Chapter 14 – Gadis dengan senjata jahat

Saat kereta tiba di depan rumah, ada seorang wanita yang dipandu oleh pelayan dari kedua sisinya.

Wajahnya pucat dan tampak sakit. Wajahnya mirip Roxy dan sangat cantik.

Kemungkinan besar, dia …

[Ibu, aku sudah mengatakan bahwa tidak perlu untuk menyambut kami!]

Ah, seperti yang kuduga, dia adalah ibu Roxy.

Baca Selengkapnya

Chapter 13 – Tubuh Yang Mengintai di Malam Penuh Cahaya Bulan

Beberapa hari berlalu setelah itu. Aku bertingkah seperti biasa, di siang hari aku adalah pelayan Keluarga Heart. Pada malam hari aku menjalani kehidupan ganda dengan berburu goblin untuk mengambil jiwanya saat menggunakan Skill Gluttonku.

Juga, aku sangat cemas dengan kelompok Rafal. Aku sering mengintai di toko-toko mewah tempatku menyaksikan mereka. Namun, mereka belum menunjukkan penampilan mereka di toko itu. Kemungkinan besar mereka selalu mengubah tempat berkumpul mereka. Tapi kenapa? Aku tidak tahu alasannya saat ini.

Baca Selengkapnya

Chapter 12 – Rumor di Dalam Bar

Aku mengganti pakaianku dan meninggalkan kamarku. Karena kondisi fisikku telah membaik, aku mengatakan kepada rekan kerjaku bahwa aku ingin pergi keluar. Dan untuk menyembunyikannya dari Roxy, aku mengatakan kepada mereka bahwa aku hanya ingin mendapatkan udara segar. Orang-orang di Keluarga Heart adalah orang-orang yang baik.

Aku berjalan dari distrik Holy Knight ke kawasan komersial. Namun, aku tidak ke bar secara langsung karena baru lewat tengah hari, jadi aku memutuskan untuk menghabiskan waktu.

Baca Selengkapnya

Chapter 11 – Sesaat Untuk Bersantai

Itu adalah busur hitam dengan lengkungan yang indah. Tapi, dibandingkan dengan penampilannya, aku sama sekali tidak merasakan beratnya sama sekali.

Greed mengatakan itu adalah bentuk Busur-nya.

[Hei, karena aku tidak punya anak panah, haruskah aku membelinya secara terpisah nanti?]

Baca Selengkapnya

Chapter 10 – Tingkat Pertama

Itu adalah wajah tidur yang baik. Sekarang, selamat tinggal.

Aku mengalahkan Hobgoblin lain dengan Pedang Hitam Greed.

(Glutton skill activated)
(Endurance +440, Physical Strength +220, Magic +110, Spirit +110, Agility +110 have been added to status)

 

Baca Selengkapnya

Chapter 9 – Melahap Dengan Rakus

Saya seorang diri berlari melewati padang rumput goblin di malam hari.

Dan kemudian, setiap kali aku melewati semak-semak dan menemukan goblin yang sedang tertidur, aku mengayunkan pedang hitam keserakahanku untuk memenggal leher mereka.

Baca Selengkapnya

Chapter 8 – Dorongan Rasa Lapar

Aku melewati jalan utama di distrik Ksatria Suci, berhenti di depan gerbang besar di pintu masuk distrik.

Saat aku dalam keadaan kelaparan, nampaknya kelima inderaku menjadi sangat tajam. Misalnya, mataku mampu melihat di malam hari, yang terlihat seperti siang hari bagiku.

Indra Perasa akan bau milikku juga … Bagaimana aku mengatakannya, aku bisa mencium aroma manusia yang nikmat? Sedikit jauhnya ada dua penjaga berdiri di posisinya.

Baca Selengkapnya

Chapter 7 – Tenggelam Dalam Kelaparan

Sejak saat itu aku tinggal di rumah Heart sebagai pelayan; satu minggu akan segera terlewati.

Ketika aku datang ke mansion, aku sedang berbicara dengan Greed si pedang hitam, jadi orang-orang di sekitarnya melihatku sebagai orang yang berbahaya. Aku akan mengakui bahwa itu adalah kesalahan.

Namun, para pelayan keluarga Heart semuanya adalah orang baik, mereka menerimaku untuk siapapun diriku.

Baca Selengkapnya

Chapter 6 – Sisi Gelap Keluarga Heart

Aku kembali dengan berjalan kaki ke Ibukota  Seyfat. Untuk menukar monster yang kukalahkan dengan hadiahnya, aku mengunjungi Fasilitas Pertukaran.

Ini adalah tempat yang penuh sesak dengan banyak petualang kasar. Terkadang, kau juga bisa mendengar bahasa kasar. Juga sering terjadi pertengkaran di depan petugas  tentang tawar-menawar hadiah.

Ini akan merepotkan jika aku terlibat dengan orang-orang itu. Aku mengangkat bahu dan berbaris di barisan.

Baca Selengkapnya

Chapter 5 – Makan

Saat ini aku bersembunyi di rerumputan. Tempat ini berada di dekat pintu masuk goblin praire.

Sedikit jauh di depanku, aku melihat satu goblin duduk bersila dan menguap.

Tinggi monster kecil ini ada di sekitar lingkar pinggangku. Kulitnya berwarna hijau dan mengenakan pakaian compang-camping yang sepertinya dicuri dari manusia.

Baca Selengkapnya

Chapter 4 – Pedang Hitam Greed

[Uwaa, pedangnya sedang berbicara!]

Pedang hitam itu tiba-tiba berbicara denganku, aku terkejut dan menjatuhkannya ke tanah.

Pemilik toko yang sedang bernegosiasi dengan pelanggan lainnya menyipitkan matanya dan menatapku.

Seperti yang dia katakan, apa yang telah kulakukan, jika kau tidak tertarik untuk membeli apapun, kau harus segera pergi.

Aku  mungkin tidak salah.

Baca Selengkapnya

Chapter 3 – Memeriksa Skill

Aku kembali ke rumah, di mana aku membasahi kain dengan air yang ku ambil dari sumur dan kemudian memberishkan tubuhku.

Aku akan pergi ke tempat tinggal Roxy besok. Entah apakah penampilanku akan sedikit lebih baik dengan ini? Aku menyalakan lilin dan melihat ke cermin yang rusak.

Baca Selengkapnya