Arifureta Shokugyou de Sekai Saikyou

Chapter 43 – Dungeon Besar Raisen

Setumpuk mayat. Kata-kata itu sesuai dengan pemandangan saat ini  yang ada di dalam jurang Raisen Grand Canyon. Beberapa binatang iblis yang kepalanya telah dihancurkan saling bertumpuk diatas tanah. Sementara beberapa binatang iblis terlihat seperti telah dilumat, lebih jauh lagi beberapa tubuh binatang iblis  tubuh telah terkarbonisasi, meskipun ada berbagai metode pembunuhan, semuanya mati dalam satu …

Chapter 43 – Dungeon Besar Raisen Selengkapnya »

Chapter 42 – Dikota Brook Part 3

Saat ini, Yue dan Syia pergi ke kota. Karena hanya tersisa beberapa jam sebelum tengah hari, mereka harus bergerak sesuai rencana. Tujuan mereka adalah mencari makanan (bahan makanan) dan pakaian untuk Syia, serta beberapa obat. Senjata dan armor tidak diperlukan karena mereka bersama Hajime. Kota ini sudah dipenuhi dalam kesibukan sehari-hari mereka. Para penjaga kios …

Chapter 42 – Dikota Brook Part 3 Selengkapnya »

Chapter 41 – Dikota Brook Part 2

Karena Guild memiliki citra tempat berkumpulnya orang-orang kasar, Hajime mengira itu akan menjadi tempat yang kotor, tapi tak disangka itu bersih. Ada sebuah meja di depan pintu masuk, dan sebuah restoran di sebelah kiri. Ada beberapa orang yang nampaknya merupakan petualang, makan dan saling ngobrol. Menilai dari bagaimana tidak ada yang meminta sake, mungkin karena …

Chapter 41 – Dikota Brook Part 2 Selengkapnya »

Chapter 40 – Dikota Brook Part 1

Mereka bisa melihat sebuah kota di kejauhan. Itu adalah sebuah kota kecil yang dikelilingi parit dan pagar disekitarnya. Ada sebuah gerbang yang menghadap ke jalan raya, dengan sebuah gubuk di sampingnya. Mungkin merupakan pos penjaga. Meski itu kota kecil, ada pengaturan untuk sebuah penjaga. Karena itu, Hajime yang mengira bisa melakukan belanja barang-barang berkualitas, mengendurkan …

Chapter 40 – Dikota Brook Part 1 Selengkapnya »

Chapter 39 – Rahasia Pohon Raksasa

Jauh di dalam kabut, Hajime dan kelompoknya maju menuju Pohon Besar. Mereka meninggalkan pertempuran pada Kam, sementara anggota Haulia lainnya berserakan di sekitar mereka, mencari musuh sebagai bagian dari pelatihan mereka. Karena fakta bahwa ketidaksiapan adalah musuh terbesar seseorang sudah diukir dalam daging mereka, semua anggota memiliki ekspresi yang serius. Kebanyakan dari semua, memiliki memar …

Chapter 39 – Rahasia Pohon Raksasa Selengkapnya »

Chapter 38 – Kegagalan Hajime

Regin Banton adalah orang kuat, dikabarkan menjadi kepala suku Banton berikutnya; salah satu suku Bearman. Dia mengidolakan salah satu Tetua saat ini; Jin Banton, dan menjadi tangan kanannya. Tidak hanya Regin, bisa dikatakan Jin sangat populer di suku Banton secara keseluruhan, terutama yang lebih muda. Alasan untuk itu karena karakter Jin itu berpikiran luas, mengandung …

Chapter 38 – Kegagalan Hajime Selengkapnya »

Chapter 37 – Shia, Perubahan Mendadak Haulia

“Ehehe, uhehehe, kufufufu ~” Setelah diizinkan untuk menemani mereka, Shia  merasa bahagia. Dengan kedua tangan di pipinya, ekspresi longgar di wajahnya, dan tawa aneh yang dia awali saat memutar tubuhnya, itu adalah penampilan yang memalukan. Menjadi tak tahu balu setelah keseriusannya sebelumnya, saat menghadap Hajime tampak seperti sebuah kebohongan. “… … Kotor” Yue bergumam karena …

Chapter 37 – Shia, Perubahan Mendadak Haulia Selengkapnya »

Chapter 36 – Shia, Pertarungan Terbesar Seumur Hidupnya

ZUGANn! DOGHA! BAKI BAKI BAKI! DOGUSHA! Suara kehancuran yang luar biasa bisa terdengar di dalam Lautan Pohon. Beberapa pohon bisa disaksikan, terbelah menjadi dua. Ada kawah yang bertebaran di sana sini yang bisa dilihat di permukaan seolah-olah meteor jatuh ke dalamnya. Selanjutnya beberapa pohon terbakar sementara beberapa lainnya membeku. Penyebab kerusakan seperti melawan alam adalah …

Chapter 36 – Shia, Pertarungan Terbesar Seumur Hidupnya Selengkapnya »

Chapter 35 – Satu-satunya Jalan Untuk Bertahan Hidup

“Kalau begitu, kurasa aku akan memberimu beberapa latihan tempur” Hajime dan kelompoknya yang diusir dari Faea Belgaen sedang beristirahat di pangkalan sementara mereka di dekat Pohon Besar saat dia tiba-tiba mengatakan itu. Meskipun itu disebut basis, itu hanya penghalang yang terbuat dari Faea Tiriskan kristal yang … Hajime curi secara acuh tak acuh. Di dalamnya …

Chapter 35 – Satu-satunya Jalan Untuk Bertahan Hidup Selengkapnya »

Chapter 34 – Pertemuan Dengan Tetua

Mereka bergerak maju dalam kabut tebal yang dipandu oleh Gil, si manusia setengah harimau. Tujuan mereka adalah Faea Bergaen. Mereka telah berjalan selama satu jam bersama Hajime, Yue, suku Haulia, dan Alfrerick yang dikelilingi oleh demi-human lainnya. Rupanya, Zam sang pembawa pesan menggunakan banyak gerakan instan. Setelah berjalan beberapa saat, mereka tiba-tiba sampai di tempat …

Chapter 34 – Pertemuan Dengan Tetua Selengkapnya »