Chapter 22 – Lingkaran Sosial Earl Terejia

Sinar matahari menyinari di akhir musim semi, pada bermacam-macam manisan yang tertata rapi di atas meja taman, tapi aku hanya bisa mendengarkan wanita bangsawan di depanku sambil sesekali menanggapinya. Duduk di seberangku sambil mengobrol selama satu jam terakhir adalah Senior Viscountess Daniela Felhi-Berendorf, bibi dari  Senior Baron Felhi, seorang menteri keuangan istana, dan dia adalah … Baca Selengkapnya

Chapter 20 – Sore Hari yang Dilanda Rasa Lelah

Semua mata tiba-tiba terfokus padaku. Jantungku berdetak sangat cepat sampai-sampai itu terasa menyakitkan. “……Apa ini?” Suara pertama yang berbicara adalah dari Marquis Rittergau. Dia tidak menyembunyikan nada suaranya yang keras. Sikapnya tampak sangat mengancam, tapi aku harus mengatasi ketakutanku sendiri. “Jika perlu, maka wilayah Kaldia-ku dapat menerima para pengungsi, seperti yang baru saja aku katakan.” … Baca Selengkapnya

Chapter 19 – Rumah Para Penguasa Layaknya Lautan

Beberapa lampu gantung yang terbuat dari emas yang sangat indah menjuntai dari langit-langit aula besar, meskipun saat ini sedang ramai, melihat kemewahan mereka, jika ada lebih sedikit orang di sini, tempat ini akan menjadi tempat yang bagus untuk menari. Rumah para penguasa terletak di salah satu istana kerajaan, Istana Arktoria, dan mulutku terbuka lebar saat … Baca Selengkapnya

Chapter 18 – Dua Potongan Berita

Ketika aku hendak membuka pintu, aku bisa mendengar suara batuk dari sisi lain. Cough, cough, batuk kering yang disebabkan oleh asma, itu adalah suara wanita yang lemah. Aku tidak memasuki ruangan ini dengan kasar tanpa memberitahu siapa diriku seperti yang aku lakukan dengan kamar terdalam sebelumnya di mansion, tapi aku hanya mengetuk pintu dua kali … Baca Selengkapnya