Chapter 3

*pat-pat

Kuro merasa ada sesuatu yang sedang menepuk-nepuk pipinya.
Itu terasa kecil dan berbulu. Sepertinya bukan tangan manusia.

“Hmm…?”

Kuro membuka matanya karena ia pikir ada monster lagi yang datang dan ingin memakannya. Saat ia membuka mata, langit terlihat masih terang menandakan kalau matahari belum terbenam.

Dada Kuro terlihat masih bermandikan darah tapi anehnya luka yang ia miliki sudah sembuh.

“Nyaa…?”

Kuro menolehkan kepalanya ke samping kiri untuk melihat siapa yang mengeluarkan suara itu.

Kuro melihat seekor kucing yang sedang menatapnya. Bulu kucing itu berwarna hitam dan memiliki mata bulat berwarna hitam seperti bulunya yang bisa membuat hati siapapun yang melihatnya menjadi luluh.Kuro bangkit dari tanah dan melihat kucing itu dengan saksama.Tentu saja setiap orang berpikir kalau kucing yang ada di depan Kuro terlihat sangat imut. Tapi Kuro menganggap kucing ini…

“Le-lembut!!”

Baca Selengkapnya

Chapter 2

Setelah Kuro ditelan oleh cahaya yang berasal dari mantra Airin, ia menyadari bahwa ia telah sampai di sebuah hutan.

Author note: kata Dewi sekarang diganti pakai Airin

Seragam yang awalnya dipakai saat bersama Airin sekarang diganti dengan sebuah baju tangan pendek berwarna hitam yang ber-hoodie.Di leher nya tergantung sesuatu yang tampak seperti penutup mulut untuk menyembunyikan identitasnya. Untuk tangannya, terdapat sebuah sarung tangan khas petualang berwarna hitam dengan pelindung kulit di bagian punggung tangan. Di bagian kakinya, ia sedang mengenakan sebuah celana hitam panjang yang sepertinya melewati lutut tapi tampak disitu sepatu boot hitam yang melapisi celana itu dari kaki sampai setinggi lutut. Senjatanya adalah sebuah dagger besi dengan panjang 20 cm yang terletak di pinggang bagian belakangnya dan bagian pegangannya menghadap ke kanan.

Baca Selengkapnya

Chapter 1

“Kuro! Kuro! Cepat bangun!”

Itulah kata pertama yang di dengar Kuro setelah ia mati. Tapi Kuro tidak memperdulikannya karena ia sedang tidur. Kuro saat ini sedang berada di sebuah ruangan asing. Lebih tepatnya di sebuah tempat seperti di luar angkasa. Terdapat pemandangan seperti bintang-bintang saat kau melihat sekeliling tempat itu. Ada seorang wanita di samping Kuro yang sedang mencoba untuk membangunkannya.

“Semalas apa sih orang ini?”

Saat wanita itu sedang mengeluh karena tak bisa membangunkan Kuro, Kuro yang awalnya tidur membelakangi wanita tersebut berbalik dan membuka tangannya seperti ia akan memeluk sebuah bantal. Kuro menyadari bahwa sebelum dirinya akan memeluk Ercy (dalam mimpinya) Tangannya menggenggam sesuatu yang empuk berbentuk bulat dan mengeluarkan suara “boing” saat disentuh.

(Boing?)

Ia heran dengan benda yang disentuhnya ini.

Baca Selengkapnya

Prolog

Di suatu pagi yang tenang, terdengar suara seorang wanita yang sedang menggedor pintu kamar seseorang. Ia tampaknya ingin membangunkan orang dalam kamar itu.

“Kuro! Cepat bangun, ini sudah pagi!”

Tidak ada respon dari dalam kamar tersebut. Sehingga wanita itu membuka pintu tersebut dengan paksa.Dia masuk ke dalam kamar berukuran 5×5m. Disana terlihat banyak pakaian yang berserakan. Kamar tersebut seperti kapal pecah. Wanita  itu lalu berjalan ke ranjang. Terlihat disana seorang laki-laki remaja yang sedang tidur.Ia memiliki wajah yang terbilang tampan. Rambut hitamnya berserakan saat ia tidur.

“Hei kucing pemalas! Cepat bangun”

Wanita yang merupakan ibu dari laki-laki itu langsung menarik selimut laki-laki tersebut lalu mengguncang tubuhnya.Tubuh laki-laki tersebut terlihat langsing dan tidak terlalu berotot. Ia menggunakan piama hitam yang tidak beraturan dan memiliki kulit seputih salju.

“10 menit lagi…”

Baca Selengkapnya