpa mendapat peringatan, dan telah diganggu dari semua sisi di dalam dungeon ini. Meskipun monster umumnya tidak dikumpulkan dari ras iblis, ada beberapa variasi dari dungeon ini yang dibuat secara artifisial oleh tangan-tangan manusia.

Baca Selengkapnya

Chapter 5 – Master Kinagaishi

{Sudut Pandang Karakter Utama }

Jiwa Pohon? Tidak, hanya aku.

Dengan seluruh tubuhku yang terbungkus kulit binatang, rambut berwarna hitam, dua tanduk yang berliku-liku, dan mata tajam berwarna emas yang terlihat kurang termotivasi, aku tidak terlihat sedikit pun hal yang dapat dipercaya. Yang ada di tanganku adalah senjata iblis Demon Slayer.

Aku adalah seorang iblis.

Baca Selengkapnya