Chapter 165 – Snow yang Mengamuk

Aku melirik Roxy sebagai isyarat. Memberitahunya bahwa kami akan menangani tantangan ini bersama. Dan terakhir, untuk memeriksa apakah dia merasa khawatir atau tidak. Tapi tidak ada jejak rasa takut di wajahnya saat dia balik menatapku. Jadi aku segera mencoba menggunakan 《Analyze》 pada monster merah darah itu. [Roxy, kuserahkan monster-monster itu padamu.] [Ya.] Pengaturannya mirip dengan … Baca Selengkapnya Chapter 165 – Snow yang Mengamuk

Chapter 164 – Kemegahan Kota Bawah Tanah

Greed berbicara kepadaku saat aku melihat ke atas. 『Matahari buatan. Fakta bahwa itu masih berfungsi… 』 [Apa itu berarti ada orang yang tinggal di sini?] 『Kemungkinan besar … Fate, lihat gedung itu!』 Kemungkinan pertama yang terlintas di pikiranku adalah Mine dan Shinn, tapi… Saat melihat ke arah yang ditunjuk Greed, aku pun kehilangan kata-kata. Begitu … Baca Selengkapnya Chapter 164 – Kemegahan Kota Bawah Tanah

Chapter 163 – Harapan Greed

Di sisi lain dari gerbang kuno, terdapat lorong lain dengan dinding dan langit-langit yang berwarna putih pucat. [Ini, ini terlihat mirip dengan fasilitas penelitian distrik militer] Saat aku melihat ke atas, Roxy juga mengangguk setuju. [Tepat sekali. Belum lagi kekokohannya, itu juga memantulkan cahaya yang lebih terang.] [Tentu saja. Ini adalah teknologi Gallia yang asli. … Baca Selengkapnya Chapter 163 – Harapan Greed

Chapter 162 – Gerbang Kuno

Air tanah bocor dari langit-langitnya, air yang terakumulasi entah berapa lama, menciptakan aliran air luas di lantai. Suara percikan bisa terdengar dengan setiap langkah kami. Pada awalnya, aku sangat cemas bahwa kami akan bertemu monster di dalamnya. Tapi tidak ada tanda-tanda adanya orang lain di dalam. Hanya ada suara air yang menetes dan mengalir. Aku … Baca Selengkapnya Chapter 162 – Gerbang Kuno

Chapter 161 – Bawah Tanah Kota Hauzen

Eris yang masih membusungkan dadanya dengan arogan itu pun berbicara saat dia mengingat sesuatu. [Ah, benar! Mimir mencoba mengikutiku sebelumnya, tapi aku meninggalkannya di kastil. Kurasa itu yang terbaik, bukan?] [Itu memang yang terbaik.] Mimir memang memiliki keterampilan seorang ksatria suci. Namun, dia dilarang menggunakannya oleh hukum kerajaan. Bahkan dalam keadaan darurat yang mengerikan seperti … Baca Selengkapnya Chapter 161 – Bawah Tanah Kota Hauzen

Chapter 160 – Stigmata Suci Snow

Sebuah tato berwarna merah ―― tanda stigmata suci muncul di wajah Snow. Menurut Libra, Stigmata adalah sebuah wahyu dari Tuhan …. Apa itu berarti bahwa apa yang terjadi pada Snow saat ini ada hubungannya dengan Tuhan !? [Fai!] [Apa ini yang terjadi jika dia sepenuhnya dibangkitkan?] Sementara kami tercengang, Greed memanggil. 『Kita tidak tahu apa … Baca Selengkapnya Chapter 160 – Stigmata Suci Snow

Chapter 159 – Ajakan Libra

Aku hanya tidak bisa tinggal diam ketika diancam dengan sesuatu yang konyol semacam itu. Saat aku menatap Libra, [Jangan main-main denganku! Aku tidak akan membiarkan hal seperti itu terjadi.] Namun, ekspresinya tetap tidak berubah. Seolah-olah, dia melihatku… dan semua orang sebagai sesuatu yang tidak penting, bahwa hanya dia sendirilah yang penting. [Sudah sudah … tidak … Baca Selengkapnya Chapter 159 – Ajakan Libra

Chapter 158 – Kota yang Berkembang

Di tanganku terdapat roti manis yang telah aku beli sebelumnya. Kadang-kadang aku membiarkannya berada di mulutku ketika aku berjalan di jalan raya. [Ini enak.] [Yup, enak!] Rupanya Roxy dan Snow sedang menikmati permen. Eris dan Mimir juga sering membeli beberapa permen untuk diri mereka sendiri di sepanjang perjalanan ke Hauzen. Wanita sangat menyukai permen, bukan … Baca Selengkapnya Chapter 158 – Kota yang Berkembang

Chapter 157 – Bangun di Pagi Hari

[Pagi, Fai!] Suara yang terdengar menyenangkan dan lembut memasuki telingaku. Pada saat itu, rasanya seolah-olah kerusakan yang kuterima di hatiku dari pertarungan tadi malam itu langsung sembuh. Ketika aku perlahan membuka mataku, ada wajah tersenyum Roxy tepat di depanku yang bermandikan sinar matahari pagi. [Pagi.] [Kau tidur sangat nyenyak. Kau bahkan tidak bangun sekali, tidak … Baca Selengkapnya Chapter 157 – Bangun di Pagi Hari

Chapter 156 – Dunia Spiritual

Dunia putih bersih menyebar di depan mataku. Itu adalah pemandangan yang terasa familiar. Dunia spiritual yang telah diciptakan Luna. Ternyata, setelah membahas berbagai hal dengan Seto, aku telah tertidur di tengah sesi kelas Roxy. Mungkin aku tanpa sadar bersandar di atas meja dan tertidur saat itu juga. Jujur, kupikir saat ini Roxy pasti merasa kesal. … Baca Selengkapnya Chapter 156 – Dunia Spiritual

Chapter 155 – Kamar Fate

Kecemasanku terbukti benar. Saat memasuki kastil, aku pun mencari Eris …. tapi aku tidak menemukan apa pun. Bahkan aku tidak bisa menemukan Roxy dan Mimir di mana pun. Mungkin karena menyadari rasa ketidaksabaranku, Fate berbicara kepadakumelalui 《Mind Reading》. 『Saat ini hanya ada satu kemungkinan yang tersisa. Apa kau sudah membersihkannya dengan benar? 』 [Saat itu … Baca Selengkapnya Chapter 155 – Kamar Fate

Chapter 154 – Kastil Hauzen

Kami melewati gerbang kastil yang telah direnovasi. Betapa indahnya penampilannya sekarang. Aku ingin melihat lebih dekat pada kota yang terlihat semarak ini, tapi ada sesuatu yang perlu aku tangani terlebih dahulu. Saat melirik ke taman yang terawat baik dengan pepohonan rimbun di dalamnya, aku pun segera mendesak maju. Seto menyeringai. Ternyata dia memperhatikan apa yang … Baca Selengkapnya Chapter 154 – Kastil Hauzen