Glutton Berserker

Chapter 145 – Intimidasi Binatang Suci

Semua seranganku mengenai target seolah-olah binatang suci tidak mampu sepenuhnya memanfaatkan statusnya. Sepertinya pergerakannya terhadapku terkesan tidak rasional dan tidak efektif. Pada dasarnya, ia bertarung hanya dengan instingnya sendiri. Sejauh ini aku tidak melihat respon apa pun yang aku harapkan. Dalam hal ini, segalanya menjadi lebih sederhana di sini. Meskipun pedang hitam tidak dapat memotong …

Chapter 145 – Intimidasi Binatang Suci Selengkapnya »

Chapter 144 – Pedang Api dan Binatang Suci

Jika aku hanya mengandalkan kinerja Pedang hitam Greed, maka aku tidak akan bisa bahkan menggores binatang buas ini. Pertama mari kita coba sihir api. Membatalkan pelepasannya, aku memasukkan api ke dalam pedangku. Begitu aku melakukannya, api merah dan hitam berkobar keluar dari pedang hitam. 『Semakin serius sekarang, bukan?』 [Sepertinya begitu. Tidak hanya seni bela diri, …

Chapter 144 – Pedang Api dan Binatang Suci Selengkapnya »

Chapter 143 – Batas Roxy

Roxy mencoba menyerang Darkness dari titik buta. Tapi monster itu sudah memperhatikannya. Melihat monster itu menatapnya dengan penuh dendam, aku merasakan suatu dorongan yang datang. Tapi aku menahan diri dan terus menonton. Roxy tidak berhenti, dia menerjang kea rah Darkness dengan momentum penuh. [Ah … terlalu dangkal] Aku mendengar Eris bergumam dari sampingku… dan aku …

Chapter 143 – Batas Roxy Selengkapnya »

Chapter 140 – Ksatria Suci Lishua

Mengikuti Lishua, kami memasuki area kota. Selama kunjungan terakhirku, aku tinggal di rumah penginapan yang berada jauh dari sini. Alasannya adalah sistem status yang ketat yang digunakan oleh penguasa kota terakhir Rudolph Lanchester. Hanya penduduk saja yang diizinkan memasuki kota, sementara para pengunjung tidak bisa. Pada hari itu, kota itu dijalankan sesuai dengan aturan yang …

Chapter 140 – Ksatria Suci Lishua Selengkapnya »

Chapter 139 – Wilayah Lanchester Lama

Kami naik sepeda lebih jauh lagi, dan berhenti setelah kami sampai di dekat sebuah tembok tinggi. Kata Roxy sambil melihat ke atas. [Rupanya, Ksatria Suci yang memerintah tempat ini telah meninggal karena sebab yang tidak diketahui.] [Ah…] Karena aku terlibat dalam ‘penyebab yang tidak diketahui’ itu, aku hanya bisa menjawabnya dengan nada datar. Rudolph Lanchester …

Chapter 139 – Wilayah Lanchester Lama Selengkapnya »

Chapter 138 – Peluru Envi

[Yahoooi! Ini sangat menyenangkan !!] Sepeda yang ada di depan kami melaju kencang. Tampaknya Mimir sudah terbiasa dengannya dalam waktu singkat. Sementara aku berpikir bahwa aku merasa diriku seolah tak berbobot ketika sepeda kami melaju di atas tanah dan sedikit melambung ke udara. Sementara itu, Roxy… [Wawawa, Fai! Ini buruk!] [Tenang! Seimbangkan tubuhmu terlebih dahulu. …

Chapter 138 – Peluru Envi Selengkapnya »

Chapter 137 – Sedikit Usaha

Seperti yang kupikirkan, berbicara tentang hubungan antara Greed dan Luna membuat Roxy bersemangat sampai akhir. Sedangkan untuk Eris, dia hanya berkomentar bahwa keduanya mungkin lebih dari sekadar teman. [Juga, hubungan macam apa itu?] [Aku juga ingin tahu!] Hanya pada saat-saat seperti inilah Roxy dan Mimir dapat berbicara dalam penuh kesepakatan, mereka mencoba membujuk Eris untuk …

Chapter 137 – Sedikit Usaha Selengkapnya »

Chapter 136 – Permintaan Roxy

[Fai! Fai!] Saat mendengar seseorang memanggil namaku, aku membuka mataku dan melihat Roxy tengah membusungkan pipinya. Dia sudah siap untuk melakukan perjalanan. Mengenakan pakaian baru berwarna putih dan pedangnya sudah dikaitkan di pinggangnya. Dia tampak siap untuk pergi kapan saja. Dibandingkan dengan itu, aku masih berbaring di tempat tidur dengan mengenakan piyama. [Maaf. Kupikir aku …

Chapter 136 – Permintaan Roxy Selengkapnya »